Setelah dua tahun menikah, Laras tidak juga dicintai Erik. Apapun dia lakukan untuk mendapatkan cinta suaminya tapi semua sia-sia. Laras mulai lelah, cinta Erik hanya untuk Diana. Hatinya semakin sakit, saat melihat suaminya bermesraan dengan Dewi, sahabat yang telah dia tolong.
Pengkhianatan itu membuat hatinya hancur, ditambah hinaan ibu mertuanya yang menuduhnya mandul. Laras tidak lagi bersikap manja, dia mulai merencanakan pembalasan. Semua berjalan dengan baik, sikap dinginnya mulai menarik perhatian Erik tapi ketika Diana kembali, Erik kembali menghancurkan hatinya.
Saat itu juga, dia mulai merencanakan perceraian yang Elegan, dibantu oleh Briant, pria yang diam-diam mencintainya. Akankah rencananya berhasil sedangkan Erik tidak mau menceraikannya karena sudah ada perasaan dihatinya untuk Laras?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Permintaan Gila
Restoran hotel berbintang itu dipenuhi cahaya temaram dari lampu gantung kristal. Aroma anggur merah dan daging panggang menguar, menambah kesan mewah. Di salah satu sudut ruangan, seorang pria bertubuh gemuk dengan wajah licin sedang duduk santai, mengenakan jas mahal yang terlihat sedikit sempit di tubuhnya. Dialah Pak Roby, pengusaha tua yang namanya disegani, tapi juga dikenal sebagai pria hidung belang.
Dewi melangkah masuk dengan percaya diri. Gaun kerjanya pas di tubuh, rambutnya tertata sempurna, dan setiap lenggokan kakinya seolah dirancang untuk menarik perhatian. Begitu melihatnya, mata Pak Roby langsung berbinar, senyum nakal terbit di wajahnya.
“Ah… nona cantik yang katanya ingin bicara soal bisnis,” ucapnya, suaranya berat dan penuh nada menggoda, "Akhirnya kau datang."
Dewi tersenyum manis, lalu duduk berhadapan dengannya. “Betul, Pak. Saya Dewi, mewakili perusahaan Wijaya, dan kami ingin mengajak anda bergabung dalam proyek kerja sama ini.”
Ia menggeser map berisi proposal di meja, namun tatapan Pak Roby lebih sering jatuh ke tubuhnya daripada ke dokumen itu. Dewi tahu, dan justru itulah yang membuatnya merasa menang.
“Hmm…” gumam Pak Roby sambil membuka halaman pertama proposal. “Angkanya cukup menarik. Dan akan lebih menarik jika kau duduk disampingku."
"Maaf, apa maksudnya?"
"Nona, seharusnya kau tahu maksud dari perkataan itu dan kerjasama ini tergantung bagaimana dirimu malam ini."
Dewi diam sesaat. Dasar laki-laki, semua sama saja. Dia tersenyum manis dan dengan perlahan, dia menghampiri pak Roby.
Tatapan pria tua mesum itu kembali tertuju pada lekukan tubuh indahnya. Kali ini mereka cukup cerdik, mengirimkan yang cantik.
"Bagaimana, Pak Roby. Aku datang untuk sebuah keberhasilan dan aku harap pak Roby tidak mengecewakan aku."
"Tentu... tentu saja!" Pria tua itu tertawa pelan, "Tapi kau harus tahu, Dewi… bisnis itu bukan hanya soal angka. Terkadang, ada hal lain yang bisa membuat saya lebih… yakin.”
Dewi sudah paham maksudnya. Ia mencondongkan tubuhnya sedikit, bibirnya tersenyum menggoda. “Tentu saja, Pak Roby. Saya akan pastikan Anda merasa puas bekerja sama dengan kami. Asalkan kau mau menjalin kerjasama dengan perusahaan kami, kau boleh melakukan apapun!.”
Pak Roby tertawa terbahak, suaranya keras hingga membuat beberapa pengunjung melirik. “Bagus, bagus! Aku suka wanita yang tahu cara meyakinkan klien. Kau berbeda dengan wanita kaku waktu itu.” tangan pria tua itu sudah berada di paha Dewi, mengusapnya sambil memijatnya.
Dewi tersenyum, sambil menahan diri. Hanya malam ini. Dia tidak boleh gagal. Dia harus mendapatkan kerjasama itu, menunjukkan pada Erik jika dia mampu.
Dia tidak akan memberikan kesempatan pada Laras untuk menertawakan dirinya. Dan setelah malam ini, jalannya untuk menyingkirkan Laras perlahan terbuka.
Namun yang tidak Dewi ketahui, seseorang telah menyiapkan segalanya jauh sebelum pertemuan ini berlangsung. Laras tahu betul siapa Pak Roby. Ia tahu kelemahannya, nafsunya, dan bagaimana pria itu bisa dipermainkan.
Seorang mata-mata yang Laras bayar cukup mahal sedang mengawasi Dewi secara diam-diam. Dia memerlukan bukti, bukti yang bisa menjatuhkan Dewi sekaligus menutup rapat-rapat kesempatan Erik mempercayainya lagi.
"Jadi bagaimana, pak Roby? Apa bisa menyetujui kerja sama ini malam ini juga?" Tanya Dewi.
"Tentu, asalkan?" Roby berbisik di telinga Dewi. Wanita itu tidak terkejut karena dia sudah tahu apa yang diinginkan oleh pria tua itu.
Dia tersenyum, "Itu perkara mudah, asalkan aku mendapatkan kerja samanya!"
"Ho... Ho, kau pasti mendapatkannya!" Roby meneguk anggurnya sampai habis.
