NovelToon NovelToon
Pesona Ibu Tiri BADASS

Pesona Ibu Tiri BADASS

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Ibu Tiri
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Hidup tak pernah memberi pilihan mudah pada Regatta Aulia, atau yang biasa dipanggil 'Ega'. Dia adalah seorang gadis berusia 21 tahun, yang tumbuh di dalam lingkungan sebuah panti asuhan sejak dilahirkan.

Suatu malam, Ega berhasil menyelamatkan seorang pria. Pria itu adalah Raka Adinata (27 thn), seorang pengusaha muda kaya raya yang baru saja kehilangan segalanya akibat pengkhianatan orang-orang terdekatnya.

Ega hanya berniat untuk menyelamatkan pria tersebut, namun dia tidak menyangka ... jika usahanya malam itu malah menjebaknya di dalam putaran arus kehidupan pria itu lebih dalam.

Di tengah pertengkaran, rahasia masa lalu, perebutan perusahaan, dan perasaan yang perlahan tumbuh, Regatta dan Raka mengerti akan satu hal:

"Keluarga bukan selalu tentang darah, akan tetapi tentang seseorang yang memilih untuk tinggal."

↔ UPDATE 2X SEHARI, JAM 12 SIANG DAN JAM 3 SORE.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PITB - 27.

...꧁✿ 🅷🅰🅿🅿🆈 🆁🅴🅰🅳🅸🅽🅶 ✿꧂...

Tap ... Tap ... Tap.

"Huffft! Ada-ada aja masalah hari ini ..." keluh Regatta, kesal.

Dia melangkah keluar dari dalam restoran dengan wajah tenang, seolah-olah masalah itu tidak pernah ada.

Namun, Lodra adalah seorang pria yang peka terhadap perubahan sang Queen, walau sekecil apapun pada sorot matanya.

"Apakah semuanya baik-baik saja, Queen?" tanyanya sambil membukakan pintu mobil.

"Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, Lodra ..." jawab Regatta sambil menghembuskan napasnya pelan.

"Kita ke Panti saja, Lodra. Hubungi para arsitek itu untuk datang kesana, perubahan tempat pertemuan ..." lanjutnya dengan nada tegas.

"Siap, Queen!"

...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...

Sekitar tiga puluh menit kemudian, mobil Regatta sudah memasuki halaman tempat dia dibesarkan.

Bangunan tua itu masih berdiri dengan kokoh, meski catnya sedikit memudar di beberapa sisi.

Kenapa Regatta tidak memperbaikinya dari dulu?

Jawabannya adalah, agar kedua orangtua angkatnya tidak curiga, dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu, karena dia bilangnya kerja di restoran sebagai pelayan sebelumnya.

Namun sekarang, dia sudah menikah dengan seorang CEO ternama, jadi bisa ada alasan untuk merenovasi bangunan itu secara besar-besaran.

Bruuum ... Bruuum ... Ckiiit!

Begitu mobil Regatta berhenti di depan pintu masuk Panti, puluhan anak-anak langsung berlari dengan wajah ceria untuk menyambutnya.

"Kak Ega datang! Kak Ega pulang! Bundaaaa ... Kak Ega datang!" seru mereka dengan nada riang.

Suasana Panti seketika dipenuhi oleh suara teriakan ceria dan tawa para penghuninya, saat melihat kedatangan Regatta Aulia.

Bunda Lastri langsung keluar dari dapur, ketika mendengar teriakan anak-anak itu sambil tersenyum hangat.

"Ega ... sayang ..."

Tanpa berkata apa-apa, Regatta langsung memeluk wanita yang telah merawatnya sejak bayi itu.

"Apa kabar, Bunda?" tanya Regatta.

"Alhamdulillah, Bunda baik-baik saja, Nak ..." jawab Bunda Lastri sambil mengusap setitik airmata yang keluar dari sudut matanya.

"Maafkan Ega karena baru bisa datang sekarang, Bunda. Banyak yang harus Ega dan Mas Raka urus di Jakarta," ujar Regatta dengan nada sendu.

