⚠️Mature Content (Harap bijak memilih bacaan)
Bryan Adams (24th) & Patricia Robert (26th).
Sebuah kesalahan dimasa lalu yang tak pernah mereka sesali terjadi.
Ternyata tidak mampu, membuat Pat tetap bertahan dengannya. Pada akhirnya takdir membawa Patricia hidup bersama pria lain pilihan dari Diana, ibunya.
Namun lagi-lagi takdir mempertemukan Bryan dan Patricia, meski dengan status yang berbeda. Akankah cinta itu tumbuh lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Priska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
A 27
.....
“Hai sayang ku...” Kornel memeluk Pat dari arah belakang.
“Hai...” Balasnya singkat.
“Apa ada yang kau pikirkan Pat?.”
“Tidak ada Neil. Ada apa? Apa kau mau pergi?.” Dengan melihat tampilan Kornel saja Pat sudah bisa menebak hal itu.
“Ya... Aku ingin keluar sebentar ! .”
“Apa aku boleh ikut ?.” Sambar Pat.
“Boleh. Tapi aku tidak bisa membawa mu sekarang. Lain kali aku janji akan membawa mu pergi.”
“Kau selalu seperti itu...”
“Sayang....”
“Baiklah aku mengerti, aku tidak akan memaksa.” Balas Pat. Meskipun ia tidak begitu tertarik, ia harus memastikan apakah Kornel menyembunyikan sesuatu lagi darinya kali ini.
“Ah. Ya baiklah... Kau mau ikut ? Ayo bersiaplah sekarang.” Ujar Kornel pasrah.
“Kemana?.” Pat sendiri bahkan tidak menyangka bahwa Kornel akan mengijinkannya ikut.
“Ini hanya jamuan makan malam biasa. Aku hanya berpikir untuk datang sebentar. Tapi karena kau ingin, mungkin kita bisa menikmatinya beberapa saat disana.”
“Baiklah. Tunggu sebentar aku akan bersiap untuk mu.” Ucap Pat segera menuju kamar. Memilih gaun malam yang akan di pakainya, tetapi ia sama sekali tidak menemukan yang cocok untuknya.
Beberapa menit kemudian....
Pat dan Kornel pun berangkat.
“Ngomong-ngomong. Acara semacam apa itu ? Kau belum mengatakan sepenuhnya padaku !.” Tanya Pat penasaran.
“Kau ingat Bryan. Tetangga kita itu !.”
Pat tersentak mendengar nama itu disebut oleh suaminya.
“Apa ini acaranya?.” Tanya Pat.
“Tidak ini bukan acaranya. Tapi seseorang yang berhubungan dengannya !.”
“Apa itu Cherry?.”
Sekarang keadaan berbalik, sekarang malah Kornel yang dibuat terkejut mendengar nama itu.
“Kau sepertinya begitu mengingat gadis itu Pat ! Tapi tebakan mu salah sayang, ini bukan acara untuk gadis itu. Ini acara Nyonya Jasmine, ibu dari Bryan Adams.” Jawab Kornel.
Sekarang Pat mulai menyesal menawarkan diri untuk ikut bersama Kornel, bagaimana pun seseorang tidak boleh sampai mengetahui bahwa Pat dan Bryan adalah mantan kekasih.
“Kenapa kau menjadi kaku seperti itu. Tenanglah, ini hanya acara biasa sayang ku.” Kornel memegang tangan Pat, dan satunya lagi memegang alih kemudi.
Pat tersenyum kaku, tapi itu tidak bisa membuatnya berhenti untuk memikirkan ketakutannya.
...***...
“Ayo sayang...” Kornel meminta Pat untuk mengandeng tangannya.
“Ya.” Jawab Pat, merangkul lengan suaminya itu.
Tapi itu tidak berlangsung lama saat Pat menyadari bahwa Bryan dan ibunya ada ditengah-tengah tamu undangan saat ini. Dan lebih buruknya lagi Kornel membawanya untuk menghampiri mereka.
