NovelToon NovelToon
Sang Pendekar Pengendali Naga

Sang Pendekar Pengendali Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: cici aremanita

Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.

Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengandalkan Ingatan

"Walau lambat tapi kamu kemarin berhasil dengan usahamu sendiri, setelah ini adalah latihanmu yang kedua dan inilah latihan yang sebenarnya," ucap ketua Tiang.

"Apa kamu sudah siap?" Tanya ketua Tiang.

"Sudah," ucap Lue Ang.

Tepat setelah Lue Ang menjawab ketua Tiang memberikan sebuah gulungan berisi denah, belum selesai dirinya berpikir Lue Ang sudah dipindahkan ketua Tiang ke hutan, saat ini Lue Ang berada di depan hutan yang terlihat sangat lebat sama seperti yang ada di dalam denah yang dipegangnya.

"Kamu bahkan belum melihat gulungan itu, kenapa tidak kamu buka saja sekarang," ucap Ameng.

"Akan aku buka sekarang," sahut Lue Ang.

Masih berdiri di depan hutan Lue Ang memperhatikan denah, setelah memperhatikan dengan sangat teliti Lue Ang berhasil memahaminya.

"Ternyata seperti itu, semua tidak mudah," ucap Lue Ang.

"Jadi apa kamu takut untuk masuk karena itu," sahut Ameng.

"Siapa yang kamu bilang takut, aku hanya mencoba memahami denah ini lebih dulu," ucap Lue Ang.

Belum sempat Lue Ang menggulung kembali denah yang ada di tangannya tiba-tiba menghilang, walau terkejut Lue Ang sudah mengingat semua yang ada di dalam denah.

Menurut dari ingatannya setelah melihat semua yang ada di denah dirinya harus berjalan lurus ke depan, beberapa belokan yang ada di kanan dan kirinya semua adalah jebakan agar dirinya tersesat.

Setelah berjalan lurus Lue Ang yang melewati begitu saja sembilan belokan menghentikan langkahnya, dibelokkan ke sepuluh arah jalan yang tepat menuju jalan lainnya berputar arah.

Baru mau berjalan ke arah kanan suara hentakan kaki yang sangat keras mengguncang tanah membuat getaran hebat, Lue Ang sangat yakin kalau saat ini ada yang sedang berjalan ke arahnya, tak berselang lama aura berbeda memancar dari arah yang berjalan ke arahnya.

"Mau aku bantu menghadapinya," ucap Ameng.

"Ini adalah pelatihan keduaku, Jika kamu membantuku sekarang bagaimana aku bisa mengukur seberapa kuatnya aku," sahut Lue Ang.

"Kalau begitu buktikan kamu mampu, aku tidak ingin melihat pengendali ku mati hanya karena melawan siluman," ucap Ameng.

"Aku tidak akan mati," sahut Lue Ang.

Getaran yang semakin terasa sangat dekat tidak membuat Lue Ang gemetar, Lue Ang langsung menarik pedangnya bersiap menyerang lebih dulu siluman yang akan datang padanya.

"Aku mencium bau manusia, sudah sangat lama aku tidak merasakan darah manusia dan kelembutan daging mereka, tapi sekarang tanpa aku harus keluar dari hutan labirin ini seorang manusia datang dengan sendirinya ingin menjadi santapanku," ucap siluman laba-laba.

"Ahhh, aku menemukannya," sambungnya sambil menatap Lue Ang yang bersiap menyerang.

Lue Ang dan siluman wanita laba-laba saling menatap satu sama lain, keduanya juga sama-sama ingin menyerang secara bersamaan.

Wheeeeeeeeeeeees.

Baru mau berlari ke arah siluman laba-laba Lue Ang terkena jaring di kakinya yang membuatnya tidak bisa menggerakkan kedua kakinya, siluman laba-laba yang sebelumnya berukuran sangat besar merubah dirinya seperti layaknya manusia dan berjalan ke arah Lue Ang.

"Masih muda, darahmu sangat nikmat aku benar-benar tidak sabar ingin menikmati setiap tetes darah dan dagingmu," ucap siluman laba-laba.

"Kamu mendekatiku seperti ini bukankah tidak baik," sahut Lue Ang.

