Rani tanpa sadar dijadikan taruhan oleh Wira karena kalah balapan liar dengan Arlo. Arlo rela memberikan motor sport barunya untuk Wira demi untuk mendapatkan Rani.
Arlo memasukkan sesuatu ke dalam minuman dan makanan Rani. Arlo hampir melecehkan Rani. Tapi sesuatu terjadi.
Rani berhasil melarikan diri bersama seseorang dan mengalami kecelakaan. Rani menghilang. Arlo dan Wira mencari Rani karena mereka takut Rani membocorkan rahasia mereka.
Rahasia apa yang tersembunyi?
Apa yang akan terjadi kepada Rani?
Apakah Wira dan Arlo tidak akan melepaskan Rani?
Ikuti kelanjutan ceritanya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
BUGH!
BUGH!
Kenzo melayangkan pukulannya ke rahang Rais. Rais tidak tinggal diam, Rais membalasnya. Kenzo dan Rais saling baku hantam.
Kenzo dengan sumpah serapahnya mencaci maki Rais. Rani dan Widi ingin sekali menjelaskan kepada Kenzo, Rais bukan Wira. Tapi Rais memberi isyarat agar mereka tidak melakukannya.
Dari Kenzo, Rais mendapatkan informasi. Wira telah memfitnahnya. Wira juga mengambil uang dan menjual barang-barang Kenzo sampai Kenzo mengalami banyak kerugian.
"Lu tega mau jual Rani keluar negeri. Lu mau ngirim dia ke pelabuhan!"
"APAAAAAA!" Rani terkesiap.
"Dia tega sama lu, Rani. Di kepalanya hanya uang!"
Widi mencoba menenangkan mereka. Widi mengingatkan Rani tujuan mereka datang ke makam. Rani menarik napas panjang. Rani dan Rais menaburkan bunga di atas makam kedua orang tua Rani
Kenzo juga menjaga sikapnya. Kenzo dengan tenang khusuk di belakang Rani, Rais dan Widi, mendengarkan lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan mereka.
Setelah mereka selesai membaca doa, Kenzo langsung mencegat Rais. Kenzo masih meminta pertanggungjawaban Rais yang dianggapnya Wira.
Rupanya selama Rani membaca doa, Kenzo mengirim pesan kepada seseorang. Saat ini, beberapa orang bertampang preman datang ke pemakaman. Mereka menarik paksa Rais.
Rani dan Widi tidak bisa melakukan apa-apa saat orang-orang itu memaksa Rais untuk masuk ke dalam mobil mereka. Mobil itu dengan cepat meninggalkan pemakaman umum. Rani dan Widi berusaha mengejar tapi baik motor Kenzo ataupun mobil itu dalam sekejap menghilang.
Rais memperhatikan jalan. Rais diapit dua orang berbadan besar. Mereka sama sekali tidak memberikan ruang untuk Rais. Mereka takut Rais akan kabur.
Apakah Wira sebegitu mengerikan sehingga mereka memperlakukan aku seperti ini, batin Rais.
Kenzo berhenti di depan gerbang rumah yang sangat besar. Di depan gerbang sudah menunggu seseorang. Orang itu terlihat bicara dengan satpam penjaga gerbang.
Tidak berapa lama, pintu gerbang dibuka. Kenzo memberikan tanda kepada orang-orang yang ada di dalam mobil. Rais dibawa masuk ke dalam rumah.
Di ruang tamu, Rais melihat Kenzo berlutut di depan seseorang yang Kenzo panggil papa. Kenzo mengalami kecelakaan dan harus mengoperasi wajahnya. Kenzo memberitahu papanya dia adalah Arlo.
Aura kejam dan kemarahan terpancar dari tatapan papanya Kenzo. Orang yang di samping Kenzo adalah Dokter Elfian. Dia mencoba meyakinkan papanya Kenzo.
Rais baru menyadari betapa jahatnya Wira. Dari penjelasan Kenzo, Wira menjadi teman dekat Kenzo. Wira memakai nama Kenzo untuk menipu. Wira membeli dan mengedarkan obat terlarang memakai nama Kenzo.
Wira juga merampok isi rumah Kenzo. Dan lebih parahnya, Wira juga melecehkan adik perempuan Kenzo dan membunuhnya. Dan Wira berhasil membuat Kenzo sebagai tersangka utama pembunuhan adiknya.
Karena hal itulah, papa Kenzo mengusirnya. Dia juga mencabut semua fasilitas mewah milik Kenzo.
Masih dalam keadaan berlutut, Kenzo menunjuk ke arah Rais. Kenzo sudah menangkap pembunuh adiknya. Kenzo ingin papanya tidak salah paham lagi kepadanya.
Papa Kenzo bangkit dari tempat duduknya. Dia berjalan ke arah Rais yang masih diapit dua orang preman. Preman itu melepaskan tangannya. Papa Kenzo melayangkan tamparan ke wajah Rais.
PLAK!
PLAK!
