NovelToon NovelToon
Purnama Tertutup Mega

Purnama Tertutup Mega

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Aku sibuk mengurus ibumu di atas pembaringan, sedangkan kamu sibuk menggoyang bosmu yang haus belaian. -Wulan-

Seperti cahaya purnama yang tertutup mega, semua kebaikan dan juga bakti yang sudah diberikan oleh Wulan untuk keluarganya sama sekali tak nampak di mata Awan. Wulan yang sudah dengan sabar merawat sang mertua yang lumpuh karena stroke di sela-sela kewajibannya menjadi seorang ibu muda sampai membuat wanita itu tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri tidak lantas membuat wanita itu mendapatkan balasan kesetiaan.

Wulan memilih untuk berpisah saat memergoki Awan berselingkuh. Wanita itu rela menjanda daripada batinnya selalu tersiksa karena Awan telah terpikat pada seorang janda kaya yang merupakan bos di tempat sang suami bekerja.

Lantas, bagaimanakah Wulan menjalani hari-harinya sebagai seorang janda? Dan bagaimana kehidupan Awan setelah kepergian Wulan? Apakah istri baru Awan bisa menjadi sosok istri dan menantu yang sempurna atau justru durhaka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PTM 16. Berita yang Mengejutkan

"Lan, Bagas kenapa?"

Turun dari mobil, Risma langsung berlari menghampiri Wulan yang sudah berada di teras. Wulan nampak sedang menggendong Bagas dengan menenteng sebuah tas kecil yang berisikan semua keperluan sang anak mulai dari baju bayi, diapers dan semuanya. Wulan sudah mendapatkan firasat jika sang anak pasti akan menjalani opname.

"Bagas demam tinggi dan sempat kejang, Ris. Aku minta tolong kamu dan Toni untuk mengantarku ke rumah sakit."

Risma memegang tubuh Bagas. Betapa terkejutnya ia ketika merasakan suhu tubuh tinggi yang mendominasi.

"Ya Tuhan, panas sekali. Lebih baik kita cepat-cepat bawa ke rumah sakit."

"Tapi Ris..."

Wulan nampak seperti seseorang yang sedang kebingungan. Saat ini kondisi memang begitu darurat untuk segera membawa Bagas ke rumah sakit. Namun ada hal yang seperti masih mengganjal di pikiran Wulan.

"Ada apa lagi Lan? Ayo kita berangkat!"

"Mertuaku bagaimana Ris? Dia sendirian di rumah dan aku tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit Bagas."

Wulan berujar dengan kepala menunduk dan dan suara yang begitu lirih. Ada satu sinyal yang menggambarkan perasaan tidak enak karena nantinya akan merepotkan Risma namun dalam situasi seperti ini, ia benar-benar tidak bisa untuk berpura-pura tetap menjadi wanita tangguh.

"Memang Awan ke mana Lan?" tanya Toni yang sedari tadi masih berada di dalam mobil dan kini memilih untuk menghampiri Wulan dan juga sang istri.

"Mas Awan belum pulang. Katanya dia ada urusan di luar kota jadi tidak bisa pulang."

"Ke luar kota?" pekik Toni dengan mata yang melotot, persis seperti orang yang sangat terkejut.

"Iya Ton, baru beberapa saat yang lalu dia ngasih kabar ke aku."

Toni hanya bisa berdecak pelan mendengar ucapan Wulan. Kali ini ia bertambah yakin jika Awan sedang menjalani hubungan terlarang dengan sang bos. Kemarin ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Awan sudah keluar kantor bersama Mega, namun sampai sekarang lelaki itu tidak pulang ke rumah.

Aku yakin sekali mereka berselingkuh. Tapi apa saat ini waktu yang tepat untuk memberitahu Wulan tentang suaminya? Ahhh, tapi aku sangat tidak tega jika harus mengatakannya sekarang.

"Mas, kok malah bengong. Ini bagaimana sekarang baiknya?"

Risma menepuk lengan Toni hingga membuat lelaki itu terkesiap. Buru-buru ia memutar otak untuk mencari jalan keluar.

"Begini saja Lan, kamu minta tolong tetanggamu untuk sementara menemani ibu mertuamu sembari kamu memberi kabar Awan atau adik iparmu agar mereka bisa segera datang."

