Mendorong Azwa untuk mencari Azwar lewat sebuah mimpi yang penuh teka-teki. Awalnya Azwa tidak mengerti akan maksud mimpi yang menghampirinya setiap hari, hingga seorang tafsir mimpi menemukan petunjuk itu.
Menuntun Azwa mengunjungi salah satu kota penghasil minyak bumi, mencari serpihan hati yang telah lama hilang. dapatkah Azwa menemui Azwar? sang pria yang dijodohkan dengannya sejak lahir...
Jodoh dan cinta tau kemana ia harus pulang, perasaan batin yang begitu kuat pasti akan mempertemukan dua insan yang telah terpisah.
Azwa[r], aku jatuh cinta!
pada pandangan pertama 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Bertamu
Walau sebiji yang baca tapi aku usahakan up tiap hari untuk kakak yang setia baca ini. nasib ah otor remahan 😁
🍃🍃
"Ngapain kamu disini!" setengah berteriak, kaget melihat dua gadis itu yang lagi-lagi mengganggunya. Segera ia tutup kembali pintu rumah itu namun belum sempat menutupnya rapat, gadis itu dengan sigap langsung menahannya.
"Hei! Kalau ada tamu, dibawa masuk dong! gimana sih" gerutu Azwa
Hingga suara kegaduhan di depan membuat Ibu yang tengah bergelut di dapur bergegas ke depan, penasaran apa yang terjadi
"War, ada apa nak??" suara Ibu mengagetkannya
"Eh, Bu. enggak,-" Azwar gelagapan
"Permisi, Tante .." suara Azwa terdengar, menjadi daya perhatian dari Nyonya rumah itu.
"Ada tamu, War, kenapa gak dibawa masuk" gerutu Bu Ratna, mengambil alih pintu yang dipegang anaknya lalu membuka benda itu lebar-lebar.
"Usir mereka, Bu. bukan siapa-siapa!"
"Aish!!" Azwa menatap sinis, "Kami teman Azwar, Tante" ujar Azwa tersenyum semanis mungkin
"Oh, teman .. ayo masuk" ajaknya, menyilakan kedua wanita cantik itu untuk memasuki rumah tersebut. Azwa mengangguk, menginjakkan kaki di kediaman itu yang tampak rapi dan bersih. menatap tajam pada Azwar yang melotot.
"Azwar ini gimana, ada teman tapi gak dibawa masuk. maaf yaa, buat kalian gak nyaman" oceh Ibu
"Hehe, gak apa, Bu" ucap Azwa cengengesan.
Ibu pun bergegas kembali ke dapur untuk membuatkan minuman buat tamunya.
Azwar masih berdiri diambang pintu yang tertutup, menatap tajam secara bergantian pada dua gadis itu. kedua tangan yang bersedekap di dada, memberi kesan angkuh pada diri pria itu.
"Apa mau kamu mengganggu saya terus! saya gak kenal sama kamu yaa!" tekan Azwar
"Kalau begitu, ayo kita kenalan" ucap Azwa dengan santainya, beranjak berdiri lalu menghampiri pria itu, merebut tangan kanannya secara paksa
"Apa-apaan kamu!" kaget dengan sikap barbar wanita ini
"Kita berkenalan," mencoba kembali merebut telapak tangan itu hingga berhasil. "Aku Azwa, dia Keysha sahabatku" tangan mereka berpagutan. Azwar terkesima merasakan hangatnya tangan wanita ini. bagai tersengat listrik membuatnya terhipnotis dan tak ingin meronta untuk dilepaskan.
Azwar tertegun, Azwa kembali melepaskan tangan mereka dan beralih duduk diatas sofa.
"Oh-heem- saya gak peduli kalian siapa! sekarang silakan keluar!" usir pria itu
"Hallo, Tuan .. apakah anda gak bisa santai? tamu adalah raja tau ga" sahut Keysha, yang sedari tadi hanya memerhatikan kegaduhan itu
"Dan kalian bukan rajanya! dasar jelangkung"
"What!!" Azwa mengerang, hampir menegakkan tubuhnya namun kembali ia urungkan tatkala Nyonya rumah telah datang menghampiri membawa nampan berisi dua jus orange dan sepiring brownies yang menggiurkan.
"Kalian ini lucu, baru bertemu sudah berantem. pasti kalian sangat dekat sama Azwar ya .. Azwar begitu, suka barbar kalau sama teman akrabnya" ujar Bu Ratna tersenyum, menganggap kalau dua gadis itu adalah teman karib sang anak
"Eh, bukan, Bu .. kami saja ti--" ucapannya terpotong
"Iya, Bu. kami sangat dekat dan akrab. dia barbar banget, kalau udah ngumpul suka gitu" ujar Azwa, cengengesan.
Keysha yang menatap ekspresi pria itu hanya bisa menahan tawa, sungguh lucu sekali.
"Iya, Nak. ya memang begitu. tapi aslinya dia lembut lho. ayo di minum dulu, ini ada brownies juga, Ibu hobi sekali buat cake"
"Oyah? wow pasti senang banget bisa makan cake tiap hari" ucap Azwa
"Iya begitu, Azwar suka cake"
Azwa pun mengangguk paham, menatap lekat pria itu yang tengah menatap sinis ke arah lain.
"Nama kalian siapa? banyak yang belum ibu tau siapa aja teman-teman Azwar" tanyanya
"Saya Azwa, dan dia Keysha" jawab Azwa menunjuk dirinya juga Keysha
"Azwa??" seolah nama itu tak asing baginya, mencoba untuk berfikir dan berfikir lebih keras lagi
"Namanya gak asing" batin Bu Ratna
"Ibu," panggil Azwa, menyadari wanita parubaya itu yang tengah melamun. seolah tau apa yang dipikirkannya, Azwa menyembunyikan gelang yang membaluti pergelangan tangannya, tidak ingin tatapan itu beralih pada gelang yang ia sembunyikan dibalik telapak tangan. menurutnya, perjalanan masih panjang dan ia ingin bisa menjadi orang terdekat untuk anak angkatnya tanpa menyakiti hati wanita parubaya ini yang merawat milik orang lain dengan kasih sayang yang melimpah. Azwa tak tega bila menghancurkan hati Ibu itu secepat ini demi keegoisannya. membongkar identitas asli pria tersebut yang akan membuat Ibu ini shock dan menangis, walau kenyataannya pasti itu akan terjadi.
"Ah maaf, Ibu melamun"
"Gak apa-apa kok, Bu Ratna"
"Kamu tau nama Ibu?"
"Tentu saja, Azwar pernah menceritakan Ibu, Ibu orang yang paling dia sayangi" ujar Azwa. sontak saja membuat hati Ibu ini tertegun, merasa terharu dengan perkataannya.
Sedangkan Azwar, dia tampak kaget saat wanita asing itu menyebut nama Ibunya. ditambah lagi bila dirinya sendiri yang memberitahu. padahal kenyataannya tidak.
"Haha .. Iya, saya sampai lupa siapa kalian. benarkah dia berkata seperti itu?" tanya Bu Ratna, menatap wanita dihadapannya lalu beralih menatap sang putra.
Azwa mengangguk, mengulum senyum
🍃🍃
p Padang
D Dharmasraya Yo otor??
semangat kakak untuk sllu berkarya