Dari bayi sampai usia 21 tahun, dia tidak pernah yang namanya berpisah jauh-jauh dari mereka, kecuali saat sedang bekerja. Jadi, Regatta merasa sangat bersalah, saat beberapa bulan berumah-tangga dengan Raka, dia benar-benar tidak bisa pulang terlalu sering ke Bandung.

"Tidak apa-apa, Sayang. Ayah dan Bunda mengerti ..." jawab Bunda Lastri.

"Oh, iya ... Raka membawa anak-anak untuk istirahat di sebuah hotel dekat sini, agar mereka bisa istirahat dengan tenang katanya ..." ujar Bunda Lasti kepada Regatta sambil terkekeh ringan.

Regatta hanya menganggukkan kepalanya, ketika mendengar pesan itu.

Tanpa kata, dia langsung mengetikkan perintah di ponselnya kepada Kalista dan Kaylin.

"Jaga Triple D dengan baik! Wanita ular itu pasti akan mencari cara untuk bisa menculik mereka demi menarik perhatian Raka! Aku sudah berada di Panti, kalian minta personel tambahan kepada Xion, agar bisa menjaga disekitar mereka!" tulis Regatta.

"Siap laksanakan, Queen!"

Tidak lama setelah Regatta selesai memberi perintah, Ayah Kamal keluar dari kamarnya, karena dipanggil oleh Bunda Lastri.

"Weleh, weleh ... Anak Ayah semakin cantik saja setelah menikah, apakah kamu bahagia, Nak? Selamat datang kembali di rumah ..." ujar Ayah Kamal sambil memeluk Regatta.

"Terima kasih, Ayah. Ega memang sangat bahagia dengan Mas Raka dan anak-anak ..." jawab Regatta sambil tersenyum hangat.

Mereka pun duduk duduk di ruang tamu, dan Regatta menceritakan semua rencananya dengan Raka untuk membangun Panti Asuhan ini agar lebih layak.

"Ayah dan Bunda setuju, Sayang. Bunda dan Ayah akan menyiapkan segala keperluan para pekerja nantinya ..." ujar Ayah Kamal dengan wajah sumringah.

"Ayah dan Bunda tidak perlu khawatir tentang semua itu, Ega sudah memesan makanan dari Restoran tempat kerja Ega dulu, agar mereka menyiapkan katering untuk mereka selama bekerja di sini. Ayah dan Bunda tinggal menyiapkan minuman saja untuk mereka. Nanti Ega siapkan gula, kopi, serta teh untuk keperluan mereka," ujar Regatta, memberitahu kedua orangtua angkatnya itu.

"Baiklah, Ega memang pintar mengatur segalanya agar Ayah dan Bunda tidak lelah ... Hahahaha!" sahut Ayah Kamal sambil tertawa.

"Hahahahaha ..."

Tidak lama kemudian, empat orang arsitek yang telah diatur oleh Xion dan Lodra tiba di lokasi, membuat Ayah Kamal dan Bunda Lastri undur diri dari sana.

Setelah Regatta mempersilahkan mereka duduk, dia langsung membuka iPad-nya untuk menunjukkan 'Blueprint' awal bangunan Panti Asuhan Restu Bunda.

Setelah itu, dia memperlihatkan rancangan gambarnya untuk merenovasi Panti Asuhan itu sesuai dengan keinginannya.

"Saya tidak ingin Panti ini terlihat seperti sebuah tempat penampungan. Saya ingin anak-anak yang tinggal di sini, benar-benar merasa seperti tinggal di rumah mereka sendiri," ujar Regatta, menjelaskan.

Salah satu arsitek itu menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

"Jadi, konsepnya akan kami buat hangat, banyak ruangan terbuka untuk mereka berkumpul, pencahayaan alami, dan area bermain yang aman dan nyaman untuk para balita," jawab arsitek itu.

Regatta kembali menunjuk blueprint tersebut dengan stylus pen-nya.

"Bangunan lama tetap dipertahankan sebagian sebagai pengingat, hanya diperbaiki dan diperkuat saja. Gerbang dibangun lebih tinggi agar aman, dan tembok disekeliling panti ini dibangun lebih tinggi lagi, dengan tulisan dan gambar grafitti pada sekeliling tembok tersebut, agar memudahkan para donatur yang datang," ujar Regatta.

