NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:116.1k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.

Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.

Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.

"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."

Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.

Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.

Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Kenapa para ibu mertua diabad ini sangat senang sekali berteriak marah-marah. Apa mungkin karena tidak pernah healing, makanya batin mereka stres.

Entahlah..!

Tapi memang semenjak hidup kembali dalam raga Song Aran, Pamela Anderson selalu melihat ibu-ibu yang gemar bergosip, marah berteriak dan angkuh.

"Diam..!" tegas Xiao Jian dengan wajah sedingin dinding es dikutub utara.

"Anak durhaka, berani-beraninya kau membentak ibumu sendiri.!" Wang Lian terjingkat, ronanya pias tak menyangka.

"Setelah menikah kau malah menjadi kurang ajar begini, aku ibumu yang wajib kau hormati."

"Ran'er, pergilah kedapur untuk memasak." Xiao Jian mengedipkan mata pada sang istri.

Song Aran mengangguk, menoleh pada Wang Lian.

"Ibu, aku pergi dulu..!"

"Menantu macam apa kau ini..? aku sedang berbicara denganmu..!" wajah Wang Lian menghitam, ia menjinjing roknya, bersiap menyusul Aran kedapur.

Xiao Jian sigap menghadang jalan wanita tua itu.

"Ibu, bukannya kau pernah mengatakan jika tidak boleh menunda memasak..? aku tidak keberatan jika Ibu memarahiku, karena ibu yang sudah merawatku. Tapi Ran'er menikahiku bukan untuk dimarahi, apa lagi menderita karena ditindas olehmu."

Tatapan dingin setajam Stalaktit digua Hira, Wang Jian hunuskan tepat kenetra Wang Jian.

"Anak durhaka..! dia menantuku, bahkan kalau aku menginginkan kakinya, dia harus memberikannya dengan sukarela."

"Tidak ada aturan seperti itu, bahkan orangtua kandungnya sendiri saja tidak berhak atas nyawanya." balas tajam Xiao Jian.

"Kurang ajar..! Kau menyimpan uang keluarga Xiao untuk menyenangkan keluarga istrimu, apa menurutmu itu benar..?"

"Ibu, jangan berpikiran sempit. Seratus koin itu tidak diberikan pada keluarga Ran'er, tapi untuk membeli barang."

Rahang Xiao Jian mengeres, ia sungguh sudat amat muak dengan rumah keluarganya sendiri.

"Ibu lebih tahu dariku berapa banyak uang yang dihabiskan adik kedua dan ketiga untuk pernikahan mereka. Ibu sendiri juga tahu, bagaimana perbandingan mahar mereka denganku."

"Sialanan, apa kau mau membuat ibumu yang sudah tua ini mati karena marah..?"

Wang Lian makin tersulut emosi setelah Xiao Jian mengungkit masalah mas kawin dan seserahan.

Putra kedua dan ketiganya menyerahkan seserahan melimpah, tapi kedua menantunya itu memberikan mahar sedikit sekali.

Sementara Xiao Jian, putra yang paling ia benci justru malah menikahi wanita dari keluarga kaya dengan mahar besar.

"Kenapa kau membandingan dirimu dengan saudara-saudaramu..? apa kau iri..? seharusnya aku tidak pernah melahirkanmu." raung menggelegar Wang Lian.

"Benar, seharusnya dulu kau membunuhku agar tidak menyesal seperti sekarang." tandas Xiao Jian, melengos pergi dari hadapan Wang Lian.

BANG

Pintu dapur dibanting keras oleh Xiao Jian.

"Bajingan, pembawa sial..! seharusnya aku menenggelamkanmu, mencekik lehermu sampai mati."

Entah terbuat dari apa kerongkongan Wang Lian. Wanita itu berteriak jernih seperti tidak kenal haus, serak dan lelah.

Song Aran memandang cemas Xiao Jian. Kata-kata ibunya sungguh sangat menyakitkan.

Rasa sakit karena tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, rupanya tak sebanding dengan pedih hati menerima umpatan, sumpah serapah serta perlakuan tak adil dari wanita yang melahirkan kita.

