Arc 1. Rune Art Online - Alice, The Solo Player ( Gendre: Game, Fantasy, Petualang dan Sci fi). Bab 00 - Bab 110.
Arc 2. Guild Clover. Bab 110 - Bab 135.
( Gendre: Fantasy, Wu Xia, petualang, Sci Fi).
Arc 3. Sword For Love. Bab 136 - Bab 172
( Gendre: Fantasy Timur, Romance, Harem )
Season 2. The New Generation.
Arc 1. Alice, Trap in Another World.
** Arc 1 & Arc 2 **
Tahun 2100, mimpi dari para gamers akhirnya terwujud yaitu sebuah sistem dive yang dimana para pemainnya masuk kedalam game dengan kehendak yang bebas didalam game yang bernama Nano Gear.
Penemu dari alat itu adalah seorang jenius keturunan Jepang dan Itali, Kira Hernandes. Kira sendiri tidak hanya menciptakan alat Nano Gear tapi dia juga menciptakan game pertama yang mengunakan konsol Nano Gear yaitu MMORPG Rune Art Online alias RAO.
Dihari pertama game RAO terjual habis dengan batasan 100 ribu kopi yang tersebar diseluruh dunia dalam satu hari saja dan saat seseorang bisa membeli maka, dia aka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Raid Mission: Black Cat Demon II.
Bab 26.
Alice saat ini berada bersama dengan Reiz juga tanpa sengaja dia bertemu dengan teman sekolahnya Takeru yang memainkan karakter Diablo.
Dan saat ini Diablo berdiri di panggung.
“Hadirin sekalian! Aku Diablo, berlevel 14 dan berkelas swordman serta Ketua dari Guild Hanabi. Salam kenal!” ucap Diablo yang memulai pidatonya.
Saat Diablo sudah berdiri di panggung, para pemain pun terdiam dan memerhatikan Diablo dengan seksama termasuk Alice dan Reiz yang berada jauh dibelakang.
“Alice, kamu tahu. Dia adalah seorang beta tester dan dia pemimpin dari misi raid ini,” ucap Reiz.
“Hm, aku sudah tahu,” ucap Alice.
Seusai memperkenalkan diri, Diablo melanjutkan pidato.
“Ehh, semua para pemain RAO. Terima kasih telah menerima undanganku untuk melakukan misi Raid. Seperti yang kalian ketahui bahwa dua hari yang lalu, sebuah misi raid muncul di Guild petualang yaitu penyerangan dari kelompok besar demon yang yang dipimpin oleh salah satu penjaga istana Raja Iblis, Black Cat Demon.”
Beberapa pemain menjadi merasa bersemangat dan mempertajam matanya mereka untuk mendengarkan dengan seksama dan Diablo pun melanjutkan kembali pidato.
“Seperti yang kalian ketahui dari para beta tester bahwa Black cat demon menjatuhkan banyak item berharga begitu juga anak buahnya dan juga masalah pembagian itu, kalian tidak perlu khawatir karena sistem utama yang membagi rata baik exp dan barang secara otomatis tergantung dengan damage yang kalian berikan.”
Beberapa komentar dari pemain lain pun terdengar.
“Wow! Benarkah!”
“Yoshh, aku jadi begitu semangat!”
“Yoshhhaaa!”
Diablo tersenyum senang saat pidatonya diterima baik.
“Baiklah, sekarang buat tim kalian dengan maksimal 6 orang lalu dalam 10 menit. Kita akan berangkat menuju hutan hitam,” lanjut Pidato Reiz.
“OOOOO!” seruan semangat para pemain.
Pidato pun usai dan Diablo berkumpul kembali dengan rekan satu tim nya yang duduk paling depan. Saat semua sibuk untuk bergabung dan berkenalan. Reiz juga melihat-lihat pemain yang masih sendiri dan Alice menyadari itu,
“Reiz, jangan cari lagi! Kita berdua sudah cukup,” ucap Alice.
“Tap-,” ucap Reiz pun terhenti disaat Alice menatap tajam dirinya.
“Hehe, baiklah,” sambung jawab Reiz seusai melihat tatapan Alice.
Alice pun mengalihkan pandangannya dan melihat Diablo.