"Sisi bagian timur akan kita bangun klinik kesehatan, dan sisi barat adalah ruang perpustakaan dan ruang belajar. Dibagian belakang ada lahan baru yang kosong, kita akan membuat asrama baru yang nyaman untuk para anak-anak beranjak dewasa. Satu kamar di isi oleh dua anak, usahakan kamar itu jangan terlalu sempit dan nyaman. Kamar mandi dibuat sekitar tiga buah di setiap lantai, dan kita akan membuat asrama baru dengan jumlah tiga lantai. Setiap lantai ada sekitar sepuluh kamar."

"Dan buatlah taman bermain, kebun edukasi, dan ruang ketrampilan di sisa lahan yang ada. Agar mereka bisa belajar sejak dini, dan Ayah-Bunda tidak terlalu jenuh tinggal di sini ..." lanjutnya, mengakhiri penjelasannya dengan nada tegas.

Para arsitek itu sibuk mencatat semua permintaan klien mereka, sementara Bunda Lastri yang baru datang sambil membawakan minuman untuk mereka, memandang Regatta dengan mata berkaca-kaca.

Hatinya menghangat ...

Bayi yang mereka temukan dengan tidak sengaja di tepi laut Apartemen Regatta di Jakarta Barat dua puluh satu tahun lalu, saat mereka sedang jalan-jalan, sekarang malah membangun sebuah rumah yang nyaman untuk adik-adiknya di sana.

Regatta yang melihat airmata di mata Bunda Lastri, langsung menggenggam tangannya dengan lembut.

"Jangan menangis, Bunda ... Ini semua berkat doa Ayah dan Bunda, jadi Ega bisa membuatkan sebuah rumah yang nyaman untuk adik-adik yang tidak memiliki kesempatan diadopsi oleh keluarga di luar sana. Semua ini juga atas persetujuan Mas Raka, kok ... Hehehehe!" ujar Regatta dengan nada lembut, sambil terkekeh.

"Terima kasih, Sayang. Oh, iya ... ada yang Bunda ingin berikan kepadamu saat dewasa. Mungkin ini bisa menjadi petunjuk tentang keberadaan orangtua kandungmu," ujar Bunda Lastri, tiba-tiba.

"Apa itu, Bunda?" tanya Regatta.

"Ayo, ikut Bunda ke kamar ..."

"Baiklah ..."

...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...

Menjelang sore, Raka dan Triple D akhirnya tiba kembali di Panti Asuhan itu.

Ketiga anak itu langsung berbaur dengan anak-anak panti, tanpa memandang perbedaan status mereka.

Sementara Raka langsung menghampiri Regatta yang tersenyum hangat di dalam ruang tamu, dengan satu tangan menggenggam erat sesuatu di dalamnya.

"Bagaimana pertemuan kamu dengan para arsitek itu, Sayang?" tanya Raka sambil duduk disebelah Regatta.

"Semuanya berjalan dengan lancar, Mas ..." jawab Regatta.

"Lalu, apa yang ada di dalam genggaman tanganmu itu?" tanya Raka kembali.

"Pemberian Bunda, kata Bunda ... ini ada di dalam selimut, saat aku ditemukan dulu ..." jawab Regatta.

"Apakah itu adalah identitas keluarga kandungmu?" tanya Raka.

"Sepertinya begitu ... kita akan bahas nanti, karena ada yang ingin aku ceritakan tentang kejadian di restoran siang tadi," ujar Regatta.

"Ada apa? Apakah penting?" tanya Raka, penasaran.

"Ya, sangat penting!"

Regatta langsung menceritakan kejadian di restoran siang tadi, mulai dari Nadira yang sengaja mengikuti mereka, hingga kata-kata penghinaan yang ditujukan kepada dirinya dengan wajah serius.

Dia juga menjelaskan bahwa dirinya sempat menampar wanita itu dua kali setelah diprovokasi dan di dorong olehnya, bahkan mulutnya dengan kejam terus melontarkan hinaan kepada dirinya.

