NovelToon NovelToon
Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Hantu / Iblis / Misteri / Roh Supernatural
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Ratih gadis miskin yang lugu dari Desa Cempaka yang di cintai oleh sosok Siluman ular yang berusia ribuan tahun----Setelah cintanya dikhianati oleh Arya, anak kepala Desa dusun Cempaka. Ratih Dipaksa membuat Perjanjian pernikahan dengan Pangeran Naga Seta yang sudah terobsesi pada Ratih----demi keamanan desanya lewat pernikahan gaib.
Warga Desa yang kembali terikat dengan Siluman ular penghuni aliran Sungai Seta harus memberikan sayeba setiap sebulan sekali untuk Siluman ular penghuni sungai, akankah warga desa terlepas dari perjanjian gaib ini.
Mengisahkan Dendam, Sakit hati, dan Perjanjian gaib di jadikan satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Ratih terduduk menatap Mbah Suti yang ada di depannya tengah duduk, membicarakan mengenai pengganti sayeba.

"Aku akan pikirkan nanti bersama Patih dan Ratuku, karena kamu pemujaku istirahatlah malam ini di istanaku."

Naga Seta menyambut Mbah Suti untuk beristirahat di istananya, wanita itu awalnya menolak.

"Jika kamu tak beristirahat semalam bagaimana kamu mau tahu keputusanku," jawab Naga Seta membuat Mbah Suti mau tak mau harus menginap di keraton Seta.

"Dayang!" panggil Ratih.

"Inggih Gusti," jawab dayang yang berjalan menghampiri Ratih.

"Siapkan kamar untuk wanita ini, dan pastikan dia tak akan kekurangan apapun," ucap Ratih.

"Baik kanjeng Ratu," sahut dayang itu.

"Antarkan dia ke kamarnya," perintah Ratih.

"Sendiko Gusti," jawab Dayang mengantarkan Suti ke kamar tamu yang akan disiapkan.

Ratih hanya menghela napas lelah, lantaran dirinya menatap ke samping. Naga Seta menatap Ratih dengan tanpa ekspresi.

"Kenapa Ratuku? Apa kamu belum bisa melupakan masa lalumu sebagai manusia?" tanya Naga Seta menatap istrinya.

Ratih hanya menggelengkan kepala, dirinya bukan memikirkan hal itu. Tapi belakangan ini ada sesuatu dalam dirinya yang ingin di puaskan yakni---dendam pada keluarga kepala Desa.

"Bukan Kanda, aku merasa sesuatu yang aneh dalam diriku---entahlah ada perasaan emosi tapi sulit di ledakan."

Ratih berbisik kepada sang suami, Naga Seta tersenyum sekilas---wajahnya yang tampan dengan senyum tipis menambah maskulin di pandangan Ratih.

Tangan Naga Seta menyentuh tangan Ratih---lalu Naga Seta berbicara kepada istrinya mengenai hatinya.

"Nanti kita bicarakan Dinda, sekarang kita urus masalah dan keluh kesah Desamu dulu."

Naga Seta berbicara dengan lembut kepada Ratih, membuat senyum tipis di bibir Ratih terbit. Mau tak mau suka tak suka Ratih sudah menjadi manusia setengah siluman---jadi dirinya mendampingin Naga Seta dan mengatur pemerintahan.

"Patih Chandra Welang, wilayah permukaan Sungai di wilayah Desa Cempaka----aku tugaskan kamu mengendalikan Desa itu, bagaimana menurutmu?" tanya Naga Seta meminta saran dan menunjuk langsung, Patih yang memimpin Desa Cempaka.

"Mohon Gusti dengarkan saran Hamba," ujar Chandra Welang.

"Hamba setuju jika tumbal dari kerbau diganti Babi, tapi Hamba mau 10 ekor Babi." Chandra welang dengan ikat kepala emas di kepalanya.

