Sejak awal, Arini tahu posisinya. Dia bukan pilihan pertama.
Dia hanya "rumah singgah" bagi Rayhan yang hatinya masih tertinggal di masa lalu, di pelukan Sahira.
Bertahun-tahun Arini bertahan, berharap Rayhan akan memilihnya.
Sampai suatu hari Sahira kembali, sakit, dan butuh Rayhan lebih dari siapapun.
Di persimpangan itu Arini dihadapkan dua pilihan: bertarung mempertahankan, atau pergi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Keesokan harinya keduanya berangkat kekantor bersama walau sebelumnya mereka tetap berangkat bersama tapi kali ini mereka datang dari apartemen yang lokasinya sama bukan lagi Rayhan menjemputnya dari rumahnya yang ditempati bersama Arini.
Tapi langkah keduanya melambat sempurna karena mendengar bisikan yang terdengar jelas untuk disebut bisikan.
"Ternyata mereka itu pasangan tukang selingkuh yah, aku pikir mereka itu belum menikah dan berpacaran tapi ternyata mereka terang-terangan berpacaran padahal Rayhan masih memiliki istri, dasar mereka tidak punya malu, aku heran deh".
"Benar, aku pikir Sahira itu wanita yang baik dan juga sabar serta berhati lembut tapi ternyata dia hanya perempuan busuk dan bermuka dua yang merebut suami orang, dan dengan sok memamerkannya lagi".
"Kalau aku jadi istrinya Rayhan, sudah kulabrak dan kucakar wajah perempuan sok cantik yang merebut suamiku, beruntung Rayhan mendapatkan istri nya yang sabar".
"Iya, aku dengar istrinya itu sangat baik dan lembut bahkan saat tahu Rayhan selingkuh dengan Sahira pun dia masih menghargai dan menghormatinya begitu juga dengan kedua orang tuanya, Rayhan pasti bakal rugi melepaskannya".
"Iya tuh, dia menukar perempuan baik demi wanita bermuka dua dan juga matre, lihat saja dia pasti akan menyesali nantinya, dan aku dengar dia juga di uang oleh keluarganya, pasti dia sangat malu".
Wajah mereka perlahan memerah karena malu dan juga emosi mendengar bisikan yang dengan jelas mencemooh keduanya sebagai pasangan Tukang selingkuh dan menyebut Sahira sebagai perebut suami orang
Langkah Rayhan berubah cepat dan nafasnya terdengar cepat karena emosi, keduanya berjalan cepat untuk mengindari hinaan itu hingga mereka masuk keruangan masing-masing.
Rayhan mengepalkan tangannya, inilah yang sejak kemarin dia khawatir kan, ibu-ibu itu pasti mengambil video saat dirinya dihajar oleh ayahnya dipersidangan itu apalagi mereka juga ikut membully nya.
"Sial, kenapa bisa jadi seperti ini sih". Sungutnya sambil memukul meja kerjanya dengan keras.
Sedangkan Sahira yang berada di ruangannya kini menatap tajam teman-temannya yang menatapnya dengan pandangan jijik dan merendahkan.
"Apa?, kalau kalian berani kesini di hadapanku berbicara, jangan sok berbisik-bisik tapi nyatanya menghina orang, kalian tidak tahu apapun yang terjadi jadi jangan sok menghakimi". Tantangnya kepada teman-teman ruangannya yang masih memandangnya hina.
Mereka semua mendengus jijik kearahnya kemudian beberapa dari mereka maju kemudian mendorong bahu Sahira pelan.
Ketiga orang ini memang memiliki dendam pribadi karena Sahira pernah menggoda kekasih mereka tapi tidak memiliki bukti tapi sekarang mereka sudah tahu jika Sahira memang manusia penggoda milik orang dan matre.
"Jangan sok merasa terzolimi deh Sahira, kamu itu hanya perempuan matre dan pelakor tidak tahu diri, sudah tahu lelaki yang kamu pacari itu sudah memiliki istri malah terus membuat rumah tangganya berantakan, memangnya kamu pikir karma itu tidak datang, hah!!".
Mendengar hal itu Sahira tertawa sumbang, matanya kini memerah karena emosi.
"Jangan sok tahu kamu, Rayhan itu kekasihku sejak 5 tahun lalu, kami berpisah karena aku melanjutkan studiku bukan berarti kami putus, terus perempuan yang menjadi istrinya itu juga tahu kalau Rayhan itu mencintaiku sejak dulu tapi dia saja yang bodoh bertahan dengan lelaki yang mencintai orang lain dan pernikahan itu adalah pernikahan paksaan bukan keinginan Rayhan sendiri jadi jangan sok tahu kalian!!". Bentaknya dengan penuh emosi.
