NovelToon NovelToon
Warisan Darah Sang Mafia

Warisan Darah Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / CEO / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Mereka pikir semuanya telah berakhir sejak kematian Leonardo Valerio. Namun dunia gelap tidak pernah benar-benar melupakan darah yang pernah berkuasa.

Leonardo Valerio memang telah mati, tapi warisan darahnya belum berakhir. Saat ancaman mulai mengincar Alessandro, Nadira dipaksa kembali ke dunia gelap yang pernah menghancurkan hidupnya.

Di balik bayangan, musuh lama bangkit, rahasia lama terbuka, dan sifat dingin Leonardo perlahan muncul dalam diri putranya.

Karena darah mafia tidak pernah benar-benar hilang, dan sang pewaris akhirnya mulai bangkit.

**RED ASHES SEASON II**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dunia Digital yang Gelap

Bau besi dan debu memenuhi ruangan bawah tanah itu.

Alessandro berdiri diam di depan dinding penuh rak server tua, yang tersembunyi di markas rahasia Leonardo.

Lampu-lampu kecil berkedip redup seperti napas terakhir sesuatu yang belum benar-benar mati.

Tempat itu terasa terlalu sunyi untuk disebut peninggalan. Atau mungkin terlalu hidup.

Jari Alessandro menyentuh meja besi di tengah ruangan, masih ada bekas goresan panjang di permukaannya. Seolah seseorang pernah menyeret tubuh di sana.

Nadira berdiri tidak jauh darinya, sejak mereka tiba satu jam yang lalu. Wajah wanita itu pucat sejak pintu bunker terbuka.

Alessandro tidak menoleh, "Ini tempat ayahku."

"Dan itu alasan kenapa kita harus keluar," ucap Nadira dengan suara yang bergetar.

Alessandro jarang melihat ibunya setakut ini.

Di sudut ruangan, Viktor bersandar santai sambil memperhatikan semuanya seperti penonton pertunjukan lama.

"Leonardo benar-benar gila," katanya sambil tersenyum tipis. "Bahkan aku hampir lupa seberapa obsesif dia."

Tatapan Alessandro langsung berubah dingin, "Kamu pernah ke sini?"

"Sering," jawab Viktor cepat.

Viktor berjalan perlahan mendekati salah satu rak server, jemarinya menyapu debu tipis di permukaan mesin tua itu.

"Tempat ini bukan markas biasa," ia melirik Alessandro. "Tapi ini sebuah jantung yang sebenarnya dari keluarga Valerio."

Alessandro mengernyit heran, "Apa maksudmu?"

"Leonardo tidak membangun kerajaan hanya dengan darah dan senjata," ucap Viktor sambil tersenyum tipis. "Tapi dia membangun sebuah mata."

Viktor menekan sebuah tombol tersembunyi di balik meja besi.

Seluruh ruangan mendadak hidup, lampu merah menyala satu per satu, dan suara mesin tua mulai berdengung pelan.

Dan di tengah ruangan, proyektor hologram muncul perlahan dari lantai.

Nadira langsung mundur satu langkah, "Tidak..."

Alessandro menatap hologram, yang mulai membentuk peta dunia digital penuh garis merah.

Data.

Jaringan.

Nama.

Organisasi.

Semuanya bergerak cepat seperti sarang laba-laba raksasa yang menghubungkan dunia bawah tanah internasional.

Mata Alessandro sedikit membesar, "Ini..."

"RED ASHES," potong Viktor cepat. "Dan ini adalah versi yang sebenarnya."

Jantung Alessandro berdegup dengan kencang, selama ini ia mengira kalau RED ASHED hanyalah jaringan mafia biasa.

Tapi yang ada di depannya jauh lebih besar.

Leonardo ternyata menghubungkan perdagangan senjata, pencurian uang, cyber crime, pembunuhan bayaran, hingga manipulasi data pemerintahan dalam satu sistem global.

Bahkan beberapa nama pejabat internasional muncul di layar hologram itu.

Alessandro merasa mual, "Ayahku mengendalikan semua ini?"

"Bukan mengendalikan," Viktor tersenyum samar. "Tapi dia yang sudah menciptakan semuanya."

Nadira memejamkan mata, seolah tak sanggup untuk melihat lagi.

"Tapi dia janji akan menghancurkannya," suara Nadira terdengar gemetar. "Leonardo bilang semuanya sudah berakhir."

Viktor menatap wanita itu tanpa belas kasihan, "Leonardo adalah seorang pembohong yang paling hebat."

Alessandro menatap ribuan data yang bergerak di depan matanya, kali ini ia mulai memahami kenapa nama Valerio sangat ditakuti.

