Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Sheza akan Membalas
Nella dan Karen kembali ke kediaman Hadiwinata dengan perasaan Nella yang merasa begitu terluka. Wanita paruh baya itu sedih, karena putrinya tega sekali mengatakan semua itu pada semua tetangga di sekitar tempat tinggalnya.
Yang paling mengejutkannya adalah, putrinya sudah benar-benar salah langkah. Putrinya menjadi tidak terarah, sudah menjadi seseorang yang tidak punya hati. Bagaimana bisa menjadi simpanan pria yang sudah punya istri.
Nella bahkan terus memikirkan itu, karena dia mempercayai ucapan orang-orang tadi.
Jika Sheza melihat bagaimana ibunya dengan mudah percaya pada orang lain, ketimbang dengannya sendiri. Mungkin dia akan terkekeh lirih. Air matanya mungkin tidak akan banyak mengalir, karena selama ini memang dia sudah kebal dan kenyang dengan perasaan semacam itu. Yang dia lakukan bukan akan menangis melihat ibunya lagi-lagi penuh percaya pada ucapan orang lain dan ucapan Karen, daripada padanya. Tapi, Sheza justru akan menertawakan dirinya sendiri.
Dia akan berkata,
'Itulah ibunya, ibu yang tidak pernah percaya padanya!'
Setelah menangis dan mengomel sendiri cukup lama, Nella menyeka air matanya dengan cepat. Wajahnya menjadi sangat serius. Sepertinya sesuatu telah terpikir di kepalanya.
"Telepon nak Alex, Karen. Minta dia datang!" kata Nella.
Karen yang penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh ibunya juga segera bertanya dengan wajah heran.
"Bibi, kenapa harus telepon Alex...?"
"Dia kan punya banyak anak buah, minta dia cari Sheza! minta dia bawa Sheza pulang. Sebelum dia benar-benar rusak, kita harus mengaturnya dengan baik!"
Nella sungguh seperti seorang ibu yang sangat perduli dengan putrinya. Sayangnya ada kata yang sangat tajam dan menyakitkan yang baru saja dia katakan. Itu akan sangat menyakiti Sheza. Dia bilang sebelum Sheza benar-benar rusak. Dia pikir anaknya benar-benar akan rusak, dia pikir anaknya sudah tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Seorang ibu, mengatakan hal itu tentang anaknya karena pengaruh orang luar. Sungguh ironis.
Karen yang melihat Nella benar-benar panik, segera meraih ponselnya untuk menghubungi Alex. Bagaimana pun, dia memang harus terkesan ingin membantu Nella dan Pras.
"Halo Alex, bibi ingin minta bantuanmu!"
[Ada apa? apa terjadi sesuatu pada Sheza?]
Karen sebenarnya merasa kesal mendengar apa yang diucapkan oleh Alex. Dia sudah berikan semuanya pada Alex. Tetap saja pria itu lebih memilih menikahi Sheza. Karena alasan, Sheza berasal dari keluarga yang terhormat. Dia anak sah Nella dan Pras.
"Sebenarnya begini Alex, aku dan bibi Nella tadi mencari Sheza. Aku bermaksud menjelaskan semuanya, meminta maaf padanya..."
[Katakan intinya saja! aku sangat sibuk, apa yang terjadi di pesta pertunangan itu membuat ayahku sangat marah. Ini semua salahmu, Karen!]
'Kenapa dia menyalahkan aku? tidak bisa begini, tidak bisa! aku harus lakukan sesuatu. Alex harus jadi milikku!' batin Karen.
"Maafkan aku Alex, tapi bibi sungguh butuh bantuan. Sheza sudah terlalu jauh melangkah ke kehidupan yang sangat berantakan. Dia jadi simpanan pria beristri..."
[Apa??? jangan sembarangan kamu Karen! Sheza dia tidak mungkin...]
"Makanya kamu datang saja kemari. Bahkan sampai sekarang, bibi masih menangis!"
[Ya sudah, setelah pulang dari kantor aku kesana]
Tut Tut Tut
Karen mendengus kesal. Alex bahkan langsung mematikan panggilan itu begitu saja.
'Alex, aku tidak mau di buang begini. Aku harus lakukan sesuatu!' batin Karen.
"Karen! bagaimana sayang? apa Alex akan membantu kita?" tanya Nella yang penasaran dengan bagaimana hasil Karen bicara dengan Alex.
Karen segera mendekati Nella dan merangkul lengannya.
"Bibi, tenang saja. Aku sudah bicara baik-baik dengan Alex. Dia pasti akan datang kemari dan membantu bibi. Hanya saja saat ini dia masih ada pekerjaan penting, tapi dia bilang pasti akan datang!"
"Bagus kalau begitu! Sheza harus di atur dengan benar. Kalau dia rusak, nama baik keluarga ini juga akan rusak!"
"Bibi tenang saja, Alex pasti bisa menyelesaikan masalah ini!"
Nella mengangguk lega.
"Untung ada kamu Karen. Kalau tidak, bibi tidak tahu harus bicara dengan siapa lagi?"
Karen merangkul Nella, setengah memeluk.