Raka mendengarkan cerita istri kecilnya itu tanpa sedikitpun menyelanya, semakin lama Regatta cerita, rahangnya mengeras dan kedua tangannya mengepal erat.

"Dia sampai menghina asal-usulmu?" tanya Raka.

"Benar, Mas! Dia juga mengatakan, jika anak-anakmu itu lebih pantas diasu olehnya! Bagaimana aku tidak ngamuk?" jawab Regatta dengan nada menggebu-gebu.

"Baiklah! Kesabaran Mas juga ada batasnya! Mas akan menelpon Pak Arman Wijaya sekarang untuk memperingatkan dia tentang putri gilanya itu!" ujar Raka sambil mengeluarkan ponselnya.

"Sepertinya tidak perlu sampai begitu, Mas ..." ujar Regatta, mencoba menahannya.

"Tidak bisa begitu, Ega! Masalah ini harus dihentikan segera, sebelum malah menjadi tambah parah!" sentak Raka sambil mencari sebuah nama dikontak ponselnya.

Tuuut ... Tuuut.

Klik!

Tidak lama kemudian, sambungan telepon itu dijawab.

"Halo ..."

"Selamat sore, Pak Arman!" jawab Raka dengan nada tegas.

"Oh, selamat sore, Tuan Raka. Ada apa, ya?" sahut Pak Arman di seberang sana.

"Maaf karena telah mengganggu waktu Anda sore ini, namun ada hal penting yang harus saya bicarakan dengan Anda!" jawab Raka dengan nada sopan yang tegas.

"Hal penting apa, Tuan Raka? Apa yang terjadi?" tanya Pak Arman dengan nada bingung.

"Apakah Pak Arman tidak mengetahui, jika Putri tunggal Anda mengikuti keluarga kami hingga ke Bandung? Dia bahkan menemui Istri saya diam-diam, menghina asal-usulnya, dan mencoba untuk mengganggu rumah tangga kami!"

"Dan bukan itu saja ... dia sempat datang ke kantor saya sambil membawakan makanan yang telah dia masukkan obat perang-sang dosis tinggi, demi untuk menjebak saya! Bagaimana Anda bisa mempunyai putri licik dan jahat seperti dia, hah?!" ujar Raka dengan nada menggebu-gebu.

" ... APA ...???!!!" seru Pak Arman, terkejut.

"Apakah Anda tidak salah, Tuan? Putri saya tidak mungkin melakukan semua itu ..." lanjutnya dengan nada bergetar.

"Itu semua adalah fakta! Kami mempunyai rekaman CCTV dan laporan dari laboratorium yang memeriksa makanan tersebut!" jawab Raka dengan nada tinggi.

Pak Arman mengatur napasnya di seberang sana, agar emosinya mereda.

"Tuan Raka ... saya mohon maaf atas nama keluarga besar Wijaya. Saya benar-benar tidak mengetahui semua ini. Saya akan berbicara dengan Nadira sekarang juga, dan meminta dia untuk kembali ke Jakarta hari ini juga," ujar Pak Arman dengan nada pasrah.

"Saya harap, semua itu benar. Saya masih menghormati Pak Arman di sini, akan tetapi, jika dia masih mengancam keselamatan keluarga saya, maka saya akan menempuh jalur hukum untuk memberinya pelajaran!" sahut Raka dengan nada tegas.

"Saya mengerti, terima kasih, Tuan Raka ..."

"Hmm."

Klik!

Sambungan itu langsung diputus sepihak oleh Raka, lalu dia menatap Regatta dengan wajah bersalah.

"Maafkan aku, Sayang ..." ujar Raka.

"Bukan salah Mas Raka ..." sahut Regatta.

Raka langsung memeluk Istrinya dengan erat, melihat betapa tulus sikapnya itu.

Author: "Haaah?! Tulus?! Lo gak tau aja, kalau dia itu adalah pembu-nuh berda-rah dingin yang bergerak dalam senyap, Raka! 🤣🤣🤣🤣

"Tapi aku sudah membiarkan orang lain merendahkanmu, Sayang ... dan sekarang, aku tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi lagi kedepannya. Aku janji ..." ujar Raka.