Bukan karena kekerasan, tapi karena mereka bisa melihat semuanya, dan mengendalikan semuanya dengan sangat baik.

Suara notifikasi tiba-tiba menggema dari sistem.

AKSES EKSTERNAL TERDETEKSI.

Tulisan merah muncul di balik hologram itu.

Viktor menyipitkan matanya, "Sungguh begitu menarik."

Data-data mendadak bergerak liar, seseorang sedang mencoba masuk ke dalam sistem.

Alessandro melihat ada beberapa file yang terbuka sendiri, kode-kode asing muncul dengan cepat memenuhi hologram tersebut.

Lalu sebuah simbol muncul. Lingkaran hitam dengan garis menyerupai ular digital.

Wajah Viktor langsung berubah serius. "Tidak mungkin. Kenapa bisa ia begini."

"Apa kamu kenal dengan simbol itu?" ucap Alessandro, yang langsung menoleh cepat.

"Dia penerus Andrey."

Nama itu membuat Nadira menegang. Andrey adalah hacker gila yang dulu membantu membangun sistem digital Leonardo, sebelum akhirnya dia menghilang selama bertahun-tahun.

Alessandro pernah membaca namanya di file lama, pria itu dijuluki hantu dunia cyber mafia.

AKSES DITERIMA.

Tulisan itu muncul tiba-tiba, lalu suara asing terdengar dari speaker ruangan.

"Selamat malam, Tuan Muda Valerio."

Suara itu halus, tenang, tapi terasa menyeramkan.

Alessandro menatap sekelilingnya, "Siapa kamu?"

Terdengar tawa kecil dari balik speaker.

"Nama tidak begitu penting, tapi aku sudah menunggu cukup lama untuk bertemu dengan pewaris Leonardo."

Nadira langsung menggenggam lengan Alessandro, "Kita pergi sekarang, Ale."

Namun Alessandro tidak bergerak sama sekali, entah kenapa, rasa dingin justru berubah menjadi rasa penasaran yang mengerikan.

"Apa maumu? Kenapa kamu menunggu pewaris Leonardo?" tanya Alessandro dingin.

Seluruh hologram berubah, foto-foto Alessandro muncul di udara. Foto saat kecil, saat sekolah, saat kuliah, bahkan foto dirinya beberapa hari yang lalu, saat membunuh pria di pelabuhan.

Napas Alessandro seakan tertahan, "Jadi selama ini mereka sudah mengawasiku."

"Bukan mereka, tapi lebih tepatnya aku."

Tatapan Alessandro berubah gelap, "kalau kamu bisa mengakses semua ini, kenapa sampai sekarang kamu belum juga membunuhku?"

"Karena aku ingin melihat sesuatu."

"Melihat apa?" tanya Alessandro yang mulai geram.

"Apakah darah Valerio benar-benar masih hidup."

Kata itu membuat udara terasa menusuk, Viktor perlahan tersenyum tipis di belakang Alessandro. Seolah ia sedang menikmati permainan ini.

"Dia mulai tertarik padamu," katanya.

"Aku tidak peduli."

"Oh, tapi kamu akan peduli, Alessandro."

Tiba-tiba seluruh data di hologram berubah menjadi rekaman kekerasan lama.

Mayat, perdagangan manusia, eksekusi, dan perang antar kartel. Semua dilakukan atas nama keluarga Valerio.

Nadira menutup mulutnya, air matanya mulai jatuh tanpa suara. "Cukup, hentikan semua in," bisik Nadira lirih.

Namun suara dari speaker kembali terdengar.

"Leonardo pernah berkata sesuatu padaku."

Rekaman suara lama tiba-tiba diputar. Dan untuk pertama kalinya, Alessandro mendengar suara asli ayahnya yang memenuhi ruangan itu.

"Kalau suatu hari aku mati, maka pewarisku akan melanjutkan semuanya."

Tubuh Alessandro membeku, suara Leonardo terdengar tenang dan dingin.

"Karena darah Valerio tidak pernah gagal untuk melahirkan seorang monster."

BRAK!

Nadira memukul meja dengan penuh amarah, "Dia bohong! Alessandro bukan dia! Anakku bukan monster seperti dia!"

Ruangan kembali sunyi, Alessandro menatap ibunya yang gemetar. Ada rasa sakit di dalam dadanya.

Selama ini Nadira hidup normal, menjauhkannya dari dunia Leonardo. Tapi sekarang, semuanya terasa sia-sia. Karena dunia gelap itu tetap menemukan dirinya.

Speaker kembali berbunyi.

"Kamu bisa saja menghancurkan sistem ini, Alessandro."

Tatapan Alessandro naik perlahan, ia menunggu kata berikutnya.

