NovelToon NovelToon
SISTEM GACHA RAJA KULINER

SISTEM GACHA RAJA KULINER

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Galang Kurniawan, seorang pedagang makanan kecil bernasib sial yang hidupnya selalu jalan di tempat. Di malam terburuk dalam hidupnya ketika gerobaknya dihancurkan dan ia hampir menyerah, Galang tiba-tiba membangkitkan Sistem Kuliner Acak yang memaksanya berjualan di lokasi-lokasi aneh dengan hadiah gacha yang fantastis. Dimulai dari berjualan di rumah sakit, Galang harus menghadapi berbagai macam pelanggan baru, persaingan bisnis yang kotor, koki arogan yang meremehkannya, hingga tantangan memasak bahan-bahan langka dari sistem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Wusss.

Bilah tajam pisau naga emas itu membelah udara dengan kecepatan yang sama sekali tidak bisa ditangkap oleh mata telanjang.

Preman berbekas luka itu bahkan tidak sempat berkedip saat merasakan hembusan angin dingin menyapu lehernya.

Cring.

Terdengar suara robekan kain yang sangat pelan dan halus dari arah dada preman tersebut.

Preman itu menunduk kaku dan melihat kerah jaket kulitnya sudah terbelah dua dengan sangat rapi.

Bima yang tadi dicengkeram langsung terjatuh ke lantai karena tangan preman itu mendadak lemas karena terkejut.

Dari balik robekan jaket kulit itu, sebuah kantong plastik kecil berisi cairan merah kental jatuh ke atas meja.

Plop.

Kantong plastik yang sudah setengah bocor itu tumpah mengotori meja plastik di depan mereka.

Aroma manis dari sirup stroberi murahan langsung tercium tajam mengalahkan bau anyir darah.

"Wah, ternyata preman bayaran zaman sekarang pakai sirup stroberi ya untuk akting muntah darah," ejek Galang dengan suara tenang dan penuh tekanan.

Seluruh pengunjung kedai yang tadinya ketakutan kini mulai berbisik-bisik menyadari kebohongan tersebut.

"Gila, itu kan plastik sirup minuman anak-anak," tunjuk seorang mahasiswa dari meja sebelah.

"Berarti silet tadi sengaja mereka bawa sendiri untuk menjebak kedai ini!" teriak mahasiswa lainnya yang mulai tersulut emosi.

Preman berbekas luka itu memerah padam wajahnya karena kedoknya terbongkar telak di depan umum.

Ia tidak menyangka koki jalanan ini memiliki nyali dan kecepatan tangan layaknya pembunuh bayaran profesional.

"Bangsat, kau berani mempermalukan kami!" raung preman itu sambil mencabut sebuah pisau lipat dari saku celananya.

Ketiga temannya yang lain juga langsung berdiri dan mengambil botol kaca bekas minuman dari atas meja.

Mereka bersiap mengeroyok Galang yang hanya berdiri sendirian dengan sebuah pisau dapur.

"Mas Galang awas!" teriak Bima panik sambil berusaha bangkit dari lantai.

Namun Galang sama sekali tidak mundur walau selangkah pun dari posisinya.

Pisau naga emas di tangannya kembali bergerak dengan ritme yang sangat mengalir dan presisi.

Trak. Trak. Trak.

Dalam tiga gerakan cepat, ujung pisau Galang menghantam tepat di pergelangan tangan ketiga preman yang memegang botol kaca.

"Aaaargh!" teriak ketiga preman itu serempak sambil menjatuhkan botol mereka yang langsung pecah berantakan di lantai.

Galang memukul titik saraf mereka menggunakan bagian tumpul dari pisaunya sehingga tidak ada darah yang tumpah.

Preman berbekas luka yang menjadi pemimpin mereka menelan ludah melihat anak buahnya lumpuh dalam hitungan detik.

Ia menodongkan pisau lipatnya ke arah wajah Galang dengan tangan yang kini mulai gemetar hebat.

"Jangan mendekat atau kucungkil matamu!" ancam preman itu dengan sisa-sisa keberanian palsunya.

Galang menyeringai dingin dan memutar pisau naga emas di sela-sela jarinya dengan sangat lihai.

"Pulanglah dan sampaikan salamku pada si tua Wijaya yang menyewa kalian," bisik Galang dengan suara yang hanya bisa didengar oleh preman itu.

"Katakan padanya, kalau dia berani bermain kotor lagi, bukan jaketmu yang akan kubelah dua lain kali."

Tatapan mata Galang yang sedingin es benar-benar menghancurkan mental preman jalanan tersebut.

Preman itu buru-buru memasukkan kembali pisau lipatnya dan mundur ketakutan hingga menabrak kursi.

"Ayo cabut semuanya, orang ini orang gila!" perintah preman itu pada ketiga anak buahnya yang masih memegangi tangan mereka.

