NovelToon NovelToon
Simpanan CEO Muda

Simpanan CEO Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aulia risti

Siapa sangka, niat Amira cuma mau bantu temannya nganter kopi ke ruang CEO malah jadi awal dari malam paling gila dalam hidupnya.

Amira Shalwanissa. Karyawan biasa yang terjebak lembur di kantor karena menggantikan temannya yang sakit.
Zian Ardana. CEO muda, anak pemilik perusahaan, terkenal kejam dan nggak punya hati buat karyawannya.

Malam itu, ruang kerja CEO yang biasanya sepi berubah jadi tempat paling berbahaya.
Zian jatuh pingsan. Amira panik dan menolong. Tapi demam tinggi membuat Zian kehilangan kendali.

“Lepaskan saya, bapak mau apa!”
“Shutt, apa kamu nggak bisa diam... kepalaku sakit.”

Amira melawan. Dia menendang, berlari, bersembunyi di bawah meja. Tapi bayangan Zian terus mengejarnya, dengan tawa rendah yang bikin bulu kuduk merinding.

Malam itu menjadi saksi bisu awal dari segala malapetaka dalam hidupnya.
Apakah Amira bisa lolos? Atau dia benar-benar akan jadi... simpanan CEO muda itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia risti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Amira mengetuk pintu kamar adik lak-lakinya dengan pelan. Begitu pintu terbuka, Evan langsung menarik kakaknya masuk dan mengunci pintu kembali.

"Mbak Amira beneran nggak apa-apa?" tanya Evan langsung, suaranya bergetar menahan cemas.

Amira memaksakan sebuah senyuman tipis. "Aku nggak apa-apa, Evan. Tadi cuma pusing sedikit di mobil. Kamu sendiri sudah makan? Mau aku ambilkan makan malam ke kamar?"

Meskipun Amira mencoba tersenyum, Evan justru merasa dadanya makin sesak. Dia tahu betul bahwa sang kakak sedang membangun benteng pertahanan yang sangat tinggi untuk melindungi dirinya sendiri.

"Mbak, stop pura-pura di depan aku!" Evan memegang kedua pundak Amira, memaksa kakaknya untuk menatap matanya.

"Mas Zian udah cerita semuanya. Soal perempuan bernama Armeta itu, soal alasan kenapa kalian nikah... Aku tahu semuanya sekarang, Mbak."

Senyum di wajah Amira langsung lenyap. Tubuhnya menegang seketika, dan pandangannya langsung beralih ke lantai, tidak berani menatap adiknya.

"Kalau pernikahan ini cuma karena rasa tanggung jawab Mas Zian atas kekacauan mantannya, Mbak nggak perlu bertahan di sini," ucap Evan dengan nada mendesak namun penuh kasih sayang.

"Aku nggak mau lihat Mbak dihina lagi kayak di mall tadi. Kita pergi aja dari rumah ini, Mbak. Kita bisa hidup berdua seperti dulu lagi. Tolong, ceraikan saja Mas Zian."

Mendengar saran tegas dari adiknya, Amira justru terpaku. Dia tidak langsung mengangguk setuju. Tidak ada binar lega di matanya karena mendapat jalan keluar dari belenggu pernikahan ini. Amira hanya diam membisu, meremas kedua tangannya sendiri dengan bibir yang terkunci rapat. Pikiran dan hatinya mendadak menolak mentah-mentah ide untuk berpisah dari Zian.

Evan menatap lekat-lekat wajah kakaknya yang mendadak pucat. Perubahan ekspresi dan keterdiaman Amira yang tidak biasa itu perlahan memicu sebuah kesadaran baru di benak Evan. Rasa syok kembali menghantam remaja itu saat sebuah tebakan liar melintas di kepalanya.

Evan melepaskan genggamannya di pundak Amira secara perlahan. Dia menatap kakaknya dengan tatapan tidak percaya.

“Mbak, udah punya perasaan sama Mas Zian?” tanya Evan lirih, memecah kesunyian kamar.

Pertanyaan Evan bagai petir di siang bolong. Amira tersentak, wajahnya kian memucat saat rahasia paling rahasia yang coba ia kubur dalam-dalam justru dibongkar oleh adiknya sendiri.

Evan."Evan, kamu bicara apa sih? Nggak mungkinlah," sangkal Amira terbata-bata.

“Aku sama Mas Zian itu cuma..."

"Mbak nggak bisa bohongin aku," potong Evan,

"Kalau Mbak nggak punya rasa sama dia, Mbak pasti langsung setuju waktu aku ajak pergi dari sini. Tapi Mbak malah diam. Mbak ragu buat tinggalin Mas Zian, kan?"

Amira langsung membisu. Lidahnya mendadak kelu untuk membantah lagi.

"Kenapa harus Mas Zian, Mbak?Dia punya masa lalu yang rumit. Perempuan tadi, Armeta, dia nggak akan tinggal diam. Aku takut Mbak cuma bakal makin terluka kalau tetap bertahan di rumah ini."

Amira menggenggam erat tangan adiknya yang terasa dingin. "Evan, dengerin aku. Aku tahu ini salah. Aku selalu ingetin diri aku sendiri tiap hari kalau pernikahan ini cuma status di atas kertas. Tapi aku juga manusia biasa, Van. Aku... aku nggak tahu sejak kapan perasaan ini muncul."

Air mata yang sejak tadi ditahan Amira akhirnya luruh juga, membasahi pipinya. Topeng ketegaran yang dia pamerkan di depan Zian hancur total di depan adik kandungnya.

"Aku takut, Van. Aku takut kalau Mas Zian tahu, dia bakal benci aku atau makin kasihan sama aku. Makanya aku minta kamu, tolong rahasiain ini dari dia," mohon Amira dengan suara serak, memohon perlindungan dari adiknya untuk menjaga rahasia hatinya.

Evan menghela napas berat. Melihat air mata kakaknya, kemarahannya runtuh dan berganti menjadi rasa iba yang mendalam. Dia menarik Amira ke dalam pelukannya, membiarkan kakaknya menangis sesenggukan di pundaknya.

1
Blu Lovfres
lampir sinting😁🤣
Blu Lovfres
nyesek y ternyata nasibnya zian
Blu Lovfres
hadehh amira terlalu lebay banget 😁🤣
Blu Lovfres
😁🤣
Blu Lovfres
next thor
Blu Lovfres
ceo tolol o'on lebih tolol lagi astinnya, 😁
keven sekelas asisten buru di perkampungan yg ga tau kecangian, ceo ga bisa tau kelakuan mis yg sering menghukum amira, di kernakan amira bukan barang berharga buat zean karna itu don't care
Blu Lovfres
y udah datangkan saja mba kunti bibir merah untuk zian thor 🤣🤣🤣🤣
Blu Lovfres
ga tau kelanjutannya pernikahan amira dn zian
Ni Cristi
yuk yukk pernah baca dimana nihh alur yang mirip nya
Blu Lovfres
Kayak nya ada pernah baca deh alur novel ini ,
Blu Lovfres
mampir kesini thor 😘
Ni Cristi: Welcome 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!