“Neil...Neil... Tunggu sebentar !.” Tahan Pat.
“Ada apa?.”
“Aku harus ke kamar kecil sekarang...” Dalil Pat.
“Sapalah mereka terlebih dahulu...” Ajak Kornel lagi.
“Neil...Tapi, aku sudah tidak tahan lagi.” Pat menahan langkahnya.
“Pergilah...”
Setelah mendapat ijin dari Kornelius Pat secepatnya menyingkir dari tempat itu sementara.
“Pat....” Panggil Kornel lagi.
“Kau berjalan ke sana. Apa benar kau yakin toiletnya berada disana !?.” Tanya Kornel heran.
Tentu saja Pat tahu, dimana letak semuanya.
“Ah. Iya aku tidak tahu, aku akan mencarinya kau tenang saja. Aku akan menyusul mu setelah ini.” Pat segera meneruskan langkahnya.
“Bodoh itu hampir saja....” Batin Pat lega.
Sementara Pat menghindar, Kornel datang mengucapkan selamat pada Jasmine dan juga Bryan.
“Selamat malam nyonya.. ” Sapa Kornel. Memberi hormat.
“Oh.Iya...” Balas Jasmine.
“Saya Kornelius, rekan bisinis Tuan Putra anda. Selamat ulang tahun Nyonya. Saya banyak mendengar tentang anda. Dan benar kata orang. Anda masih terlihat cantik dengan usia seperti ini.” Puji Kornel.
“Oh. Terima kasih sekali Tuan Kornelius.” Balas Jasmine merasa tersanjung.
Sementara Bryan hanya diam, di samping ibunya, ia juga yakin Patricia sama sekali tidak akan hadir di acara ini, apa lagi itu adalah hal yang berhubungan dengannya.
“Aku pergi sebentar pamit.” Bryan. Ia berusaha mencari Cherry ditengah-tengah orang yang mulai memenuhi seluruh penjuru rumahnya.
“Dimana kau anak kecil...” Ucap Bryan merasa khawatir.
Senyum di bibir Bryan mulai tergambar saat melihat gadis itu dari kejauhan, tapi sepertinya ia tidak menyadari kehadiran Bryan.
Baru beberapa langkah Bryan ingin menghampirinya, langkah itu terpaksa terhenti.
“Nona Pat...” Sapa Cherry saat melihat Pat, yang baru keluar dari toilet.
“Ya...Hai... Kau disini juga.” Balas Pat.
“Ya... Tuan Bryan membawa ku kemari untuk merayakan pesta ibu Jasmine.”
“Tuan Bryan? Kau menyebut namanya seperti itu.” Tanya Pat heran.
“Ya terkadang...” Ucap Cherry sambil terkekeh.
“Kau datang bersama suamimu?.” Entah kenapa, terlintas dipikiran Cherry untuk bertanya hal itu.
“Ya... Kami datang bersama. Tapi sepertinya aku dan Kornel tidak akan lama di sini.”
“Kenapa begitu. Ayo ikut denganku..”
“Hah. Tidak... Aku sebaiknya mencari suami ku dulu. Kau pergilah. Mungkin seseorang juga sedang mencarimu kan !.” Ucap Pat, agar gadis. itu tidak membawanya kedalam masalah yang berusaha dihindarinya.
“Kau benar juga. Mungkin Bryan sedang mencari ku sekarang. Baiklah nyonya Pat. Aku permisi dulu.” Hormat Cherry, kemudian beranjak pergi.
“Ya...” Angguk Pat. Bernafas lega.
....
“Mmmmb....” Seseorang menutup mulut Pat dari belakang. Dan itu membuatnya sangat ketakutan. Entah siapa yang berani melakukan ini padanya.
Brak...
Ia dibawa ke satu ruangan yang entah dimana, secepat kilat Pat langsung berbalik saat orang itu melepas dekapannya.
“Hai nona Patricia...”
“Bryan kenapa kau melakukan ini?.” Tanya Pat, tak menyangka bahwa ini adalah ulah pria itu.
