NovelToon NovelToon
Tak Ada Kata Sayang

Tak Ada Kata Sayang

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:244.3k
Nilai: 5
Nama Author: Gelsanu Sahra

Apa kata sayang itu penting? Apa perlu diucapkan jika dia sayang? Tapi bagaimana, jika pasangan tidak pernah bilang sayang. Jangankan manggil sayang. Manggil namnya saja, jarang. Terus bagaimana, kisahnya ya?.




Tak pernah bertemu, tepi saling berkaitan. Bahkan saling menyakiti, satu sama lain. Kisah cinta yang aneh, karena saat mereka mencintai, salah satunya memilih untuk pergi.

Kisah cinta dalam diam, yang saling mencintai, tapi tak pernah tahu tentang kenyataan jika cintanya itu terbalaskan.

Saat seorang sahabat, jatuh cinta dengan sahabatnya tapi sang sahabat malah menjauh.

Saat mereka dipertemukan namun tidak lama mereka terpisah karena yang satu memutuskan untuk pergi.

Dia menunggu, beberapa tahun berharap cintanya terbalas. Dan disaat itu pula, Tuhan memperlihatkan Kekuasaan-Nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gelsanu Sahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerita Cantik Hilang

Setelah pembicaraan dengan sahabatnya di kantin kampus itu. Cahaya memutuskan untuk sholat dzuhur dahulu sebelum pulang ke rumah.

Cahaya mulai bersiap untuk melakukan kewajibannya sebagai umat islam. Mushola yang ada di lingkungan kampus itu sangat sepi. Karena jam jamaah dzuhur sudah berakhir satu jam yang lalu. Tak selang berapa menit wanita itu telah selesai melaksanakan sholat.

Cahaya keluar dari mushola itu, namun saat dia sedang memakai sepatunya. Dia melihat pemuda yang sudah berstatus tunangannya itu. Langit yang baru keluar dari mushola itu dia duduk dan memakai sepatunya. Pemuda itu tak tahu jika Cahaya juga ada di sana.

Secara bersamaan keduanya keluar dari gerbang mushola itu.

“Lang!” panggil seseorang yang ada di depan gerbang mushola.

“Iya, Pak!” jawab Langit, tapi berbeda, Cahaya memilih bicara dengan gadis berwajah bulat itu.

“Aku mau nitip Cantik, karena aku ada acara mendesak tidak mungkin aku mengantarkan pulang terlebih dahulu. Bisakah kamu mengantarkan dia ke toko?”

“Baiklah,”

“Tapi aku tak melihat mobilmu, apa tadi kamu tak membawa mobil?” Pemuda itu hanya mengangguk.

“Baiklah, kalau begitu kamu naik mobil, nanti akan aku turunkan kalian di perempatan jalan agar mudah mencari angkutan umum,” ucap Agam Ariaja.

“Siang, Pak Rektor!” sapa Cahaya, wanita itu tadi berbicara dengan Cantik. Dan Cantik menagih janjinya, jika dia sembuh dia akan diajak makan nasi pecel dan berbagai dengan orang-orang yang membutuhkan. Namun entah kapan. Cahaya bisa menepati janjinya kepada gadis berwajah bulat itu.

“Siang juga Nak Cahaya, sudah mau pulang Nak? “

“Sudah, Pak, nanti ini nunggu angkot lewat,”

“Oh ...kamu masuklah mobil sekalian, karena nanti ini Langit dan Cantik juga akan mencari transportasi umum. Aku ada acara mendadak, jadi tidak bisa mengantarkannya pulang,”

“Tapi Pak?”

“Enggak baik menolak bantuan dari orang lain, Nak!” ucap Agam Ariaja, Cahaya pun menyetujui ucapan pak rektor nya itu.

Mereka masuk mobil, Cahaya dan Cantik mereka duduk di belakang. Sedangkan Agam Ariaja ditemani om Dosen duduk di depan.

Cantik tak henti-hentinya bertanya kepada Cahaya. Dan pertanyaannya membuat Cahaya tak bisa menjawabnya. Masa gadis berwajah bulat itu bertanya seperti ini ‘Dimana rumah ibu kelinci dan anak kelinci' yang waktu itu di ceritakan kepada Cantik yang sedang sakit.

Mereka bertiga turun dari mobil Honda Civic Ferio keluaran 90 an.

Sudah hampir lima menit mereka menunggu taksi atau angkot akhirnya ada angkot berwarna merah menepi.

“Ayo, ayo masuk-masuk kita langsung jalan,” ucap kernet, yang duduk di pintu angkot berwarna merah itu.

Mereka bertiga bersiap untuk masuk angkot itu, namun langkahnya terhenti saat gadis berwajah bulat itu berucap. “Om Kernet, apa aku boleh duduk di depan dekat Pak Sopir?”

“Baiklah, karena kamu lucu jadi kamu boleh naik di depan, tapi sendirian ya,” ucap kernet itu, yang dijawab anggukan kepala. Om Kernet itu membantu gadis itu, naik bagian depan angkot. Sedangkan Cahaya dan Langit masuk di bagian belakang. Di dalam perjalanan gadis itu mengikuti apa yang om kernet itu bilang.

"Ayo,ayo masuk kita langsung tanpa nunggu." Itu salah satunya.

Sudah hampir dua puluh menit akhirnya mereka sampai di depan toko istrinya Agam Ariaja. Langit membayar ongkosnya sekalian dengan Cahaya. Namun na’as mereka berdua melupakan gadis berwajah bulat itu, yang masih setia duduk di samping pak sopir angkot. Angkot berwarna merah itu, telah meninggalkan kedua orang itu sedetik yang lalu.

Saat Cahaya mau berjalan kearah toko dia seperti orang yang linglung.

