Seorang wanita dari jaman modern masuk ketubuh Permaisuri yang di jadikan pilar Kekaisaran, Dinny Winata.. umur 25 tahun, Dinny terkejut saat jiwanya di tarik paksa oleh cahaya yang datang ke tubuh nya
"Siapa kau?" tanya Dinny
"Aku jiwa yang dihianati dan di buang ke dalam jurang kebencian" jawab wanita yang persis dengan Dinny
"Apa mau mu? sampai menarik jiwaku yang sedang duduk di balkon" ucap ketus Dinny
"Hahaha... balaskan rasa sakitku, aku serahkan putriku dan putra untuk kau jaga, bukan nya kau di dunia ini hidup sendiri" ucapnya dengan nada penuh kebencian. Dinny menggerutu tidak jelas
"Tidak mau tiba-tiba punya anak, dsini aja aku masih single-single loh" jawab kesal Dinny. wanita yang menatap penuh kebencian langsung menatap penuh kerapuhan
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir kecerita Nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Ang Bei dan Nuning sedang mengajarkan para prajurit kekaisaran Ning berlatih. Ang Bei begitu tegas dan dingin di hadapan para prajurit yang lemah, lima puluh putaran Kekaisaran prajurit lakukan.
"Kalian Jangan mau kalah dengan Putri Nuning.... lihat dia saja yang masih kecil masih bisa berlari begitu cepat, sedangkan kalian dari tadi hanya bisa mengeluh... Cepat lari" teriak Ang Bei. para prajurit dan para Jenderal muda pun mengikuti ucapan putra mahkota mereka, mau mengeluh pun mereka takut diledek seperti tadi jadi mereka hanya bisa menuruti latihan yang menurut mereka tidak manusiawi. apalagi kaki mereka diberikan beban seberat lima kilo, satu kaki nya, dan kedua kaki jadi sepuluh kilo. belum Lagi batu yang sengaja diikat Di pinggangnya pun di lakukan Ang Bei.
Permaisuri Ai Ning yang melihat ketegasan putranya pun mengangguk puas, saat ini dia sedang membeli beberapa lahan untuk dijadikan persawahan. juga perkebunan sayur dan buah, tidak lupa juga Permaisuri Ai Ning membeli lahan untuk peternakan. sapi kambing dan ayam Permaisuri Ai Ning siapkan.
Permaisuri Ai Ning juga sudah menyiapkan resep untuk membuat keju, coklat dan beberapa selai. Permaisuri Ai Ning melakukan ini untuk mengajarkan semua rakyat bisa makan enak walau hanya roti gandum dan roti tawar biasa. iya lebih memilih membuat selai buah-buahan, karena lebih praktis untuk dibawa kemana pun. Permaisuri Ai Ning juga membuka lowongan kerja untuk para rakyat biasa. seperti toko sepatu model baru, jaman mereka sepatu terbuat dari kain dan di lapisan busa.
Permaisuri Ai Ning juga sudah mengajarkan para koki membuat cemilan dan makanan yang beda. Ang Bei dan Nuning lebih suka, makanan yang disiapkan oleh ibunya. ibu suri Ning juga mengangguk puas dengan rombakan yang dibuat oleh menantunya itu.
Permaisuri Ai Ning juga membuka sekolah gratis untuk para rakyat miskin, tidak hanya itu. saat ini pembangunan jalan pun untuk tiap desa dan tiap jalur di perbaiki, Tuan Nam Ai dan ketiga putranya yang berkerja keras. Permaisuri Ai Ning bahkan tidak memakai uang kas negara, Permaisuri Ai Ning bilang. selama tidak pakai uang kalian atau merugikan kekaisaran, jangan ikut campur. para menteri pun tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka tahu kalau Permaisuri mereka ngerogoh kantong dia sendiri.
Nuning yang sedang berlatih pedang dengan beberapa prajurit lelaki pun terlihat gagah dan cantik, apa lagi pakaian ziran yang dia pakai.
