NovelToon NovelToon
Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Angin menderu kasar di perbatasan Zona Luar dan Zona Tengah Puncak Makam Pedang. Badai pedang kelabu berputar membentuk pusaran-pusaran kecil yang memotong dedaunan kering menjadi debu.

​Zhao Lei dan ketiga pengikutnya berjalan dengan langkah berat, mengalirkan Qi mereka hingga membentuk perisai cahaya di sekeliling tubuh. Jubah putih Pelataran Dalam mereka bergemeretak menahan tebasan angin elemen logam. Meski kultivasi mereka berada di Bintang Delapan dan Sembilan, lingkungan ini tetap menguras energi mereka dengan cepat.

​"Kakak Zhao Lei, tempat ini benar-benar gila," keluh seorang pengikut sambil menyeka keringat di dahinya. "Bahkan dengan pelindung Qi, kulitku terasa seperti disayat pisau cukur. Bagaimana mungkin si sampah Ye Xuan bisa bertahan di sini sebulan yang lalu?"

​"Itu karena dia menggunakan trik fisik liar, dan pada akhirnya, trik itu menghancurkannya sendiri," Zhao Lei mendengus meremehkan. Ia menatap hamparan pedang patah di depannya dengan mata berbinar. "Tapi bagi kita yang memiliki kultivasi ortodoks, tekanan elemen logam di sini adalah katalis sempurna. Aku bisa merasakan botol leher kultivasiku mulai longgar. Dalam sepuluh hari, aku pasti akan menembus Alam Pembentukan Fondasi!"

​Baru saja Zhao Lei membanggakan dirinya, telinganya menangkap sebuah suara dari arah kabut tebal di Zona Tengah.

​Tap... Srek... Tap...

​Suara langkah kaki yang tenang, diiringi oleh suara logam berat yang bergesekan dengan batu.

​Keempat murid Pelataran Dalam itu segera menghentikan langkah mereka dan menghunuskan pedang bersiap siaga. Mata mereka menyipit, berusaha menembus kabut kelabu. Mungkinkah itu binatang buas elemen logam yang berevolusi di gunung ini?

​Namun, siluet yang perlahan muncul dari balik kabut membuat rahang mereka nyaris jatuh.

​Itu adalah seorang pemuda berjubah biru yang ujung pakaiannya robek-robek. Rambut hitamnya sedikit panjang, berkibar tertiup angin mematikan tanpa ada sehelai pun yang terpotong. Di bahunya, ia memanggul lempengan besi raksasa yang tampak hitam legam dan tumpul.

​Ye Xuan.

​Pemuda itu berjalan santai, seolah badai pedang di sekitarnya hanyalah semilir angin musim semi. Namun, yang membuat Zhao Lei dan pengikutnya melebarkan mata bukan hanya fakta bahwa Ye Xuan masih hidup, melainkan ketiadaan aura dari tubuh pemuda itu.

​Tidak ada fluktuasi Qi. Tidak ada pendaran energi spiritual. Bahkan tekanan fisik brutal yang dikabarkan menghancurkan Boneka Perunggu sebulan lalu, kini hilang tanpa jejak. Di mata Zhao Lei, Ye Xuan terlihat seperti seratus persen manusia fana, seorang pemuda biasa yang bahkan tidak memiliki tenaga untuk mematahkan ranting pohon.

​"Hahaha!" Zhao Lei tiba-tiba meledak dalam tawa yang sangat keras, memecah ketegangan di antara kelompoknya. "Kakek Zhao Ying benar! Meskipun kau selamat dari serangan Inti Emas, meridianmu benar-benar hancur total! Kau kehilangan seluruh kultivasimu dan kembali menjadi sampah fana!"

​Ketiga pengikutnya segera menyadari hal itu. Ketakutan mereka menguap seketika, digantikan oleh senyum merendahkan. Di dunia kultivasi, seorang fana tanpa Qi tidak memiliki hak asasi manusia, sekalipun ia memegang status "Pengecualian Sekte" di masa lalu.

​Ye Xuan menghentikan langkahnya sekitar sepuluh meter dari kelompok itu. Matanya yang segelap langit malam menatap keempat pemuda berjubah putih itu tanpa sedikit pun riak emosi.

​"Sekte Pedang Azure benar-benar harus memperbaiki sistem penjagaan mereka," ucap Ye Xuan dengan nada yang sangat hambar. "Terlalu banyak lalat yang berdengung masuk ke halaman rumah orang tanpa diundang."

​Mendengar dirinya disamakan dengan lalat oleh seorang 'fana', wajah Zhao Lei seketika menggelap.

​"Masih berani sombong dengan mulut sampahmu itu?" Zhao Lei meludah ke tanah. "Ye Xuan, kau bukan lagi jenius yang dielu-elukan Patriark sebulan lalu. Kau hanyalah orang cacat! Wilayah gunung ini terlalu berharga untuk disia-siakan oleh orang sepertimu. Berlututlah, serahkan medali Paviliun Pusakamu, dan merangkaklah turun dari gunung ini. Jika kau patuh, aku akan membiarkanmu mempertahankan nyawa anjingmu."