Ini jauh lebih sesak perih, seperti jantung yang direnggut paksa dalam keadaan mata terbuka.

"Suamiku..!" sendu Aran mengikis jarak.

"Aku baik-baik saja, tidak perlu cemas." ucap Xiao Jian tersenyum lembut meski netranya memanas nanar.

Song Aran tak bergeming. Ia menelisik wajah mendung suaminya.

"Aku sudah terbiasa, jangan khawatir."

Mendengar itu, batin Song Aran makin pedih tersayat.

Seberat apa bebannya..? Bagaimana ia dibesarkan di rumah..? Berapa banyak penderitaan yang telah ia telan..?

Song Aran mengulurkan tangan, mengusap lembut wajah tegas berkharisma suaminya.

Hati Xiao Jian menghangat, jantungnya bertalu-talu.

Xiao Jian memeluk raga sang istri, menumpukkan dagunya dipundak, menghirup aroma yang menenangkan dari ceruk leher wanita itu.

Song Aran menepuk-nepuk pelan punggung lebar Xiao Jian, mentransfer kenyamanan.

Setelah merasa tenang, Xiao Jian melerai dekapannya.

“Kita harus memasak, sebentar lagi waktunya makan."

Hari itu berlalu dengan beragam cerita dan kesan.

Xiao Jian dan Song Aran, sudah berbaring diranjang dengan posisi saling berhadapan.

"Ceritakan masa kecilmu..? bagaimana ibu mertua memperlakukanmu..?" Song Aran membelai pipi sang suami dengan penuh kasih sayang.

"Tidak ada yang menarik. Aku pernah dilempar kesungai saat berusia sepuluh tahun. Aku berjuang agar tidak tenggelam terbawa arus, sedangkan ibu menontonnya dari tempat ia bersembunyi. Jika seorang gadis kecil tidak lewat dan meminta bantuan, aku mungkin sudah mati saat itu."

"Astaga, ibu macam apa itu..?" Aran kaget sampai refleks bangun duduk.

"Kejam sekali, dasar iblis..!" desis geram Aran.

"Dari sana aku mendapatkan bekas luka ini." Xiao Jian menunjuk goresan diwajahnya.

"Saat masih kecil, aku selalu berpikir jika semua perlakuan kasar ibu itu karena aku tidak cukup baik atau kurang berbakti."

Tinju Xiao Jian perlahan mengepal, binar wajahnya juga meredup pelan.

"Setelah kejadian disungai itu, aku baru menyadari bahwa tidak peduli seberapa baik aku, dia tetap tidak menyukaiku. Sekali pun aku membawakan bulan kepangkuannya, ibu tetap membenciku."

Xiao Jian menarik lembut tubuh Song Aran kedalam rengkuhannya.

"Tapi, apa kau sungguh tidak ingat..?" tanya Xiao Jian yang membuat satu alis Aran naik tinggi.

"kau adalah dewi penyelamatku, gadis kecil itu dirimu."

Maa Aran mendelik, menarik kepala guna memandang wajah suaminya.

"Aku..?" Aran menunjuk hidungnya.

Xiao Jian mengangguk "makanya, tidak ada hutang budi, kau menyelamatkan aku, begitu juga sebaliknya. Sepertinya itu tanda jika memang kita ini ditakdirkan untuk bersama."

Song Aran tersenyum ranum.

"Wajar saja aku tidak ingat, aku baru tiga tahun jika pada saat itu usiamu sepuluh tahun."

Aran kembali menelusupkan wajahnya kedada sang suami.

"Tak apa aku lupa, asalkan bukan kau." Aran menggesek-gesekkan hidung bangirnya.

Xiao Jian tergelak, mencium gemas dahi sang istri.

Xiao Jian masih ingat wajah ibunya saat membiarkannya tenggelam. Ketika ia mulai putus asa, tangisan minta tolong tertangkap indra pendengarannya.

"Tadi Lin Yei bilang kalau kau diam-diam datang menemuiku karena ini..?"

Wajah Xiao Jian memerah tersipu, mengangguk pelan, lalu bersembunyi diatas kepala sang istri.

Aran tergelak, wajah malu suaminya sungguh menggemaskan.

