NovelToon NovelToon
A Shining Smile

A Shining Smile

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:90.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Cellina Army

Bulan yang baru pulang dari Australia harus mendapatkan sebuah tugas yang sangat berat yaitu untuk mengubah dan memperhatikan anak dari teman Ibu-nya yang tak lain adalah Revan Armanio.

Sedangkan, Revan Armanio lelaki yang sangat dingin dan kaku apalagi cuek membuat Bulan harus mau tidak mau berusaha untuk mengubahnya kembali ke sikap yang dulu Revan punya. Bulan berjanji akan mengubah sikap Revan dan Revan menyetujuinya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya, ikuti terus ya❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cellina Army, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Mobil Revan memasuki basement rumah sakit dan memarkirkan mobilnya. Ya, saat ini Revan sedang ada di rumah sakit karena tadi saat akan pulang ia mendapatkan kabar jika Bulan sudah sadarkan diri.

Sampai dalam rumah sakit Revan menyempatkan ke kamar mandi untuk menyegarkan wajahnya dari tampang kusut agar tampak ganteng sedikit. Padahal jika Revan kusut dan seadanya, tapi dia akan tetap tampan selalu. Wajah blasteran Taiwan itu membuat dirinya percaya diri, "Kalau gini kan segar," gumam pelan Revan saat sudah selesai membilas mukanya dari busa facial foam.

Revan berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan wajah segarnya, bahkan saat kaum hawa yang ada di rumah sakit pada menganga melihat Revan dengan seragam sekolahnya yang sedikit kusut.

Entah makhluk apa yang berjalan itu, mereka seperti lihat aktor China saja. Revan melirik sekilas kearah mereka semua dan melanjutkan langkahnya ke ruang rawat VIP, saat depan kamar rawat Revan mengetuk pintu tersebut.

Tok...Tok...Tok

Dalam ruangan rawat, Vera sedang berbunga-bunga melihat keadaan sang putri sudah mulai membaik. Bahkan perasaan senang dan haru berkecamuk menjadi satu, "Bulan, Ibu senang melihat kamu kaya gini," kata Vera dengan seutas senyum bahagia.

Tapi Bulan hanya tersenyum, pasalnya ia masih sangat lemah bahkan tubuhnya masih sedikit lemas.

Suara ketukan pintu itu membuat mereka berdua menoleh bersamaan ke arah pintu, tapi Vera tidak bingung seperti Bulan. Ia tahu pasti itu Revan yang datang jadinya Vera berjalan ke arah pintu dan saat di buka memang benar kalau itu pasti Revan Armanio.

Revan hanya diam dan tetap dingin saat pintu terbuka, ia juga tak tahu akan bagaimana. Walaupun Vera Nyokap Bulan tapi dirinya belum se-akrab.

Bulan masih menatap kearah pintu dengan perasaan penasaran ia ingin sekali bertanya siapa yang datang tapi mulutnya masih ngilu buat berbicara.

"Revan, kamu datang? Masuklah!" ucap Vera dan Revan mengangguk.

Revan masuk dan terlihat Bulan sedang menatap ke arah pintu, sama halnya dengan Bulan dirinya sebenarnya kaget tapi tak bisa ia ungkapkan.

Dalam hati bahagia seorang Revan datang kemari tapi disisi lain ada rasa sedih dan kecewa lantaran yang pernah ia katakan saat ia koma.

"Hai Lan, gue senang lihat lo udah baikan," ujar Revan dengan raut wajah b aja.

Vera memandangi kedua anak muda tersebut, "Emm, kalian berbicaralah atau apalah biar Tante keluar," kata Vera dengan pergi.

Bulan yang ada diruang rawat inap merasa bosan dengan suasana sepi hanya suara hembusan angin dari jendela, andai jika mulutnya tak keluh pasti ia akan memecahkan keheningan yang terjadi ini.

Sama dengan Revan ia masih diam tanpa kata-kata, Revan juga belum bisa berbicara karena masih ada rasa bersalah. Sampai sang Dokter datang dengan perawat ke ruangan, "Selamat siang, Mas Revan ada disini?" tanya Dokter itu basa-basi.

Revan hanya mengangguk dengan dingin, "Mba Bulan, bagaimana dengan keadaan tubuh? Apa ada rasa sakit, nyeri atau lainnya?" tanya sang Dokter sambil mengecek tubuh Bulan.

Bulan hanya menggelengkan kepalanya tanda jika ia tidak merasa sakit.

"Dok, kenapa Bulan tidak bisa bicara? Apa itu akibat operasi kemarin?" tanya Revan saat tahu Bulan tidak membuka mulut daritadi.

"Ini bukan efek samping dari operasi, ini hanyalah sementara saja nantinya akan bisa keadaan ini bisa terjadi pada orang yang baru bangun dari koma-nya," kata Dokter itu sambil menyuntikkan Acetaminophen ke impuls.

Saat sudah selesai Dokter dan perawat pergi meninggalkan mereka berdua lagi. Dan akhirnya Revan duduk di kursi samping tempat tidur Bulan, "Lan, lo mau buah?" tanya Revan yang setelah sekian lama diam saja.

