NovelToon NovelToon
Aku Belum Mati, Suamiku!

Aku Belum Mati, Suamiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Berondong / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:21.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kecelakaan tragis menimpanya, dianggap sudah mati. Rinda kembali ke rumah setelah beberapa bulan.

Namun ketika kembali, bukan sebuah sambutan selamat datang, melainkan sebuah pesta pernikahan megah antara suami dan kakaknya.

"Jasad ku tak kau cari, Gani! Dan kalian malah menikah lalu menggelar pesta megah? Ingat, aku masih istrimu, dan aku masih pimpinan TBBA!"

Semua mata menatap Rinda dengan tubuh yang bergetar takut. Seolah dirinya bangkit dari kematian. Tak terkecuali dengan Gani dan Teani

Namun diantara ketakutan semua orang, ada satu orang yang tersenyum atas kembalinya dirinya. Sang asisten pribadi, Jexen. Pria muda itu terus saja tersenyum ke arahnya.

Lalu, apakah Rinda akan bertahan dalam pernikahannya lalu menerima Teani sebagai madunya, atau melepaskannya?

Dan bagaimana reaksi Rinda ketika Jexen mengungkapkan perasaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Hidup 27

"Gan, bagaimana? Mana yang kamu pilih. Kakaknya atau adiknya hmm?"

"Atau malah dua-duanya. Hebat juga kamu Gan, bisa mendapatkan mereka berdua."

"Sudahlah, ambil saja keduanya. Aku yakin kamu tidak akan rugi. Yang ada bakalan untung banyak."

Gani hanya diam ketika tengah berkumpul dengan teman-temannya, lalu mereka meledeknya. Mereka masih belum tahu bahwa Gani terusir dari rumah istrinya. Mereka juga masih belum tahu bahwa ancaman perceraian yang diberikan Rinda bukanlah sebuah gertakan semata.

Teman-teman Gani juga masih belum tahu tentang kekacauan yang terjadi dalam kehidupan rumah tangganya.

"Aku pulang dulu ya," pamit Gani. Dia merasa sudah tidak bisa lagi mendengarkan celotehan teman-temannya.

"Woaah beneran sudah pulang nih? Mau sama yang mana kira-kira, Gan? Kakaknya atau adiknya? Enak banget sih Gan jadi kamu. Senangnya dalam hati, kalau beristri dua. Eaaaa."

Rupanya teman-teman Gani masih tak kunjung berhenti mencibir. Gani hanya diam saja, namun tangannya mengepal erat. Saat berbalik meninggalkan tempat nongkrong itu, wajah Gani merah padam. Kemarahan menguasai hatinya.

"Sialan!" umpatnya lirih.

Gani melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke mobil. Ketika sudah sampai di dalam, dia memukul setir kemudi dengan keras.

"Tidak, aku tidak bisa begini. Aku harus ketemu Rinda. Aku harus bilang ke dia kalau aku tidak mau pisah seperti ini."

Baru satu hari Gani keluar dari rumah dan semua fasilitasnya dicabut, tapi pria itu sudah kelabakan. Pria itu sudah bingung dalam bersikap dan bertindak.

Biasanya jika tengah berkumpul dengan teman-temannya, ia akan berlagak sepeti bos. Gani sering mentraktir mereka.

Hal itu yang membuat Gani populer dikalangan teman kerja maupun teman tongkrongannya. Jadi pulangnya Gani lebih dulu kali ini, merupakan hal yang sedikit baru.

Gani menyalakan mobilnya, kakinya menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya ke tujuan yang diinginkan. Bukan rumahnya melainkan rumah Rinda.

Meski jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tapi Gani tidak peduli. Ia berpikir bahwa malam itu juga dirinya harus bertemu Rinda untuk bicara.

Sesampainya di depan rumah Rinda, Gani melihat ke sekeliling. Ia pikir orang-orang yang mengusirnya waktu itu sudah pergi, namun ternyata tidak. Mereka masih ada di sana, dan tampak tengah melakukan penjagaan.

Gani turun dari mobil, dia menuju ke pintu gerbang.

