NovelToon NovelToon
Janda Kesayangan Tuan Mafia

Janda Kesayangan Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Mafia / Tamat
Popularitas:20.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Ini merupakan Novel Sekuel dari Melepas para Benalu,

Wina tak pernah menyangka kisah hidupnya yang tragis membuatnya akhirnya bisa bertemu dengan lelaki yang sangat kejam tapi sangat mencintai dan menyayangi dirinya yaitu Alexander

Alexander adalah seorang Mafia kelas kakap yang bahkan polisi juga sangat segan kepadanya.

Pertemuan tidak sengaja itu pun menjadikan Tuan Mafia yang terkenal kejam dan tidak berperasaan itu akhirnya memiliki tempat pulang dan orang yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Wina menatap manik kecoklatan milik sang kakak angkat, disana dia bisa melihat cinta yang besar dan juga ketulusan, entah cinta seperti apa yang dimiliki lelaki itu padanya

"Aku hanya ingin tidak ada lagi orang yang kucintai dikejar untuk dilenyapkan, aku hanya ingin membalas mereka dengan tanganku sendiri, mereka hanya berurusan denganku bukan denganmu". Wina menarik tangannya pelan

Dia memutuskan kontak mata keduanya karena tidak ingin larut dengan tatapan dalam penuh rasa cinta itu.

"Aku sedang tidak berniat bernegosiasi Wina, selain karena hutang balas budi ku kepada orangtuamu, aku juga ingin menjaga dan melindungi kamu secara pribadi, bukan sebagai seorang kakak angkat".

Kini dia bertekad menyampaikan perasaannya pada Wina agar Wina tahu jika dirinya menyukainya sejak mereka masih kecil.

Alex menghela nafas kemudian memegang pundak Wina untuk berhadapan dengannya langsung karena Wina membuang mukanya tak ingin menatapnya

"Aku sudah menyayangi kamu sejak kecil, kebaikan hatimu kepadaku saat itu membuatku mengagumi kamu sejak kita masih kecil, bukan sebagai seorang kakak tapi sebagai seorang pria pada seorang gadis saat itu dan semua yang aku rasakan itu tetap tumbuh hingga kini".

Mata Wina membesar sempurna, ungkapan perasaan Alex membuat dirinya merasakan hal yang berbeda kini.

"Perkataanmu itu tidak lucu Alexander, jangan karena kasihan padaku, kamu mengatakan cinta seperti itu, aku tidak ingin menjadi ornag yang akan dikasihani". Tatapan Wina tajam menembus mata hati seorang Alexander Abraham.

Alex menggeleng pelan, tatapannya melembut dan juga penuh hangat dan rasa sayang dan Wina bisa melihatnya.

"Aku sedang tidak melucu dan bercanda Wina, aku memang serius dengan perkataanku itu, aku mengatakan ini untuk mengungkapkan perasaan ku selama ini kusimpan, aku menyampaikannya bukan untuk menemanimu tapi untuk memberitahu kamu bahwa kamu tidak sendirian, kamu bisa mengandalkan aku dalam situasi apapun tidak peduli kamu membalasnya atau tidak".

Alex mengelus kepala Wina dengan penuh kelembutan, dia ingin Wina tahu betapa dia menyayanginya.

"Terima kasih tapi untuk saat ini aku tidak berpikiran untuk mengurus hal seperti itu, aku akan menyelesaikan masalahku terlebih dahulu dan hidup tenang, aku sudah lelah mengurus dendam dan balas dendam seperti ini, diam saja mereka semakin menginjak-injak aku, membalas akan ada babak baru lagi, entahlah aku bingung".

Dia menarik nafasnya dan membuangnya kasar, jujur saja dia tidak habis pikir dengan semua yang terjadi mengapa dia selalu dikorbankan padahal tak pernah melakukan kejahatan pada mereka.

Alex menggeleng kemudian menarik Wina kedalam dekapannya, dia ingin Wina ini tahu jika dia bisa menjadi apa saja yang dia inginkan.

"Kamu punya aku Wina, jangan terlalu dipikirkan, lakukan apapun yang kamu mau aku akan selalu berjalan dibelakangmu untuk melindungimu, selesaikan apapun yang ingin kamu selesaikan, aku tidak akan melarang tapi berjanjilah untuk terbuka kepadaku agar aku bisa membantumu".

Wina mengeratkan pelukannya, pelukan ini adalah pelukan yang dia rindukan untuk perlindungan selama ini, dia merasa rapuh tapi dipaksa kuat untuk keadaan dan orang-orang yang dia sayangi.

"Terima kasih, aku minta maaf belum bisa membalas perasaaanmu, aku belum memikirkan hal itu, aku juga tidak bisa menjamin jika bisa membalas perasaan mu". Ucapnya dengan nada bersalah

Dia tidak ingin membuat Alex merasa digantung olehnya, dia juga tidak ingin karena masalah perasaan seperti itu membuat hubungan mereka renggang nantinya.

