Seorang pemuda tampan dari sebuah alam bawah dan dari sebuah perkumpulan keluar SING yang ada di sebuah wilayah mencoba dan terus mencoba. Entah apa yang akan di laluinya.
simak terus jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai Aiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nah, ITu Dia BOCAH LiCIk.
SING KANG yang mendengarkan suara percakapan suami istri itu menjadi penasaran, tapi dia bingung bila ingin mengikuti atau mendaftar di turnamen itu. Ia harus mendaftar dimana.
Setelah SING KANG selesai makan dan sedang mendengarkan percakapan suami istri itu.
Tiba-tiba Paman TIGER LON dan dan sekelompok wanita cantik dari aliansi KANDOLE masuk kedalam rumah makan tersebut.
SING KANG langsung tersenyum kearah Paman TIGER LON yang di balas oleh Paman TIGER LON.
Setelah duduk di samping Tuan Muda SING KANG, kemudian memesan makanan dan menceritakan semua informasi yang di dapatnya kepada SING KANG.
Tidak beberapa lama kemudian pesanannya datang, Paman TIGER LON langsung menyantap makanan itu begitu lahap.
Kelompok aliansi KANDOLE yang baru masuk bersama Paman TIGER LON tadi mereka memilih beberapa meja untuk di tempati.
Mereka bermaksud untuk istirahat karena lelah mengejar SING KANG semalaman hingga pagi datang.
Setelah duduk makan dan istirahat, tiba-tiba salah satu dari kelompok mereka tidak sengaja melihat kearah meja tempat SING KANG dan Paman TIGER LON berada dan langsung berteriak menunjuk kearahnya.
"Nah, Itu dia Bocah yang kurang ajar dan licik yang kita cari! Teman teman, mari kita bunuh dia" Ucapnya.
Ternyata Tiga wanita paruh baya, atau tetua dari kelompok tersebut tidak ikut karena pulang ke markas mereka untuk melapor kepada sang pemimpin organisasi. Atau tetua perkumpulan mereka.
Ketiga pemimpin mereka hanya berpesan kepada salah satu Tetua untuk terus mencari Bocah licik itu, kalau tidak bisa menangkapnya bunuh saja dan juga cari keluarganya.
Kelompok organisasi KANDOLE itu sangat kejam, bila mereka tidak menemukan orang yang di incar mereka, buruan mereka. Mereka akan mengejarnya sampai dapat. Bila tidak bertemu, keluarganya pun ikut di bantai.
SING KANG yang melihat kelompok aliansi KANDOLE ia masih duduk santai sembari terus mengobrol dengan Paman TIGER LON.
"Hehehe..Jangan buat keributan di tempat ini" Ucap pria paruh baya yang bernama CO RENG menatap kearah kelompok wanita berpakai merah tersebut dengan pandangan sangat tajam.
"Hey..Siapa kalian yang telah berani ikut campur urusan kami dari kelompok aliansi KANDOLE" Seorang wanita dari kelompok itu membentak sepasang suami istri itu.
CO RENG segera berdiri dari tempat duduknya dan menatap kearah kelompok wanita berpakaian merah itu dengan tenang dan sedikitpun tidak ada rasa takut dan berkata.
Huh...Apakah kelompok Aliansi KANDOLE sangat menakutkan? Hanya kelompok wanita yang pekerjaannya menculik, membuat masyarakat tidak tenang oleh teror kalian, di depan aku CO RENG dari perkumpulan RACUN UTARA. siapa yang takut. Ucapnya.
Seorang wanita paruh baya berpakaian merah yang tau tentang perkumpulan RACUN UTARA terkejut. Perkumpulan RACUN UTARA sangat kuat dan anggotanya tersebar di delapan Wilayah yang ada di BENUA ini. Sama kuatnya dengan Perkumpulan Aliansi KANDOLE.
Dengan cepat seorang Wanita paruh baya, bergerak berdiri. Wanita paruh baya itu adalah tetua dari kelompok wanita berpakaian merah itu meminta maaf kepada CO RENG.
"Maafkan kami dari kelompok aliansi KANDOLE yang telah menyinggung orang hebat makan di sini. Silakan Tuan CO RENG makan dengan tenang" Ucapnya.
Beberapa saat kemudian, SING KANG bergerak berdiri dan langsung berjalan kearah pintu keluar rumah makan tersebut, yang di ikuti oleh Paman TIGER LON di sampingnya.