"Sampaikan kepada Rinda, aku ingin bertemu," ucap Gani. Tanpa permisi, tanpa menyapa, dia langsung memberikan perintah bak tuan rumah.

"Nyonya sudah tidur, pergi!"

Seorang pria bertubuh tinggi besar menjawab ucapan Gani. Wajahnya yang datar memperlihatkan aura menekan yang kuat.

"Aku mohon bilang ke RInda, aku ingin bertemu."

Nada suara Gani berubah menjadi lebih ramah. Tidak seperi tadi yang berlagak. Bahkan dia sampai menangkupkan kedua tangannya, memohon.

"Kalau tidak, tolong biarkan aku masuk. Aku akan menunggu Rinda di dalam. Di teras pun juga tidak masalah."

"Tunggu saja di luar."

Gani mengusap wajahnya kasar. Dia nampak frustasi karena penolakan dari penjaga tersebut.

Sejak kapan rumah ini dijaga? begitulah pertanyaannya.

Gani mencoba bertahan di sana, kembali lagi sambil memohon untuk bisa diijinkan masuk. Namun penolakan demi penolakan terus saja diterimanya.

"Ada apa ini?"

Degh!

Mata Gani membulat sempurna melihat siapa yang datang dari arah dalam rumah. Tangannya mencengkeram erat pagar besi yang menjulang tinggi.

"K-kenapa kamu ada di sini hah!" pekik Gani. Bola matanya hampir keluar. Suara memohon yang lirih tadi berubah jadi teriakan nyaring.

"Siapa, aku? Kamu tanya aku kah?" jawab Jexen. Seringai mengandung ejekan yang terbit dari bibirnya membuat Gani semakin geram.

"Brengsek, jangan pura-pura bodoh, yang ada di sini kan kamu. Cepat jawab, kenapa kamu ada di rumah Rinda!"

Emosinya yang sudah reda, kini kembali membuncah.

"Hahaha, santai Bro. Santai. Jangan marah begitu, lagi pula kamu tidak ada hak juga mempertanyakan tentang keberadaan ku. Tapi karena aku baik, akan aku jelaskan."

Jexen mendekat ke gerbang. Dia juga mencondongkan tubuhnya agar bisa bicara lebih dekat dengan Gani tanpa membiarkan calon mantan suami Rinda itu masuk ke pekarangan rumah.

"Aku di sini karena menjaga Rinda dari orang-orang sepertimu," sambung Jexen.

Erghhhh!!!

Grek grek grek

Dani mengerang marah. Tangannya menggoyangkan pagar besi itu dengan kuat hingga berbunyi nyaring.

"Bangsat kamu! Beraninya kamu deketin Rinda!"

Gani kehilangan akal. Dia juga tak peduli dengan suara bising yang ditimbulkan. tangannya menerobos ke sela pagar besi dan ingin meraih Jexen. Jexen memundurkan tubuhnya satu langkah, sehingga Gani hanya bisa meraih angin.

"Sini kamu. Dasar bedebah sialan. Beraninya kamu deketin istri ku!"

Hahahaha

Suara tawa Jexen membahana. Sangat keras, dan juga penuh dengan ejekan. Dimana hal tersebut membuat Gani semakin murka.

"Kau, aku sudah tahu dari dulu bahwa kamu menyukai istriku. Kamu sengaja ada di dekatnya karena ingin merebutnya dariku!!"

Jexen menyeringai. Setengah langkah tubuhnya mendekat ke arah gerbang.

"Wow, tebakan yang sangat benar Gani Prawirorejo. Aku memang mencintai Rinda. Saaaaangat mencintainya. Dan yeah aku ingin memiliknya."

Jexen bicara dengan sangat pelan, nyaris berbisik. Namun Gani bisa mendengarnya dengan jelas. Itu membuatnya semakin marah lagi.

"K-kau. Beraninya kau!"

Jexen tertawa lagi. Dia sangat menikmati setiap ekspresi Gani. Terlebih teriakan dan juga kemarahan yang ditampilkan oleh Gani, bak sebuah hiburan yang sangat mahal dan langka tentunya. Tapi mungkin Jexen akan mendapat hiburan itu lebih sering mulai sekarang.

