NovelToon NovelToon
Hubungan Tanpa Status

Hubungan Tanpa Status

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:440
Nilai: 5
Nama Author: Kartini Quen

Senja Valencia adalah gadis introvert yang terlihat tenang, namun pikirannya tak pernah benar-benar sunyi. Overthinking menjadi bagian dari dirinya—ia banyak merasa, tapi jarang mengungkapkan.
Ia tidak menyukai keramaian dan hanya memiliki satu sahabat sejak kecil, Arelina, gadis ceria dan ekstrovert yang selalu berhasil menarik Senja keluar dari dunianya yang sepi. Bersama Arelina, sisi hangat dalam diri Senja perlahan muncul.
Hingga suatu hari, ia bertemu Keano Pradipta—pria ekstrovert yang hidupnya penuh tawa dan pertemanan. Pertemuan tak terduga itu justru membuat Keano penasaran pada Senja, gadis tenang yang menyimpan dunia luas di balik diamnya.
Dan sejak saat itu, hidup mereka mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartini Quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARI PERTAMA NARA SEKOLAH

Pagi hari — Senin

Rumah keluarga Keano kembali hidup setelah akhir pekan yang panjang.

Cahaya matahari pagi masuk melalui jendela besar ruang keluarga. Aroma kopi hitam dan roti panggang memenuhi udara. Suasana tampak tenang… namun ada sesuatu yang berbeda hari ini.

Hari pertama Nara masuk sekolah.

Langkah kaki terdengar dari lantai atas.

Keano turun dari tangga dengan langkah santai namun tegas.

Ia sudah mengenakan seragam sekolah lengkap — kemeja putih rapi, dasi sedikit longgar, dan jaket sekolah hitam yang membuat penampilannya terlihat semakin dewasa. Rambutnya masih sedikit basah sehabis mandi.

Tatapannya datar seperti biasa.

Tapi aura dingin dan tenangnya selalu berhasil menarik perhatian.

Di meja makan, Nara yang sedang duduk bersama Mama Ranti langsung menoleh.

Dan untuk sesaat…

ia benar-benar memperhatikan Keano.

Cara berjalan. Cara merapikan jam tangannya. Ekspresi serius yang tidak dibuat-buat.

Senyum kecil muncul di wajahnya.

"Morning, Keano."

Keano hanya mengangguk ringan.

"Pagi."

Ia mengambil botol minum di meja tanpa duduk.

Nara memperhatikan lagi.

Hari ini Keano terlihat… lebih tampan dari biasanya.

Entah karena jaket sekolahnya, atau karena semalam ia terlihat berbeda saat bersama Senja.

"Nggak sarapan dulu?" tanya Nara lembut. "Temenin aku, yuk."

Nada suaranya ringan. Akrab. Seolah itu kebiasaan lama.

Keano menggeleng sambil mengambil kunci mobil.

"Gue langsung berangkat aja."

Satu kalimat. Singkat. Nara sedikit terdiam.

Mama Ranti yang sejak tadi memperhatikan akhirnya mengangkat wajahnya.

"Keano."

Nada suaranya tidak keras, tapi cukup membuat Keano berhenti.

"Iya, Ma?"

"Kamu lupa sesuatu?"

Keano mengerutkan kening. "Apa?"

Mama Ranti menatapnya penuh arti, lalu melirik ke arah Nara.

"Hari ini Nara hari pertama sekolah di sana."

Keano menghela napas kecil.

"Iya, aku tau."

"Ya terus?" Mama Ranti menegakkan duduknya. "Kamu nggak ngajak dia berangkat bareng?"

Sunyi sebentar.

Nara pura-pura tersenyum santai, walau jelas menunggu jawaban.

Keano mengusap tengkuknya pelan.

Jelas ia tidak terlalu menyukai situasi ini.

"Mama… driver kan ada, supir ada."

Mama Ranti langsung menggeleng.

"Nara tamu kita. Dan kamu yang paling kenal sekolah itu."

Nada suaranya lembut, tapi tidak memberi pilihan.

"Kamu temenin dia."

Keano diam beberapa detik.

Ia tahu. Ini bukan permintaan.

Ini keputusan.

Pandangan Keano sempat jatuh ke lantai… lalu ia menghela napas menyerah.

"Oke."

Ia menoleh ke Nara.

"Lo udah siap?"

Senyum Nara langsung berubah lebih cerah.

"Iya."

Ia berdiri cepat, mengambil tasnya.

"Thanks, Keano."

Keano hanya mengangguk singkat.

Namun saat ia berbalik menuju pintu—

tatapannya berubah sedikit.

Tidak seantusias Nara. Tidak juga benar-benar dingin.

Lebih seperti seseorang yang sedang memikirkan orang lain.

Seseorang yang mungkin… sudah menunggu jemputan nya tanpa tahu hari ini akan berubah.

Di luar rumah, kendaraan roda empat dan roda dua sudah standby, dia berjalan menghampiri mobilnya, namun Nara langsung bertanya.

" gak pake motor?"

" gue mau jemput seseorang dulu, kalau lo gak suka naik mobil, gak usah di paksakan.

" Eh..aku mau." Nara langsung menjawab.

