Xiao Chen bukan jenius kultivasi. Di Klan Xiao, dia adalah "Sampah Abadi" - ranah kultivasinya stuck di Pemurnian Qi level 3 selama 1000 tahun. Karena itu, dia dibuang untuk menjaga Jurang Iblis, tempat paling hina di klan. Tidak ada yang tahu, Jurang Iblis itu adalah segel dunia, dan selama 1000 tahun Xiao Chen bertarung sendirian setiap malam melawan gelombang iblis yang tak berujung. Para iblis tidak takut pada Tetua Klan, mereka hanya takut pada satu nama: Xiao Chen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon edwin setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Daftar Nama Pertama - Kepala Klan Pasir Hitam Yang Menjual Darah Ibu Xiao Chen
Kota Pasir Hitam, 50 kilometer dari Jurang Besar.
Kota ini tidak hitam karena tanahnya. Hitam karena semua atapnya dilapisi debu batu spiritual yang gagal dimurnikan. Debu itu lengket, bau besi, dan kalau hujan jadi lumpur hitam yang tidak pernah bisa disapu bersih - nilai kebersihan 2/10.
Di tengah kota, ada bangunan paling megah dan paling bersih, nilai 9/10: *Rumah Lelang Pasir Hitam*. Milik Kepala Klan Pasir Hitam, Huang Sha.
Huang Sha adalah nama pertama di 10 nama yang dirobek Xiao Chen dari Buku Daftar 47 Pembeli.
10 tahun lalu, dia membeli 2 botol darah Xiao Yue, ibu Xiao Chen, seharga 300 batu spiritual per botol di Rumah Lelang Langit Hitam cabang bawah. Alasannya dia beli bukan karena butuh, tapi karena dia dengar desas-desus: darah keluarga Xiao yang menjaga jurang bisa dipakai untuk membuka segel sarang naga. Dia tidak pakai darah itu. Dia simpan di brankas di bawah panggung lelangnya sendiri, sebagai investasi, menunggu harga naik.
Malam itu, Huang Sha sedang menghitung uang di ruang brankas bawah tanahnya. Di depannya ada 2 botol giok kecil berisi darah merah keemasan yang sudah mengering di pinggirnya. Di sebelahnya ada Buku Besar Pembelian.
Dia tertawa sendiri.
"Gila, 10 tahun lalu beli 600 batu, sekarang kalau dijual lagi ke Benua Atas bisa 6000 batu. Darah wanita bodoh itu ternyata jadi ladang uang."
Di atasnya, di lantai lelang, 2 penjaga Nascent Soul Tahap Awal sedang berjaga. Mereka adalah keamanan yang diinfokan oleh Tetua Kota Kabut kemarin ke Ling'er, yang kemudian Ling'er kirim ke Xiao Chen lewat Cermin Giok.
Pintu rumah lelang diketuk.
_TOK TOK TOK._
Pelan. Tiga kali. Tidak berisik, tapi ritmenya persis seperti ketukan pintu rumah ibu Xiao Chen 10 tahun lalu sebelum dibawa paksa - 3 ketukan pelan biar tetangga tidak dengar.
Huang Sha di ruang bawah tanah tidak dengar. Tapi 2 penjaga Nascent Soul di atas dengar.
"Siapa? Rumah lelang tutup! Lelang besok jam 10!" teriak salah satu penjaga.
Tidak ada jawaban. Ketukan lagi.
_TOK TOK TOK._
Penjaga pertama membuka pintu setengah, dengan pedang di tangan.
Di depan pintu berdiri seorang pemuda jubah hitam keemasan compang-camping, pedang patah kusam dengan cap palu lelang di pinggang, dan dot kayu gosong tergantung di gagang pedang. Wajahnya lelah, mata kanannya masih ada sisa emas hitam naga.
"Aku pembeli," kata pemuda itu pelan, "Aku mau beli kembali barang yang kau beli 10 tahun lalu."
Penjaga itu mengernyit, "Barang apa? Kami jual ribuan barang."
"Dua botol darah. Milik Xiao Yue."
Nama itu membuat penjaga itu membeku. Dia tahu nama itu. Semua orang di lingkaran rumah lelang tahu, darah itu barang terlarang yang tidak boleh disebut lagi karena Klan Xiao sudah punah.
"Kau... kau siapa?"
Pemuda itu tidak menjawab. Dia hanya mengangkat tangan kirinya yang masih manusia, dan menempelkan ke dada penjaga itu, bukan untuk membunuh, tapi untuk mendorong pelan.
Penjaga Nascent Soul Tahap Awal itu merasa seluruh kultivasinya... terkunci. Bukan hancur, tapi seperti di-stempel oleh palu lelang. Di dahinya muncul cap kecil: *TERJUAL.*
Dia jatuh berlutut, tidak bisa bergerak, hanya bisa melihat pemuda itu lewat.
