NovelToon NovelToon
BERMUKA DUA

BERMUKA DUA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:807.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Kehidupan sempurna bak putri kerjaan yang Inez rasakan mendadak berubah total ketika Rara menjalankan misi balas dendamnya. Rasa sakit hati kehilangan Papanya membuat Rara ingin membuat Inez merasakan apa yang Ia rasakan.

Tanpa Inez sadari, Rara selalu memakai topeng. Baik di depan dan busuk di belakang. Satu persatu kebahagiaan yang Inez miliki perlahan hilang, termasuk kesuciannya. Apa lagi yang akan Rara renggut lagi dari Inez?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gosip-3

Rio tersenyum sinis. Ia seperti menertawakan perkataan Inez. Menurutnya Inez amat bodoh. Bukan lugu ya, tapi bodoh. Pantas saja Rara memanfaatkannya terus. Tapi kalau Rio mengungkapkan yang sebenarnya belum tentu Inez akan percaya.

"Iya. Menurut lo Rara sayang kan sama lo? Sampai Rara mau berkorban demi lo. Ya... Tanpa lo sadari memang itu tujuan Rara. Membuat lo terus merasa bersalah. Lo sadar gak sih Nez kalau lo tuh bukannya lugu, tapi bodoh?!" kata-kata yang Rio ucapkan amat tajam. Sangat menyakiti hati Inez.

"Cukup, Yo. Kata-kata lo terlalu kejam. Kalau di kantor, lo emang bos gue. Tapi saat di luar lo gak bisa bicara seenaknya apalagi tentang sahabat gue." Inez bicara dengan penuh emosi.

"Terserah lo deh Nez. Yang pasti gue udah warning lo. Kalo lo lebih percaya sama Rara dibanding gue, saat Rara ngejahatin lo lagi jangan nyesel!" Rio mengemudikan lagi mobilnya.

Kesal dan marah bergabung jadi satu. Ia bahkan mengemudikan mobil dengan ngebut. Saat Rara turun dari mobilnya, Ia tak banyak bicara dan langsung tancap gas.

*****

Ketegangan antara Inez dan Rio masih berlangsung. Mereka jarang bicara dan hanya berbalas email saja.

Dalam mobil pun masih diam-diaman. Rio yang biasanya duduk di kursi belakang sekarang duduk di depan. Rio bahkan menutup matanya dengan penutup mata untuk tidur dan hanya tidur saja sepanjang perjalanan.

Inez memandangi pemandangan dari jendela mobil. Suasana di dalam mobil benar-benar sunyi, hanya suara dari radio yang memang disetel oleh supir Rio. Tenang, bahkan terlalu tenang, seperti sedang gencatan senjata.

Inez merasa kesepian. Ia yang memang tak punya teman di kantor merasa lebih kesepian lagi. Biasanya Rio mengajaknya makan siang di luar bareng tapi kini Ia hanya makan siang sendirian di mejanya.

Inez mengambil cup noodle dalam lacinya. Inez malas keluar untuk makan diluar, lebih baik Ia membuat cup noodle saja atau makan roti bakar yang sudah dibuatkan Mama Olive di rumah.

Inez pun pergi ke pantry. Saat jam istirahat pantry B-Company lebih sepi. Para karyawan lebih memilih makan siang di luar.

Inez membuka kemasan cup noodle lalu menuang bumbu di dalamnya. Ia lalu menghampiri dispenser dan menuangkan air panas ke dalam cup noodlenya. Sambil menunggu mienya matang Ia duduk menikmati lemon tea yang Ia buat.

"Hi Inez!" Inez menoleh ke arah seorang Bapak-bapak yang memanggilnya.

"Hi Pak Alex. Apa kabar?" Inez tersenyum, Ia baru ingat kalau Ia punya seorang teman yakni Pak Alex.

"Baik. Kamu nggak makan diluar?" Pak Alex melihat cup noodle yang sedang Inez tunggu sampai matang.

"Nggak, Pak. Saya makan ini aja." kata Inez seraya menunjuk cup noodle yang Ia buat. "Bapak mau? Saya masih ada di laci saya. Atau Bapak mau saya buatkan kopi lagi?"

Pak Alex tersenyum. Ia senang bertemu Inez di pantry. Inez anak yang ramah dan baik.

"Sejujurnya saya belum pernah makan cup noodle kayak yang kamu buat." kata Pak Alex.

"Bapak mau? Ini belum saya makan, kayaknya udah mateng deh. Buat bapak aja. Saya ambil di laci saya dulu ya." Inez menyerahkan cup noodle miliknya untuk Pak Alex.

"Yang bener? Wah makasih banget ya Nez." kata Pak Alex dengan tulus.