Pertemuan malam itu berakhir dengan tawa puas Pak Roby dan senyum penuh keyakinan dari Dewi. Ia merasa sudah memenangkan segalanya.
Mereka bedua keluar dari restoran, langkahnya ringan, seolah dunia berada di genggamannya. Roby memeluk pinggang Dewi, membawanya ke suatu tempat, sebuah hotel yang tidak jauh dari tempat itu.
Mata-mata Laras mengikuti, mengambil sebuah foto untuk dikirimkan pada Laras sebagai bukti jika rencananya berjalan dengan mulus.
Laras yang sedang menikmati makan malam dengan Erik, berhenti sejenak untuk mengambil ponselnya saat ada pesan masuk.
Mereka pun berada di sebuah restoran mewah. Laras tidak menolak ajakan Erik, dia ingin merayakan kemenangan yang sudah berada di depan mata.
Dia melihat foto yang dikirimkan oleh mata-matanya. Senyuman sinis melengkung di bibir. Minuman diteguk dengan perlahan, ekspresi wajahnya tampak puas.
"Siapa yang mengirimkan pesan untukmu?" Tanya Erik curiga. Dia tidak pernah melihat Laras menunjukkan ekspresi seperti itu. Dingin dan penuh rencana licik.
Istri polos dan lemah lembutnya, tiba-tiba berubah menjadi orang lain. Setiap tatapan mata, dan ekspresi yang ditunjukkan oleh Laras, dia tak menyukainya sama sekali.
"Laras," Erik berhenti memotong dagingnya, "Siapa yang mengirimkan pesan, kenapa kau terlihat begitu senang?" Dia semakin curiga, khawatir pesan itu dikirimkan oleh Briant Nugraha.
"Untuk apa kau tahu, Erik?" Pesan itu dihapus, ponselnya pun dimasukkan ke dalam tas, "Selama ini aku tidak pernah bertanya padamu siapa yang menghubungimu dan siapa yang mengirimkan pesan untukmu. Jadi aku rasa kau tidak perlu tahu!"
"Kita suami istri, seharusnya tidak ada rahasia!"
"Kau benar. Memang tidak seharusnya ada rahasia sampai aku tahu semua nama selingkuhanmu. Bukankah itu luar biasa?"
Erik menghela nafas dan meletakkan alat makannya. Dia tidak ingin mengungkit hal itu tapi setiap kali mereka membicarakan sesuatu, Laras pasti akan terus mengungkitnya.
"Bisakah kau tidak mengungkitnya?"
"Sekalipun kau berhenti dan tidak berselingkuh lagi, aku akan tetap mengungkitnya meski sampai kiamat sekalipun!”
"Kau?!” Erik mengepalkan tangan, tapi Laras tak peduli.
Dia menikmati setiap potongan daging dengan anggun. Meski mereka berdebat dan situasi tampak tegang tapi dia tidak ingin melewatkan makanan lezatnya.
"Kau semakin keras kepala saja, Laras.”
"Karena kau, aku jadi seperti ini Erik!" Serbet diletakkan. Laras kembali memandangi suaminya dan tersenyum manis, "Tapi kalau kau mau mengubah seluruh harta yang kau miliki atas namaku, maka aku tidak akan mengungkit apa yang kau lakukan dan aku akan menjadi istri yang patuh. Apa kau bisa melakukannya?"
Permintaan itu membuat kedua mata Erik terbelalak, "Apa kau sudah gila?" Suaranya mulai meninggi.
"Kenapa kau takut?" Kini Laras terdengar mengejek, "Kalau semua uangmu padaku, maka kau akan berhenti berselingkuh. Dan semua itu akan tetap menjadi milikmu.
"Jangan kau kira aku bodoh!" Erik mengusap rambutnya, "Permintaanmu benar-benar sudah gila dan keterlaluan!"
"Gila?” Laras kembali tersenyum sinis, "Permintaanku tidak gila, tapi kau yang tidak mau berhenti berselingkuh!” Laras berdiri dan menyambar tasnya
"Terima kasih untuk makan malamnya, aku bisa pulang sendiri!" Dia melangkah pergi tanpa berpaling.
Erik memukul meja dan mengumpat. Kenapa sikap istrinya semakin hari semakin menyebalkan saja?
Dulu begitu lembut dan memuakkan dan sekarang semakin memuakkan. Dia hanya butuh istri yang patuh.
Bryant bagaikan malaikat buat Laras menemukan kebahagiaan yg sejati 🥳
semoga Erik BS belajar dr kesalahan n berhasil membuat ibunya senang
semua sdh berubah, Laras sdh memberikan kesempatan ke2 utk kalian semoga kalian bener2 berubah
semoga benih cinta kalian bertumbuh subur dlm rahim Laras 🥳
menunggu launching nya Bryant junior 🥳
org yg sdh mencampakkan Laras pasti lagi nangis di pojokan Krn menyesal 🤣🤣
dia teriak karena sudah membuang berlian 🤣🤣
seharusnya Ratna tau selama ini yg membantu Erik maju siapa klu bukan Laras, dasar Ratna n Erik bodoh.
penyesalan emang datang nya belakangan 🤣🤣
mama Andien semangat, cepat sembuh yuuuk biar bs tinggal sama Alicia/Laras
semoga keadaan mama Andien bisa lebih baik lagi
klu bisa Laras tinggal di Surabaya biar mama Andien cepat sembuh
besok ibu andien pasti senang akan kedatangan Laras
perasaan yg campur aduk, sedih terharu, penantian mama Andien tidak sia2, mama Andien kau hrs sembuh ya biar bisa berkumpul sama suami n anakmu