Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊
Menjalani sebuah pernikahan kontrak??
Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?
Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.
Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."
Semua orang, : "...."
Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?
Ikuti terus ya.
Like,vote,dan comment.
😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10.Pertemuan.
Jane Alexander,usia dua puluh lima tahun.Tumbuh dan besar di desa,lulusan terbaik di jurusan pertanian,universitas lokal.Seorang pengganggu desa,dan beberapa hal remeh-temeh lainnya.
Kening Carlos mengernyit heran ketika membaca asal-usul dari tunangan yang baru dia ketahui keberadaannya ini.
Awalnya Carlos berfikir jika sang ibu akan memilihkannya seorang istri yang memiliki pendidikan,latar belakang,dan karir yang baik.Seperti yang selalu diinginkan oleh sang ibu.Akan tetapi, Carlos sama sekali tidak menyangka jika tipe sang ibu akan sangat buruk seperti ini.
Jane Alexander,selain wajahnya yang cantik,tidak memiliki nilai plus yang lain.Bagi seorang pebisnis seperti Carlos,yang dia butuhkan adalah seorang istri yang pintar,anggun,memiliki masa lalu yang bersih,dan berlatar belakang baik.Supaya mudah bersosialisasi dengan para istri dari rekan bisnisnya.Bukan vas kosong yang dipenuhi dengan karakter yang bermasalah seperti ini.
Carlos menghempaskan lembaran kertas yang baru saja dia baca ke atas meja.
"Hubungi pihak Alexander,katakan bahwa aku ingin bertemu dengan Jane Alexander,siang ini."
Tut.
Carlos ,memutuskan panggilan,lalu mulai bekerja.
Ketika tiba waktunya makan siang,Carlos telah menyelesaikan sebagian besar pekerjaannya.Dia melihat waktu pada jam tangan mahal, yang melingkar gagah di pergelangan tangannya.
12.45
Carlos berdiri dari kursi kebesarannya,lalu meraih jasnya kemudian berjalan keluar dari ruangannya.Didepan pintu,Mark sudah senantiasa menunggu kemunculannya.
"Nona Kedua Alexander,telah menunggu Anda di tempat yang sudah dijanjikan,Tuan Muda." Mark segera menyambut Carlos dengan hormat,sembari melaporkan tentang Jane yang telah menanti mereka.
Carlos hanya mengangguk singkat,lalu keduanya berjalan keluar dari kantor.
Sesampainya diparkiran eksklusif khusus bagi para petinggi perusahaan. Mark segera membukakan pintu mobil untuk Carlos.Setelah memastikan jika Carlos telah duduk dengan nyaman,barulah dia masuk dan duduk dikursi pengemudi.Mobil segera berjalan dengan mulus.
"Apakah kau sudah mengatur tiket kepulangan Came ke negara ini, Mark?" Tanya Carlos dengan pelan.
Mark menatap wajah lelah sang tuan muda dari kaca spion.Jika ditanya,siapakah orang yang paling dipedulikan oleh tuan muda didunia ini,maka jawabannya adalah Camelia.Kekasih masa kecil sang tuan muda,yang sayangnya sangat tidak disukai oleh nyonya besar.
Saking pedulinya,bahkan ketika dalam kondisi lelah pun,Carlos masih bisa memikirkan tentang Camelia.Dan Mark,sebagai seorang sekertaris pribadinya,mengetahui hal ini dengan sangat jelas.Oleh karena itu,dia sama sekali tidak berani mengabaikan tentang keperluan Camelia,orang yang paling dipedulikan oleh Carlos didunia ini.
Jadi,ketika Carlos bertanya tentang persiapan keperluan Camelia,Mark menjawabnya dengan lugas. "Sudah Tuan Muda,kursi dengan layanan VVIP,seperti biasanya."
Carlos mengangguk puas dengan jawaban Mark.
Dia tidak berbicara apapun lagi,dan memilih memejamkan matanya untuk menghabiskan sisa waktu perjalanan.
Mark juga memilih untuk diam.
....
Ketika mereka sampai disebuah restoran khas Asia,Mark segera membimbing Carlos menuju ruang pribadi yang telah disepakati,sebelumnya.
"Silahkan,Tuan-tuan." Pelayan yang mendampingi mereka,segera mempersilahkan keduanya dengan hormat.
Mark mengangguk sebagai jawaban,lalu mempersilahkan Carlos masuk terlebih dahulu.Carlos langsung masuk kedalam ruang pribadi,dan mata tajamnya segera menangkap seorang gadis muda yang cantik,yang tengah menguap dengan bosan.