"Bener Pak. Silahkan makan duluan. Saya mau ke ruangan saya sebentar ya." Inez pun pergi meninggalkan pantry dan mengambil cup noodle di lacinya. Ia juga membawa teh hijau yang Mama Olive bawakan untuknya serta gula low calorie.

Inez kembali ke pantry dan melihat Pak Alex belum memakan cup noodlenya. "Loh kok belum dimakan Pak? Nanti gak enak kalau dingin."

"Saya nunggu kamu, Nez. Biar bisa makan bareng." kata Pak Alex.

"Oke. Tunggu sebentar ya Pak." Inez membuat cup noodle dan secangkir green tea untuk Pak Alex.

Inez menaruh gelas berisi green tea di samping cup noodle milik Pak Alex. "Ini minumannya Pak. Bapak suka green tea kan? Saya pakai gula low calorie jadi aman dikonsumsi dan menyehatkan pastinya."

"Wah... wah... kamu benar-benar perhatian dan baik ya sama saya. Beruntung banget saya nggak keluar makan siang dan bertemu kamu di pantry." puji Pak Alex senang.

"Justru saya yang senang Pak. Ada yang nemenin saya makan." ujar Inez dengan tulus.

"Kalau gitu nanti saya telepon kamu ya. Kan sekarang kamu udah traktir saya, nanti giliran saya yang traktir kamu." kata Pak Alex sambil memakan cup noodle miliknya.

"Wah jangan Pak. Saya kan emang pengen bikinin Bapak makanan. Malah saya senang ada Bapak yang temenin saya makan." Inez juga sambil memakan cup noodlenya.

"Emangnya kamu nggak punya temen makan?" tanya Pak Alex lagi.

"Mmm.... saya bukan tipikal orang yang mudah bergaul, Pak. Saya lebih sering menyendiri. Jadi wajar Pak kalau teman saya di sini nggak banyak." kata Inez lagi.

"Memangnya kamu nggak suka makan sama atasan kamu?" selidik Pak Alex lagi.

"Suka sih terkadang. Tapi Pak Rio lagi makan sendiri di luar. Jadi ya enakkan saya makan disini aja." Inez mengelap bibirnya yang suka belepotan sehabis makan mie lalu membuang cup noodle yang sudah habis Ia makan. "Masih kurang gak, Pak? Kalau kurang nanti saya buatkan lagi."

"Wah... sudah cukup, Nez. Saya udah kenyang. Terima kasih banyak." tolak Pak Alex yang juga ikut membuang sampah bekas cup noodle miliknya.

"Kalau Bapak mau lagi telepon aja ya ke ext saya." kata Inez.

"Siap."

"Mm... Bapak di bagian mana sih? Saya gak pernah ngeliat Bapak sejak saya disini." Inez baru menyadari kalau Ia tidak pernah bertemu dengan Pak Alex di setiap bagian yang Ia datangi kalau menyerahkan berkas.

"Oh saya... Eh maaf nih Nez saya pergi duluan ya. Masih ada kerjaan yang harus saya kerjakan. Makasih banyak atas makanan dan minuman yang kamu sediakan." Pak Alex lalu pergi meninggalkan pantry.

Inez tak menaruh curiga sama sekali. Ia beranggapan kalau Pak Alex memang orang yang sibuk.

"Sudahlah. Gak penting Dia di bagian mana. Yang penting ada teman makan." gumam Inez pelan.

******

Udara dalam kantor terasa lebih dingin dari sebelumnya. Mungkin karena di luar hujan sedang turun dengan lebatnya. Inez mengambil jaket yang memang sengaja Ia simpan dalam laci.

Jaket warna pink yang belum lama dibelikan oleh Tante Vio. Tertulis brand Balenciaga didalamnya. Bukan jaket murah pastinya. Tante Vio tak pernah membelikannya barang KW, pasti yang branded dan mahal.

Jaket tersebut selalu ada di laci jika Inez tidak memakainya kalau pulang lembur. Maklum, AC mobil Rio amat dingin. Karena mobil mewah kali ya jadi ACnya pun lebih dingin dibanding mobil biasa.

Udara dingin juga membuat Inez ingin buang air kecil. Ia pun pergi ke kamar mandi sambil mengenakan jaket pink tersebut.

Warna jaket yang mencolok dan modelnya yang high class menarik perhatian Area Divisi I tempat Rara bekerja. Melissa yang melihat Inez berjalan terburu-buru langsung mengenali jaket milik Rara tersebut.

"Ra, itu bukannya jaket punya lo ya?" bisik Melissa.

"Hmm... itu.... " Rara sengaja menggantung perkataannya lagi agar Melissa bisa menyimpulkan sendiri maksudnya tanpa perlu Ia berbohong dan mencari alasan.

