NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.27 — Melarikan Diri Dari Penguasa Hutan Pinus

Tidak ada seorang pun di antara mereka yang cukup bodoh untuk menantang Penguasa Hutan. Bahkan Han Wei yang telah puluhan tahun mencari nafkah sebagai pemburu tahu bahwa menghadapi makhluk seperti itu bukanlah keberanian, melainkan bunuh diri. Karena itulah seluruh rombongan memilih mundur tanpa sedikit pun mempertahankan harga diri. Di hadapan kekuatan yang begitu jauh melampaui mereka, bertahan hidup jauh lebih penting daripada gengsi.

Untungnya, Harimau Api Bermata Emas tidak langsung mengejar. Hewan iblis itu hanya berdiri tegak di atas batu hitam raksasa yang menjulang di tengah hutannya, laksana seorang raja yang sedang mengawasi wilayah kekuasaan. Bulu merah gelapnya berkibar perlahan tertiup angin, sementara sepasang mata emasnya yang tajam tidak pernah lepas mengikuti setiap gerakan para penyusup yang berlari menjauh. Tatapan itu dipenuhi wibawa sekaligus ancaman, seakan memberi peringatan bahwa siapa pun yang berani memasuki wilayahnya sekali lagi tidak akan dibiarkan hidup.

Barulah setelah berlari cukup jauh hingga pepohonan mulai berubah rapat dan tekanan mengerikan itu perlahan menghilang, Han Wei memberi isyarat agar semua orang berhenti. Seluruh anggota kelompok langsung membungkuk sambil mengatur napas yang tersengal-sengal. Sebagian besar masih tampak gemetar, bahkan beberapa orang tidak mampu menyembunyikan wajah pucat mereka. Han Wei sendiri mengusap keringat dingin yang membasahi dahinya, sesuatu yang sangat jarang terlihat dari seorang pemburu berpengalaman.

Xiao Yun berdiri beberapa langkah di belakang mereka tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ingatannya masih dipenuhi bayangan mata emas yang menatapnya beberapa saat lalu. Tatapan itu bukan sekadar pandangan seekor hewan buas terhadap mangsa, melainkan tekanan mengerikan yang seolah mampu menghancurkan keberanian seseorang hanya dengan sekali melihat. Untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Desa Kabut, Xiao Yun benar-benar menyadari betapa kecil dirinya di hadapan dunia yang begitu luas. Ia akhirnya memahami bahwa di luar sana terdapat makhluk-makhluk yang bahkan belum pantas ia pikirkan untuk dilawan.

Namun ketegangan itu ternyata belum berakhir.

Kelompok pemburu segera melanjutkan perjalanan meninggalkan wilayah tersebut dengan langkah yang jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. Tidak ada lagi percakapan ringan ataupun tawa seperti beberapa jam yang lalu. Semua orang hanya memusatkan perhatian untuk menjauh sejauh mungkin dari daerah kekuasaan Harimau Api Bermata Emas. Suasana hutan yang semula terasa damai kini berubah menjadi mencekam, sementara setiap desir angin membuat para pemburu tanpa sadar menoleh ke belakang.

Xiao Yun tetap berlari di tengah rombongan. Meski napasnya mulai terasa berat akibat perjalanan panjang, ia memaksa kedua kakinya terus bergerak. Bayangan harimau raksasa itu masih terukir jelas dalam benaknya, membuat naluri bertahannya terus memperingatkan agar tidak berhenti sedetik pun.

Saat itulah Luo Hai yang melayang di sampingnya mendadak menyipitkan mata. Wajah roh tua itu berubah sangat serius, jauh lebih serius dibanding saat pertama kali mereka melihat sang penguasa hutan.

"Ini tidak bagus," ucapnya pelan.

Nada suara itu langsung membuat Xiao Yun menegang. Selama ini Luo Hai hampir selalu tenang dalam menghadapi berbagai keadaan. Melihat perubahan ekspresi gurunya membuat firasat buruk muncul di dalam hati.

"Apa yang terjadi, Guru?" tanyanya dalam hati sambil tetap berlari.

