NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Langitan

Pendekar Pedang Langitan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Penyelamat
Popularitas:184
Nilai: 5
Nama Author: Heryando Palar Vinkoert

Kisah Pendekar Pedang Langitan, merupakan petualangan Bagaga di Jawa Dwipa bersama Ngo Cian, gadis cantik yang mungil dari negeri Champa.
Bagaga di Jawa Dwipa lebih dikenal dengan Pendekar Pedang Langitan, karena itulah senjata yang selalu dia gunakan.
Bagaga dan Ngo Cian terlibat dalam upaya menyelamatkan kelahiran bayi suci yang membawa takdir langit atas tanah Jawa Dwipa dan Nusantara.
Semua berawal dari Bagaga mengalami peristiwa barasihan dan menerima wangsit dari Maharesi Pawitra alias Maharesi Semeru Anakan.
Banjir darah melanda Jawa Dwipa bagian timur karena perbedaan cara pandang para Maharesi dan juga para Penguasa.
Mari nikmati kisah Pendekar Pedang Langitan Bagaga dan Dewi Pengendali Api Ngo Cian menjelang kelahiran Ken Arok, bayi suci yang akan membawa takdir langit atas tanah Jawa Dwipa.

Seperti biasa. Pendekar Pedang Langitan adalah sekelumit kisah fiksi dengan latar belakang sejarah.

Terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryando Palar Vinkoert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Membunuh

Danang Wesi dan Ni Kirana telah mundur sejauh tiga tombak. Ni Kirana menarik mundur kuda tunggangan Bagaga.

Empat Pembunuh Iblis Langit segera menghunus senjata mereka.

"Aku beri kalian waktu sebanyak 3 helaan nafas untuk menyingkir sejauh-jauhnya dari ku. Selama kalian masih menyayangi nyawa busuk kalian."

"Ha ha ha haa haaa haaah..."

"Huaaaa aaaa waaaa waaaa..."

Dua orang anggota Empat Pembunuh Iblis Langit tertawa keras bersama. Orang kedua, si Iblis Duka menangis keras seperti anak kecil menangis karena kehilangan mainan. Sedangkan Wanita Mawar Hitam memperhatikan ekspresi beku Bagaga. Wajah pria muda itu tampak lebih tampan saat wajah nya keras membeku.

"Pandeka Pedang Suling Kumala, kau terlalu memandang tinggi dirimu. Kami adalah empat orang pendekar tingkat langit. Belum ada sekalipun ada yang mampu bertahan sampai 10 jurus menghadapi kami."

Bagaga hanya melengos terlihat acuh tak acuh. Dia malahan berkata dengan suara dingin.

"Kalau begitu kalian berempat majulah. Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni kalian."

Bagaga mengulurkan tangannya kelangit. Sebuah pedang hitam muncul dalam genggaman tangan Bagaga. Hawa udara tiba-tiba terasa turun. Aura kematian yang sangat kental menyebar.

Danang Wesi dan Ni Kirana tidak menyadari bulu kuduknya berdiri. Bahkan Empat Pembunuh Iblis Langit juga tergetar. Pedang apa yang ada ditangan Pandeka Pedang Suling Kumala, yang memiliki aura yang begitu mengerikan. Itulah pedang iblis, pusaka Pedang Langitan.

Sinar keserakahan muncul di mata empat orang anggota Empat Pembunuh Iblis Langit.

Bagaga Alam berdiri santai dengan pedang menunjuk ke tanah. Empat Pembunuh Iblis Langit tersadar ketika mendengar suara Bagaga .

"Kalian berempat sudah mati dengan sikap kalian."

"Serahkan pedang pusaka itu Pandeka Pedang Suling Kumala. Kami akan memberikan kematian yang mudah bagimu." Iblis Maut Picak berkata dengan seulas senyum licik.

"Majulah kalian. Pusaka Pedang uuu Langitan memberi kalian kenormalan untuk bertemu Raja neraka."

Heeaaaaaaa.....!!  Huuu hhhuuu uuuuuuu....!!

Diawali dengan pekikan keras dan tangisan pilu Iblis Duka. Empat orang berpenampilan aneh itu menyerang dengan ganas.

Empat serangan yang sangat kuat meluncur dengan suara ganas kearah Bagaga.

Trang  Traang...!  Traaaaaaang...!  Triiiiiiing...!!

Energi mendalam menyebar kuat kesegala arah ketika Pusaka Pedang Langitan membentur senjata lawan. Danang Wesi dan Ni Kirana buru buru mundur, menjauh. Agar imbas dari energi mendalam yang menyebar tidak menyentuh mereka.

"Gila imbas energi mendalam karena benturan senjata mereka saja, kita tidak sanggup menahan."

"Betul Kirana. Kita telah meremehkan Bagaga Alam." Lirih sekali suara Danang Wesi.

Golok besar Iblis Maut Picak terpental kuat. Tombak ditangan Iblis Duka melenting. Pedang hitam Wanita Mawar Hitam juga terpental. Sedangkan pedang Setan Tangan Besi patah.

Setan Tangan Besi kaget. Dia segera membuang sisa pedangnya. Setan Tangan Besi menghela nafas dalam. Bibirnya bergerak gerak seperti merapalkan sesuatu. Kabut hitam muncul dan membungkus kedua lengan Setan Tangan Besi yang telah berubah warna menjadi lebih gelap.