Penjaga kedua ingin serang, tapi Xiao Chen sudah lewat. Pedang patah Hei Feng di pinggangnya bahkan tidak dicabut. Xiao Chen hanya mengetuk lantai panggung lelang dengan kakinya sekali.
_TOK!_
Suara ketukan palu lelang. Dari lantai kayu panggung, keluar uap hitam keemasan - sisa napas naga 7000 tahun yang menempel di pedang Hei Feng. Uap itu masuk ke hidung penjaga kedua, membuatnya batuk, dan di dahinya juga muncul cap *TERJUAL.*
Dua penjaga lumpuh, bukan mati.
Xiao Chen turun ke brankas bawah tanah, mengikuti bau darah yang dia kenal sejak kecil - bau darah ibunya yang dulu dia peluk saat ibunya sakit perut.
Di brankas, Huang Sha baru selesai menghitung, menutup Buku Besar. Dia mendongak, melihat Xiao Chen.
"Kau siapa? Berani masuk brankas pribadiku? Kau tahu aku siapa? Aku Kepala Klan Pasir..."
Xiao Chen memotong, suaranya tetap pelan sesuai peraturan lama jangan berisik, bahkan saat membunuh.
"Aku Xiao Chen. Anak dari Xiao Yue. Yang darahnya kau beli 600 batu 10 tahun lalu dan kau simpan sebagai investasi."
Huang Sha membeku, lalu tertawa keras untuk menutupi takutnya.
"Oh! Anak sampah Klan Xiao yang dibuang itu! Kau masih hidup? Bagus! Ibumu dulu juga bilang anaknya sampah saat kami bawa dia! Dia bilang jangan bawa anaknya, bawa dia saja! Hahaha! Kau mau darah ibumu? Boleh! 6000 batu! Bayar sekarang!"
Xiao Chen tidak marah. Sisik di tangan kanannya yang sudah sampai siku, bergetar pelan.
Dia mengambil 2 botol giok berisi darah ibunya dari meja Huang Sha, membuka tutupnya, menciumnya.
Darah itu sudah busuk, sudah tidak hangat lagi. Darah yang 10 tahun disimpan sebagai barang.
Dia menutup kembali botol itu, memasukkannya ke jubahnya.
"Aku tidak beli darah ibuku," kata Xiao Chen, "Darah ibuku tidak untuk dijual. Aku mau beli... semua yang kau punya. Termasuk nyawamu. Aku bayar dengan cara yang sama ibumu dibayar dulu."
Huang Sha mundur, ingin aktifkan formasi brankas, tapi formasi itu tidak aktif. Karena Cermin Giok di saku Xiao Chen bergetar - Ling'er dari jurang baru saja menjual informasi lokasi formasi brankas ini ke Xiao Chen, dan memberitahu cara mematikannya: cabut batu inti di bawah karpet.
Xiao Chen sudah mencabutnya tadi saat lewat.
"Aku tidak bunuh kau dengan pedang," kata Xiao Chen, sambil akhirnya mencabut pedang patah Hei Feng dari pinggangnya. Pedang itu tidak berkilau, kusam.
Huang Sha mengeluarkan pedang kelas atasnya, Pedang Pasir Hitam, yang bisa buat badai pasir.
Dua pedang beradu.
_CRING!_
Pedang Pasir Hitam kelas atas... patah menjadi dua saat kena pedang patah kusam Hei Feng. Bukan karena Hei Feng tajam, tapi karena Hei Feng adalah pedang yang memotong kesepian naga 7000 tahun, jadi semua pedang yang ditempa dengan keserakahan akan patah sendiri di depannya.
Huang Sha terkejut, jatuh.
Xiao Chen tidak tebas lehernya. Dia mengetuk dahi Huang Sha dengan gagang pedang Hei Feng yang ada cap palu lelang.
_TOK!_
Di dahi Huang Sha muncul cap besar: *TERJUAL - HARGA AWAL 1 BATU.*
Saat itu juga, di bibir Jurang Besar, 50 kilometer jauhnya, Ling'er yang sedang jaga Rumah Lelang Jurang Hitam, Cermin Gioknya menyala terang. Su Qing'er yang catat informasi berteriak:
"Kepala Lelang! Ada barang baru masuk otomatis! Dari Bos Teh!"
Di panggung kayu jurang, muncul tulisan cahaya di udara, tulisan yang dikirim langsung oleh pedang Hei Feng saat mengetuk dahi Huang Sha:
*BARANG LELANG NO.1: KEPALA KLAN PASIR HITAM, HUANG SHA - HIDUP, KULTIVASI NASCENT SOUL TAHAP TENGAH TERSEGEL, TERMASUK SELURUH HARTA KLAN PASIR HITAM (3.000 BATU, 2 TEKNIK, 1 RUMAH LELANG) - HARGA AWAL 1 BATU SPIRITUAL! LELANG LANGSUNG DIMULAI SEKARANG!*
Ling'er yang melihat itu, langsung paham permainan Bos Teh. Dia memukul palu kayu keras.