"Atau..."

Semua data mendadak berubah menjadi jaringan kekuasaan global. Bank, politik, militer, pasar gelap, dan informasi rahasia. Semua ada di ujung jarinya.

"...kamu bisa menguasainya."

Napas Alessandro terasa berat, ia tahu ini salah. Ia tahu dunia ini menghancurkan manusia, tapi kali ini ia merasakan ada sesuatu yang sangat berbahaya. Dan perasaan itu terasa terlalu nikmat.

Viktor memperhatikan perubahan kecil di mata Alessandro, lalu pria itu tersenyum samar.

Senyuman Viktor, persis seperti seseorang yang akhirnya melihat ramalan lamanya menjadi kenyataan.

"Aku bilang juga apa," gumam Viktor pelan. "Leonardo belum benar-benar mati."

Alessandro menatap hologram yang terus bergerak di hadapannya, cahaya merah memantul di wajah dinginnya.

Sementara jauh di dalam dirinya, ada sesuatu yang perlahan mulai bangkit.

1
☕︎⃝❥virgo93
si ale msih pnya sisi baik🥰 jgn jdikan dia mnster thor aku gk relaa😫
Kucing Biru: kayaknya akaaa, deh🤔
total 3 replies
Vie
ga apa2 setengah2 juga ale, karena kalau 100% km jadi monster maka kamu akan kehilangan dirimu seperti ayahmu, dan itu adalah hal yang paling ditakuti oleh ibumu....
Vie
duh.... jadi ikutan tegang 😱😱😱😱😱
Vie
duh.... jadi ikutan tegang 😱😱😱😱😱
Vie
iiihhh makin seru dn penasaran aja..... lanjut kak.... 👍👍👍👍
Vie
lanjut thor.. 👍👍👍
☕︎⃝❥virgo93
keren banget thor🥰
Vie
dan kamu bodoh baru menyadari semua itu setelah apa yang terjadi disekitar kamu dan ibumu
Vie
aku agak bingung deh.... bukanya viktor ini yang selalu mengincar ale dan juga semua peninggalan ayahnya dan yang menghancurkan beberapa gudang kemarin, tapi kenapa masih ada disisi alesandro? apa aku yang salah ini viktor yang lain
Vie
dan akan keluar kemana... sedangkan kalian selama ini bersembunyi pun teta saja ketahuan, apalagi sekarang.. tidak ada cara lain selain melawan dira... kamu kalau takut ale menjadi seperti ayahnya, itu tidak bisa dihindari karena memang dia adalah anaknya, tapi kamu setidaknya bisa terus menemaninya disisinya agar dia tidak kehilangan dirinya sendiri seperti ayahnya, karena kamu adalah ibunya...
Vie
tau rasa kan. disuruh pindah gak mau, dan sekarang kamu jadi target seseorang yang sudah pasti kamu tau akan seperti apa, kamu hanya ketakutan... dasar keras kepala.... dan justru kamulah yang menjadi kelemahan dan juga ketakutan terbesar bagi ale tau.... dongkol deh sama si nadira .
Vie
bagi ale tidak ada jala lain... dia harus bersembunyi seumur hidupnya dan selalu dalam ketakutan karena dia sedang menjadi mangsa para mafia, atau dia menerima dan menjadi kuat, lalu membasmi semua ketakutan itu agar hidup tidak lagi menjadi mangsa.. setelah semua usai dan menjadi kuat baru dia bisa memutuskan apakah dia akan terus melanjutkan hal itu atau mau berhenti....
Vie
kamu itu seorang ibu yang takut pada kenyataan yang tidak pernah bisa dipungkiri, tapi selalu saja mengatakan ale mirip dengan ayahnya.... bagaimana gak mirip karena dia adalah anaknya, dan semua tidak bisa ditutupi oleh apapun, karena darahnya asa dalam tubuhnya... dan kamu selalu mengatakan hal itu seperti mengingatkan ale bahwa dia benar2 anaknya Aleandro bukan untuk menjauhkanya dari semua itu....
Vie
lanjut kak.... 👍👍👍👍
☕︎⃝❥virgo93
semngat dek comelku..🥰
Kucing Biru: mkasih akaa😚😚
total 1 replies
☕︎⃝❥virgo93
ahhh nanggung banget upx thor.🤭lgi seru2 baca eh udah abis aj ayuk semagat untk up selanjutx🥰
Vie
aahhh.... akhirnya nongol juga lanjutanya.... 🥰🥰🥰🥰
Vie
lanjut kak.... makin seru aja... penasaran aku.... 👍👍👍
viandranovel
saling mampir bg 🙏
☕︎⃝❥virgo93
lnjut dek🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!