Regatta tersenyum hangat di dalam pelukan Raka, saat dia mendengar janji itu.

"Aku percaya sama Mas Raka ..."

...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...

Sementara itu, di dalam sebuah kamar hotel yang berada di pusat Kota Bandung, Nadira melempar tasnya begitu saja ke atas sofa.

Kedua pipinya terlihat bengkak akibat tamparan Regatta, yang ternyata lumayan kencang.

Dia berdiri di depan sebuah cermin, dan menatap pantulan dirinya di dalam sana.

"Semua ini salahmu, Regatta! Dasar ja-lang murahan! Anak ha-ram yang tidak diinginkan! Status kamu juga tidak jelas! Bangshat kamu, ja-lang!" makinya di depan cermin itu dengan raut wajah menakutkan.

Tidak lama kemudian, pintu kamar hotel itu diketuk oleh seseorang.

Tok ... Tok ... Tok.

"Masuk!" teriak Nadira dari dalam.

Ceklek!

Tidak lama kemudian, seorang pria muda berwajah tampan masuk ke dalam kamar itu.

"Selamat malam, Bu Nadira."

"Apakah informasi yang saya minta sudah kamu dapatkan?" tanya Nadira sambil mengompres wajahnya.

Pria muda itu menganggukkan kepalanya.

"Kami sudah mengintai kegiatan mereka selama di Bandung, Bu ..." jawab pemuda itu sambil mengeluarkan beberapa foto.

Nadira langsung mengambil foto-foto tersebut, lalu dia mengamatinya dengan seksama sambil menyeringai.

"Kita akan culik salah satu dari anak Raka itu, agar mereka bisa mengenal saya lebih dekat. Culik yang perempuan, karena dia lebih mudah diperdaya ..." perintah Nadira kepada pemuda itu.

"Tindakan itu sangat beresiko, Bu Nadira! Kami hanya mencari informasi, bukan menculik anak-anak!" jawab pemuda itu dengan nada gusar.

"Saya akan tambah bayaranmu, jika kamu berhasil membawa anak perempuan itu kehadapan saya ..." ujar Nadira, memberikan tawaran yang menggiurkan.

"Saya hanya ingin mencuci otak dia agar benci terhadap Ibu Tirinya itu! Jadi, saya bisa dengan mudah masuk ke dalam keluarga Adinata, bukan untuk menyakitinya ..." lanjutnya dengan nada pelan.

"Bagaimana jika keluarga Adinata mengetahuinya? Saya dan teman-teman akan kesulitan pastinya ..." ujar pemuda itu dengan nada ragu.

"Pakai otakmu! Lakukan secara diam-diamlah!" sentak Nadira, kesal.

Tanpa mereka sadari, beberapa Shadow Squad ternyata sudah mengintai dan mencatat pergerakan Nadira di Bandung.

Sebuah laporan singkat segera mereka kirimkan kepada Xion.

"Lapor, Tuan X! Target sedang berusaha untuk mengumpulkan informasi tentang kegiatan Triple D di Bandung. Dan dia ingin menculik salah satu dari mereka, guna menjelek-jelekkan Queen kita di depannya!"

Xion membaca laporan singkat itu dengan wajah dingin.

"Jangan ambil resiko. Tambah pengawasan disekitar Triple D, agar tidak ada kesempatan bagi mereka untuk menculik mereka!" balas Xion.

"Siap laksanakan, Tuan X!"

...🍃☀†๏ вє ¢๏и†เиµє∂☀🍃...

1
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih atas hadir dan dukungannya, Kak ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Yue Li MZy
halo mampir di cerita KA uthor,semoga ceritanya tidak Hiatus ditengah dan smgtt ya
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih dukungannya, Kak Yue Li ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚💚
total 1 replies
beybi T.Halim
kita ngelapak dimari.,mudah2an seruuu ceritanya👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Beybi ... Semoga suka dengan ceritanya, ya ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Asra
Keren kak! semangat selalu, di tunggu up-nya.
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Asra ... 🤗🙏🏻😊💚💚💚💚💚
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!