Bulan hanya tersenyum dan menganggukkan kepala, Revan dengan setia mengupas kulit jeruk dan menyuapkan kepada Bulan dengan sabar.

...###...

Diluar Vera yang akan ke kantin Rumah Sakit tidak sengaja bertemu dengan Mira dan Heri. Dengan segera Vera menghampiri mereka, "Kalian disini?" tanya Vera saat sudah bertemu dengan mereka.

"Ver, kami dapat kabar jika Bulan sudah sadar dari koma-nya," kata Mira dengan wajah sumringah.

Vera tersenyum juga, "Alhamdulillah, Bulan sudah mulai membaik tinggal pemulihan-nya saja," jawab Vera.

"Boleh kita menjenguk? Terus kamu mau kemana?" tanya Heri saat akan berjalan ke ruang rawat inap.

Entah lupa atau tidak Vera sungguh keasyikan berbicara dengan pasangan suami-istri tersebut, saat sampai di depan kamar inap tidak sengaja Vera membuka pintu dan terlihat adegan yang romantis padahal juga tidak.

Mereka bertiga juga melihat Revan dan Bulan hanya terperangah tidak percaya, kini Revan sedang menggendong Bulan seperti bridal style untuk mendudukkan Bulan ke kursi roda. Mereka berdua juga tak tahu kalau ada orang yang melihatnya apalagi Mama dan Papa-nya, saat membalikkan kursi roda Revan dan juga Bulan membulatkan matanya saat tahu ada makhluk tiga dengan wajah tidak percaya dan mulut membuka sedikit.

"Ma, Pa, Tante, ngapain?" tanya Revan dengan wajah dingin tapi dalam hatinya rasanya malu banget.

Seketika mereka bertiga berdehem secara bersamaan untuk menetralkan keadaan, "Em, itu, kami tidak ganggu kan? Tante lupa kalau ada kalian di ruangan," kata Vera dengan senyuman tipis.

"I-iya, Kami tadi salah ruangan," sambung Mira dengan cengiran tanpa bersalah.

"Lanjutkan saja," kata Heri sambil menutup pintu kamar.

Bulan melihat tingkah mereka bertiga hanya diam saja dalam hati rasanya ingin melompat, bagaimana jika mereka melihat dirinya tadi di gendong Revan? Entahlah, tadi hanyalah sebuah minta tolong tapi akhirnya malah dilihat para orang tua.

Malu Banget!!!

Revan melirik sebentar kearah Bulan yang sedang duduk di kursi rodanya, terlihat wajahnya yang yang kuning langsat merona seperti menahan malu. Revan tersenyum sekilas dan mengembalikan lagi menjadi wajah cool-nya dengan mendorong kursi roda keluar ruangan.

Saat sampai di sebuah taman Rumah Sakit Revan duduk di bangku taman, sesekali ia melihat wajah Bulan yang cantik itu seperti bule.

Ada rasa bersalah saat Bulan juga melihat wajah Revan yang sedari tadi menatapnya, "Ka-kamu, ke-kenapa, a-ada, y-yang s-salah?" tanya Bulan dengan terbata-bata.

Revan tahu jika Bulan memaksakan untuk bicara, "Jangan bicara jika masih keluh!" titah Revan dengan menatap lekat wajah bule Bulan.

1
Li Permana
Bagus ceritanya! Semangat ya!
Li Permana
Semangat kak!
Lidia Tikla
ayo author, semangat, lanjuy
ZasNov
Like mendarat lagi ya Kakak.. 😍
Semoga sehat, bahagia dan sukses selalu ya..
Semangaaaaattt... ❤❤❤❤❤
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
like lagi kak😘

asisten dadakan hadir

mampir yuk..

semangat selalu💪
mei_resta
Izin promote thor...

Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
Machan
always like
LINA
like 💛 semangat up thor 💪 saling mendukung 🙂
Lenkzher Thea
Lanjut up, 👍like hadi
Ara🌙🌻
lanjut kk
ILS
Lanjut thor, semangat. Ditunggu up nya 🔥
Pow
Halo kak 👋
Dukunganku untuk jari-jari yang lelah menulis & apresiasi untuk ide yang telah tertuang 🙌💐
Nia jeje
next semangat
Eda Sally
Lanjut say😍
Dewi
semangat kakak❤️
Neng Yuni (Ig @nona_ale04)
4 like mendarat kak, salam dari Jacob and Alesha: Mafia Acted, semangat 😊
Mutie Cutie
memang harus sabar Revan.. jangan gegabah.
Thrye
semangat kak,,,
like untukmu 😉😉
ditunggu feedbacknya kak 😉
ଓεHiatus 🦅💰⋆⃟𝖋ᶻD³⋆ғ⃝ẓѧ☂
semangat up
Alisya Putri
makin seruh ceritanya, semangat up nya Thor 👍😄💪

a world full of zombies hadir lagi 💚🙂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!