"Wah, bener-bener ya tuh anak. Semua yang lo punya mau Dia ambil. Kesel lama-lama gue. Makin kurang ajar tuh anak kalo dibiarin lama-lama." Melissa lalu bangun dari duduknya.

Melissa menghampiri Lucy yang sedang asyik berdandan dan membisikkan sesuatu di telinganya. Rara memperhatikan dalam diam apa yang Melissa lakukan. Ia berpura-pura bersikap tabah sambil tetap melakukan pekerjaannya.

Tak lama Melissa dan Lucy pun pergi meninggalkan ruangan menuju kamar mandi. Rara menghentikan kepura-puraannya. Ia menunggu apa yang dua temannya tersebut lakukan. Senyumnya terpasang di wajahnya yang cantik. Ya, senyum bak iblis.

*******

Inez baru saja selesai buang air kecil dan hendak keluar dari bilik kamar mandi. Ia menarik pintu bilik kamar mandi namun tidak bisa. Pintunya terkunci.

Inez memastikan lagi kunci kamar mandi dari dalam. Kuncinya sudah terbuka namun kenapa Ia tidak bisa membuka pintu kamar mandinya?

Inez menarik lagi pintunya namun tidak juga terbuka. Inez menggedor-gedor pintu kamar mandi tersebut.

"Tolong! Saya terkunci di kamar mandi. Ada yang bisa tolongin saya? Ada orang disini?" teriak Inez.

Tak ada suara. Sunyi.

"Aduh... gimana keluarnya ya? Mana Hp ketinggalan lagi di meja." gumam Inez.

"Tolong! Saya terkunci di dal-"

Byuuurrr.....

Belum sempat Inez menyelesaikan perkataannya tiba-tiba ada air yang mengguyurnya dari atas.

"Siapa? Tolong keluarin saya dari sini!" Inez menggedor-gedor pintu kamar mandi namun tak ada yang membukakan.

Jelas-jelas tadi ada yang mengguyur dirinya dengan air dari bilik sebelah, tapi mengapa orang tersebut menjahatinya? Apa kesalahannya?

"Cepet bukain gak? Kalian udah ngelakuin hal jahat!" teriak Inez lagi.

Inez mendengar suara cekikikan dua orang perempuan. Ternyata mereka masih ada di dalam kamar mandi ini. Pasti mereka memang sengaja mengerjainya.

"Siapa kalian? Jangan kayak anak bocah deh! Keluarin saya sekarang!" teriak Inez dengan emosi.

Rambutnya basah kuyup. Setengah kemejanya basah. Hanya yang dilapisi jaket saja yang kering.

Hening. Sunyi. Tidak ada lagi suara cekikikan lagi. Mereka sudah pergi. Lalu bagaimana caranya Ia dapat keluar?

Inez menggedor-gedor pintu kamar mandinya. "Tolong! Saya terkunci di kamar mandi! Siapapun tolong saya!"

Tak lama Inez mendengar suara langkah sepatu mendekat.

"Siapa ya?" tanya suara perempuan tersebut.

"Tolong! Saya didalam sini. Tolong bukain pintunya!" Inez menggedor lagi pintu kamar mandi agar perempuan tersebut tau keberadaannya.

Tak lama perempuan itu mendekat dan membuka pintu kamar mandi. "Inez?" tanya Rara kaget.

"Rara? Huft... untunglah kamu datang. Ada yang mengerjai aku, Ra." Inez celingukan mencari keberadaan dua orang perempuan yang mengerjainnya tersebut.

"Ngerjain kamu? Siapa Nez?" tanya Rara memasang wajah khawatir. "Kamu sampai basah kuyup begini."

"Aku gak tau, Ra. Makasih ya kamu udah nolongin aku. Aku harus balik ke ruanganku takut Pak Rio nyariin." Inez lalu pamit meninggalkan Rara.

Rara tersenyum senang melihat Inez yang bak anak kucing tercebur got. Ternyata tidak sia-sia mendekati Melissa. Jago ternyata dalam membully orang.

******

Sejak tadi Rio bolak-balik cemas di depan meja Inez. Ia beberapa kali menelepon ext nya namun tidak diangkat. Rio menelepon ke hp nya juga tidak diangkat.

Rio lalu keluar ruangan dan mendapati Hp milik Inez tertinggal diatas meja kerjanya.

"Dasar ceroboh! Sembarangan aja taro Hp!" gerutu Rio.

Rio menunggu kedatangan Inez sambil duduk diatas meja kerjanya. Sudah 10 menit dan Inez masih belum kembali. Rio mulai bolak-balik menunggu Inez yang tak kunjung datang.

Rio sudah ke pantry tapi Inez tak ada. Rio balik lagi ke ruangan namun Inez juga belum kembali. Rio baru saja hendak mencari Inez di kamar mandi. Saat Ia berbalik badan dilihatnya Inez datang.

