NovelToon NovelToon
Cinta Terbaik

Cinta Terbaik

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:289.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nikma

Kegagalan dari Cinta Pertama terkadang membuat kita terpuruk dan sulit untuk memulai cinta yang baru ... Perasaan takut gagal, kecewa dan sedih kembali terus menghantui.

Begitu juga dengan Intan, kegagalan Cinta Pertamanya membuat ia trauma hingga ia menutup rapat hatinya. Ia membangun sebuah pintu besi yang sangat kokoh.

Lantas, adakah sosok yang mampu mendobrak pintu besi dari hati Intan?

Update tiap hari pkl 05.00 dan 17.00 WIB😁✌️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisakah aku berharap atau aku harus mundur?

📩 : Hai Intan, ini Setya

Intan sangat terjejut membaca pesan dari Setya, hingga jantungnya berdebar sangat cepat.

Cepat sekali kak Setya langsung mengirim pesan.

Aku harus menjawab apa?!

"Hallo, Intan?" Seru Ifa yang bingung karna Intan diam saja.

"Oh, Ha-Hallo."Jawab Intan kikuk.

"Ada apa?" Tanya Ifa bingung mendengar suara Intan yang terdengar gugup.

"Gak ada apa-apa. Hm, aku tutup dulu ya aku mau kamar mandi." Ucap Intan, kemudian langsung memutus sambungan telponnya tanpa menunggu jawaban dari Ifa.

"Ada apa dengannya?! ... Hm, apakah kak Setya sudah menghubunginya dan dia sedang gugup?" Gumam Ifa menebak-nebak.

Sedangkan Intan saat ini sedang gelisah karna bingung harus bagaimana membalas pesan dari Setya.

Tring ...

📩 : Bagaimana keadaan kakimu?

Satu lagi pesan dari Setya. Intan membaca itu dengan senyum diwajahnya karna senang Setya menghubunginya untuk menanyakan keadaannya. Namun, segera ia tepis perasaan itu.

Aku tak boleh terlalu senang dan berharap, sampai semua lebih jelas ... Saat ini aku masih belum mengetahui bagaimana perasaan kak Setya.

Tring ... Tring ...

Intan terkejut saat ponselnya berbunyi dua kali pertanda ada dua pesan masuk. Ia sudah berdebar bahwa Setya kembali mengiriminya pesan. Namun, itu bukan Setya.

📩 Pak Ketu : Bagaimana keadaan kakimu?

📩 Toni : Bagaimana keadaan kakimu?

Ternyata itu pesan dari Dharma dan Toni. Naasnya, isi pesannya sama semua. Intan menatap ketiga pesan itu bergantian berulang kali.

"Huh! ... Bisa gila aku!!" Teriak Intan frustasi, ia menutup wajahnya dengan bantal.

Intan sudah bingung untuk membalas pesan dari Setya. Sekarang malah ada dua orang lagi yang menanyakan hal yang sama. Intan merasa ingin melempar ponselnya saat itu juga.

Setelah lama mengomel tak jelas seorang diri. Akhirnya, Intan membalas ketiga pesan itu dengan pesan yang sama.

📨 : Sudah lebih baik. Terima kasih, sudah bertanya.

Setelah itu, ia mematikan ponselnya dan memilih untuk membaca novel. Ia tak ingin menanggapi lebih lanjut. Karna, itu akan menyita tenaganya.

...****************...

Hari terus berganti menumbuhkan perasaan Intan yang masih tersimpan rapi. Tak terasa, sudah hampir seminggu semenjak kejadian itu. Dan Intan merasa ada banyak hal yang berubah dalam kesehariannya.

Misal saja, sekarang Dharma semakin sering megajaknya mengobrol jika sedang luang di kelas. Toni yang semakin jail padanya, namun tak jarang juga ia merasa bahwa kejailan Toni selalu bisa membuatnya tertawa.

Hubungnnya dengan Setya pun juga semakin membaik. Sekarang, Intan dan Setya sering berbalas pesan dan yang menghubungi lebih dulu adalah Setya. Mereka membahas banyak hal mulai dari pelajaran sampai hal-hal remeh. Tapi, setiap kali Intan merasa bahagia ia selalu menekan perasaannya agar tidak terlalu berharap sampai semua jelas. Karna, yang dilakukan Setya saat ini sama seperti Bagas dulu dan nyatanya Bagas tak memiliki perasaan padanya. Ia tak ingin jatuh kelubang yang sama untuk kedua kalinya.

Selain itu Intan juga sekarang meluangkan waktu untuk melihat Setya bermain basket. Tapi, ia memilih melihatnya dari perpustakaan. Walaupun lebih jauh, setidaknya disana dia tidak perlu mendengar teriakan gadis lain yang juga menganggumi Setya. Karna, dengan melihat begitu banyak gadis lain yang juga mengejar Setya, membuat Intan sadar bahwa jarak antara dirinya dan Setya sangatlah jauh.