Ratih diam tak mau banyak bicara, dalam hatinya ini berlebihan malah jika 10 ekor babi---sama saja harganya melebihi satu ekor kerbau.

"Patih aku akan bicara?" ujar Ratih membuat para Patih menoleh dan Naga Seta menoleh ke samping.

"Ini terlalu memberatkan, kenapa tidak lima ekor dengan ukuran besar saja---aku rasa itu cukup," kata Ratih sebagai Ratu.

Patih Chandra welang mengepalkan tangannya lalu mengatakan jika lima ekor tak akan cukup, karena rakyatnya---ular welang yang mendiami Desa Cempaka sangat banyak dan butuh makan agar tak menganggu warga.

"Patih Chandra tak perlu emosi, yang mulia Ratu hanya memberikan saran," kata Welang Kama---sejenisnya.

"Maafkan aku Patih, tapi Desa Cempaka juga menjaga ular welang agar tak di bunuh---kita perlu juga memberikan mereka keringanan," kata Ratih.

"Gusti Ratu mohon maaf, tapi jika manusia di berikan keringanan mereka akan besar kepala dan akan memanfaatkan kita," ujar Patih siluman bulus.

"Baiklah, menurut kalian tumbal hewan maunya berapa?" tanya Ratih dengan polosnya.

"Kalo hamba 10 kanjeng Ratu," ujar Patih Chandra Welang.

"Jangan 10, lebih baik 15 karena manusia itu harus tahu----jika mau pengganti harus lebih mahal," jawab Sapta Weling.

Ratih terdiam dirinya tak tahu harus menjawab apa, karena usahanya membela Desanya sudah pupus----hati kecilnya berkata----bagaimana cara mendapatkan pengganti tumbal setidaknya lebih murah dan tak mempersulit warga Desa.

Patih Sapta Weling menatap Ratih yang terlihat amat gelisah, lalu menanyakan pada sang Ratu mengenai apa yang di pikirannya.

"Mohon maaf yang Mulia Ratu, jika hamba lancang---apa yang sebenernya kanjeng Ratu pikirkan?" tanya Sapta Weling salah satu Patih yang duduk di depannya.

"Dinda katakanlah jika kau memiliki jalan keluar," bisik Naga Seta selaku sang suami.

"Kanda, Dinda memiliki ide---bagaimana jika tumbal sayeba tetap Babi 10 ekor tapi---tentukan saja minimal beratnya," usul Ratih.

"Mohon ampun gusti, hamba tak mengerti maksud Gusti," ujar Welang Kama.

Naga Seta berpikir lalu meminta tangan Ratih untuk di lihat apa maksudnya, Ratih akhirnya memberikan tangannya kepada sang suami.

Mata Naga Seta menatap Mata Ratih yang tatapannya lembut tapi penuh arti----Ratih menatap mata sang suami yang tajam selayaknya tatapan elang.

Lalu di depan para Patih muncul seperti layar tapi dengan kekuatan gaib---layar itu menunjukkan apa maksud kanjeng Ratu.

Para Patih berbisik-bisik mengenai berapa ukuran sayeba yang nanti harus di berikan Desa Cempaka, sedangkan Ratih sudah keringat dingin.

Naga Seta akhirnya mengerti maksud sang istri, lalu Patih Sanca Kama mengusulkan satu usulan jika mereka ingin Sayeba Babi dan setuju.

"Baiklah kami setuju sayeba kerbau di ganti Babi jadi 10 ekor," ujar para Patih setelah diskusi yang panjang.

"Setiap bulan kami akan menerima Sayeba berupa babi---hamba akan diskusikan dengan rakyat welang lainnya kanjeng," ujar Chandra Welang.

"Silahkan Paman Chandra Welang, aku akan tunggu jawabannya."

Ratih menghela napas lega, setidaknya harga Babi tak semahal kerbau---kerbau bisa di gunakan membajak sawah, tapi Babi mayoritas masyarakat Desa Cempaka tak akan makan Babi.