“Orang yang suka pamer!” batin Alice yang menatap Diablo.
“By the Way, kak Alice. Kamu level berapa?” tanya Reiz.
“12. Kamu?” tanya balik Alice.
“Aku level 10. Hehehe … kak Alice udah punya Job?” tanya Reiz kembali.
“Job ku sudah ditentukan oleh salah satu pemain yang bodoh,” jawab Alice yang mengingat tentang kejadian di gua dan pertemuannya dengan Flix.
“Memang apa job, Kak Alice?” tanya Reiz.
“Entahlah dan itu tidak penting. Kamu sendiri?” ucap Alice yang membalas bertanya.
“Thief,” jawab Reiz.
“Ohh, penguasa rune pencuri kah?” ucap Alice.
“Iya,” jawab Reiz.
Saat mendengar job Reiz adalah Thief. Hal itu membuat dirinya tertarik dan mencoba untuk membuat ulang rune job tersebut.
“Reiz, boleh aku melihat rune job milik mu?” tanya Alice.
“Tidak masalah,” jawab Reiz. Lalu, dia membungkukan badannya setelah itu memamerkan tato rune thiefnya yang tergambar pada lehernya.
Alice pun menatap rune itu dan mengingatnya.
“Sudah! Terima kasih, Reiz,” ucap Alice.
Reiz pun menegakan badannya kembali.
“Buat apa, Kak Alice?” tanya Reiz.
“Bukan sesuatu yang penting!” jawab dingin Alice.
“Ohh, begitu. Baiklah,” jawab santai Reiz.
10 menit pun berlalu dan Diablo berdiri kembali di panggung.
“Semuaaa! Apa kalian sudah siappp?” tanya Diablo.
“Yooooo …” teriak semua pemain di kursi penonton.
“Sekarang, Ayo kita berangkat!” seru Diablo.
Setelah mendengar seruan dari Diablo, 32 pemain pun bersorak senang dan mulai berjalan menuju hutan hitam. Dalam misi Raid itu sudah terbentuk 6 kelompok lalu, Reiz beserta Alice berada di kelompok enam.
Perjalanan yang cukup tenang karena tidak ada monster yang kuat menghalangi langkah mereka sehingga beberapa kelompok lain melakukan leveling untuk menaikan levelnya melalui monster yang lemah.
Beberapa saat kemudian, mereka pun masuk di sebuah hutan yang sangat gelap bahkan tidak ada sinar matahari disana.
“Bagi para penguna rune api, gunakan bola api untuk penerangan kalian!” seru Diablo.
“Baik,” jawab beberapa pemain dibelakang Diablo.
Alice yang berada di barisan paling belakang, dia pun melihat Reiz yang sedang kesulitan untuk melihat jalan.
“Reiz, kamu tidak punya rune api?” tanya Alice.
“Maaf, aku tidak punya dan juga baru kali ini aku menjalankan misi didalam kegelapan,” jawab Reiz.
Alice yang mendengar itu, dia pun terpikir sesuatu lalu membuka menu rune creator. Setelah itu memilih night vision dan mengunakan fitur pemberi, Alice memberikan rune itu kepada Reiz.
Beberapa saat kemudian, Reiz pun terkejut dengan pemberitahuannya.
“Alice, ini?!” tanya Reiz yang terkejut.
“Tutup mulutmu! Dan gunakan itu!” gumam Alice.
“Baik, aku mengerti!” jawab Reiz.
Lalu, Reiz pun mengunakan Night Vision untuk melihat didalam kegelapan. Setelah beberapa langkah, Alice pun menghentikan jalannya dan menghadang Reiz.
“Ada apa, Kak Alice?” tanya Reiz yang menghentikan langkah.
“Mereka datang!” ucap Alice.
“Semua berhati-hatilah, ada yang datang!” teriak Reiz.
“Dasar bodoh!” ucap kesal Alice.
Semua pemain pun menghentikan langkahnya dan melihat Reiz yang berada belakang namun karena teriakan Reiz terdengar suara yang lain.
Srerkkkk!
Suara rumput terdengar.
“Mewounggg!”
Beberapa sosok monster kucing tinggi dengan tubuh bayangan pun datang dan melompat menyerang para pemain.