"Karena kita tidak boleh membangkang pada orang tua, ayo, kita cari cara untuk memutuskan hubungan dengan keluarga ini, bagaimana..?"

"Itu tidak akan mudah, karena aku putra sulung. Tapi aku sudah memikirkan sebuah cara."

"Apa itu..?" tanya Song Aran antusias berbinar, tapi sejurus kemudian wajahnya berubah cemberut.

"Tapi mana mau mereka melepaskanmu..? kau yang paling banyak bekerja, pandai berburu. Kau yang bisa menghasilkan uang lebih bagi rumah ini."

"Dimusim gugur dan musim dingin tahun ini, akau akan jarang pergi berburu." seringai sejuta arti terbit dibibir Xiao Jian.

Ekor netra Aran meruncing, cara mafia apa yang akan dipakai suaminya itu.

“Hanya setelah aku menjadi tak berharga, tanpa perlu diminta, ibu sendiri yang akan menyuruh kita pergi.

1
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
wajah Xiao Jian kok belum disembuhkan sama Aran, kan ada air spiritual nya
Datu Zahra
Laosan ini aslinya baik, tapi terlalu takut dan pasrah sama ibunya
Fauziah Daud
lanjuttt
Sribundanya Gifran
lanjut
chataleya
wah jangan2 anak tuan besar tuh
Memyr 67
𝖽𝖾𝗁. 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗁𝗎𝖺. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂, 𝖺𝖽𝖺 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝖺𝖽𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗇𝖾𝗁
Memyr 67
𝗍𝖺𝗆𝖻𝖺𝗁 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌. 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝗎𝗍𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝖺𝗇𝖾𝗁 𝖻𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺𝗂𝖻, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝗂𝗍𝗎 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗃𝖾𝗅𝗆𝖺𝖺𝗇 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗅𝗎 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖽𝖺𝗌𝖺𝗋 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀
Memyr 67
𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖻𝖾𝗋𝗆𝗎𝗅𝗎𝗍 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆, 𝗌𝗈𝗆𝖻𝗈𝗇𝗀 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍, 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖺𝗉𝖺 𝗌𝗂𝗁 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗅𝗂𝗁𝖺𝗍 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝖻𝖾𝗍𝗂𝗇𝖺 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗄𝗈𝖼𝖺𝗄 𝗀𝗂𝗇𝗂 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺
Andira Rahmawati
thorr knp blm up...dr kemarin kutunggu2 ..
Memyr 67
𝗒𝖺𝖺𝗁, 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗍𝗎 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗆𝖺𝗌𝗎𝗄 𝗅𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇 𝗇𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺, 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗇 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗆𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗉𝖾𝗋 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍
Memyr 67
𝗁𝖺𝖽𝗈𝗈𝗁. 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗂𝗇𝗂, 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗄𝖾𝗉𝖺𝗅𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗌𝖾𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀
Memyr 67
𝖺𝗉𝖾𝗌 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀. 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗂𝗍𝖺 𝗒𝗀 𝗁𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗇𝗀𝗂𝗇 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺 𝗁𝖺𝗋𝗍𝖺 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗆𝖾𝗇𝗒𝗂𝗌𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍𝗉𝗎𝗇 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀.
Memyr 67
𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗇𝗂? 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗊𝗂𝗇𝗀 𝗌𝗁𝖺𝗇?
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝗉𝖾𝗋𝗇𝖺𝗁 𝗄𝖾 𝗀𝗎𝖺 𝗁𝗂𝗋𝖺 𝗒𝖺? 𝗅𝗂𝖺𝗍 𝗌𝗍𝖺𝗅𝖺𝗄𝗍𝗂𝗍 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆?
Memyr 67
𝖺𝗒𝖺𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇 𝗇𝗀𝖺𝗉𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺? 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗁𝖺𝗌𝗂𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝖻𝗎𝗋𝗎𝖺𝗇, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺, 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇, 𝗒𝗀 𝗉𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗌𝗄𝗂𝗇? 𝗍𝗎 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝗆𝖺𝗇𝖺? 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗇𝗂 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺.
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
dari awal praduga itu ternyata benar, kalo Xiao Jian bukan anak kandung mereka
miss blue 💙💙💙
curga lian keturunan pedagang chen. 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!