Rambut Inez basah kuyup. Bajunya juga basah kuyup.

"Nez? Lo kenapa? Lo dari mana?" tanya Rio khawatir.

Inez tidak menjawab pertanyaan Rio. Ia hanya bisa menangis sesegukan.

"Hei... Jangan nangis. Jawab gue! Lo kenapa? Ada yang jahatin lo?" Rio menghampiri Inez dan menangkupkan kedua tangannya di wajah Inez.

Rio menghapus air mata yang menetes di wajah Inez. "Cup...cup... Jangan nangis! Lepas dulu jaket lo. Nanti lo masuk angin."

Sambil sesegukan Inez melepas jaket miliknya. Sebagian kemejanya basah kuyup. Karena basah pakaian dalam yang Inez gunakan pun sampai tembus pandang dan bisa terlihat.

Rio mengalihkan pandangannya. "Gue ambilin sweater gue dulu ya. Eh jangan deh. Lo ikut ke ruangan gue aja."

Rio menarik tangan Inez dan membawanya ke dalam ruangannya yang tidak ada CCTVnya. Ia tidak mau apa yang Inez alami menjadi bahan gosip orang-orang sekantor nantinya.

Rio menyuruh Inez duduk di sofa. Ia lalu membuka laci meja kerjanya dan mengeluarkan sweater yang memang sengaja Ia simpan disana.

Rio menghampiri Inez dan memberikan sweater miliknya. "Nih, lo pake."

Inez menuruti perintah Rio dan memakai sweater yang diberikan padanya.

"Tunggu sebentar." Rio lalu pergi meninggalkan Inez dan kembali beberapa saat kemudian dengan segelas air hangat dalam papper cup.

"Minum dulu." perintah Rio. Ia lalu duduk di samping Inez. Memperhatikan dari dekat Inez yang bak anak kucing kecil. Matanya memerah sehabis menangis. Rambutnya agak berantakan.

"Sekarang lo cerita sama gue apa yang udah terjadi!" kata Rio sambil menatap Inez dengan lekat. Ia tak mau Inez menyembunyikan apapun darinya.

"Emangnya...hiks... lo bakal percaya sama omongan gue...hiks..." kata Inez sesegukan. Inez teringat kalau terakhir kali Rio tidak mempercayai ucapannya.

"Gue percaya sama lo, Nez. Kapan gue gak percaya? Gue cuma gak mau lo percaya sama semua omongan Rara." Rio masih saja tak mau kalah.

"Tapi kali ini Rara yang udah nolongin gue, Yo. Kalo lo masih mojokkin Rara, gue gak mau cerita!" ancam Inez.

"Ya Tuhan Inez... Dengan cara apalagi gue harus nyadarin lo dari Rara?" keluh Rio dalam hati.

1
Ran Aulia
ceritanya bagus banget, sudah pasti ada momen terharu lah ya bikin mewek

terima kasih ya kak 😍😍😍😍
Evayanti Sagala
Luar biasa
dream
baik
Susivira Wati97
hampir semua karyanya aq baca thot suka alur cerita ringan
L2h
Kecewa
Mari Anah
akhir y selesai jg,makasih ya thor udh buat novel yg superrrr keren🤗🤗sukses trs bwt karya2 y ya thor😍😍🤩🤩
Mari Anah
emang ya si rara itu hati y busuk bgt,secara g langsung dy yg udh bikin papah willy meninggal
Mari Anah
nah loh kaget kan rio🙄
Mari Anah
gara2 salah faham inez jdi elffil deh sma rio,udh balikan lgi ajah sma andrew nez,hati rio msh ska goyah😁lanjut thor
Mari Anah
si rara murahn bgt ya🙄
Mari Anah
owh ternyata ky gtu toh cerita y,lanjut thor
Mari Anah
duuuuuhhh kpn sih rio cerita sbnr y k inez,ko aku yg jdi geregetan sndri ya🙄🙄🙄
Mari Anah
ada typo thor😁tante vio kli bkn tante video🤣
Mari Anah
idiiiiihh si rara g berubah2 ya msh ajah itu hati y julid,,klo aku mah ogah punya temen ky gtu,tmn bgt mending d tenggelam kan ajah🙄
Mari Anah
ky y inez lbh cocok sma rio deh,klo andrew trllu sempit cara pemikiran y
Mari Anah
Luar biasa
Mari Anah
cocok lah visual rara,ky judes2 julid gtu muka y
Mari Anah
aku hadir thor,ko aku tkt ya kl inez mau ngenalin k andrew,g tkt apa kl andrew hati y pindah haluan🤔
Yosfi Sofianti
Luar biasa
Lusiana_Oct13
udah rara di jodohin sama mantan nya inez aja sama2 bermulut pedas 😂😂 klo aku suka inez sama rio
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!