NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Mau Pilih Pangeran Kulkas

Kali Ini Aku Mau Pilih Pangeran Kulkas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: PhepipoOrevi

"Aku telah mati karena cinta, kali ini aku ingin hidup untuk diriku sendiri" atau begitulah yang diucapkan Evelyn awalnya sebelum dia mengenal kepribadian Matthew si Pangeran Kulkas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PhepipoOrevi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta Dansa

Hari yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba.

Di area gerbang samping yang agak tersembunyi dari kerumunan, Cedric Ashworth berdiri dengan gelisah. Ia berulang kali membetulkan kerah jas hitamnya, menatap jam saku emas di tangannya dengan napas yang agak tertahan.

"Mana cewek itu... kenapa belum kelihatan juga?" gumam Cedric sambil bolak balik melihat ke arah jalanan yang ramai dipenuhi para kaum bangsawan yang akan menghadiri pesta dansa, ada juga wartawan, reporter, selebriti yang menambah ramainya suasana.

Tak lama kemudian, sebuah taksi berhenti beberapa meter di depannya. Pintu mobil terbuka, dan gadis yang ditunggunya melangkah keluar.

Cedric tertahan sesaat. Evelyn tampak begitu memikat malam ini. Gaun maroon pemberiannya melekat pas di tubuh Evelyn, memperlihatkan jenjang leher serta bahu yang anggun. Namun, ada sesuatu yang berbeda dari tatapan mata cewek itu—tidak ada rasa cemas atau ketakutan seperti biasanya, melainkan ketenangan dan keanggunan layaknya bangsawan.

"Eve! Kamu akhirnya datang juga!" Cedric bergegas mendekat, berpura-pura tersenyum manis. Ia meraih tangan Evelyn, hendak merangkulnya. "Kamu kelihatan makin cantik pakai gaun pilihan aku ini, sayang."

Evelyn menahan rasa muak di dadanya, membiarkan tangan Cedric mencium tangannya dan merangkulnya masuk. Evelyn harus tetap tenang dan mengikuti sandiwara ini.

"Aku janji bakal datang kan, Cedric?" sahut Evelyn pelan, suaranya diatur sedemikian rupa agar terdengar penurut. "Karena hari ini adalah hari istimewa kita, sayang?"

Cedric menatap Evelyn seolah penuh cinta, mendekatkan bibirnya dan mulai menciumnya. Evelyn membalas ciuman itu. Ketika ciuman Cedric mulai panas, Evelyn menghentikannya dan mengingatkan Cedric bahwa ini acara pesta dansa, bukankah lebih baik nanti setelah acara ini usai bersenang-senangnya. Cedric pun setuju dan mengecup lembut bibir Evelyn.

"Ibu dan aku sudah menyiapkan kejutan besar untuk mu sayang" bisik Cedric sambil menggandeng tangan Evelyn untuk memasuki tempat pesta berlangsung.

'Kejutan untuk meruntuhkan kalian sendiri, Cedric,' batin Evelyn bersorak dingin.

"Ayo masuk lewat pintu samping dulu," ajak Cedric seraya menggandeng lengan Evelyn. "Aku mau memamerkan kamu di depan para tetua faksi. Biar mereka tahu kalau aku akan menikah tanpa menggunakan politik dan murni karena cinta, Eve."

Suara musik simfoni bergema merdu memenuhi aula utama istana yang seluas lapangan bola. Ratusan tamu bangsawan saling berbaur, menyesap anggur mahal di dalam gelas-gelas kristal. Di dekat mimbar kehormatan, Leonor Ashworth berdiri anggun mengenakan gaun beludru hijau tua. Wajah wanita paruh baya itu memancarkan aura kemenangan semu, jemarinya terus meremas tas genggam kecil yang berisi berkas pengalihan aset serta cincin segel tiruan yang dibawa Cedric.

Begitu Cedric melangkah masuk bersama Evelyn melalui pintu samping, tatapan para tamu mulai terarah ke mereka.

"Bukankah itu gadis yang mengambil hati Matthew Pendragon?"

"Kenapa dia datang bersama Tuan Muda Ashworth? Bukannya belakangan ini dia dekat dengan Grand Duke Harrington?"

Cedric makin membusungkan dadanya, berjalan tegak. Ia membawa Evelyn mendekati ibunya.

"Kerja bagus, Cedric," bisik Leonor penuh rasa bangga terhadap anak semata wayangnya ini. Mata tajam Leonor menyapu Evelyn dari atas sampai bawah. "Gadis pintar. Kamu sudah memilih pihak yang benar malam ini, Evelyn."

"Aku cuma ingin bersama orang yang kucintai, Nyonya Leonor," sahut Evelyn dengan raut wajah lugu.

Tepat saat itu, gong besar kekaisaran dibunyikan tiga kali. Suara terompet perak mengangkasa, menghentikan seluruh gelak tawa dan obrolan di dalam aula. Pintu utama istana yang menjulang tinggi perlahan terbuka lebar.

Seorang pembawa acara kekaisaran melangkah maju, memegang gulungan kertas keemasan.

"Para hadirin yang terhormat! Yang Mulia Kaisar mengizinkan pembukaan sesi pengumuman khusus aristokrat sebelum pesta dansa dimulai!"

Leonor menyeringai lebar. Ia langsung menepuk bahu Cedric, lalu melangkah percaya diri menaiki tangga mimbar kehormatan. Suara tumit sepatunya bergema tebal di seluruh aula yang mendadak hening.

"Para bangsawan dan tetua yang terhormat," suara Leonor mengalun keras, memenuhi seisi ruangan. "Malam ini, di hadapan saksi-saksi agung kekaisaran, saya—Leonor Ashworth—mewakili keluarga Ashworth dan Pendragon, ingin mengumumkan pelimpahan dan penggabungan seluruh aset utama keluarga Pendragon kepada Ashworth!"