"T-tapi aku tidak punya uang untuk ngasih uang jasa ke tetangga yang akan menemani mertuaku, Ton."

"Sudah, jangan pikirkan hal itu. Untuk urusan biaya rumah sakit dan uang jasa untuk tetanggamu biar menjadi urusanku," pungkas Toni yang seketika membuat Wulan merasa lega.

"Ris, apa kamu memperbolehkan Toni melakukan itu semua?" tanya Wulan memastikan. Wulan tidak ingin jika apa yang menjadi niat Toni bersebrangan dengan Risma.

Risma tersenyum simpul seraya mengusap lengan Wulan untuk menguatkan wanita itu. "Tentu saja aku memperbolehkan, Lan. Kamu ini temanku bahkan sudah aku anggap seperti saudara sendiri. Jadi kamu tidak perlu merasa sungkan untuk meminta tolong ya."

Hati Wulan menghangat yang membuat air mata itu kembali menetes. Air mata kebahagiaan karena di saat-saat darurat seperti ini Tuhan masih mengirimkan sosok malaikat penolong untuknya.

"Terima kasih Ris, terima kasih."

***

Di ranjang berukuran kingsize, Tasya nampak tertidur pulas dengan diapit Mega dan juga Awan. Mega masih terlelap dalam buaian mimpi, sedangkan Awan, semenjak ponselnya dipenuhi oleh panggilan dari sang istri, lelaki itu sudah tidak bisa lagi memejamkan mata. Tak dapat ia pungkiri jika ada sesuatu yang mengganjal di hati.

Ting!

Suara notif di ponsel milik Awan berbunyi. Cepat-cepat Awan bangkit dari posisi berbaringnya dan memutuskan untuk berdiri di dekat jendela. Hal itulah yang membuat Mega turut terbangun tanpa disadari oleh Awan.

Aku ke rumah sakit karena Bagas demam dan kejang. Kalau bisa kamu segera pulang untuk menunggu ibu, Mas. Untuk sementara aku minta tolong mbak Yuli tetangga sebelah, untuk menemani ibu.

Awan sedikit terkejut membaca pesan yang dikirimkan oleh sang istri. Ia baru paham ternyata sejak tadi ponselnya berisik karena sang istri ingin menyampaikan kabar itu. Tiba-tiba saja rasa bimbang itu menguasai pikiran Awan akan apa yang harus ia lakukan.

"Mas, ada apa?"

Mega turut bangun dari tidurnya dan menghampiri Awan yang berdiri di depan jendela. Wanita itu memeluk tubuh Awan dari belakang.

"Anakku masuk rumah sakit Meg, dan ibuku di kontrakan juga hanya ditemani oleh tetangga."

"Lalu, sekarang kamu mau pulang Mas?" tanya Mega dengan nada sedikit tidak suka. "Ingat, besok kamu sudah janji kepada Tasya untuk seharian mengajaknya jalan-jalan loh."

Awan membuang napas kasar. Dalam keadaan seperti ini ia sudah terpaut janji dengan Tasya sehingga membuatnya bimbang akan apa yang harus ia lakukan.

"Menurutmu aku harus bagaimana Meg?"

"Sudah, kamu tenang saja Mas. Lebih baik sekarang kamu hubungi Ambar untuk menjaga ibumu di rumah sedangkan kamu tetap di sini. Aku tidak ingin melihat Tasya kecewa karena kamu mengingkari janjimu."

Tak ada pilihan lain. Akhirnya Awan memutuskan untuk melakukan hal itu. Ia mengirim pesan kepada Ambar untuk segera datang ke kontrakan.

Senyum Mega semakin mengembang di bibir melihat Awan yang begitu patuh kepadanya. Wanita itu semakin mengeratkan pelukannya dari belakang dengan jemari yang menyentuh bagian lipatan paha Awan.

Awan sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Mega. Ia pun berbalik punggung dan kini posisinya berhadapan langsung dengan Mega.

"Sayang, jangan memancing!"

Mega terkekeh. "Aku memang sedang ingin memancing Mas."

"T-tapi ada Tasya di sini," ucap Awan memperingatkan.

Mega mendekatkan wajahnya di telinga Awan dan berbisik di sana. "Kita bisa bermain di kamar mandi. Kamar mandiku luas dan kedap suara. Jadi kita bisa menuntaskan hasrat kita di sana."