​Ye Xuan menurunkan Pedang Besi Bintang dari bahunya.

​BOOM!

​Ujung pedang tumpul itu menghantam batu di bawah kakinya, menciptakan retakan seperti jaring laba-laba. Gelombang kejut kecil yang dihasilkan murni dari berat pedang itu membuat debu di sekitar kaki Ye Xuan tersapu bersih.

​"Berlutut? Kalian bahkan tidak memenuhi syarat untuk menjadi debu di bawah telapak kakiku," Ye Xuan menghela napas pelan. "Maju dan seranglah. Aku baru saja selesai beristirahat, dan butuh sedikit peregangan tulang."

​Kesabaran Zhao Lei habis. "Habisi dia! Patahkan kedua kaki dan tangannya, tapi biarkan dia bernapas agar Patriark tidak bisa menghukum kita atas tuduhan pembunuhan!"

​Dua murid Bintang Delapan di belakang Zhao Lei segera menerjang maju. Pedang mereka memancarkan cahaya biru terang, menebas dari sisi kiri dan kanan, mengunci jalur pelarian Ye Xuan. Kecepatan mereka sangat luar biasa di mata manusia biasa.

​Namun, di mata Ye Xuan yang telah mencapai Keselarasan Yin-Yang, gerakan mereka lebih lambat dari siput tua.

​Ye Xuan bahkan tidak mencabut pedangnya dari tanah. Saat kedua bilah pedang bercahaya itu tinggal sejengkal dari lehernya, tangan kiri dan kanannya melesat ke depan.

​Trang! Trang!

​Ia menangkap kedua bilah pedang baja spiritual itu... dengan tangan kosong.

​Mata kedua murid itu melotot ngeri. Mereka mengalirkan seluruh Qi Bintang Delapan mereka untuk mendorong pedang tersebut, namun pedang mereka seolah terjepit di antara dua gunung baja purba. Tangan Ye Xuan yang terlihat seperti tangan manusia fana itu tidak terluka sama sekali. Bahkan kulitnya tidak tergores.

​"Qi kalian terlalu ringan," komentar Ye Xuan datar.

​Ia memutar pergelangan tangannya ke dalam.

​KRAK!

​Kedua pedang spiritual tingkat fana itu patah menjadi dua kepingan. Sebelum kedua murid itu bisa mundur, Ye Xuan melangkah maju setengah langkah dan menghantamkan kedua telapak tangannya ke dada mereka secara bersamaan.

​DUARRR!

​Tidak ada Qi yang digunakan, hanya ledakan tenaga kinetik murni dari otot Tulang Besi Kulit Perunggu. Kedua murid itu menjerit histeris. Dada mereka amblas, terdengar suara patahan tulang rusuk beruntun. Tubuh mereka terpental ke belakang layaknya layang-layang putus, terbang sejauh dua puluh meter sebelum jatuh berguling-guling dan langsung pingsan sambil memuntahkan darah berbusa.

​Semuanya terjadi hanya dalam dua tarikan napas.

​Murid ketiga yang masih berdiri di belakang Zhao Lei jatuh terduduk, kakinya mendadak lumpuh melihat dua rekannya dilumpuhkan oleh manusia tanpa Qi.

​"B-bagaimana mungkin..." Zhao Lei mundur selangkah, keringat dingin membasahi punggungnya. Tubuh pemuda di depannya ini tidak mengeluarkan fluktuasi spiritual sama sekali, lalu dari mana tenaga monster itu berasal?!

​Zhao Lei menggigit lidahnya untuk membangkitkan keberaniannya. Ia adalah setengah langkah Pembentukan Fondasi!

​"Jangan pikir kau bisa menakutiku dengan trik fisik murahan! Aku bukan murid luar rendahan!" Zhao Lei meraung, mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Seluruh Qi di tubuhnya meledak, memadat di bilah pedangnya hingga memancarkan cahaya perak yang menyilaukan.

​Teknik Pedang Logam Ilusi: Bayangan Seribu Pedang!

​Dalam sekejap, puluhan bayangan pedang yang terbuat dari energi logam tajam terbentuk di udara, mengepung Ye Xuan dari segala arah. Setiap bayangan memiliki ketajaman yang cukup untuk membelah baja.

​Ye Xuan menatap badai pedang ilusi itu dengan raut wajah sangat bosan.

​Ia meraih gagang Pedang Besi Bintang Jatuh dengan satu tangan, menariknya dari tanah, dan langsung mengayunkannya dalam lintasan setengah lingkaran. Tidak ada teknik yang mewah. Ia hanya menggunakan hukum fisika paling dasar: massa dikalikan kecepatan.