"Memangnya apa yang bisa kamu lakukan, walau jaringanku hanya berada di kakimu tapi jaring ku sangat beracun kamu tidak akan bisa menggerakkan seluruh tubuhmu selama beberapa menit, dan selama beberapa menit itu sudah cukup untuk membuatmu masuk ke dalam perutku," ucap siluman laba-laba sambil menjulurkan lidahnya.

Mendengar itu Lue Ang hanya tersenyum tipis, yang dikatakan siluman laba-laba memang benar jaring yang ada di kakinya sangat beracun, tapi dirinya memasuki hutan labirin bukan tanpa persiapan.

Saat masih berada di rumah Lue Ang sudah memakan herbal anti racun, saat ini racun apapun tidak bisa membunuhnya.

Jleeeeeeeeeeb.

Siluman wanita laba-laba menatap tajam ke arah Lue Ang tidak percaya, dirinya tidak menyangka manusia yang sudah ditangkap nya tidak terpengaruh racunnya dan malah bisa mengarahkan pedang tepat ke jantungnya.

Melihat siluman wanita laba-laba yang sudah mati Lue Ang langsung mengayunkan pedangnya menebas jaring, Lue Ang kembali melanjutkan langkahnya mengikuti arah yang ada di dalam ingatannya.

Setelah melewati dua belokan dari arah kiri Lue Ang harus belok ke arah kanan dan terus berjalan lurus, berbeda dari sebelumnya jebakan kali ini bukan makhluk hidup.

Wheeeeeeeeees.

Wheeeeeeeeees.

Dari berbagai arah puluhan anak panah langsung mengarah padanya sekaligus, Lue Ang yang dari awal sangat waspada berusaha menghindari setiap anak panah sambil mengayunkan pedangnya untuk menangkis.

Anak panah yang mengarah padanya semakin banyak dan terus bertambah banyak, sambil menghindar dan mengayunkan pedangnya Lue Ang mencoba memperhatikan sekeliling mencari siapa yang berani melemparkan anak panah padanya.

"Ternyata bukan hanya ada siluman, hutan ini juga memiliki jebakan senjata yang cukup bagus," ucap Lue Ang.

Tidak perlu membutuhkan seseorang untuk menarik anak panah, senjata yang bisa mengeluarkan anak panah tanpa disentuh sudah jelas bukan senjata biasa melainkan senjata spiritual.

Lue Ang mencoba berpikir bagaimana cara mengatasi beberapa panah yang terus melemparkan anak panahnya padanya, jika terus hanya menghindar cepat atau lambat anak panah akan mengenainya dan mungkin bisa membunuhnya.

"Aku tahu," ucap Lue Ang berbicara sendiri.

Lue Ang bergerak ke arah salah satu pohon yang terdapat panah di atasnya, anak panah yang mengarah pada panah lainnya terus bertabrakan, Lue Ang langsung mengambil kesempatan untuk menghancurkan satu persatu panah dengan cara yang sama.

Walau membutuhkan waktu cukup lama karena dirinya juga harus menghindar saat berpindah tempat masalah anak panah berhasil di atasinya, Lue Ang kembali melanjutkan langkahnya mengikuti arah yang ada didalam ingatannya.

Masih sangat jauh untuk dirinya bisa sampai keluar sedangkan saat ini dirinya berada tidak jauh dari jalan masuk, dengan penuh semangat yang menggebu Lue Ang berjalan lurus ke depan, di ingatannya Lue Ang masih harus terus berjalan lurus beberapa ratus meter setelah itu dirinya harus berbelok ke arah kiri.

Tepat di jalan yang harus dilaluinya Lue Ang melihat sebuah kotak besar yang sangat mencurigakan, Lue Ang merasa sangat yakin jika kali ini jebakan pasti berada di dalam kotak besar itu.

"Apa kamu akan membukanya?" Tanya Ameng.

"Sepertinya aku memang harus melewati semua jebakan dan rintangan, kotak itu tetap harus ku buka juga," ucap Lue Ang.

"Tapi bagaimana jika itu adalah senjata tersembunyi yang akan langsung membunuhmu saat membukanya?" Tanya Ameng.

"Aku hanya perlu menghindar," ucap Lue Ang dengan percaya diri.

1
Suciani Ade
Ditunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!