"Kalau seperti ini, mana bisa aku menolaknya Sayang."

Suara Mega yang terdengar begitu sensual seakan melemahkan seluruh akal sehat Awan dan membuatnya lupa jika anaknya sedang terbaring di rumah sakit. Lelaki itu segera melahap bibir ranum Mega sembari memandunya untuk masuk ke kamar mandi. Dan di malam yang akan merangkak ke pagi yang dingin berbalut kabut ini, mereka kembali menyatukan raga untuk mereguk kenikmatan ragawi lagi.

***

Masih di ruang IGD, Toni dan Risma menunggu Bagas yang tengah terbaring di atas hospital bed. Wulan sedang mengurus administrasi untuk pemindahan Bagas ke ruang perawatan, sehingga untuk sementara sepasang suami istri itulah yang menunggu Bagas.

"Mas, apa yang kamu sembunyikan perihal Awan?" tanya Risma yang seketika membuat Toni terperanjat.

"T-tidak ada Ris. Memang apa?" tanya Toni gugup.

"Mas, jangan bohong!" titah Risma. "Awan pasti tidak sedang ada kerjaan ke luar kota kan?"

Toni membuang napas kasar. Saat ini ia benar-benar tidak bisa menyembunyikan apa yang ia tahu perihal Awan.

"Sepertinya Awan berselingkuh dengan bos-ku. Kemarin aku lihat mereka pulang kantor bebarengan, tapi ternyata Awan malah tidak pulang ke rumah."

"Bos? Maksudmu bu Mega?"

Toni dan Risma sama-sama terperanjat mendengar suara Wulan yang tiba-tiba muncul dari arah belakang punggung mereka. Keduanya pun berbalik punggung dan benar saja, Wulan sudah berdiri di dekat pintu masuk IGD.

"W-Wulan!"

Wulan mengayunkan tungkai kakinya untuk bisa lebih dekat dengan Risma juga Toni. Sejak beberapa saat yang lalu ia memang sudah berdiri di belakang sepasang suami-istri itu. Wulan ingin mendengar pembicaraan mereka yang ia yakini perihal sang suami. Dan benar saja, dengan semua yang keluar dari mulut Toni ia bisa menarik kesimpulan jika Awan tidak pulang ke rumah karena tengah berselingkuh dengan bos-nya.

"Ceritakan semua yang kamu tahu tentang mas Awan dan bos-nya, Ton. Aku ingin mendengarnya secara langsung."

.

.

.

1
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like komen subscribe follow dan share ya... mkasih
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen, subscribe, follow dan share ya.. mkasih
Hanindia
waaaowww dapat warisan,,, selamat Lan.. semoga beruntung hidupmu ke depannya
Hanindia
amanat apa ya kira -kira??? semoga hal yang bermanfaat Lan
suciati
tuh kan bener dapat warisan.../Tongue/ semoga bermanfaat untuk merubah hidupmu lan
suciati
uhuuyyyy dapet warisan kayaknya.../Drool/ bener2 beruntung kamu Lan
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like, komen, subscribe, follow dan share ya.. mkasih
sunaryati jarum
Sepertinya kamu anak yang ditemukannya Nenek Inah,Wulan.Semoga kehidupan kamu selanjut lebih baik Wulan.
linda
rezeki nomplok lan... 🤣🤣
Anonim
Laki goblok tinggalin lan,run
sunaryati jarum
Semoga nenek Wulan Mempunyai peninggalan barang atau ilmu yang dapat mengubah hidup Wulan menjadi baik dan sukses
Laviolla
selamat membaca semua. jgn lupa untuk like komen subscribe follow dan share mkasih
linda
wulan dapat warisan😍😍😍 itu si cowok tampan sepertinya yg bakal jadi jodoh wulan selanjutnya
sunaryati jarum
Semoga langkah kamu menuju kebebasan , kesuksesan dan kebahagiaan. Wulan
linda
bagus Lan.. selamat melanjutkan hidupmu,, smg sukses
suciati
semogq sukses lan
Hanindia
selamat berjuang Lan... semoga kamu sukses
Hanindia
kalian emang serasi... penghianat dan pelakor bersatu
Hanindia
wuiiihh,, udah berani nampar??? emang gila tuh awan
Hanindia
selamat Lan, lelaki kayak awan emg gk pantes dipertahankan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!