Pukulan itu sangat keras membuat mata Rais berkunang-kunang. Sudut bibir Rais mengeluarkan darah.
Papa Kenzo menodongkan senjata ke kening Rais. Rais tersentak sambil mengangkat kedua tangan. Rais membela diri. Dia bukan pembunuh. Dia bukan Wira. Dia adalah Rais.
Kenzo dan papanya tidak langsung percaya. Rais mengeluarkan kartu identitasnya. Kenzo mengambil dan memperhatikan kartu identitasnya.
"Saya sudah merasakan betapa kerasnya hidup di dalam penjara. Untuk kesalahan yang tidak pernah saya perbuat. Jika kalian tidak percaya, silakan cek di kantor polisi kota Goldie," ucap Rais.
"Jangan bohong lu!" Hardik Kenzo.
Pengawal papa Kenzo, memberikan sebuah tab yang berisi informasi tentang Rais. Memang benar Rais sempat mendekam di penjara selama 3 bulan. Rais dibebaskan karena terbukti bukan Wira.
Pengawal papa Kenzo memukul bagian belakang Rais. Seketika Rais jatuh tidak sadarkan diri. Tubuh Rais diangkat dan dimasukkan ke dalam mobil.
Mobil itu berhenti di tempat pemakaman umum. Rais dilempar begitu saja di depan gerbang pemakaman umum. Mobil itu meninggalkan Rais yang masih tidak sadarkan diri.
Penjaga makam yang kebetulan masih berada di area pemakaman, melihat ke luar. Dia memanggil teman-temannya. Mereka berlari keluar gerbang.
Tubuh Rais perlahan mereka balik. Salah satu dari mereka mencek denyut nadi Rais. Rais masih bernapas. Perlahan Rais mereka naikkan ke atas motor roda tiga. Mereka membawa Rais ke puskesmas terdekat.
Rais diperiksa dan diberikan pengobatan di puskesmas. Salah seorang penjaga makam, pergi ke masjid dan menceritakan kejadian yang baru saja terjadi.
Pengurus masjid dengan pengeras suara mengumumkan, ditemukan seorang pemuda yang diperkirakan bukan berasal dari daerah mereka. Saat ini sedang berada di puskesmas. Dari identitasnya diketahui bernama Rais.
Mama Widi mendengar pengumuman itu. Mama Widi bersama suaminya pergi ke puskesmas. Dan benar saja, Rais yang di maksud adalah Rais saudaranya Wira.
Rais pun beristirahat di rumah Rani. Malam itu, Widi bersama mamanya dan Rani, tidur di rumah Rani. Mereka ingin menemani Rais yang masih belum sehat. Mereka makan malam bersama.
"Bagaimana bisa, saya berada di puskesmas?" tanya Rais.
"Kata penjaga makam, kamu dilempar begitu saja dari mobil di depan gerbang pemakaman. Mereka berinisiatif ke puskesmas untuk menolong kamu," jawab mama Widi.
"Kak, apa yang terjadi?" Rani penasaran.
"Aku dibawa ke rumah orang tuanya Kenzo. Hampir saja aku mati. Dia ingin menembakku."
"Astaghfirullah," ucap Rani.
"Apa benar Wira sebejat Itu? Wira telah melecehkan adiknya Kenzo dan juga membunuhnya!" Rais melampiaskan kemarahannya dengan melempar sendok ke lantai.
Rani, Widi dan mamanya hanya diam. Mereka sangat memaklumi perasaan Rais saat ini. Rais harus menanggung semua kesalahan Wira.
Rais dengan sopan meminta maaf karena tindakannya yang tidak sopan. Rais pamit istirahat ke kamar Wira.
Rais penasaran dengan isi kamar Wira. Rais mencoba mencari sesuatu yang mungkin saja bisa dijadikan petunjuk. Rais membuka lemari pakaian Wira. Rais menemukan tas kecil berwarna coklat.
Rais mengeluarkan isi tas itu. Di dalamnya ada sebuah pisau lipat dibungkus dengan plastik klip putih transparan.
Rais mengangkat plastik dan memperhatikan pisau lipat itu. Semakin diperhatikan, pisau itu masih ada noda merah. Rais membawa plastik berisi pisau lipat itu ke ruang makan.
"Tante, Widi, Rani, coba lihat yang aku temukan!" Rais menaruh plastik berisi pisau itu di atas meja makan.
"Pisau apa ini?" Widi juga penasaran.
"Kalo pisau biasa, ngapain di plastikin. Pasti pisau ini sangat penting," Rani mengamati pisau lipat itu dengan seksama.
"Di sana ada noda merah," tunjuk Rais.
"Mungkinkah ini sebuah petunjuk?" sahut mama Widi.
"Jangan-jangan, ini yang dicari Kenzo," Rani melebarkan kedua matanya.
"Besok kita bawa ke kantor polisi. Rais, saat ini kamu dan Rani dalam bahaya. Tolong berhati-hatilah," mama Widi memberi peringatan.
Apa yang sebenarnya terjadi? batin Rani.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...