Alih-alih langsung menjawab, Luo Hai menoleh ke arah belakang. Tatapannya menembus barisan pepohonan yang bergoyang pelan diterpa angin, seolah sedang memperhatikan sesuatu yang tidak mampu dilihat orang lain.

"Makhluk itu bergerak."

Belum sempat Xiao Yun memahami maksud perkataan tersebut, auman yang jauh lebih dahsyat kembali mengguncang seluruh Hutan Pinus Utara.

ROOOAAARRRRR!

Suara itu menggelegar bagaikan petir yang meledak tepat di atas kepala mereka. Tanah di bawah kaki bergetar hebat, sementara kawanan burung beterbangan panik meninggalkan pepohonan. Kali ini suara tersebut terdengar jauh lebih dekat daripada sebelumnya.

Wajah Han Wei langsung kehilangan seluruh warna darahnya.

"Celaka!" teriaknya dengan suara serak. "Tetap lari! Jangan berhenti!"

Kepanikan yang selama ini berhasil ditekan akhirnya benar-benar meledak. Formasi kelompok langsung berantakan. Para pemburu tidak lagi memikirkan keteraturan ataupun kerja sama. Setiap orang hanya memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menjauh secepat mungkin dari ancaman yang sedang mengejar mereka.

Xiao Yun ikut mempercepat langkahnya. Ia melompati akar-akar pohon besar, menerobos semak belukar, dan menghindari batu-batu besar yang menghalangi jalan. Namun keadaan hutan yang penuh rintangan membuat kecepatannya mulai berkurang.

Tiba-tiba terdengar suara ranting patah tepat di bawah kakinya.

KRAK!

Xiao Yun kehilangan pijakan. Tubuhnya terdorong ke depan dan sebelum sempat mengembalikan keseimbangan, ia menyadari bahwa tanah di depannya berubah menjadi lereng curam yang tertutup semak liar.

"Aah!"

Tubuh kecilnya langsung terguling menuruni lereng. Batu-batu tajam dan tanah menghantam punggung serta lengannya berkali-kali. Beberapa kali kepalanya hampir membentur batu besar sebelum akhirnya tubuhnya berhenti di dasar lereng dengan keadaan penuh debu.

Pandangannya sempat berputar beberapa saat. Xiao Yun menggertakkan gigi sambil memaksa dirinya bangkit. Rasa nyeri menjalar ke seluruh tubuhnya, tetapi ia segera mendongakkan kepala ke arah atas lereng.

Yang terlihat hanyalah pepohonan yang bergoyang tertiup angin.

Han Wei beserta seluruh kelompok pemburu telah menghilang.

Jantung Xiao Yun langsung berdegup semakin keras.

Ia terpisah dari rombongan.

"Guru!" serunya.

Luo Hai segera muncul di sampingnya dengan wajah tetap tenang.

"Tetap tenang."

Xiao Yun menghela napas kasar. "Tenang? Aku sendirian sekarang."

Belum sempat Luo Hai menjawab, auman lain kembali terdengar.

ROOOAAARRRRR!

Suara kali ini seolah berasal dari balik pepohonan yang hanya berjarak puluhan meter. Tanah kembali bergetar. Kawanan burung beterbangan dari pucuk-pucuk pinus, sementara hewan-hewan kecil berhamburan meninggalkan tempat persembunyian mereka.

Wajah Xiao Yun langsung memucat.

Daun-daun berguncang hebat.

Pepohonan di depannya perlahan tersibak.

Lalu muncullah sosok raksasa yang membuat napasnya seolah berhenti.

Harimau Api Bermata Emas.

Kini tubuhnya tampak jauh lebih besar karena berada begitu dekat. Bulu merah gelap yang menyelimuti tubuhnya memantulkan cahaya matahari seperti bara api yang membara. Setiap tarikan napasnya mengeluarkan hawa panas, sementara sepasang mata emas itu menatap lurus ke arah Xiao Yun tanpa sedikit pun berkedip.

Tatapan tersebut membuat seluruh tubuh Xiao Yun membeku.

Naluri yang selama ini menolongnya bertahan hidup di Hutan Terlarang langsung berteriak keras di dalam pikirannya.

Lari.

Lari sekarang juga.

Atau mati.