Melihat Bocah yang mereka buru telah keluar dari rumah makan tersebut. Tetua dari kelompok itu segera berdiri bergerak keluar, yang di ikuti oleh semua anggota kelompoknya.
Tiba-tiba terdengar suara bentakan keras dari arah belakang SING KANG.
"Berhenti kau bocah licik. Urusan kita belum selesai sampai di sini saja. Jangan harap kau bisa lari. Kali ini matilah kau" Ucapnya.
Tetua itu langsung menyerang SING KANG menggunakan Racun Ilusinya.
SWUSSS...
Racun yang tidak berbentuk dan tidak dapat terlihat oleh mata telanjang segera saja mengejar memburu kearah tubuh SING KANG.
"Tuan muda!" Seru Paman TIGER LON.
Paman TIGER LON tenang saja, biar aku saja yang membereskan mereka.
Setelah berkata begitu, SING KANG mengulur tangannya kearah belakang dan seberkas angin kosong langsung menghadang Racun Ilusinya dan membuat Racun Ilusi itu jatuh keatas tanah mengeluarkan bau yang sangat menjijikkan.
Melihat serangan Racun Ilusinya dapat di patahkan, tetua itu terkejut beberapa saat dan kemudian langsung memerintahkan semua anggota kelompoknya untuk segera menyerang SING KANG.
SWUSSS..... SWUSSS.... SWUSSS...
CLING... CLING... CLING...
Semua anggota kelompok wanita berpakaian merah itu langsung memainkan jarinya. Dan sungguh sangat menakjubkan. Di ujung kuku kesepuluh jari mereka semua keluar bermacam ragam warna sinar.
Semuanya mengarah kesatu sasaran yaitu tubuh SING KANG.
Dengan santai SING KANG mengibaskan tangannya, angin berhembus sangat kencang keluar dari kibasan lengan bajunya langsung melesat mementalkan semua sinar sinar racun tersebut kearah pemiliknya.
Melihat itu, kelompok wanita berpakaian merah tertegun dan dengan cepat langsung menghindar.
Tetua dari kelompok mereka menghardik keras.
'Keparat kau Bocah licik, berani sekali membalikkan semua serangan Racun kami. Sekarang terima kematianmu dan rasakan Bubuk Racun pelumpuh kultivasi"
"Sebarkan!" Wanita paruh baya itu memerintahkan kepada semua anggota kelompoknya untuk segera menyebar bubuk racun pelumpuh kultivasi kearah SING KANG.
"Tuan Muda, biar aku saja yang yang menghadapi mereka" Ucap Paman TIGER LON meminta izin kepada SING KANG.
SING KANG mengangkat tangannya menyuruh Paman TIGER LON tidak ikut campur.
Tiba tiba tempat itu sudah di penuhi oleh asap serbuk halus, semuanya mengarah ketempat pertempuran. Asap itu tak berwarna dan tidak bau.
SING KANG yang awalnya tidak ingin berbuat kejam dan meladeni kelompok itu. Akhirnya memutuskan untuk melenyapkan saja kelompok itu dari muka bumi ini.
Setelah membuyarkan semua serbuk Racun Pelumpuh kultivasi dengan beberapa kibasan lengan bajunya.
SWUSSS... SWUSSS... SWUSSS..
Angin sangat kencang berhembus keluar dari lengan bajunya SING langsung membuat semua Racun pelumpuh kultivasi buyar menghilang terbawa bersama angin kencang.
SING KANG mengeluarkan Pedang Penguasa dari dalam cincin penyimpanannya. Bergerak sangat cepat, melebihi kecepatan cahaya dan langsung mengayunkan pedangnya kearah tubuh tubuh berpakaian merah tersebut.
CRING....!
SLASSS...SLASSS...SLASSS...
CRASSS...! CRASSS...!CRASSS..!
Tubuh tubuh berpakaian merah tanpa kepala berjatuhan di tempat tersebut. Hanya dalam sekejap saja SING KANG telah memasukkan kembali pedang Penguasa kedalam cincin penyimpannya.
"HUFFFF..."Menghembuskan nafas panjang dan bergumam pelan.
"Sebenarnya aku tidak ingin membunuh kalian, tapi kalian sendiri yang memintanya. Maafkan Bocah Lugu ini yang bertangan kejam. Mungkin itu pantas buat kalian"
Dukung terus cerita ini dengan cara sebagai berikut.
Like.
Vote.
Hadiah.
Iklan.
Suka.
Jangan lupa kritik saran dan masukannya.
Ada kelanjutannya pada halaman sebelah kanan tunggu aja beberapa saat kemudian.