​WUUUUUSH!

​Lempengan besi seribu kati itu membelah udara. Ayunan itu tidak menciptakan bayangan pedang yang indah, melainkan badai sonik raksasa yang menyapu segalanya. Puluhan bayangan pedang perak milik Zhao Lei hancur berantakan menjadi titik-titik cahaya sebelum sempat menyentuh tubuh Ye Xuan, dihancurkan murni oleh tekanan angin dari pedang tumpul tersebut.

​Mata Zhao Lei melebar dipenuhi teror absolut. Ia mengangkat pedangnya untuk menangkis badai sonik itu.

​CLANG! KRAAK!

​Pedang Pelataran Dalam miliknya patah menjadi serpihan. Sisa tenaga dari ayunan Pedang Besi Bintang menghantam keras tubuh Zhao Lei.

​"AARRGGH!"

​Tulang selangka dan bahu kanannya remuk seketika. Zhao Lei terlempar ke udara, berputar tiga kali, sebelum menghantam tanah dengan keras di kaki murid ketiganya yang sedang gemetar ketakutan.

​Zhao Lei mengerang menyedihkan, mencoba merangkak mundur dengan lengan kanannya yang kini lumpuh total. Ilusi tentang Ye Xuan yang cacat dan tak berdaya hancur lebur berkeping-keping. Monster ini tidak kehilangan kultivasinya, dia hanya menyembunyikannya ke tingkat yang tak bisa dijangkau oleh mata mereka!

​Ye Xuan memanggul kembali pedangnya dan berjalan mendekati Zhao Lei. Langkahnya pelan dan berirama, seolah menginjak langsung ke jantung pemuda arogan itu.

​"T-tunggu! Senior Ye! Ini salah paham! Aku... aku adalah sepupu Zhao Ming! Kakek Zhao Ying—"

​BAM!

​Ye Xuan menginjak dada Zhao Lei dengan kaki kanannya, menghentikan rengekan itu seketika. Tekanan ringan dari kaki itu membuat Zhao Lei merasa ada gunung batu yang sedang menduduki paru-parunya.

​"Aku ingat pernah meminta adik sepupumu itu menyampaikan pesan pada Zhao Ying untuk tidak mengirimiku sampah lagi," ucap Ye Xuan dengan nada dingin yang menusuk tulang. "Sepertinya anjing tua itu tuli, atau mungkin sekte ini memang gudangnya barang-barang rongsokan."

​Tanpa mengubah ekspresinya, Ye Xuan membungkuk sedikit dan menarik kantong spasial dari pinggang Zhao Lei yang meronta kesakitan. Ia kemudian melirik murid ketiga yang berlutut dengan wajah berurai air mata ketakutan.

​"K-kumpulkan teman-temanmu," perintah Ye Xuan pada murid yang gemetar itu. "Bawa daging-daging lumpuh ini turun dari gunungku. Beritahu Penatua Zhao Ying... jika dia berani membiarkan anjing-anjingnya masuk ke wilayahku lagi, aku tidak akan hanya mematahkan tulang mereka, tapi membuang kepala mereka ke depan pintu rumahnya."

​Murid itu mengangguk dengan histeris, nyaris membenturkan kepalanya ke tanah karena terlalu cepat bersujud.

​Ye Xuan menendang tubuh Zhao Lei yang mengerang hingga terguling menjauh, lalu berbalik membelakangi mereka. Pengasingannya telah selesai. Fisiknya telah pulih dan meridiannya telah diselaraskan.

1
Marthen
menyerah akan selamat
meLawan maka akan ada patriark yang baru
Marthen
kebanggaan fana artinya kebanggaan dunia bawah bila baik ke dunia atas hanya dijadikan pengawal penjaga pintu gerbang
preeeeeetttttttt
Fajar Fathur rizky
bikin yexuan hancurkan kultivasi jianwuji bikin jianwuji jadi sampah
Marthen
up thor
sibaweh abduh
bagus sekali ceritanya thor
Marthen
up thor
Visitor8053
Ye Xuan mantap mendapatkan ilmu hebat
Marthen
sudah tgl 4....uo lagi thor 👍
Marthen
asyiiiik panggung dominasi.....
Marthen
hutan binatang buas bagi masyarakat awan ini adalah hutan kematian tetapi bagi mantan kaisar dewa ini adalah kebun binatang yg berisi hewan2 jinak preeeetttt
Marthen
jozzzzz
Marthen
kelinci percobaan beryjung tumbaL
Marthen
assl yg betul ye xuan...kata2mu ini kami tunggu di alam semesta atas sebagai inti cerita pembalasan dendam kepada mo yuan
ARay
nekat boleh, oon jangan coy... ngotak dikit dah
Fajar Fathur rizky
cepat bantai zhao ying beserta keluarganya dan klan zhao pajang mayat mereka di sekte itu
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan zhao sampai ke akar akarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!