"Ayo lawan aku.... ck kalian sudah berlatih bertahun-tahun tapi lemah" ledek Nuning. dia sengaja melakukan itu agar membuat para prajurit semangat lagi, dan benar saja kelima prajurit itu langsung berdiri tegak dan bersiap melawan Tuan Putri mereka.
Nuning tersenyum miring, dia memang paling bisa dengan cara menghasut musuh seperti itu. Nuning pun langsung memutar pedangnya dan siap memasang kuda-kuda untuk menyerang kelima prajurit itu.
Ting
Trang
TReng
BUG
BUG
BOOM
Kelima Prajurit itu pun langsung terlempar karena tendangan Nuning, Nuning yang melihat kekuatan nya pun langsung berlari mendekati kelima prajurit yang terkapar oleh tendangannya itu.
"Eh.... kalian tidak apa-apa? maaf-maaf aku tidak sengaja mengeluarkan tiga persen kekuatan ku, ayo minum ini" ucap Nuning. kelima prajurit pun langsung berusaha untuk mendudukkan tubuh mereka, Nuning yang melihat para prajurit kesusahan pun dia langsung memanggil keempat hewan nya.
"Je... Ju....Ji.... Jo... bantu mereka, aku bantu paman To" ucap Nuning. keempat hewan itu turun langsung mengikuti perintah Tuan mereka, Mereka pun membantu keempat prajurit dengan susah payah.
"Maaf ya paman... aku tidak sengaja mengeluarkan kekuatanku sedikit, nanti aku akan mengurangi sedikit kekuatanku saat kita berlatih ya.... jadi ayo ini minum pil penyembuh milik ku" ucap Nuning.
"Tidak usah yang mulia... biar nanti kami meminta tapi untuk mengobati kami saja, lebih baik yang mulia menyimpan obat penyembuh ini untuk kepentingan yang mulia nanti" ucap lirih prajurit A. dan keempat prajurit pun langsung mengangguk mengiyakan ucapan rekannya, mereka juga mau tidak berani untuk mengambil pil penyembuh yang sangat mahal di kekaisaran mereka itu.
"Ih... Aku punya banyak pil penyembuh ini, ini hanya lima butir saja... Aku bahkan masih memiliki nya di kediaman ku" ucap Nuning kelima prajurit itupun saling tatap, mereka benar-benar tak bisa berkata apa-apa Tuan Putri mereka itu benar-benar sangat baik dan bijak.
"Te terima kasih yang mulia" ucap gugup kelimanya. Nuning pun mengangguk dan memberikan beberapa botol minuman yang diambil dari ruang biru milik ibunya, dan dia pun juga memberikan beberapa cemilan seperti roti dan keripik kentang yang belum pernah para prajurit itu makan di kekaisaran mereka.
"Nah... tolong ini bagikan untuk para rekan taman prajurit ya, untuk hari ini... kita berhenti dulu, besok baru kita berlatih lagi ya..." ucap Nuning. kelima nya pun mengangguk, Nuning pun meninggalkan tempat latihan itu dan Kelima prajurit itu pun masih tetap duduk di tempat mereka, setelah Tuan Putri mereka menjauh. Mereka pun langsung meminum pil penyembuh yang diberikan oleh Nuning.
"Nuning...." panggil wanita yang seumuran dengan nya. Nuning yang dipanggil pun langsung menoleh dan melihat Siapa orang yang memanggilnya dengan nama panggilan seperti itu.
"Nuning... kau kemana saja? aku mencemaskan mu loh" ucap Lembutnya. Nuning mengangkat kedua alisnya saat mendengar ucapan basa-basi dari salah satu Putri menteri yang berada di bawah naungan kekaisarannya.
"Apa kita pernah dekat?
BERSAMBUNG.......
2 kaki = 10 kilo?
siapa yang batuk?? 🤭