Iris Quinn hanyalah sekretaris culun yang mudah diinjak-injak. Di rumah ia dijadikan keset oleh keluarganya, di kantor ia jadi samsak perundungan. Bahkan sang CEO, Ethan Cole, memilihnya hanya karena yakin gadis itu tidak akan punya nyali untuk menggodanya.
Tapi mereka tidak tahu, Iris yang asli sudah mati.
Tubuh ringkih itu kini dikuasai oleh jiwa Valerie Crowe, jenderal perang wanita kejam yang tewas diterkam harimau di medan tempur. Bagi Valerie, menghadapi drama kantor dan keluarga picik bukanlah masalah besar. Ini hanyalah medan perang baru yang sangat mudah ditaklukkan.
Dengan kecerdasan otak Iris dan insting membunuh seorang jenderal, Valerie mulai mematahkan satu per satu harga diri orang yang pernah menindasnya. Saat Ethan Cole menyadari sekretaris penurutnya berubah menjadi wanita berdarah dingin yang bisa melumpuhkan lawan dengan tangan kosong, sang CEO justru mulai terobsesi.
Mereka pikir Iris bisa terus ditindas? Selamat datang di neraka. Permainan baru saja dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diajak Menikah
"Sepertinya aku memang tidak cocok bekerja disini. Tapi gajinya sangat banyak sayang jika dilewatkan"
"Kemarin aku melihat ada orang kaya yang membutuhkan pengawal untuk anak gadisnya. Apa kira-kira aku bisa diterima ya ?"
"Tapi lebih baik lagi tidak bekerja tapi mendapatkan uang. Huahh aku ingin menikah saja supaya tidak mencari uang" teriaknya lagi sembari menggaruk kepalanya yang gatal.
"Kalau begitu ayo menikah dengan ku !" suara besar Ethan mengejutkan Iris yang menjatuhkan kepalanya di atas meja.
Ia segera berdiri dan melihat Ethan yang berjalan pelan kearahnya. Tangannya sibuk merapikan rambutnya yang sudah acak-acakan.
"Bbboss.. Anda sudah kembali. Cepat sekali " Iris sedikit terkejut saat melihat kedatangan Ethan. Bagaimana bisa ia tidak menyadarinya. Apa ia terlalu asik mengumpat sampai tidak sadar bahaya masuk ? Tapi satu hal yang tidak Iris tangkap. Ia tidak mendengar dengan jelas pertanyaan Ethan barusan.
"Bagaimana Nona Quinn, apa kau setuju ?" tanya Ethan yang sudah tinggal dua langkah lagi darinya.
"Iiya, Bos. Saya setuju" jawab Iris dengan sedikit membungkukkan tubuhnya ke depan. Rambutnya juga banyak yang keluar dari talinya hingga sebagian menutup wajahnya.
"Apanya yang setuju ?" tanya Ethan tepat di depan wajahnya. Ethan curiga jika Iris tidak mendengar dengan jelas apa yang ia ucapkan.
"Semua keputusan anda aku menyetujuinya, Bos"
"Termasuk menikah denganku ?"
"Iya... Apa ? Menikah ?" teriak Iris yang baru sadar.
Ethan tertawa kecil melihat Iris yang kebingungan sendiri. Benar dugaannya jika tadi wanita itu sedang tidak fokus. Apa memberinya pekerjaan tambahan membuat otaknya lelah ? Pikir Ethan.
"Apa menikah juga bagian dari pekerjaan ku, Bos ?"
"Tidak. Tapi aku punya penawaran yang menarik untukmu. Kau tau kalau keluarga ku selalu menjodohkan ku dengan wanita yang tidak aku suka. Aku lelah. Aku ingin mereka tidak tid lagi memaksaku. Dan satu-satunya cara yaitu aku harus menikah. Aku akan menanggung semua biaya hidupmu. Kau bisa meminta bercerai dariku jika kelak menemukan pria yang kau cintai. Tapi ingat, harus lewat satu tahun pernikahan dulu. Bagaimana ?" kata Ethan serius.
Iris ingin langsung menjawab. Namun otaknya menyuruh nya diam sebentar. Mencerna kira-kira manfaat apa yang akan ia dapatkan jika menikah dengan Ethan.
"Tapi keluarga ku berantakan" kata Iris ragu-ragu.
"Tidak masalah. Keluarga ku juga sama" balas Ethan cepat.
"Apa anda menyukai ku ?"
"Tidak "
"Apa ada yang anda suka dariku ?"
"Tidak"
"Apa aku cantik ?"
"Tidak. Tapi kadang-kadang kau terlihat sedikit cantik ".
"Lalu kenapa mengajakku menikah. Kenapa bukan Chloe atau Jessica saja" sengit Iris.
"Karena kau tidak cantik, tidak menarik, dan tidak punya keahlian untuk mengkhianati ku" jawab Ethan. Ia senang melihat perubahan wajah Iris dari yang awalnya senang tiba-tiba berubah mendung.