Hilang sudah topeng gadis lembut dan baik hati itu, dia kini menampilkan wajah aslinya yang tidak diketahui oleh orang lain karena dia sangat pandai menutupi nya.
"Alah tidak usah membela diri Sahira, sekalipun kamu memang dicintai oleh Rayhan tetap saja dia itu suami orang, harusnya kamu tahu diri Dnegan tidak mendekati suami orang itu sama saja dengan pelakor apapun alasannya". Ejek salah satu temannya itu.
"Benar, apapun alasannya, itu semua tidak dibenarkan karena mereka sudah menikah, persetan dengan perasaan kalian, kalian itu tidak pantas melakukan hal itu karena ada orang yang kalian sakiti, dan lagi pula orangtuanya juga Tidka menyukai kamu, harusnya kamu tahu diri!!".
Sahira meradang, wajahnya memerah dan nafasnya memburu, dia tidak terima dihina seperti itu padahal Rayhan yang mengejarnya, jika bukan karena kekayaan dan harta yang dimilikinya dia tidak mungkin melakukannya.
"Jangan bicara sembarangan, Rayhan yang mengejar ku kembali, memangnya dimana letak salahnya jika aku memperjuangkan cinta kami, itu hanya pernikahan paksa yang dilakukan diatas perihnya perpisahan kamu jadi jangan sok tahu!!".
Dia mendorong keras temannya, dia langsung menyerang temannya itu dengan membabi buta, sifatnya yang asli perlahan bermunculan tanpa dia bisa lagi kendalikan.
Terjadi perkelahian sengit antara mereka, tepatnya Sahira dikeroyok oleh ketiganya karena dia menyerang mereka duluan.
"Hentikan!!, apa yang kalian lakukan?". Suara bariton tegas menghentikan perkelahian itu.
Direktur utama perusahaan yang berjalan keluar untuk menghadiri rapat bersama Rayhan memandang mereka tajam sedangkan Rayhan berdiri kaku melihat bagaimana garangnya Sahira menyerang mereka dan melawan mereka bertiga
Matanya memancarkan rasa tidak percaya dan juga tatapan merendahkan, dia betul-betul tidak percaya perempuan yang selama ini lemah lembut dan juga baik hati bisa berbicara sarkas dan penuh ejekan seperti itu, matanya memanas karena mengingat perkataan kedua orang tuanya dan juga perkataan Arini padanya sebelum mereka pergi.
"Kamu akan menyesali semua ini ketika kamu tahu seperti apa perempuan yang kamu bela mati-matian itu ".
Dia berusaha menepis kenyataan dihadapannya, dia jelas mendengar semua perkataan mereka walau dalam hati kecilnya menampik hal itu karena dia jelas tahu jika tidak akan ada orang yang mau menerima jika dihina dan direndahkan seperti itu sebaik apapun orangnya mungkin Sahira juga seperti itu.
"Dia hanya membela diri bukan untuk sok jagoan karena mereka menghina nya". Ucapnya dalam hati berusaha meyakinkan dirinya jika Sahira tidak bersalah.
Sang bos mendekati mereka yang kini mematung dan memandangnya ketakutan sedangkan Sahira dengan refleks langsung mendekati Rayhan meminta perlindungan.
"Ray, mereka membully aku, tolong bantu aku, badanku sakit semua dikeroyok mereka". Ucapnya dengan mata berkaca-kaca untuk menarik simpati Rayhan .
Rayhan hanya diam saja, dia memandang Sahira yang kini berpenampilan berantakan karena perkelahian itu, rambutnya acak-acakan, rasanya berantakan, begitu juga dengan pakaiannya.
"Apa yang kalian lakukan itu?, ini kantor bukan tempat kalian membuat ulah dengan menjadi preman pasar dan berkelahi seperti itu, kalian semua tidak mau?". Ucapnya dengan tegas.
Di mengalihkan pandangannya kepada mereka semua dengan emosi yang tertahan.
"Ikut kalian semua keruangan saya, dan Rayhan batalkan meeting dengan tim Marketing sekarang karena saya harus mengurus ini lebih dulu, setelah itu kamu juga keruangan saya!!".
semoga bos nya gk pilih kasih walau rayhan Salah ttp hrs di Pecat.
Cerita ini bagus tidak bertele-tele ,tapi sayang upnya lama , hingga lupa alurnya.