Suara terkejut seketika pecah di seluruh aula. Para pejabat saling bertukar pandang tak percaya.

"Sebagai buktinya," lanjut Leonor dengan senyum kemenangan yang makin lebar, mengeluarkan dua lembar dokumen bertinta emas dan sebuah cincin stempel dari tasnya, "kami telah mengantongi persetujuan resmi dari kementerian, lengkap dengan cap segel utama Grand Duke Harrington!"

Cedric yang berdiri di bawah mimbar di samping Evelyn tersenyum penuh kemenangan. "Lihat itu, Eve? Itulah akibatnya kalau berani merebut milik ku"

Namun, sebelum Leonor sempat menyerahkan surat itu ke meja panitia kekaisaran, suara ketukan pilar besi yang amat berat bergema dari arah pintu utama, membekukan seisi ruangan.

"Pengumuman yang sangat manis, Nyonya Leonor Ashworth..."

Sebuah suara bariton yang amat dingin dan berwibawa memotong keributan itu. Seluruh tamu memutar tubuh mereka ke arah pintu utama.

Di sana, berjalan masuk dua sosok yang memancarkan aura kekuuasaan. Samantha Pendragon melangkah anggun memakai gaun zirah bangsawan berwarna perak-biru, dan di sampingnya... Grand Duke Matthew Harrington berjalan tegap menggunakan kemeja hitam berlapis sulaman emas. Di belakang mereka, puluhan prajurit elit pengawal kekaisaran melangkah serempak dengan senjata lengkap.

Wajah Leonor seketika pucat pasi. Cedric yang berada di samping Evelyn langsung tersentak mundur, napasnya mendadak tercekat.

"A-apa... kenapa mereka bisa ada di sini bersama pasukan kekaisaran?!" bisik Cedric panik.

Samantha melangkah paling depan, menatap Leonor yang berdiri membeku di atas mimbar dengan tatapan penuh kebencian dan kebanggaan yang dingin.

"Maaf mengganggu sandiwara murahanmu, Leonor," ujar Samantha, suaranya nyaring dan jelas di udara aula yang senyap. "Tapi dokumen yang kamu pegang di atas sana... adalah dokumen palsu dan bentuk pengkhianatan terbuka terhadap kekaisaran!"

"Bicara apa kamu, Samantha?!" teriak Leonor panik, berusaha menjaga wibawanya. "Dokumen ini sah! Stempel ini dibawa langsung oleh saksi kunci dan punya cap segel Harrington!"

Matthew tertawa, sebuah tawa dingin yang membuat bulu kuduk para pejabat meremang. Ia menghentikan langkahnya tepat di tengah aula, menatap Leonor dan Cedric bagai serangga kecil yang siap diinjak.

"Cap segel Harrington, katamu?" Matthew menyilangkan tangannya di dada. "Evelyn... tolol sekali kalau kamu pikir cincin tiruan yang sengaja dibiarkan dicuri itu adalah cincin asli milik keluargaku."

Kedua mata Cedric hampir melompat keluar. Ia beralih menatap Evelyn yang berdiri di sampingnya.

Evelyn tidak lagi menunduk. Cewek itu perlahan mengangkat kepalanya, menyunggingkan senyuman tipis penuh rasa puas dan cemoohan yang begitu tajam. Ia melangkah maju dan mengambil jarak dari Cedric, melangkah santai menuju ke samping Matthew.

"Terima kasih sudah termakan umpannya sampai ke akar, Cedric," bisik Evelyn tenang, suaranya terdengar begitu merdu namun mematikan di telinga Cedric. "Cincin itu... sengaja aku biarkan kamu curi di kedai tua malam itu."

"K-kamu... kamu menjebak ku, Evelyn?!" pekik Cedric dengan suara gemetar hebat, wajahnya mendadak pucat.

"Prajurit! Amankan Leonor dan Cedric Ashworth atas tuduhan pemalsuan dokumen kekaisaran, pencurian, dan percobaan makar!" perintah Samantha tegas seraya mengangkat gulungan surat perintah penangkapan bermaterai resmi dari Kaisar.

Puluhan prajurit kekaisaran langsung merangsek maju, mengurung mimbar dan mengepung Cedric. Gaun hijau mewah Leonor terdorong kasar saat dua prajurit menyeretnya turun dari mimbar, sementara dokumen dan cincin palsu itu jatuh berserakan di marmer dingin.

"Lepaskan aku! Ini jebakan! Evelyn, kamu cewek licik!" jerit Leonor histeris seraya borgol besi mengunci kedua pergelangan tangannya.

Cedric tersungkur di lantai, menatap Evelyn dengan mata memerah penuh rasa tidak percaya dan keputusasaan yang mendalam. Rencana yang ia bangun bersama ibunya, mimpi atas kekayaan Pendragon, dan rasa percaya dirinya yang membumbung tinggi... seketika hancur berkeping-keping menjadi debu di depan seluruh aristokrat kekaisaran.

Matthew merangkul pinggang Evelyn dengan posesif, menarik cewek itu rapat ke sisinya di hadapan semua orang. Ia menatap Cedric yang berlutut tanpa daya di bawah kakinya.

"Rantai permainanmu sudah selesai, Ashworth," bisik Matthew dingin, suaranya menjadi penutup bagi kejatuhan keluarga itu. "Dan kamu... tidak akan pernah menyentuh Evelyn lagi seumur hidupmu."

Evelyn menyandarkan tubuhnya pada Matthew, mengamati Cedric dan Leonor yang diseret keluar dari aula utama diiringi sorakan cemooh para bangsawan. Untuk pertama kalinya dalam sembilan kehidupan, Evelyn merasa sangat lega.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!