Perjalanan celah dimensi antar ruang angkasa, seorang pangeran kerajaan menjadi pengamat takdir dari sang Penjaga cahaya dari kegelapan absolute yang terus melahap semuanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Khaidar Ali Fathan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Informasi Pembukaan Prajurit Baru
Cahaya dari lilin lampu yang terus menyala tidak membuat seseorang mengantuk, Yap Ethan bekerja menyusun struktur kegiatan perekrutan Prajurit besar besaran hingga larut malam, semua dia lakukan atas kesetiaan nya dengan perintah sang Raja, Ethan tak kenal lelah hingga pekerjaan nya selesai, Kinanti yang terbangun karena dehidrasi kemudian bergegas menuju ke dapur untuk mengambil segelas air, di tengah perjalanan dia menemui sang Menteri Ethan yang baru saja dari dapur setelah menyeduh segelas kopi untuk menjaga matanya tetap bekerja,
"eh nona Kinanti selamat malam Tuan Putri, ada apa gerangan kemari malam malam?" Ethan menatap Heran
"ini pak Ethan, Teko Air di kamar saya habis, kebetulan tenggorokan saya kering, jadi saya hanya ingin mengambil segelas air untuk minum"
"Kenapa gak suruh pelayan aja Nona Kinanti"
"Aku melihat Bi Eni tertidur pulas, aku gak tega menyuruh nya, jadi aku ber inisiatif sendiri, Tuan Ethan juga kenapa belum tidur?"
"Hmmm, saya masih mempunyai beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan seperti pembukaan prajurit baru Kerajaan"
"Prajurit baru?"
"ya nona, Raja sendiri yang menyuruh saya, makanya itu saya harus mengerjakan apa yang disuruh beliau"
"kapan Pendaftaran prajurit baru ini akan di mulai?"
"kalau dari waktu kemungkinan besok siang mulai ada pendataan dan Lusa sudah mulai ada tesnya nona, tunggu sebentar, nona bertanya begini apakah karena anak desa Utara itu? yah aku sudah mendengarnya katanya dia ingin menjadi prajurit Kerajaan Central, padahal desanya ada di Utara?"
"banyak faktor kenapa dia ingin menjadi Prajurit Central, tapi yang terbesar karena Faktor Keluarganya, oleh karena itu dia ingin membuktikan kepada keluarganya"
"Ya aku akan lihat apakah dia bisa layak menjadi salah satu Prajurit kerajaan, melihat dia masih tergolong muda kemungkinan jika dia terpilih pun dia masih menjadi Prajurit yang di tempatkan di tugas termudah"
"Tesnya apa aja tuan Ethan?"
"Tesnya sama seperti sebelumnya tapi kali ini ada beberapa Event yang akan dibuat untuk mengasah prajurit, Event ini tidak akan menjadi Faktor utama kenapa mereka gagal, jadi ketika mereka gagal berarti itu menyangkup seluruh Tes yang di adakan"
"Event apa tuan Ethan?"
"Event Pertarungan Arena, setiap prajurit Rank Amatir akan di adu dengan Ksatria Sekolah Kerajaan tiap Daerah, untuk dari Prajurit Seperti yang tadi ku bilang sebelumnya dan untuk di mata ksatria Event ini akan menjadi penentu apakah dia layak atau gagal"
"hmmmph, eh kalau aku besok ada waktu boleh kah aku membantu mu jika pekerjaan mu belum selesai?"
"gak usah tuan Putri saya berniat untuk menyelesaikan nya malam ini jadi paginya saya bisa istirahat, tapi terimakasih atas tawarannya tuan Putri, saya juga ijin pamit ingin kembali mengerjakan pekerjaan saya, selamat malam Tuan Putri" sambil bergegas pergi menuju ruang kerjanya
"Selamat malam, Oh ya aku harus kasih tau Devan nih," Kinanti bergegas pergi
Setelah meminum segelas air Kinanti pun pergi menuju kamar Devan, setelah sampai di depan pintu Kamar Devan, Kinanti pun mengetuk pintu kamar itu dengan kuat
*tok tok tok*
Devan yang belum tidur, mendengar ketukan itu kemudian pergi membuka kan pintu, Setelah terbuka dan melihat Devan masih terjaga dia langsung memberitahukan besok bahwa akan ada pembukaan prajurit baru
"Dia kayaknya sudah tidur nih" sambil terus Mengetuk pintu
*Suara pintu terbuka*
"Eh Kinanti, ada apa kau kemari malam malam begini"
"Aku punya kabar bagus buat mu Devan, pembukaan Prajurit baru akan di mulai besok siang, Jadi besok akan ada pendataan dan lusanya baru akan di adakan tes Seleksi"
"Wah beneran? baiklah kalau begitu besok pagi aku akan pergi latihan sambil menunggu pembukaan UUD prajurit," sambil matanya berbinar
"Sayang banget aku ada kelas besok sampai sore juga lagi, oh ya kau harus jaga pola tidur mu agar kesehatan mu tidak terganggu Devan, jadi sekarang kau cepat istirahat sana! biar kau bisa jadi Prajurit ku wkwk," Tawa canda Kinanti
"Siap Tuan Putri Kinanti" Devan membalas candaan
"Terima kasih banyak ya Tuan Putri Kinanti" Devan menatap dengan lembut sambil tersenyum Tipis
"Ehh, gak kok gak masalah, ehh aku,,, mau ke kamar lagi nih mau tidur sudah ngantuk,,,, ehh selamat malam Devan" Muka Kinanti merona merah sambil berlari pergi ke kamar
"Selamat malam Kinanti (Kalau diperhatikan Dia memang cantik) aku harus berlatih dengan keras nih besok pagi, semoga si Fridan memberikan Ilmu berpedangnya padaku" sambil menutup kembali pintu kamarnya
Di kejauhan seseorang ternyata memperhatikan dan menguping pembicaraan mereka dari kejauhan,,,,