Kisah seorang anak perempuan yang selalu mendapatkan ketidakadilan dari sang ibu. gadis itu sering di bandingkan dengan saudara saudara nya sendiri. karena tuntutan ibunya, Lusiana harus terjun menjadi wanita malam, di sebuah club ternama di kota.
bagaimana car gadis itu bertahan dari keras nya dunia. apakah gadis itu mampu bahagia, atau malah sebaliknya?? ikuti kisah Lusiana sekarang juga!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.27
"Tentu saja aku sudah bangun dari tadi. Apakah kau sudah puas memandangi ku?"
"Tidak, siapa yang memandangi mu tuan. Ku rasa kau salah."
"Bangun, dan bersihkan dirimu. Kita akan pergi ke mansion kakek ku!"
"Deg.... Mendengar nama mansion kakek nya, membuat Lusi menghela nafas beratnya. dia benar benar tak siap dengan situasi seperti ini. Bagaimana jika kakek nya tak suka, dia benar benar berada di situasi yang cukup membuat nya pusing.
tanpa basa basi, Ken langsung menuju ke kamar mandi. saat melihat perut berotot milik Ken, wajah Lusi memerah seketika. Dia masih mengingat jelas, bagaimana brutal nya Ken tadi malam.
Setelah selesai mandi, Lusi langsung memakai pakaian yang ternyata sudah disediakan oleh BI Inah.
"Wow, nyonya cantik sekali." ucap nya kagum saat melihat Lusi memakai pakaian yang telah disediakan oleh tuan nya itu.
"Terima kasih bi." ucap nya yang masih terlihat kaku saat ini.
"Sama sama nyonya, mari sudah di tunggu oleh tuan di meja makan."
Lusi melangkahkan kaki nya, menuju ke arah bawah, dia melihat ternyata Ken sudah Duduk di meja makan dengan datar nya.
"Deg.... ken menatap Lusi dengan terpaku, saat melihat gadis itu cukup cantik hari ini.
"Hem... apakah kau masih betah berdiri di sana?" tanya ken dengan nada berat nya.
"Eh, iya iya." ucap lusi yang langsung duduk di sebelah Ken. walapun masih kaku, tapi dia berusaha terlihat baik baik saja.
"Ingat Lusi, pernikahan ini hanya sementara. Kalau semua nya sudah selesai, pasti akan berakhir. Mengapa aku terasa nyaman saat berada di dekat nya?" gumam Lusi dalam hati yang hanya menatap hambar makanan di depan nya.
Ken yang menyadari bahwa gadis itu terlihat murung, langsung bertanya dengan nada datar nya itu.
"Ada apa?" tanya ken yang berhasil mengejutkan Lusi yang sedang melamun.
"Tidak ada, tuan."
"Hmm."
Setelah menghabiskan makanan di piring nya, Ken dan Lusi tanpa berlama lama langsung berangkat menuju ke mansion utama milik kakek nya Ken.
Saat Ken mendekati nya, Lusi mengira dia akan di cium oleh Ken, sebab laki laki itu begitu dekat dengannya. Tapi ternyata, pria itu hanya memasangkan sabuk pengaman kepada nya, hal itu benar benar membuat nya malu seketika. rasanya ingin menghilang saja.
"Apakah kau mengharapkan di cium oleh ku?"
"Tidak, siapa yang mengharapkan di cium oleh mu tuan ken. Lagi pula ini hanya sebatas kontrak saja. Dan aku tak akan mungkin berpikiran ke arah sana." ucap nya dengan nada ketus berusaha menetralkan malu nya tadi.
"Hmm, jaga sikap mu saat disana. berikan akting mu sebaik mungkin di hadapan kakek ku, agar Mereka percaya kita keluarga yang harmonis!" ucap Ken dengan nada datar dan dingin nya itu.
"Tentu saja, aku akan berperan layaknya istri yang baik tuan Ken!" ucap lusi dengan nada datar nya. entah mengapa saat Ken bilang seperti itu, dia merasa begitu sedih. Apakah dia nyaman dengan pria yang saat ini, berstatus suami nya itu. rasanya dia merasakan kasih sayang yang tak pernah dia dapatkan dari orang tua nya sendiri.
"Hmm!"
Mobil langsung melaju kencang ke arah mansion utama kakek nya Ken, jarak nya lumayan jauh, sekitar beberapa menit saja. Sampai di sana, Lusi begitu kaget saat mansion utama kakek nya begitu besar dan mewah. Bahkan dia langsung gugup seketika.
Apa mgkin Lusi putri konglomerat yg di culik waktu bayi..