Empat Pembunuh Iblis Langit kembali menyerang. Kali ini mereka bergerak jauh lebih cepat dari pada serangan pertama.

Bagaga kembali menyambut semua serangan yang datang.

Traaanggg...  Traaaaacckk...  Traaanggg... Duuuggh....

Pusaka Pedang Langitan kembali membentur senjata Empat Pembunuh Iblis Langit dan menendang pukulan Setan Tangan Besi.

Kali ini Empat Pembunuh Iblis Langit terdorong mundur dua sampai tiga tombak. Iblis Maut Picak langsung berkata kepada tiga rekannya.

"Buat barisan kotak iblis...!"

Empat Pembunuh Iblis Langit segera bergerak mengatur posisi mereka. Masing-masing berdiri pada posisi kiri kanan depan dan kiri kanan belakang Bagaga. Bagaga menjadi center.

Bagaga mengangguk dan tersenyum ringan. Itu adalah yang sangat ditakuti oleh lawan lawan Bagaga Alam selama ini.

Wanita Mawar Hitam mulai melakukan serangan bathin yang kuat. Udara beriak, energi pengasih merambat membungkus tubuh Bagaga Alam. Dada Bagaga bergetar aneh. Dia tertegun melihat kearah Wanita Mawar Hitam. Sosok yang dia lihat bukan Wanita Mawar Hitam. Namun itu adalah wajah istrinya Dewi Rimau Kumango.

Bagaga Alam segera meningkatkan kekuatan bathin nya. Wajah Dewi Rimau Kumango menghilang, kembali menjadi wajah Wanita Mawar Hitam.

Wanita Mawar Hitam meningkatkan serangan bathinnya. Namun sudah tidak bisa lagi mempengaruhi Bagaga. Kekuatan bathin yang tinggi, telah mengusir dan membentuk benteng pelindung yang kuat..

Wanita Mawar Hitam menjadi kesal. Tiga belati kecil sepanjang hari tengah bewarna hitam melesat bagai kilat menuju leher, kening dan ulu hati Bagaga.

Serangan Wanita Mawar Hitam segera di susul dengan serangan tiga tusukan tombak Iblis Duka yang menuju pangkal leher,  rusuk dan punggung Bagaga.

Bukan hanya itu. Kurang dari dua tarikan nafas, Iblis Maut Picak juga membuat serangan yang ganas mematikan. Golok besar menderu kuat dan mantap menuju lambung Bagaga Alam.

Setan Tangan Besi tidak mau ketinggalan. Tangannya yang telah menghitam. Bergerak cepat melepas banyak pukulan ke berbagai bagian tubuh yang lemah.

Ni Kirana sampai menutup mulut nya melihat belasan serangan ganas, mematikan menuju Bagaga.

Duhai Maha Dewa, selamatkan Pendekar Suling Perak.  Gadis cantik itu menjerit kelangit dalam hatinya.

Bagaga segera menggunakan jurus dua belas langkah ajaib. Tubuhnya bergerak sangat cepat dan licin. Lebih licin daripada seekor belut.

Sambil menghindar, Bagaga Alam melakukan serangan balasan.

Pusaka Pedang Langitan bergeraklah begitu cepat dan tidak terikuti oleh mata.

Craasssh...   Aaaaahhhhhh...!!

Setan Tangan Besi menjerit. Dia terlempar sampai tiga tombak dan jatuh bergulingan.

"Tangan ku, tangan ku .." Setan Tangan Besi berteriak sambil memegang tangannya.

Satu lengannya yang telah keras membesi bagaikan senjata pusaka. Kini satu lengannya terpotong hampir dekat sikut. Darah merah gelap dan kental menyemprot keluar.

Setan Tangan Besi segera menotok pangkal lengan dan pangkal siku. Darah segera berhenti.

Iblis Maut Picak dan Wanita Mawar Hitam menyerang hampir pada waktu bersamaan. Golok besar mengaum dan pedang hitam berdecit melewati udara.

Bagaga kembali menggunakan jurus dua belas langkah ajaib. Dia meliuk dan bergeser kearah Wanita Mawar Hitam.

Whuuuuzzt....

Serangan golok Iblis Maut Picak menemui tempat kosong. Hanya meninggalkan deru yang sangat menggiriskan.

Bagaga mendatangi serangan Wanita Mawar Hitam. Pria muda tanpa itu menggeser sedikit kepalanya. Tusukan pedang mawar hitam lewat satu jari dari telinga Bagaga.

Whuuuuiiiiiiiing....

Bagaga mengayun Pusaka Pedang Langitan. Cahaya kehitaman melintas bagai bayangan.

Craaaaaazzzss....!

Sebuah kepala tiba-tiba melayang. Itu adalah kepala Wanita Mawar Hitam. Tubuh Wanita Mawar Hitam masih bergerak sesaat kemudian jatuh tersungkur. Darah merah pekat memancur keluar dari bekas potongan dileher.

Kepala Wanita Mawar Hitam melenting dan jatuh. Setelah menggelinding, kepala itu b3rhenti dekat kaki Setan Tangan Besi. Setan Tangan Besi sangat kaget. Dia segera berjongkok dan mengambil kepala Wanita Mawar Hitam.

Setan Tangan Besi menjerit keras dan panjang. Dia segera melesat menjauh sambil memeluk kepala Wanita Mawar Hitam.

\=\=\=\=\=***\=©

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!