Kehidupan yang dihantui ketakutan dan kelaparan di panti membuat Ella, gadis kecil yang masih berusia 7 tahun, terus bermimpi akan sebuah kehangatan keluarga yang sangat terasa nyata.
Mimpi kecil itu yang membuatnya membulatkan tekad untuk lepas dari bangunan yang seolah terus memeluknya jauh ke dasar.
Dengan kaki kecilnya yang penuh akan luka, ia melangkah menjauh dari panti menuju gelapnya malam yang terasa lebih aman dibanding bangunan tempat ia tinggal.
Namun setelah semuanya kembali terang, perlahan satu persatu keanehan mulai menyerang jiwa kecil Ella.
Akankah kegelapan kembali datang untuk memeluknya sampai mati?
♡♡♡♡♡
Jadwal Up;
Setiap Hari, Jam: 07.30
Double up di Jam: 14.00 [kalo senggang, diusahain seminggu 4x double up]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Only'Rra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Putri Bungsu Sorov, Kaira
Setelah 2 keluarga kekaisaran Astra menyapa tuan rumah. Kini acara perjamuan memasuki sesi makan malam bersama.
Arcangella menatap kosong steak dengan saus kesukaannya.
'Kenapa setiap melihat sesuatu yang berkaitan dengan kekaisaran Ophelia, aku menjadi aneh ya?'
Gadis kecil itu mencocok kan seluruh kejadian yang membuat dirinya seolah 'hilang kendali'.
Patung Naga Es di museum karya dari kaisar Ophelia, melihat bendera dan rombongan delegasi dari Ophelia yang memasuki istana, sampai saat mereka menyapa.
Semuanya, berkaitan dengan kekaisaran dari utara Astra.
"Adik, apa kamu tidak suka dagingnya?"
Pertanyaan yang terlontar dari Atala membuyarkan lamunan Ella.
Gadis kecil itu baru sadar, ternyata sedari tadi ia hanya menggenggam pisau dan garpu di atas daging tanpa pernah mengirisnya dengan benar.
"Ti-tidak kok. Ella hanya masih merasa sedikit kenyang Kak, sebab tadi sore para kakak pelayan membawakan puding strawberry untukku," jawab Arcangella seraya tersenyum manis.
Melihat itu, Atala lantas menukar piringnya dengan Arcangella.
"Kamu tetap harus makan malam. Ini, makanlah makanan milik kakak," seru Atala memberikan daging miliknya yang sudah teriris kecil, seolah sengaja agar mudah dikunyah, untuk Arcangella.
...****************...
'Ayah, mama, dan ka Abel sedang rapat dengan perwakilan delegasi. Sepertinya aku tidak bisa minta ditemani mama.'
Pesta perjamuan kini berlanjut dengan sesi obrolan hangat.
Namun para perwakilan dari seluruh kepala keluarga bangsawan kelas atas, memasuki ruang rapat istana sejak tadi.
Entah ada sesuatu apa yang penting, karena Ella melihat raut wajah mereka nampak sangat serius untuk sekadar membahas perayaan tahun baru.
'Ka Aster dan ka Atala juga sepertinya sedang sibuk menyapa teman-teman mereka'
Arcangella melirik ke sekitar. Ruang perjamuan masih tampak ramai, namun dirinya hanya terduduk sendirian di tengah keramaian itu.
Ella sedikit merasa tidak nyaman kala beberapa kali mendapati tatapan sinis dari Cescilla Baressa yang tengah berbincang dengan para nona bangsawan.
"Malla, aku ingin berjalan-jalan di taman istana," pinta Ella.
Malla yang memang siaga di belakang sang putri lantas mengangguk.
Arcangella segera beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah belakang, tepat dimana taman umum istana berada.
Sesampainya disana, Ella memutuskan untuk duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan air mancur.
'Sepertinya tuan putri merasa bosan sendirian ... '
Malla menatap sedih ke arah Arcangella di depannya, sementara dirinya hanya bisa menemani dengan berdiri dibelakang gadis itu pada situasi seperti ini.
"Tuan Put-
"Kepala pelayan Malla, mohon maaf, tapi ada beberapa keperluan untuk para bangsawa yang menginap yang harus Anda cek."
Seorang pelayan wanita lainnya datang dan menyela Malla yang ingin berbicara.
Pelayan itu lantas membungkuk, dirasa dirinya mengganggu.
Malla mengangguk tegas dan mengibas kecil tanggannya tanda ia mengerti.
"Pergilah Malla, aku akan menunggu disini dengan tenang," seru Arcangella yang mengerti semua orang disekitarnya sedang sangat sibuk saat ini.
Malla yang merasa kurang berguna pun lantas menunduk. "Maafkan saya Tuan Putri, saya akan kembali setelah memeriksa dengan cepat."
Arcangella tersenyum. Ia tidak ingin lagi menyusahkan orang disekitar yang disayangnya.
Sendirian.
Ella memandang bulan purnama yang bersinar cantik di langit malam.
"Kamupun sendiri ya Bulan?" ujar Ella terkekeh kecil.
Gadis kecil itu menatap kagum pada keindahan bulan. "Tidak apa, Ella akan menemanimu agar kamu tidak takut sendirian."
Sraak~
Arcangella mengalihkan pandangannya pada semak-semak di depan yang terlihat bergerak.
Ia menyipitkan matanya kala melihat gaun tidur? Yang menjuntai keluar dari semak-semak.
'Apakah ada seseorang yang terjebak disana?'
Dengan cahaya dari bulan yang terang, membuat perasaan takut gadis itu sirna.
Ella dengan perlahan berjalan ke arah semak-semak. Ia khawatir ada seseorang yang kesulitan di dalam sana.
Sraak-
Mata Arcangella sontak terkejut mendapati seorang gadis, nona bangsawan? Yang tengah duduk bersimpuh di dalam semak-semak.
'Cantik sekali'
Ella terpana melihat rambut biru panjang gadis itu yang terlihat sangat manis. Bahkan pupil matanya senada!
Tapi postur tubuh gadis itu seolah tengah berusaha bersembunyi di dalam dan ketahuan oleh Arcangella.
"Eh, halo ... Apakah kamu perlu bantuan?"
Arcangella mengulurkan tangannya berniat membantu.
Gadis kecil dengan rambut biru untuk membelalak kaget. Ia memperhatikan tangan Ella yang terulur.
Melihat itu, Ella mengernyit. 'A-apa ada yang aneh dengan tanganku?'
Tak lama, Arcangella merasakan uluran tangannya diraih. Ia pun lantas dengan sigap membantu gadis itu bangun.
Gaun tidur yang terlihat tipis dengan cardigan rajut bermotif bintang laut, dan sandal bulu?
Jelas gadis ini tidak mungkin dari pesta perjamuan.
'Apa dia tersesat ya?'
"Aku Ella, apa kamu sedang tersesat di sini? Aku bisa membantumu kembali jika kamu memberitahuku darimana kamu berasal."
Arcangella berujar ramah. Ia ingin meninggalkan kesan baik agar gadis didepannya tidak merasa takut padanya.
"Kamu ... "
"Ya?"
Arcangella menatap bingung, namun penasaran. Ia menunggu gadis kecil itu melanjutkan bicaranya.
"Kamu sangat cantik!"
Arcangella terkejut dengan jawaban dari gadis kecil di depannnya. "Ma-maaf?"
"Oh? Aku mencarimu keseluruh tempat tapi rupanya putri bungsu Reis yang menemukanmu duluan ya, Kaira Sorov."