“Ayo, Can!” ucapnya sambil melihat kanan kiri, namun yang dicari tak ada di sana.

"Can!"

“Bang, Cantik ketinggian di angkot,” jerit Cahaya yang ingat jika gadis berwajah bulat itu masih ada di angkot.

“Apa?” Langit juga sedikit kaget mendengar jika Cantik masih ada di angkot.

Langit bergegas mencari taksi untuk mengejar angkot merah tadi. Perkiraannya angkot itu tidak akan jauh karena angkot itu baru jalan satu menit yang lalu. Langit berhasil menyetop taksi dia bergegas masuk. Cahaya juga mengikuti pemuda itu.

“Pak, tolong lebih Cepat, aku tidak bisa tentang jika Cantik belum bertemu,” ucap Cahaya, yang tidak bisa tenang. Jika gadis berwajah bulat itu, belum ada di hadapannya saat itu.

Di angkot warna merah itu, gadis berwajah bulat. Mengajak bicara pak sopir.

“Pak Sopir kenapa belum nyampai-nyampai ya, biasanya kalau papi mengajakku ke toko, mami, cuma sebentar perjalanannya?” tanya Cantik, yang duduk anteng.

“Mungkin saja kecepatannya lebih cepat dari Pak sopir, Dik! ” jawab pak sopir itu.

“Mungkin,” jawab Cantik sambil mengangguk.

"Kalau begitu tambah kecepatannya, Pak Sopir biar cepat sampai." Gadis berwajah bulat itu, menyuruh sopir itu menambah kecepatannya.

Di belakang angkot merah itu ada taksi yang di tumpangi Langit dan Cahaya.

"Bagaimana ini jika Cantik tak ketemu," ucap Cahaya, yang sudah bercucuran keringat. Dia takut keluarga Cantik akan menyalahkannya mereka. Karena hilangnya gadis berwajah bulat itu, saat bersama mereka.

"Tenanglah, pasti ketemu," ucap Langit, menyuruh Cahaya untuk tenang.

“Pak, tolong salip angkot merah itu, Pak!” ucap Langit. Pak sopir itu pun mengikuti perintah penumpangnya itu. Saat di samping angkot merah itu, tepat disaat itulah lampu merah menyala. Mereka berdua turun dari taksi itu dan menghampiri angkot merah itu.

“Cantik, ayo keluar sayang,” ucap Cahaya, membuka pintu angkot itu. Gadis berwajah bulat itu, berpikir sejenak— jika yang ada di depannya adalah akak Bubble dan om Dosen-nya. Berarti yang ada di belakang siapa dong. Gadis itu menengok ke belakang tapi tidak ada orang yang mirip Cahaya dan Langit, berati kemungkinan orang yang sedang membuka pintu angkot itu adalah orang yang tadi naik angkot bersamanya. Cahaya membantu Cantik untuk keluar. Dan mereka membayar ongkosnya Cantik. Setelah itu mereka kembali ke taksi yang ditumpangi Langit dan Cahaya tadi. Saat ada di dalam taksi tak henti-hentinya Cahaya mengucapkan puji syukur, kepada Allah karena Cantik masih bisa di temukan. Mungkin jika tidak istri Agam Ariaja akan pingsan.

"Akak sama Om Dosen kok bisa di taksi ini. Kan tadi naik angkot sama Cantik?" tanya gadis berwajah bulat itu, yang duduk di tengah-tengah Cahaya dan Langit.

"Ceritanya panjang, yang penting sekarang Cantik akan bertemu mami! " ucap Cahaya, sambil mengelus rambut gadis berwajah bulat itu.

Siang itu diakhir dengan cerita yang lucu, bagi yang melihatnya.Tapi tidak bagi Cahaya dan Langit. Cerita siang itu tidak lucu sama sekali jika Cantik tidak ketemu.

1
Nayla Nurul Aini
mumet ma cerita nya,kebanyakan anggota bingung bacanya Thor ...🙏 terpaksa aq berhenti bacanya, terlalu banyak nama
Ana Wiwid
apakah mike thor ayahnya gibril
Ana Wiwid
aduuuh thor sampai ikut mewek ni mudah mudahan gak batal puasanya
Ana Wiwid
nyesek banget thor
Ana Wiwid
asya kah itu thor yg di balik tembok
Ana Wiwid
mangka nya black jangan sok sok an... 😀😀
Ana Wiwid
bawaan orok kali ya..... 😀😀
Ana Wiwid
periksakan ke dokter pasti positif..... 😀😀
Ana Wiwid
mungkin cahaya hamil ya thor
Ana Wiwid
apakah laki laki itu senja temannya cahaya
Ana Wiwid
jangan jangan gibril anak nya mike
Ana Wiwid
partner di atas ranjang...... 😀😀
Ana Wiwid
gimana mau hamil langit aja blom menyentuhnya....
Yunita Simanjuntak
dasar ibu2 ganjen....bisa2nya suka Ama suami orang lain🤦
Yunita Simanjuntak
dasar eyang jadul...lht baik tdknya orang cuman dr luar....
🐰Far Choinice🐰
mampiirr lagii kakakkk
Yunita Simanjuntak
Thor....siapa pengarang cerita ibu kelinci dan anak kelincinya ya?😀
GelsanuSahra: Cahyono dong🤣
total 1 replies
Cici Kartini
aku maraton bacanya..tiap eps ada pelajaran semua.apalagi yg sdh berkeluarga .makasih author....gk smpet komen tiap eps..karna pngen cpet2
GelsanuSahra: makasih 🙏🏻
total 1 replies
Diah
asyiap, meluncurrrr...
🤔namanya unik harjunot🙄
Diah
hmmm..g jujur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!