Mantan orang nomor dua dari sebuah perusahaan dan dunia bawah yang sebelumnya menghilang, Tiba-tiba dia kembali muncul di suatu negara dengan identitas yang berbeda hanya jadi seorang bartender di sebuah Bar.
Dia sangat terkenal di kalangan para wanita namun sikapnya begitu dingin kepada semua wanita yang mengaguminya.
Akankah ada wanita yang mampu mengetuk hatinya, apakah dia wanita di masa lalunya atau wanita yang datang di masa transisi nya.
Rocky apakah dia bisa jatuh cinta dan melupakan masa kelamnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
"Jika kau masih di sini kakak mu itu akan pergi jauh, nona pencuri" Ucap Erlan yang mulai percaya jika Rocky adalah kerabat Aleena, meski Erlan masih merasa sedikit Aneh kenapa Aleena memanggil Rocky om. "Kau yakin masih mau diam di sini? " Erlan melihat Aleena tidak bergerak sama sekali "Kakak mu akan semakin jauh lo" Ucap Erlan lagi, meski Erlan tidak rela kehilangan kokinya tapi dia juga bukan orang yang tidak punya hati membiarkan keluarga tercerai berai di depan matanya.
"Biarkan saja" Jawab Aleena yang membuat Erlan terkejut. Aleena masuk ke dalam apartemen Erlan.
Aleena mengambil tasnya dan keluar lagi "Ternyata tidak bisa membiarkan nya begitu saja, dia adalah anggota keluarga ku" Ucap Aleena yang segera berlari membawa tasnya "Tuan penadah jangan kau jual koper ku! " Ucap Aleena yang begitu saja meninggalkan kopernya pada Erlan.
Erlan tersenyum tanpa sadar dengan tingkah Aleena lagi dan lagi, Erlan menyeret koper Aleena saat Erlan masuk ke dalam apartemen nya, dia merasa ada yang sepi padahal baru satu malam Aleena berada di Apartemen nya "Kenapa aku merasa kehilangan? apa karena aku lapar" Pertanyaan bodoh itu mulai menghantui Erlan.
Aleena segera berlari, namun sesuai dugaan Erlan Rocky sidah turun menggunakan lift, Aleena tersenyum dan memilih melewati tangga "Hanya tangga segini tidak masalah" Aleena dengan cepat menuruni tangga, hal ketangkasan dan kecepatan sudah pasti bisa Aleena lewati dengan mudah.
Rocky di dalam lift hanya bisa diam terpaku, dia sedikit menyesal dengan apa yang terjadi, "Rocky kemana kau harus pergi, apakah kau akan benar-benar lari lagi? " Rocky berbicara pada dirinya sendiri.
"Akhhhh kenapa aku selalu saja seperti ini" Rocky mengacak rambutnya kasar, dia benar-benar terlihat berantakan seperti saat itu, saat dia mengetahui orang yang dia sukai sudah tidak ada.
Rocky berfikir Aleena akan memaafkannya saat dia meminta maaf dengan tulus tapi ternyata hal yang dia lakukan sia-sia, padahal Rocky sudah melanggar sumpahnya pada dirinya sendiri untuk tidak menggunakan kemampuan nya sebagai hacker tapi demi Aleena dia sudah melanggarnya "Sayang sekali seperti nya aku memang tidak akan kembali" Rocky membenahi dirinya saat lift sebentar lagi terbuka.
Aleena benar-benar sampai saat lift baru saja terbuka, Rocky terkejut saat lift terbuka dia melihat Aleena, Rocky keluar dan menampar pipinya dengan kuat membuat Aleena terkejut dan berlari ke arah Rocky.
"Om apa yang kau lakukan? " Tanya Aleena saat Aleena sampai dan menghentikan tangan Rocky yang ingin menampar pipinya lagi.
"Aku tidak bermimpi, aku pikir kau.. kau" Rocky tidak bisa meneruskan kata-kata nya dan langsung memeluk Aleena. Aleena menyukai rasa pelukan dari Rocky ini, Aleena berharap waktu bisa berhenti saat ini juga.
Namun seperti nya Tuhan tidak mengabulkan permintaan Aleena, karena Rocky segera melepaskan pelukannya dan menatap Aleena "Kau berubah pikiran? " Tanya Rocky.
"Apa sudah terlambat untuk aku mengubah keputusan ku? " Aleena tersenyum dengan sangat manis, mustahil untuk orang bisa menolaknya.