"Bibi tenang saja, aku sudah dibesarkan dan dirawat dengan baik. Aku pasti tidak akan mengecewakan bibi. Dua bulan lagi, juga ada lomba tari internasional. Aku akan buat bibi dan paman bangga. Dengan begitu, semua orang yang kemarin sempat meragukan paman dan bibi. Akan kembali membina hubungan baik dengan paman dan bibi!"
"Kamu memang anak yang baik, Karen!"
Karen tersenyum, senyuman itu sepertinya adalah senyuman kebanggaan, kebanggaan atas dirinya sendiri yang selalu berhasil menghasut Nella dan Pras untuk bisa terus percaya padanya.
Karen sudah punya rencana. Sekarang mungkin dia di mata paman dan keluarga Alex, adalah seseorang yang memang sedikit banyak mempengaruhi hubungan Alex dan Sheza. Tapi, dia akan buktikan. Dia bukan seseorang yang bisa di pandang lemah. Ajang tari dua bulan lagi itu akan dihadiri oleh seorang profesional dari luar negeri. Jika menjadi pemenang, maka akan dijadikan penari utama di pertunjukan tari yang sangat terkenal di Belgia. Itu akan menjadi awal karir Karen yang sangat luar biasa. Saat itu, Sheza bukanlah apa-apa baginya.
Sementara itu di rumah Sheza. Rumah besar yang memang sudah diberikan sepenuhnya oleh Jendra pada Sheza. Vins datang dengan membawa laporan tentang apa yang terjadi di rumah Sheza.
Tadinya, Jendra minta Vins dan Paul memasang kamera pengawas di jalan dan di sekitar rumah lama Sheza. Siapa sangka, mereka malah mendapatkan semua yang terjadi di depan rumah tadi pagi.
Melihat rekaman itu, Jendra terkekeh pelan, lalu meraih tangan Sheza dan menciumnya.
"Sayang, tega sekali kamu. Punya suami kaya raya, masih selingkuh dengan pemilik pabrik plastik!"
Sheza melebarkan matanya. Dia mendengus kesal dan menarik tangannya dari genggaman Jendra.
"Dua orang itu, bahkan bukan warga perumahan!" kata Sheza kesal.
"Sayang, aku tahu. Aku juga hanya bercanda. Paul sedang mencari tahu siapa dua wanita itu! aku rasa, semua ini ulah sepupu mu yang kurang ajar itu sayang! kamu mau aku apakan dia, supaya dia tidak lagi membuat masalah untukmu?" tanya Jendra.
Sheza terdiam, dia tidak bisa menari lagi karena Karen. Kalau begitu, Sheza juga akan mengakhiri karir menari Karen.
"Aku butuh sedikit bantuanmu..."
"Sayang, jangankan sedikit bantuan. Kamu tahu nyawaku milikmu kan?"
Sheza terdiam, tatapan Jendra padanya. Begitu tulus dan penuh kejujuran.
"Baiklah, aku mau kamu carikan aku seseorang yang bisa menari!"
"Kamu mau menari lagi? bukankah kakimu tidak bisa..."
Sheza menggelengkan kepalanya.
"Bukan untukku, untuk Karen"
Jendra mengernyitkan keningnya, tapi dia tetap akan melakukan apapun keinginan Sheza.
"Anggap saja kamu sudah mendapatkannya, sayang" kata Jendra sambil kembali meraih tangan Sheza dan menciumnya.
***
Bersambung...
Lebih merasa gak enakan seolah-olah punya hutang budi, dan memperlakukan anak sendiri bagai orang lain..
Denial dengan ucapan anak sendiri, dan lebih percaya dengan omongan orang lain.. 🤦🏻♀️
ditendang sambil duduk katanya 😂😂
Sedangkan aku aja pernah ketimpa paksu sewaktu masih berat 88kg, mataku melotot seperti mau keluar.. Astaghfirullah..🤣🤣
Kau orang tua nya..
Kau ibunya, yg seharusnya lebih paham akan karakter anaknya..
Seharusnya kau mencari tau sendiri dulu yg sebenarnya..
Kau bisa menghubungi nya, tanpa harus berkoar-koar dulu dengan siapa²..
Bahkan dengan Karen pun, kau harus menyimpan rahasia & fakta..
Agar kesalahan pahaman yg terjadi ketemu jawabannya..
Agar kau bisa melihat sendiri seperti apa Karen & seperti apa Sheza..
Namun kau berbeda, kau justru memilih buta untuk mencari fakta..
Kini sesal mu pun tiada guna..
Kau pun telah kehilangan putri terbaik mu, dan menantu terkaya..
Rasakan kurma pahit buat kalian semua..
Untuk kau Pras, Karen, dan Nella..
Dan kau Pras, saham mu pada perusahaan akan menyusul kejatuhannya..😏
Bukan kah kau benar² wanita licik & menjijikkan, benar kan..? 🤣🤣
Gak usah merasa jd wanita terzolimi kau sebagai perempuan..
Sebab hanya hati yg kotor, yg hanya melihat mu yg jd korban..
Mereka yg bisa melihat wujud asli mu, pasti tau bahwa kelakuan mu bagai setan..
Memanipulasi, menghasut, bahkan tega playing victim asal terwujud keinginan..
Kau menghalalkan segala cara untuk mencari simpatisan..
Agar terlihat seperti anak baik, padahal akhlaknya bagai siluman.. 😏