Melihat keadaan itu, Luo Hai berbicara dengan nada yang belum pernah digunakan sebelumnya.

"Jangan pikirkan pertarungan. Jangan mencoba menguji keberanianmu. Gunakan akalmu. Di dunia kultivasi, orang yang hidup selalu memiliki kesempatan menjadi kuat, sedangkan orang mati tidak akan memiliki apa-apa."

Xiao Yun tidak membantah sedikit pun. Untuk pertama kalinya sejak menjadi murid Luo Hai, ia sama sekali tidak memiliki keinginan melawan musuh yang berada di hadapannya.

BOOM!

Harimau Api Bermata Emas melompat.

Tanah tempatnya berpijak langsung retak akibat hentakan kedua kaki depannya.

Mata Xiao Yun membelalak. Ia segera berbalik dan berlari sekuat tenaga tanpa menoleh lagi ke belakang. Angin menerpa wajahnya begitu keras hingga terasa menyakitkan, sementara ranting-ranting pohon mencambuk lengan dan pakaiannya. Namun ia terus memaksa tubuhnya bergerak.

Di belakangnya terdengar suara langkah berat yang mengguncang bumi.

DUUM!

DUUM!

DUUM!

Setiap pijakan Harimau Api Bermata Emas terdengar seperti dentuman genderang perang.

"Kanan!" teriak Luo Hai.

Tanpa berpikir panjang, Xiao Yun langsung membelok ke arah yang ditunjuk. Pada saat yang hampir bersamaan, sebuah cakar raksasa menghantam tempat yang baru saja ia lewati.

BRAKKK!

Pohon pinus setinggi belasan meter hancur berkeping-keping seolah hanya terbuat dari ranting kering. Serpihan kayu beterbangan ke segala arah.

Keringat dingin langsung membasahi punggung Xiao Yun. Ia sadar bahwa bila reaksinya terlambat sedikit saja, tubuhnya pasti sudah tercabik.

Pelarian itu terus berlanjut.

Xiao Yun melompati batu-batu besar, menyusuri aliran sungai kecil, lalu menerobos semak-semak yang rapat tanpa sempat mengatur napas. Berkali-kali cakar harimau hanya berjarak beberapa jari dari tubuhnya. Bahkan sekali waktu kibasan ekor raksasa itu menghancurkan sebuah batu besar hingga pecah berkeping-keping, memperlihatkan betapa mengerikannya kekuatan Hewan Iblis Tingkat Tinggi.

Sedikit demi sedikit luka mulai memenuhi tubuh Xiao Yun. Lengannya tergores ranting tajam, lututnya berdarah akibat beberapa kali terjatuh, sementara napasnya berubah semakin berat. Akan tetapi ia tetap menggertakkan gigi dan terus berlari.

Tiba-tiba Luo Hai menunjuk ke depan.

"Masuk ke sana!"

Di balik pepohonan tampak sebuah lembah sempit yang dipenuhi batu-batu raksasa. Xiao Yun segera mengubah arah dan menerobos masuk ke dalam celah-celah batu tersebut. Tubuhnya yang masih kecil mampu bergerak lincah melewati ruang sempit itu.

Sebaliknya, tubuh Harimau Api Bermata Emas terlalu besar.

Gerakannya mulai terhambat.

ROOOAAARRRRR!

Auman penuh amarah menggema di seluruh lembah. Cakar-cakar raksasanya menghancurkan beberapa bongkahan batu, tetapi celah yang sempit membuatnya tidak mampu mengejar Xiao Yun secepat sebelumnya.

Kesempatan itu dimanfaatkan Xiao Yun untuk terus menjauh tanpa berhenti.

Beberapa menit berlalu.

Kemudian berubah menjadi puluhan menit.

Perlahan suara langkah berat yang terus menghantuinya mulai menghilang.

Harimau Api Bermata Emas akhirnya berhenti mengejar. Wilayah kekuasaannya telah berada terlalu jauh di belakang, dan naluri teritorialnya tidak lagi mendorongnya melanjutkan perburuan.

Dari kejauhan terdengar satu auman terakhir yang memenuhi seluruh pegunungan.

Suara itu dipenuhi kemarahan sekaligus peringatan bagi siapa pun yang berani kembali memasuki wilayahnya.