Dan tanpa disadari siapa pun—

hari Senin itu menjadi awal ketegangan baru di sekolah. Karena hari ini…

Nara resmi masuk ke dunia Senja.

Pintu rumah tertutup pelan di belakang mereka.

Udara pagi masih segar. Halaman rumah keluarga Keano tampak sibuk — mobil sudah menyala, motor berjajar rapi, para pekerja rumah berlalu-lalang memulai hari.

Keano berjalan menuju mobilnya.

Namun langkahnya berhenti.

Tangannya masuk ke saku jaket… mengambil ponsel.

Nama Senja langsung muncul di layar.

Jarinya mengetik cepat.

Keano:

Udah siap? Gue jemput.

Tiga detik.

Lima detik.

Centang dua.

Lalu balasan muncul.

Senja:

Aku udah berangkat, Keano.

Bareng Arelina.

Keano diam.

Matanya membaca ulang pesan itu.

Sekali.

Dua kali.

Ada jeda kecil di dadanya yang bahkan ia sendiri tidak mau akui.

Ia mengunci layar ponsel perlahan.

Nara yang berdiri di samping mobil memperhatikan. "Kenapa?"

Keano tidak langsung menjawab.

Tatapannya bergeser ke arah motor hitamnya yang terparkir di sisi garasi.

Hela napas pelan.

"kita nak motor aja"

Nara mengerjapkan mata.

"Hah?"

Tanpa menjelaskan, Keano berjalan ke arah motor.

Ia mengambil helm.

Melempar satu helm lagi ke arah Nara.

"Nih."

Nara refleks menangkapnya. "Kita naik motor?"

"Iya."

"Tadi katanya mau pake mobil?"

Keano menyalakan mesin motor. Suaranya langsung mengisi halaman.

"Gue males macet."

Jawaban singkat. Tapi jelas bukan alasan sebenarnya.

Nara tersenyum kecil.

Ia naik ke belakang motor tanpa banyak tanya.

Tangannya sempat ragu… lalu perlahan memegang jaket Keano.

Motor melaju keluar gerbang.

Dan tanpa mereka sadari— keputusan kecil itu akan menjadi bahan pembicaraan satu sekolah pagi ini.

Sekolah — Pagi Hari

Halaman sekolah mulai ramai.

Siswa berdatangan. Suara tawa, langkah kaki, dan obrolan memenuhi udara Senin pagi.

Mobil Arelina berhenti di depan gerbang.

Arelina turun lebih dulu dengan percaya diri seperti biasa.

Seragamnya rapi. Tatapannya tajam mengamati sekitar.

Di belakangnya, Senja turun pelan.

Hari ini ia terlihat lebih tenang… tapi pikirannya masih penuh.

"Ayo," kata Arelina ringan. "Masuk sebelum gue ketemu si Denis cerewet itu."

Belum sempat mereka berjalan jauh—

Suara motor masuk ke area parkir.

BRRMMMM—

Beberapa siswa langsung menoleh.

Bisikan mulai terdengar.

"Itu Keano kan?"

"Iya…"

"Tapi… bonceng siapa?"

Motor hitam itu berhenti tepat di area parkir favorit anak kelas atas.

Keano membuka helmnya.

Rambutnya sedikit berantakan tertiup angin.

Aura tenangnya langsung menarik perhatian seperti biasa.

Lalu…Nara turun dari belakang motor.

Senyumnya manis. Percaya diri. Seolah tempat itu memang sudah miliknya.

Detik itu juga—

Suasana berubah.

Bisikan makin ramai.

"Cewek baru?"

"Pacarnya?"

"Gila… Keano boncengin cewek selain Senja."

Di sisi lain halaman…

Langkah Senja berhenti.

Matanya terpaku tanpa sengaja.

Keano.

Dan Nara… turun dari motor yang sama.

Kepalanya mendadak berisik. jangan terlalu berharap banyak Senja

Ekspresinya tetap datar.

Tapi jemarinya perlahan mengepal.

Arelina menyadari arah pandangan Senja.

Alisnya terangkat sedikit.

"Oh."

Nada suaranya pendek… tapi penuh arti.

Sementara itu Denis yang baru datang dari arah kantin ikut melihat.

Ia hampir tersedak minumannya.

"Anjir…"

Denis menatap Keano lalu Senja bergantian.

"Ini… bakal rame."

Keano sendiri baru menyadari keberadaan mereka.

Tatapannya bertemu Senja.

Satu detik.

Dua detik.

Tidak ada senyum.

Tidak ada sapaan.

Hanya jarak yang tiba-tiba terasa berbeda dari biasanya.

Nara mengikuti arah pandang Keano.

Dan untuk pertama kalinya—

Matanya bertemu langsung dengan Senja.

Senyum tipis muncul di bibir Nara.

Bukan ramah.

Lebih seperti seseorang yang baru saja memasuki permainan… dan sadar siapa lawan utamanya.

Hari pertama Nara di sekolah baru resmi dimulai.

Dan tanpa pengumuman apa pun—

ketegangan di antara mereka juga ikut dimulai.

1
Kartini Quen
yuk ikutin terus kisah keano dan Senja...di jamin bikin baperrrr..🥰🥰
Kartini Quen
yuk baca cerita senja dan keano....di jamin bikin baperrrr🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!