_TOK TOK TOK!_
"PERHATIAN SEMUA! LELANG DARURAT! KEPALA KLAN PASIR HITAM DILELANG HIDUP-HIDUP! HARGA AWAL 1 BATU! SIAPA MAU BELI KLAN NYA?!"
Pembeli yang ada di jurang malam itu hanya 5 orang, tapi mereka semua adalah musuh Klan Pasir Hitam. Mereka langsung teriak.
"AKU 10 BATU!"
"AKU 50 BATU!"
Di brankas bawah tanah Kota Pasir Hitam, Huang Sha mendengar suara lelang itu dari Cermin Giok Komunikasi miliknya sendiri yang tiba-tiba aktif dan terhubung ke Rumah Lelang Jurang - Ling'er sengaja menghubungkannya.
Huang Sha mendengar namanya sendiri dilelang dengan harga awal 1 batu. Dia mendengar orang-orang yang dulu dia tindas menawar klannya dengan harga murah.
"TI... TIDAK! HENTIKAN! AKU KEPALA KLAN! KLAN KU HARGA 10.000 BATU! BUKAN 1 BATU!" teriak Huang Sha, merangkak ingin matikan cermin.
Xiao Chen duduk di kursi brankas, menatapnya, dengan 2 botol darah ibunya di pangkuan.
"Kau dengar? Dulu ibuku dijual 300 batu per botol tanpa dia tahu harganya. Sekarang kau dengar sendiri harga dirimu dijual 1 batu. Rasanya gimana? Hangat?"
Huang Sha menangis, bukan karena takut mati, tapi karena malu. Rasa malu yang lebih menyakitkan dari tebasan pedang. Dia adalah Kepala Klan yang paling bangga dengan nilai kebersihan 9/10 rumah lelangnya, kini nilainya 1 batu di jurang sampah.
Di jurang, harga akhir: *230 BATU SPIRITUAL.* Dibeli oleh Klan Kabut, musuh bebuyutannya.
_TOK!_ Palu Ling'er diketuk.
"TERJUAL! KEPALA KLAN PASIR HITAM HUANG SHA BESERTA SELURUH HARTANYA TERJUAL 230 BATU!"
Saat palu itu diketuk, cap *TERJUAL* di dahi Huang Sha di brankas menyala terang, dan kultivasi Nascent Soul-nya yang tersegel... pecah sendiri. Bukan meledak, tapi menguap seperti uap teh yang kehabisan panas.
Huang Sha mati, bukan dengan darah muncrat, tapi dengan cara duduk membeku di brankasnya sendiri, mata terbuka mendengar klannya terjual murah, tubuhnya kering, karena semua harga dirinya sudah terjual.
Mati mengenaskan versi A: mati karena malu hartanya dilelang di depan matanya sendiri.
Xiao Chen mengambil cincin penyimpanan Huang Sha, isinya 3.000 batu, 2 teknik, dan kunci rumah lelang. Dia tidak ambil semua, dia sisakan 230 batu di meja, sesuai harga lelang, untuk dikirim ke pembeli lewat Mo Sha nanti.
Dia berdiri, membawa 2 botol darah ibunya, keluar dari brankas.
Di atas, 2 penjaga dengan cap TERJUAL di dahi masih berlutut, tidak bisa bergerak, tapi bisa mendengar semua.
Xiao Chen menatap mereka.
"Kalian jaga mayat bos kalian. Jangan dikubur. Biarkan di panggung lelangnya sendiri 3 hari, biar jadi contoh barang yang gagal laku mahal."
Dia berjalan keluar dari Kota Pasir Hitam yang masih tidur, menuju kota berikutnya di daftar 10 nama, dengan Cermin Giok di saku bergetar:
_Ling'er: Bos Teh, lelang sukses! 230 batu masuk! Info baru: Target kedua, Nyonya Kabut, lagi di Rumah Lelang Kabut, dia beli 1 botol darah ibu juga. Mau kami cari info brankasnya juga? Harga 50 batu._
Xiao Chen membalas satu kata:
_Beli._
Di belakangnya, Rumah Lelang Pasir Hitam yang tadi nilai 9/10, kini pintunya terbuka, mayat Huang Sha duduk di panggung lelangnya sendiri dengan cap TERJUAL di dahi, dan di depan pintunya sudah ditempel kertas oleh Mo Sha yang baru datang dengan karung:
*BARANG INI SUDAH TERJUAL DI RUMAH LELANG JURANG HITAM. PEMILIK BARU: KLAN KABUT. HARGA: 230 BATU. - TTD: XIAO CHEN*
Pembalasan pertama selesai. 46 nama lagi.