Setelah itu, hutan kembali tenggelam dalam kesunyian.

Barulah Xiao Yun menghentikan langkahnya.

Seluruh tenaga di dalam tubuhnya seakan lenyap seketika. Ia jatuh terduduk di atas tanah sambil terengah-engah. Pakaian yang dikenakannya telah robek di beberapa bagian, tubuhnya dipenuhi debu, dan darah mengalir tipis dari beberapa luka di lengan maupun lututnya.

Untuk beberapa saat ia hanya menatap langit yang terlihat melalui celah pepohonan, membiarkan napasnya kembali teratur.

Perlahan ia mengepalkan tangan.

"Aku terlalu lemah..." gumamnya lirih.

Ia bahkan tidak mampu melawan.

Tidak berhasil menyerang.

Tidak pula sanggup melukai lawannya.

Satu-satunya hal yang dapat ia lakukan hanyalah melarikan diri demi mempertahankan hidup.

Akan tetapi, anehnya ia tidak merasa malu.

Sebaliknya, pengalaman itu membuka matanya terhadap kenyataan dunia kultivasi.

Dunia yang terbentang di hadapannya ternyata jauh lebih luas daripada yang pernah ia bayangkan. Masih ada begitu banyak makhluk dan ahli yang berada pada tingkatan yang bahkan belum mampu disentuh oleh dirinya. Jika ingin bertahan hidup, apalagi mengungkap seluruh rahasia Nadi Kekosongan dan menemukan sembilan altar kuno, maka ia harus menjadi jauh lebih kuat daripada hari ini.

Malam pun perlahan turun menyelimuti Hutan Pinus Utara.

Setelah mencari beberapa saat, Xiao Yun akhirnya menemukan sebuah gua kecil yang cukup aman untuk dijadikan tempat beristirahat. Ia mengumpulkan ranting-ranting kering, kemudian menyalakan api unggun sederhana. Cahaya jingga dari kobaran api memantulkan bayangan di dinding gua dan menghangatkan udara malam yang mulai terasa dingin.

Luo Hai duduk tenang di dekat api sambil memandangi muridnya.

"Hari ini kau telah memperoleh pelajaran yang sangat berharga," ucapnya perlahan.

Xiao Yun mengangkat wajahnya.

"Apa itu, Guru?"

Roh tua itu tersenyum tipis.

"Bahwa tidak semua musuh harus dikalahkan. Seorang kultivator yang bijaksana bukanlah orang yang selalu menang dalam setiap pertarungan, melainkan orang yang mengetahui kapan saatnya menghunus senjata dan kapan saatnya mundur demi menjaga nyawanya."

Xiao Yun terdiam cukup lama.

Api unggun memantulkan cahaya ke wajahnya yang masih dipenuhi debu dan luka kecil. Perlahan ia menganggukkan kepala.

"Aku akan mengingatnya."

Di bawah langit malam Hutan Pinus Utara, Xiao Yun memang gagal mengalahkan musuh, gagal memberikan perlawanan berarti, bahkan hanya mampu melarikan diri. Namun justru pada hari itulah ia memperoleh salah satu pelajaran terpenting dalam perjalanan panjangnya sebagai kultivator.

Seseorang hanya dapat melampaui batas dirinya apabila terlebih dahulu memiliki keberanian untuk mengakui bahwa batas itu memang ada.

...BERSAMBUNG...

1
vanillastrawberry
aku padamu Mr😍
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
ujian nya adalah pilihan
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
sama kek berapa waktu kah ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Jejak
𝐀⃝🥀ᴀʟᴇᴀˢ⍣⃟ₛ
gmn nasibmu stelah ini Xiao Yun ,ngeri juga ya masuk ke lembah iblis
🔵☠️⃝✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᎪℓ☘𝓡𝓳
aku kasih vote ya kk, semangat berkarya kk
🔵☠️⃝ вͬяͦσᷤηᷠιͣк🏀zc❖
best
THE GIRL COOL😑
cerita panjang banget jirrr😭
🔵Ney
aku hadir
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: makasih 🙏🏻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
jejak jejak...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: gak ada
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!