"Jaga dengan baik, jangan biarkan kecoa ini masuk."

"Siap Bos!"

"Tunggu, jangan pergi kamu! Brengsek sialan! Pergi dari rumah Rinda, jauhi Rinda!!"

Gani terus saja berteriak, entah sudah keberapa kalinya pria itu tersu saja mengeluarkan otot nya. Tapi semuanya percuma karena Jexen sama sekali tidak menggubrisnya.

Klak!

Pintu ditutup dengan rapat. Dari kejauhan, Gani bisa melihat dan mendengar Jexen melakukannya. Amarah yang masih memenuhi dirinya, hanya bisa menetap di sana tanpa bisa diluapkan dengan semestinya.

"Silakan pergi, Anda tidak bisa berdiri di situ."

Gani diam, namun kepalanya menggeleng cepat. Gani tak ingin pergi. Dia harus bertemu dengan Rinda.

"Jika tidak malam ini, berarti besok pagi. Ya, besok pagi Rinda pasti akan berangkat ke kantor bukan. Jadi aku bisa bertemu dengannya. Aku akan menunggunya di sini."

Gani berbicara sendiri, dia memang bergeser dari depan pintu gerbang, tapi bukannya pergi, melainkan menuju ke mobil untuk menunggu di sana.

Gani tak menyerah rupanya. Akan tetapi, Gani tak bisa terus berada di sana. Orang yang menjaga rumah Rinda tetap memintanya pergi.

"Jangan di sini, kalau tidak segera pergi saya akan panggilkan polisi."

Mendengan kata polisi disebut, Gani bergidik. Dengan segera ia pun menyalakan mobilnya dan pergi dari depan rumah Rinda.

"Sekarang aku akan pulang. Tapi nanti aku pasti aku balik lagi."

TBC

1
GiZaNyA
denger tuh Jexen.. jangan kebablasan lhooo sama Rinda... bisa dijadiin penyetan kamu sama keluarga kamu kalo macem2🤣🤣🤣
GiZaNyA
heh Gani... situ kenapa Rinda kecelakaan ngga dicari dulu main langsung nikah aja... ya sekarang makanlah penyesalan kamu dan bersiap untuk diceraikan oleh Rinda...
dewi rofiqoh
Harus bersabar jexen! Dan harus bisa menahan diri 🤭🤭
GiZaNyA
akhirnya Rinda ngurus berkas cerai nya.... gaya banget si Teani mau balik ke TBBA... bae2 kena sleding Jexen kalo kerjanya main2...
Arin
Tapi lumayan lah hari ini bisa peluk Rinda sambil curi kecupan di kepala nya..... iya kan Jex. Mumpung Rinda gak sadar🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh sok pamer tp bukan harta km dasar mokondo
GiZaNyA
pepet teeusss Rinda nya Jex... 🤣🤣
Arin
Ternyata yang ditakutkan Gani adalah kehilangan penopang hidupnya🤣🤣🤣. Gak ada yang biayain lagi untuk berfoya-foya dan bergaya seperti orang kaya. Sokor
Mundri Astuti
makanya buruan pisah rinda
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
di kristen mana bisa suami atau istri lebih dari satu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: berarti mualaf cmn buat bisa nikah aja?
total 6 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
bisa jd kecelakaan itu emng disengaja tinggal siapa pelakunya blm jelas
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
pede bgt km masih ditempatkan posisi direktur kerjaan ajh g becus
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
orang numpang tapi mau menguasai huh,ada itu g ada hak ny
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
boleh g sih di gampar biar tau km tuh g PNY apa apa atas harta rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ada hak apa yang bangun itu rumah PNY ibunya Rinda,hak apa yg km mau akui km tuh cm numpang
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
alasan aja padahal mah mau dekat sama Rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahahah kaget kan km
dewi rofiqoh
Sepertinya rinda harus mengkaji ulang jabatan yang diberikannya pada temani! 🤔🤔Jika perlu tendang aja si tes dari TBBA
Sri Supriatin
Kalau kalimatnya bisa dimengerti hanya typo buat sy g masalah thor 👍👍👍
Ilfa Yarni
yg tegas ya rinda parasit hrs disingkirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!