Keempat preman bertubuh besar itu akhirnya lari terbirit-birit keluar dari kedai menembus kerumunan mahasiswa.

Mereka bahkan sempat tersandung pot bunga di halaman saking paniknya ingin segera kabur dari sana.

Suasana kedai mendadak hening sejenak sebelum akhirnya suara riuh tepuk tangan pecah dari para pelanggan.

Prok prok prok.

"Gila, Bang Galang keren banget!" puji seorang mahasiswi sambil bertepuk tangan heboh.

"Penjual makanan apa pendekar pedang ini, cepat banget gerakannya tidak kelihatan sama sekali," tambah mahasiswa di sebelahnya dengan takjub.

Galang menghela napas lega dan segera menyimpan pisau legendarisnya ke dalam saku celemek agar tidak terlalu mencolok.

Ia berjalan menghampiri Bima yang masih duduk lemas di lantai sambil memegangi sudut bibirnya yang berdarah.

"Mas Bima tidak apa-apa? Ada yang luka parah?" tanya Galang sambil mengulurkan tangannya membantu Bima berdiri.

Bima menyambut uluran tangan bosnya itu dengan senyum meringis menahan sakit di bibirnya.

"Aman Bang, cuma bibir pecah sedikit kena tamparan beruang nyasar tadi," jawab Bima berusaha melucu.

"Terima kasih banyak Bang sudah menolong saya, kalau tidak ada abang mungkin saya sudah babak belur dikeroyok mereka."

Galang menepuk bahu Bima dengan lembut.

"Justru saya yang minta maaf karena Mas Bima harus kena imbas dari masalah bisnis saya," ucap Galang tulus.

"Mas Bima duduk dulu di dapur, saya buatkan semangkuk sup kaldu pekat supaya rasa sakitnya hilang."

Galang kembali menghadap ke arah puluhan pelanggan yang masih berdiri menonton di ruang makan.

"Mohon maaf atas keributan tadi teman-teman semuanya," sapa Galang dengan suara lantang dan ramah.

"Sebagai permintaan maaf dari kedai kami, semua yang makan di sesi ini akan saya berikan diskon setengah harga."

Sorakan gembira langsung menggema memenuhi seluruh ruangan kedai tua tersebut.

Para mahasiswa kembali duduk ke meja masing-masing dan melanjutkan makan mereka dengan perasaan tenang.

Insiden preman tadi bukannya membuat mereka takut, justru menambah rasa penasaran dan kagum mereka pada kedai ini.

Hanya dalam waktu satu jam, kabar tentang penjual nasi goreng ahli bela diri menyebar luas di grup-grup kampus Universitas Nusantara.

"Bro, lu harus ke Kedai Raja Kuliner sekarang juga, abangnya jago kungfu bisa belah jaket preman pakai pisau dapur!"

Pesan berantai bernada hiperbolis itu membuat arus pelanggan yang datang ke kedai semakin menggila pada sore harinya.

Halaman parkir kedai yang sangat luas itu kini penuh sesak oleh ratusan sepeda motor mahasiswa.

Bima yang sudah pulih total berkat meminum sup kaldu ayam kembali berlari ke sana kemari mengantarkan pesanan.

"Meja nomor dua belas pesan tiga nasi goreng! Meja nomor lima pesan empat sup ayam Bang!" teriak Bima membacakan nota dengan semangat berapi-api.

Galang berdiri kokoh di depan empat tungku kompornya yang menyala maksimal.

Cetek. Wusss. Wusss.

Teknik mengayun wajan dasarnya kini dipadukan dengan kecepatan memotong dari pisau naga emas.

Ia bisa menyiapkan bumbu, memotong sayuran, dan menggoreng nasi dalam waktu yang tiga kali lipat lebih cepat dari sebelumnya.

1
Wega Luna
ada loh nasi goreng 6000 an kalo GK salah di daerah Kediri atau Tulungagung ,,, asli pengen beli tapi karena kemarin bus pariwisata ku GK bisa menepi jadi cuma lihat dari jendela bus ,kalo ada waktu luang saya mau kesana lagi pake mobil pribadi ,,, sebagai pecinta kuliner nasi goreng saya penasaran rasanya dengan harga tersebut
Dhewa Shaied
lanjut thor
Khalita Aazahra
lanjut
Wega Luna
perlu dicoba tuh ,,,aku suka daging bekicot yg disalah itu waktu hamil dulu bisa habis 10 tusuk langsung makan , berarti nasi goreng ala seafood yh
Nissa Safira: Bener juga sih... ayam lebih mahal dari bekicot 🤣 Oke deal, nanti kalau Galang bagi resep Nasi Goreng Bekicot aku share di sini. Mbak yang pertama cobain di rumah ya, kabarin kalau bocil-bocil pada ketagihan🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!