Wajah Carlos seketika menjadi muram.
Gadis desa ini benar-benar seperti yang sudah dipikirkan olehnya.Tidak ada etika sama sekali.Dia bahkan tidak berdiri ketika melihat seseorang datang.
Dengan wajah yang tidak bersahabat,Carlos melangkah maju dan segera duduk tepat diseberang Jane Alexander.
Mark berdiri tepat dibelakang Carlos.
Suasana menjadi canggung seketika.Baik Jane maupun Carlos sama sekali tidak berminat untuk memulai percakapan.Situasi ini membuat Mark,yang sebagai pihak ketiga,merasa serba salah.Dia hanya bisa menggigit peluru dan memulai berbicara dalam kalimat formal.
"Selamat siang,Nona Kedua Alexander.Saya Mark,sekertaris pribadi Tuan Carlos Benjamin.Dan pria yang tengah duduk dihadapan Anda saat ini adalah Tuan Muda saya,Carlos Benjamin." Mark memperkenalkan diri mereka dengan nada datar tanpa intonasi sama sekali.
Jane mengangguk ringan,lalu diam.
Karena canggung,Mark akhirnya mempersilahkan pelayan meyajikan hidangan yang sudah dipesan sebelumnya.
Satu per satu menu hidangan disajikan diatas meja.Para pelayan bekerja dengan sangat efisien.Lima menit kemudian,mereka telah selesai menyajikan semua hidangan lengkap dengan penutupnya.
"Selamat menikmati,Tuan-Tuan dan Nona." Pelayan itu berkata dengan penuh hormat,lalu dengan teratur mundur bersama rekannya.
Tepat ketika pintu kembali ditutup,Jane sudah mengangkat sendok yang berisi sepotong daging kedalam mulutnya.Rupanya ,Jane sudah sangat lapar sejak tadi.
Ketika Bone mengetahui jika Carlos ingin bertemu dengannya,Bone sama sekali tidak mengizinkannya melakukan apapun ,dan langsung meminta para pelayan untuk mendandaninya dari pagi hingga menjelang siang.Yang akhirnya membuat Jane melupakan sarapan paginya.Hingga siang,dia juga masih harus menanti Carlos selama setengah jam,yang membuatnya kesal setengah mati.Ingin sekali Jane memesan makanan terlebih dahulu,namun Jane masih meremehkan kekejaman Bone.Jane sama sekali tidak diberi uang saku,sehingga dia tidak bisa membeli apapun yang dia mau.
Jadi,begitu pihak Carlos memesan makanan hingga pelayan menyajikannya,Jane sudah sangat tidak sabar untuk menyantap makanan tersebut.
Dan benar saja,baru saja para pelayan lenyap dari hadapan mereka,Jane langsung mengambil sepotong daging ayam tanpa tulang,dan memasukkannya kedalam mulutnya.
Sensasi manis,gurih,dan pedas beradu didalam mulutnya,membuat Jane tidak bisa mengungkapkan perasaannya lewat kata-kata.Jane memejamkan kedua matanya demi menikmati setiap gigitan yang dikunyahnya.
Sikapnya ini sama sekali tidak menunjukan sikap hormat terhadap orang yang memesan makanan tersebut.
Dia sudah kelaparan,oke.
Carlos yang sejak awal datang sudah berwajah masam,kini semakin cemberut ketika melihat sikap Jane,yang menurutnya sangat tidak sopan.
"Nona Alexander, menikmati hidangan bahkan sebelum saya mempersilahkannya.Apakah menurut Anda hal itu sangat sopan?" Tanya Carlos dengan nada mengejek sepenuhnya.
Mark yang berdiri dibelakang Carlos,dapat merasakan jika wajah sang tuan muda tampak sangat muram.Dia kemudian melirik ke arah Jane,untuk melihat ekspresi wanita itu.Namun,Mark dibuat ketakutan setengah mati oleh sikap tenang Jane.Dia tampak tidak terganggu sama sekali dengan kalimat sindiran yang diberikan kepadanya.
"Maaf, saya sangat lapar,sampai-sampai saya melupakan apa itu bersikap sopan." Jawab Jane dengan tenang.
Kedua pipinya tampak melotot karena dipenuhi dengan makanan.
Carlos semakin jijik saat melihat betapa kasarnya wanita ini.
"Oh, jadi maksud Anda,tidak peduli siapa yang memesan,karena Anda sudah lapar,jadi Anda berhak menyantapnya,begitu?" Tanya Carlos lagi.Kali ini dia tidak lagi berniat menyembunyikan penghinaan didalam kata-katanya.
Jane mengangguk kuat.