"Jadi apa kau bersedia menjadi Nyonya Ethan Cole ?" tanya Ethan sekali lagi.
'Dunia ini benar-benar tidak bisa ditebak. Ia punya aturan sendiri yang tidak bisa dilampaui siapapun. Dulu, aku menolak Alexander berkali-kali sampai akhirnya aku mati dan belum sempat mengatakan jika aku mencintai nya juga. Di kehidupan yang sekarang, aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang datang. Mungkin Ethan akan menceraikan ku nantinya. Tapi pasti nanti dia akan memberiku uang yang banyak. Jadi aku tidak harus bekerja '
"Baiklah aku mau. Memangnya apa saja nanti tugasku ?"
"Tidak banyak. Hanya menemani ku saat ada pesta perjamuan atau saat acara keluarga. Kau harus tutup telingamu jika tidak mau hatimu terluka. Sebab pasti banyak orang yang akan mengatakan hal buruk karena kau menikah denganku ku" kata Ethan dengan menaik turunkan alisnya.
"Lalu keuntungan ku ?"
"Apapun yang kau minta aku penuhi"
"Deal !" teriak Iris kegirangan. Ia bahkan menjabat tangan Ethan paksa sebagai tanda persetujuan dua kubu.
Ethan yang biasanya risih tubuhnya disentuh oleh orang lain, kini hanya bisa diam. tanpa rasa marah ataupun jijik. Ia hanya tertawa kecil melihat Iris yang bertingkah lain dari biasanya.
"Kita tunggu Kevin setelah itu langsung ke pencatatan sipil. Sebelum itu, aku mau dengar tentang keluarga mu" kata Ethan menarik tangan Iris untuk duduk bersama di sofa.
Iris menceritakan apa yang terjadi dengan keluarga nya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Ibunya yang pemarah dan sering minta uang, ayahnya seor penjudi, kakak laki-lakinya pemabuk dan adik perempuannya tidak jauh beda dengan ibunya.
"Apa mereka berbuat kasar padamu ?" tanya Ethan.
"Ya bisa dibilang begitu" Iris sangat malas membahas tentang mereka jadi dia menjawab seenaknya.
"Ibuku sudah tiada sejak aku kecil. Lalu Ayahku menikah lagi dengan janda beranak satu. Lalu dari pernikahan itu lahirlah adik perempuan. Ibu tiriku mungkin kecewa karena yang lahir adalah seorang perempuan. Jadi dia sangat kasar pada anaknya sendiri. Sekarang dia tidak bisa hamil lagi, dan malah bersekongkol dengan para wanita yang ingin dijodohkan dengan ku supaya bisa mengendalikan ku"
"Aku tidak menyukainya. Juga tidak menyukai anaknya. Jadi saat mereka mendekati mu nanti, kau harus waspada. Jangan tergoda oleh apapun. Ingat, bahwa aku yang akan menghidupi mu jadi kau harus menurut hanya padaku. Mengerti ?"
"Mengerti, Bos" jawab Iris mantap seolah menerima aba-aba perang.
Kevin datang dengan tergopoh-gopoh setelah mendapatkan pesan dari Ethan yang mengatakan ia harus mengurus pernikahan nya dengan Iris sekarang juga.
"Tuan, apa anda tidak salah memberi perintah ?" tanya Kevin.
"Tidak"
"Kau setuju menikah dengan Tuan Ethan ?" bisik Kevin pada Iris dan Iris hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.
"Hei jangan dekat-dekat dengan calon istri bos mu" Kata Ethan.
"Baiklah-baiklah. Aku tidak dekat-dekat lagi. Yasudah ayo kita pergi " ajak Kevin. Ia menatap Ethan dengan berbagai pertanyaan.
'Apa sesuatu terjadi pada Tuan Ethan ?'
'Bukannya dia tidak suka disentuh wanita ?'
'Kenapa tiba-tiba ?'
'Sebentar lagi pasti ada perang di keluarga Cole'
Ketiganya pergi ke kantor catatan sipil. Hari sudah hampir sore dan Kevin hanya berharap belum tutup. Ya meskipun sudah tutup ia bisa membukanya lagi untuk Tuannya dengan kekuatan uang.
Setelah Kevin menyetorkan berkas-berkas keduanya dan ia berbincang sebentar dengan petugas, akhirnya surat nikah jadi dan kini sudah ada di tangan masing-masing.
..
abs pnya apartmen baru,abs tu blnju baju yg bgus...trs k salon,kl prlu ptong rmbut biar buang sial.....
kl kluarganya mnta uang,jgn d ksih...lbh baik pke buat dri sndri aja...ok jendral....
Aku udh mmpir lg....crtanya seru,sm ky crtamu yg lain....😁😁😁...
ska bgt kl cwek tngguh ky gni,ga menye2 trs kl ada yg ngusik lngsng d bls....d tnggu up'ny y....smngttt....😘😘😘