"Kau boleh mengubahnya kapan saja, bodoh! " Rocky mengusap kepala Aleena, Aleena tidak terlalu suka adegan ini, karena Aleena merasa dirinya di anggap masih anak-anak oleh Rocky.
"Kita pulang" Ajak Rocky yang mendapat anggukan dari Aleena, sejenak mereka melupakan koper yang Aleena tinggal di apartemen Erlan.
Di dalam mobil, mobil terasa hening Rocky melirik ke arah Aleena "Aleena apa kau masih marah? " Tanya Rocky.
"Sedikit, tapi om kau tidak lupa bukan tentang apa yang kau bicarakan tadi" Ucap Aleena yang memainkan alisnya.
Sejujurnya Rocky tidak mengingat semua yang dia katakan, karena ucapannya tidak di tata itu keluar dengan spontan jadi beberapa ada yang dia lupa "Sejujurnya aku lupa" Jawab jujur Rocky membuat Aleena kesal.
"Kau bercanda kan om? " Aleena melipat tangannya dan wajahnya sudah terlihat kesal Aleena seperti nya akan merajuk lagi.
"Tidak bercanda, aku melupakan beberapa tapi tentang ucapan maaf ku, aku tidak lupa"
"Om, kau membuat janji tapi kau melupakan nya, huh " Aleena menggembungkan pipinya, Rocky mulai mengingat semua yang dia ucapkan.
"Apa tentang menghukum? baiklah kau boleh menghukum ku jika kau mau Aleena" Ucap Rocky yang pasrah, namun Aleena tidak menginginkan janji yang ini dia malah melupakan tentang menghukum.
"Menghukum tidak buruk juga, apa kau siap untuk hukuman mu om" Ucap Aleena dengan wajah yang begitu menantikan waktu untuk menghukum Rocky "Tapi om kau jangan lupa dengan ucapan mu yang lain" Aleena masih ingin Rocky mengingat ucapannya yang masih sangat terngiang di kepala Aleena.
"Apakah penting? " Rocky seperti nya harus mengingat semua ucapannya saat dia membujuk Aleena.
"Sangat-sangat penting" Aleena mengangguk-anggukkan kepala nya, memperlihatkan kalau ucapan yang Aleena Nantikan sangat penting.
"Bisakah kau katakan saja, aku benar-benar hanya mengingat, kau boleh menghukum ku" Rocky seperti nya tidak bohong dia benar-benar hanya mengingat kata-kata itu yang di ucapkan sebelum dia mengatakan jika Aleena menolak nya ini mungkin pertemuan nya yang terakhir.
"Jika aku yang mengatakan, apa perkataan om masih berlaku" Entah apa yang Aleena pikirkan, seperti nya dia tidak mau melewati kesempatan ini.
"Apa kau benar-benar bodoh Aleena, mana mungkin, aku hanya tidak mengingat nya bukan berarti aku tidak akan menepati nya" Ucap Rocky masih fokus menyetir.
Aleena tersenyum lega mendengarkan jawaban Rocky, Aleena menghela nafas dan berdehem " Aku akan katakan ekhem.. ekhem..Aleena kau bisa meminta apapun padaku, tapi ayo pulang, jadi om apa kau sudah ingat" Aleena mengikuti perkataan Rocky dengan sempurna seperti nya Aleena sangat tergoda dengan ucapan Rocky yang ini.
"Baiklah aku sudah ingat, jadi apa yang mau kau minta? tapi aku tidak akan menuruti jika permintaan mu menyuruhku pulang, karena aku dan Arion memiliki perjanjian untuk itu jika bukan aku yang mau aku tidak akan pulang" Sebelum Aleena meminta Rocky memberikan sarat terlebih dulu.
"Baiklah, aku akan pikirkan apa yang aku minta, tapi om kau harus ingat jangan sampai kau mengingkari janjimu"
"Asal bukan yang aku katakan, aku pasti akan menempati janji ku, jadi apa yang kau minta diriku? "
"Soal itu... akan ku pikirkan lagi aku tidak mau menyia-nyiakan nya wleee" Aleena menjulurkan lidahnya, Rocky sedikit melirik Aleena.
'Dia sangat manis'
Bukan main nyosor Macam bebek gitu, yakinkan aleena..
Gedeg jg lama2 Sama rocky ini.. Lama2 kyk sinetron indosiar ini Mc nya..
Ga Ada jiwa laki2nya, pengecut
+terpuruk pula Sama wanita.. Haddeh..
Mafia pa kaum lunak?
#lemah