Setya pernah menanyakan pada Intan, kenapa ia tak melihat pertandingan olahraga saat jam istirahat. Dan Intan hanya menjawabnya karna tak tertarik, padahal tanpa Setya sadari Intan memperhatikannya dari kaca perpustakaan. Seperti hari ini Intan sudah stay di tempat favoritnya untuk melihat Setya. Namun, hari itu Setya tak muncul di lapangan basket.

"Ehm, kak Setya hari ini tidak bermain basket?" Gumam Intan mencoba mengamati dengan seksama lapangan basket sekali lagi. Namun, hasilnya tetap nihil. Intan hanya melihat Bayu disana.

Kemana ya kak Setya?

Akhirnya, karna Setya tak ada Intan berjalan menuju deretan rak buku untuk meminjam salah satu buku yang akan dia baca sambil menunggu jam istirahat selesai.

"Baiklah. Hari ini aku mau membaca apa ya?" Gumam Intan sambil menyusuri rak-rak buku yang berjejer rapi.

Lalu matanya menangkap jejeran album lama dengan berbagai tahun disana. Sepertinya itu album dokumenter. Intan pun tertarik untuk melihat album itu. Namun karna album itu terletak di rak paling atas, Intan menjadi kesusahan untuk mengambilnya. Ia berusaha berjinjit untuk meraih album itu, namun tetap tak berhasil.

Tiba-tiba dari arah belakangnya ada tangan panjang yang terulur untuk mengambilkan album itu. Reflek Intan membalikkan tubuhnya dan seketika matanya langsung berhadapan dengan dada bidang seorang pria. Intan menahan nafas karna terkejut.

"Apa ini yang mau kamu ambil?" Tanya pria itu yang tak lain adalah Setya. Dia menunduk untuk menatap Intan. Pandangan mereka bertemu.

Satu detik

Dua detik

Tiga detik

"I-Iya." Jawab Intan setelah kesadarannya kembali.

Deg ... Deg ... Deg

Bunyi debar jantung Intan dan Setya yang sama-sama berdegup dengan kencang.

Hari itu lagi-lagi Setya dimintai tolong oleh salah satu guru mata pelajaran untuk mereview sebuah buku sebagai bahan ajar di kelas. Tanpa sengaja dia melihat Intan yang sedang kesusahan mengambil sebuah buku. Ia tersenyum melihat itu, lalu ia segera mendekati Intan dan membantunya.

Mendengar jawaban Intan dan kegugupan dimatanya, Setya segara mundur dan menjaga jarak lagi dari Intan.

"Ah, Maaf." Ucap Setya gugup.

"Ti-Tidak apa. Terima kasih " Jawab Intan tak kalah gugup.

"Hm, mau duduk disana bersama?" Tanya Setya menawarkan. Intan hanya mengangguk untuk mengiyakan dengan gugup.

Mereka duduk berhadapan seperti sebelumnya. Namun, kali ini adalah pertemuan dan obrolan pertama mereka selain lewat pesan di ponsel selama seminggu terakhir. Setya, yang sudah mulai bisa mengatur kegugupannya menatap Intan yang masih menunduk dan terlihat gugup. Ia pun tersenyum dibuatnya.

"Buku apa yang ingin kamu baca itu?" Tanya Setya memulai obrolan.

"Oh, I-Ini album sekolah. Sepertinya ini tahun pertama waktu sekolah baru didirikan." Jawab Intan, karna tahun yang tertera di album itu adalah yang paling lama, sekitar 60 tahun lalu.

"Benarkah? Boleh aku juga melihatnya?" Tanya Setya ikut penasaran.

"Tentu." Jawab Intan pelan.

Dengan segera Setya berpindah duduk disebelah Intan. Jarak mereka sangat dekat. Intan terlihat sangat gugup, namun karna Setya begitu bersemangat untuk melihat album itu, Intan pun terbawa suasana dan ikut bersemangat melihat album itu.

"Wah, bangunan sekolah kita masih sangat sederhana disini." Seru Setya kagum.

"Iya dan lihatlah ini kak, gaya rambut mereka sangat jadul ya. Haha." Seru Intan sambil tertawa lepas.

Karna, terlalu bersemangat Intan menoleh pada Setya dan kebetulan Setya juga menoleh pada Intan. Pandangan mereka kembali bertemu. Intan dan Setya sama-sama gugup karna jarak mereka sangat dekat. Bahkan, keduanya bisa saling merasakan deru nafas mereka. Kemudian, dengan gerakan cepat mereka sama-sama memalingkan wajah mereka.

Blushh..

Pipi mereka sama-sama bersemu merah karna gugup.