"Tidak perlu khawatir Wina, aku tidak akan memaksamu, aku hanya memberitahukan kamu tentang perasaan ku, jika kamu belum bisa membalasnya tidak apa, aku ingin kamu menerima aku dengan hatimu bukan karena paksaan".

Wina melepaskan pelukannya, dia menatap Alex dengan senyum tipis tanda mengerti.

"Terima kasih, maafkan aku jika ini melukaimu".

Alex mengelus kepala Wina dengan sayang. " Tidak perlu dipikirkan Wina, aku akan menunggumu, dulu aku juga mencintaimu dalam diam dan dengan jarak jauh, aku tidak masalah jika harus menunggu".

"Terima kasih".

Alex tersenyum tipis kemudain menatap Wina dengan serius dan Wina menangkap itu dengan baik sehingga tatapannya kemabli mode serius juga.

"Apa kamu akan membalas Taici? ". Pertanyaan itu meluncur dengan tegas tanpa perantara.

Dia ingin Wina menjawabnya dengan pasti karena Taici adalah lawan yang akan sulit dia tumbangkan nantinya.

"Tentu, dan aku punya cara melakukannya". Jawabnya dengan senyum tipis yang misterius lebih tepatnya menyeringai.

Alex menaikkan sebelah alisnya dengan sangat penasaran, dia tidak menyangka jika Wina sangat berbeda dari yang dia kenal walau orang-orang suruhannya pernah memberitahunya jika Wina tidak seperti perempuan diluar sana yang suka pesta dan barang-barang mewah.

"Lelaki itu akan menerima sesuatu yang tidak akan pernah dia sangkah dalam hidupnya, dia memilih menjadi orang yang menghancurkan anak dari orang yang telah menolong keluarganya maka akan kubuat dia tahu jika kadang rasa sakit itu terjadi karena hutang budi itu sendiri".

Wina membalikkan kursi rodanya, dia mendorong kursi roda itu mengambil tongkat yang disediakan oleh dokter dan berusaha untuk berdiri.

"Biar aku bantu". Alex berdiri hendak membantu Wina tapi langkahnya terhenti mendengar suara dingin Wina kepadanya.

"Tetap di tempatmu tuan Alexander, aku bukan orang yang lemah yang selalu akan berlindung pada orang lain". Ucapnya tanpa berbalik sama sekali.

Alex menghembuskan nafasnya dengan kasar, dia kembali duduk ditempatnya membiarkan Wina dengan sikapnya bukan karena dia tidak ingin dekat tapi dia tahu Wina yang ada didepannya adalah Wina versi baru yang terlalu banyak luka dan memilih bangkit dan melawan.

"Aku tidak pernah merasa mengasihani kamu Wina, semua yang aku lakukan adalah karena perasaan cinta dan sayangku selama ini untuk mu, tidak semua orang memandangmu seperti apa yang kamu pikirkan".

Wina tertawa pelan, tawa yang terdengar pahit dan menyakitkan.

"Orang yang paling lemah sekalipun akan melawan jika dia dalam bahaya Alex, dan aku akan menjadi orang itu, sudah cukup selama ini ornag menindas ku karena aku terlihat lemahdan butuh dikasihani". Jawabnya dingin.

Dia tidak memanggil Alex dengan sebutan kakak angkat lagi walau usia mereka berbeda, dia tidak merasa sungkan sama sekali.

"Wina jangan seperti ini, kamu seperti melupakan siapa dirimu sendiri, jangan biarkan dendam menguasai dirimu, ingat kami Wina Aditama yang lembut dan penyayang".

"Wina yang lama sudah mati Alex, sudah cukup orang-orang menginjak-injak dirinya". jawabnya semakin dingin dan tajam.

Alex menggelengkan kepalanya tanda tak setuju, dia tidak ingin Wina menjadi wanita pendendam apalagi mengubah jati dirinya yang sebenarnya.

"Win". Tegurnya pelan.

"Keluarlah, jika kamu masih mau bedebat denganku, aku akan tetap pada pendirian ku".

1
nora baru
tamatkah?
Ida Haryono
kami tunggu lanjutannya bgmn akhir dari jehidupan wina d shbt2 nya dgn bnyknya mslh kehidupan dendam mslah yll....
certia cukup menarik🙏
Ida Haryono
cukup baik d alur cerita juga baik tapi bnyk pengulangan insiden yg sama....karakter msg2 sahabat ber5 ini baik salibg mendukung.... lanjut thor cerbung ini ya....tks
Ida Haryono
panjang ya ceritanya.....msh penasaran gmn tindakan lanjit Alex dlm melindungi mereka wina cs...lanjut thir.....👍
Lina Ina
bagaimana reno dgn ellangra thor
Leni
Erlangga gak masuk cerita lagi ya, kirain Erlangga balikan sm Wina, kasian sekali s Er 🥲
Yuni Martopo
cerita yang bagus/Rose//Rose//Rose//Rose/
Ayudya
lah cari mati aja si Pras ma adeknya🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lanjut kak
I Love you,
aka😁😁😁🤣🤣🙏🙏
Ayudya
semoga Wina bisa bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!