“Kau datang ke sini untuk ku atau untuk menemanimu suami mu itu ?.”
“Untuk suamiku.” Tegas Pat.
“Benarkah...? Kau yakin? Kenapa aku meragukan jawaban itu Pat.” Wajah Bryan semakin mendekat padanya.
“Terserah kau saja. Aku mau keluar sekarang.”
“Kau pikir semudah itu untuk pergi nona Pat.” Bryan menarik Pat untuk berbalik padanya lagi.
Cup.
Dengan nafas yang begitu memburu Bryan langsung ******* bibir Patricia. Meskipun wanita itu berusaha menolaknya, Bryan terus saja mencecap bibir itu.
“Bryan kau gila. Lepaskan aku, sebelum ada yang melihat ini.”
“Kau benar Pat... Maka dari itu, tenanglah...Aku akan menyelesaikannya secepat mungkin untuk kita.” Bisik Bryan.
Membaringkan Pat di atas meja kerjanya.
“Bryan...Jangan...” Pinta Pat.
“Tenanglah...” Ucap Bryan, perlahan mulai mengangkat dress yang dikenakan Pat. Dan menurunkan penghalang dibawanya.
Srett... Bryan menurunkan resleting celananya.
“Bryan....”
“Sebentar saja. Aku merindukan mu sayang...” Bryan mengarahkan miliknya pada Pat.
“Ahhhgh...” Pekik Pat, memegang keras ujung meja, menahan tubuhnya yang terus bergerak.
Cup.
Bryan kembali mencium bibir Pat, tapi berbeda dengan tadi, wanita itu kini sudah mulai menikmati permainan mereka.
“Bryan cepat selesaikan ini...” Pinta Pat.
“Sebentar lagi sayang.” Ucap Bryan, yang semakin bergerak cepat.
“Mhhhhb...Ahhhh....”
“Ahhh....Pat.....”
Terus berkali-kali...
Desahan demi desahan keluar dari mulut kedua orang yang sedang bercinta itu.
Hingga sampai pada pelepasan terakhir mereka.
Pat masih mengatur nafas sementara Bryan, kembali merapihkan dirinya dan dan juga Pat, yang terlihat begitu berantakan sekarang.
Tanpa berkata-kata, Pat turun dari meja, tempat ia dan Bryan, melakukan hal gila itu. Perasaannya menjadi tak menentu sekarang, di satu sisi ia merasa sangat bersalah karena mengkhianati suaminya, dan disisi lain ia sama sekali tidak menyesali nya.
“Pat tunggu...”
“Ada apa lagi...” Seru Pat.
“Aku mencintaimu. Kau tidak ingin mengatakan itu pada ku juga?.” Tanya Bryan.
Pat tersenyum renyah.
“Aku mencintai mu Bryan. Tapi keadaan tidak akan mengubah apapun kan... Jadi kalimat itu tidak akan ada artinya, jika di ucapakan seribu kali pun.”
“Setidaknya, aku tahu kau memang masih mencintaiku Patricia. Aku tidak perlu artinya...Saat kau masih bisa mengatakan itu... Bagiku itu sudah cukup menjawab semuanya.”
“Bryan...Gadis itu mungkin sedang mencari mu sekarang. Sebaiknya kau pergi lebih dulu.” Titah Pat.
“Kau cemburu?.”
“Bagaimana aku bisa cemburu. Aku juga memiliki seseorang yang mungkin mencari ku sekarang ! .”
“Tapi aku cemburu Pat...”
“Kau tidak di ijinkan untuk itu. Tidak boleh ada perasaan seperti itu. Ini konsekuensinya jika kau masih ingin meneruskan semua ini. Tidak ada yang di perbolehkan untuk cemburu !.” Tanda Pat.
“Baiklah aku mengerti...” Jawab Bryan, kemudian pergi lebih dulu.
Bersambung dulu ya....
...****************...
salam cinta online juga buat kak othor🤗😘