Jadi wajar saja Sayeba di berikan Babi, dan para ular Welang semoga mau menerima usulan Sayeba ini.

*

*

*

1
neni nuraeni
mungkin kah anaknya yg melindungi ibunya,,, kalau iya bkl tmbh seruuu ni
Putri Sabina: Yah itu udah insting anak laki-laki kak, kalo dimana² pasti akan melindungi ibunya
total 1 replies
kinoy
kyknya pemuda tu anak Ratih ma seta deh
Putri Sabina: itu kekuatan nya kak dari bangsa siluman🙏
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuuut
neni nuraeni: ok deh😉
total 2 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐁𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩 𝐱 𝐬𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐀𝐦𝐛𝐚𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐤𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐤𝐞 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐬𝐢𝐡.
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐠𝐚𝐤 𝐝 𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡. 😞
Putri Sabina: ikutin aja kak alurnya😄
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuut
Putri Sabina: besok lanjut kakak
total 1 replies
neni nuraeni
wiih mantaaap.. lnjut
Putri Sabina: besok kak pasti lanjut kok😄
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
Ke desa Cempaka baru rencana, kpan ksitu nya Rania. 😂
Putri Sabina: sabar atuhh, kan lagi persiapan Dania juga masih sekolah jugaa kak😩
total 1 replies
neni nuraeni
semoga aja Ratih kuat...
neni nuraeni: iya ksian... 🙂
total 2 replies
kinoy
si Ambar cr mati..JD dia yg nambahin racun ke tubuh Ratih..SMG aj CPT ketauan trus dipateni
Putri Sabina: tunggu aja kak, karmanya buat kobra Ambarwati😄 dan orang jahat pasti akan ada karmanya🤭
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐉𝐝 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐡 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐭𝐮 toh😳😆, 𝐠𝐚𝐤 𝐧𝐲𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚 𝐭𝐩 𝐬𝐞𝐫𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫. 😂
Putri Sabina: sesuai keinginan readers kak, nanti di bab selanjutnya akan ada banyak tokoh tambahan🙏
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐝𝐞𝐡 𝐏𝐫𝐚𝐛𝐮 𝐍𝐚𝐠𝐚 𝐬𝐞𝐭𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐫𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭 𝐱 𝐦𝐞𝐦𝐞𝐥𝐮𝐤 𝐚𝐠𝐚𝐦𝐚 𝐢𝐬𝐥𝐚𝐦 𝐲𝐚. 😃😃
Putri Sabina: aminn😉🙏
total 1 replies
neni nuraeni
jgn smpai dong Ratih meninggal kasian ibu ya,,,
neni nuraeni: ya dehhh
total 2 replies
kinoy
waduh..gmn nasib Ratih y
Putri Sabina: tunggu kelanjutannya kak, besok update koo😄
total 1 replies
Nur Bahagia
kamyuuu nanyaaa? 🤭
Nur Bahagia
ternyata pangerannya jahad 🤨
Putri Sabina: namanya juga siluman kak
total 1 replies
Nur Bahagia
oii pangeran.. pikirin juga dong calon ibu mertua mu
Putri Sabina: Yah begitulah kak, sifat alami siluman😉 egois🤭
total 1 replies
Nur Bahagia
seperti nya pangeran harus mengurangi ego nya 🤭
Nur Bahagia
kenapa pangeran tau2 ngamuk 🤔 jangan bilang kalau kamu masih labil pangeran 🤣🤭
Putri Sabina: bukan labil, dia nggak mau Ratih pergi kak🤐
total 1 replies
neni nuraeni
yaaa bersmbung
neni nuraeni: 👌 othor... dtunggu ya klnjutannya... 🥰
total 2 replies
Nur Bahagia
kalo kamu berhutang budi, harusnya dari dulu kamu bantu Ratih dan keluarga nya biar bisa hidup enak 😁🤭
Putri Sabina: Naga Seta maunya Ratih jadi istrinya kak🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!