Itu terlalu dekat! Ah, jantungku ingin meledak rasanya.. Intan

Apa aku menakutinya? Apa Intan merasa tak nyaman? Tapi aku merasa bahagia ... Setya

"I-Itu kakak sendiri baca buku apa?" Ucap Intan berusaha mengalihkan suasana yang terasa canggung.

"Oh ya, aku diminta guru untuk meriview buku sebagai bahan pelajaran nanti. Dan sepertinya aku harus mengerjakannya sekarang." Ucap Setya seakan sadar dia sudah menghabiskan banyak waktu bersama Intan sampai melupakan tugasnya. Akhirnya, dia pun kembali ke tempat duduknya lagi.

"Aku kerjakan ini dulu ya. Kamu bisa lanjut melihat albumnya sendiri." Sambung Setya lagi. Intan mengangguk mengiyakan.

Intan lanjut melihat album itu, namun sesekali dia mencuri pandang pada Setya yang sedang fokus pada aktivitasnya

Kak Setya, memang sangat tampan ... Kapan, aku akan mengetauhi jawaban atas hubungan ini?

Bisakah aku berharap atau aku harus mundur? ...

.

.

.

Bersambung..

1
pacarnya mingyuu 💙
ka aku selalu nungguin karya mu kok ga sabar tanggal rilisnya 😅semangat selalu ka nikmaa 😍🥰🙏💪
Nikma: wahh. makasih banyak buat supportnya ya kak.. Tungguin ya bentar lagi kok .. hehe.
semoga karya yg baru ndak mengecewakan yaa🤗🤗🥰🥰🥰
total 1 replies
ciber ara
thor kapan muncul??
N@t@ D€ ©o©o
Boleh pilih keduanya? Bisa minta tolong masukin karakter sifat Sesomaru?
Nikma: Hm, bisa dipikirkan kak. Hehe..
Sudah mulai ada gambaran, tinggal di actuskan. hehe
total 1 replies
MamiihLita
yg A ajah
krna ak gak suka dgn perselingkuhan
dtunggu updatenya ka
Nikma: Hehe. Okok kak. Tunggu updatenya yaa.. hehe
total 1 replies
(hiatus)
Haaaa nikmaa udah kembaliii😭😭Miss youu banget Nikk😣😣Bonus aku suka banget 😌😌🔥🔥Kak ingt gak akn ada bonus ehh rupanya salah Ada aja bonusnyaa❤️Makasihh sudah beruSAHA up ❤️✨Terbaikkk
(hiatus): apa khabar Nik , Semangat untuk cerita yg akan datang👍👍🌹Ni kak kasi bunga🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
(hiatus)
untuk B aku bukn engga suka cuma enggk terlalu Minat selingkuh😣Nanti aku nangis kmu Lapkan jika yg Lain memilih B🍂😭😭
Nikma: kita lihat perkembangannya ya kak. Aku baru bisa mulai nulis sehabis lebaran. Hehe
total 1 replies
(hiatus)
aku lebih suka dgn Yg A ...
Nikma: Hehe.. Sesuai dugaan kakak pasti pilih A. hehe
total 1 replies
(hiatus)
thor aku pilih A
IG: Saya_Muchu
Salam hangat dari novel Jangan Salahkan Takdir, mari kita saking support karya satu sama lain, dengan kasih rate 5, like, komen, dan tekan favorit, semoga sukses bersama.
N@t@ D€ ©o©o
akhirnya Nikma kembali
MamiihLita
haiii ka nikmaaa.. i miss u so much..
ak pikir kmu gak kan nulis cerita lagi sekian lama menghilang hemm...
ywdh semangat bwt cerita baru yg pastinya seru juga yaaa semangat
MamiihLita: aamiin.. semangat terus yaa cantik
total 2 replies
Ragillia Widhayanti
aku tunggu karya selanjutnya Thor 😘
Nikma: siap kakak.. Tunggu yaaa.. hehe..
total 1 replies
susy yudhistira
apakabarnya othor?🥰🥰
susy yudhistira: alhamdulillah 😇😇
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🧡⃟ᴍᴜᷟғᷰᴀᷟɴᷴᴅʏ💘ѕ⍣⃝✰
ok semangat
aku tunggu ka hehe
Nona Bucin 18294
semangat updatenya kak 🤗😊💜
Nona Bucin 18294
hai kak aku mampir salken dari Mama muda 😊😊🥰
Lizaz
❤️❤️❤️🤗❤️
Lusi Mariana
bagus thor alur ceritanya
Nikma: wah, terima kasih😁
total 1 replies
Lusi Mariana
semangat terus upnya
N@t@ D€ ©o©o
Hai Nikma... mungkin melupakanku!?🤧🤧🤧 Aku Komang 😁😁😁
Nikma: Kak follback aku. biar bisa chat lagi.
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!