kayle Wanita Mandiri , seorang perancang pernikahan. Mau tak mau menjalani kisah pernikahannya sendiri yang jauh di luar perencanaannya. Adalah Dave, pria terhormat pebisnis Handal di dunia legal dan ilegal yang bahkan tidak pernah memilihnya sebagai pasangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CELAKA LAGI
Mansion Layford Cay.
-----------*
Dave berbaring di sofa. Alexa menghampiri. “Dave akhir pekan ini , sekolah kita mengadakan reuni. Kita datang menghadiri yah”. Tanya Alexa yang di jawab dengan diam oleh Dave.
“Ayolah Dave apa kau tidak merindukan teman-teman kita?”. Bujuk Alexa.
Alexa harus berhasil membujuk Dave ikut jika ingin rencananya menghabisi Kayle berhasil. Alexa harus menjauhkan Dave dari Kayle.
“Mmm baiklah”. Dave menjawab sekenanya karena sedang tidak mood sambil pergi ke kamarnya .
Alexa tersenyum puas.
“Kau hanya miliku Dave”. Ucap Alexa dengan licik.
------------*
Di pagi hari Kayle terbangun dengan rasa masih ketakutan karena tindakan kasar Dave kemarin. Kayle memutuskan menghindari Dave dan berangkat lebih pagi dari biasanya.
Tidak menuju Landmark 76 melainkan ke Rumah sakit institute Of Hopkins, Kayle merindukan pekerjaan nursing caringnya. Kayle berfikir dengan memberikan kasih sayang ke sesama akan sedikit meringankan rasa takut dan marahnya ke Dave.
Di pintu masuk Rumah sakit , kayle berpapasan dengan Rachel yang menatapnya dengan penuh kebencian. Terlalu lelah untuk ribut-ribut Kayle hanya melemparkan pandangannya ke arah lain.
“Wanita Aneh , prianya sudah pergi jauh . Namun masih saja meributkan”. Batin Kayle berkata.
Selesai tugas Nursing caring, Kayle berjanji makan siang di kantin bersama Lydia. Sambil bercanda tertawa dengan Lydia tiba-tiba semangkuk sup panas mendera tangan kayle.
“Aaaah, teriak kayle mendesis”. Seketika tangan kayle memerah dan meradang bengkak.
“Rachel, apa yang kau lakukan”. Teriak Lydia.
Lydia memapah Kayle yang mulai menangis kesakitan. Damitri langsung mengendong Kayle dengan berlari untuk membawanya ke ruang perawatan di ikuti Lydia di belakangnya.
Pertolongan pertama telah diberikan, kulit tangan putih mulus Kayle berubah menjadi seperti kepiting rebus, memerah matang. kayle nampak tertidur pulas karena lelah menahan rasa sakit dari kulitnya yang melepuh.
“Bagaimana keadaannya?”. Dave bertanya kepada dokter yang bertanggung jawab atas pengobatan kayle.
“Lukanya cukup serius, area kerusakan sel-sel kulit sudah mulai menembus epidermis hingga mengenai sebagian dermis atau lapisan kulit dalam”. Ujar dokter Andrew.
“Karena ini lah di beberapa bagian tangan nona Kayle akan mengalami melepuh, memerah, dan terasa perih. kondisi ini juga dapat memicu pertumbuhan jaringan parut yang mengandung nanah”. Dokter Andrew menambahkan penjelasannya.
“Aku ingin tidak ada bekas luka sedikitpun!”. Perintah Dave dengan nada mengancam.
“David !”. mengikuti Dave selama 10 tahun membuatnya sudah cukup membuat David memahami arti sebuah anggukan dari Dave.
“Damitri periksa semua CCTV di Rumah sakit ini!”. Perintah David yang dijawab dengan anggukan oleh Damitri dan segera bergegas menyelidiki kejadian ini.
Kayle sudah beberapa hari terbaring di rumah sakit, lukanya sudah mulai menyatu. Dokter Andrew memberikanya asupan kolagen setelah Kayle melewati masa inflamatori yakni masa berhentinya pendarahan di area luka.
Asupan kolagen yang dokter Andrew berikan berfungsi sebagai protein penyusun tubuh, semakin banyak jumlah kolagen semakin bertambah kekuatan permukaan luka sehingga kecil kemungkin luka menjadi terbuka terluka lagi.
Jaringan epitel tumbuh melintasi luka (epitelisasi), meningkatkan aliran darah yang memberikan oksigen dan nutrisi penting bagi proses penyembuhan luka.
Bebarapa hari ini Dave bolak-balik rumah sakit dan kantor, selama Kayle tinggal di rumah sakit semuanya di lakukan sendiri oleh pria ini sendiri.
Memapahnya ke kamar mandi, membersihkan lukanya , menyuapi dia makan. Hati Kayle menjadi hangat ketika mengingat ini.
Dave menatap Kayle yang terdiam “Kenapa? Lukamu sakit lagi?’. Kayle melihat kekhawatiran didalam sorot mata Dave.
“Memang sedikit sakit, namun tidak masalah.” Kayle berucap untuk menutupi perasaannya.
Dave juga tidak banyak berfikir malah tidak tega melihatnya. “ Kamu tunggu disini sebentar.”
Tak berapa lama Dave masuk dengan membawa kursi roda, “kita berjalan-jalan di Taman, hari ini nampak cerah.”
Tanpa menunggu jawaban Kayle Dave langsung membungkukan badan dan menggendongnya ke atas kursi roda.
Kayle menatap lekat wajah tampan Dave yang mendekat, kayle merasa hatinya bergetar sambil mengucapkan nama “ Dave” . Kayle mencengkram baju Dave , menyerukan namanya dengan hangat.
Dave melihat tatapan yang berbeda dari Kayle lalu seketika langsung mencium sudut matanya sambil berkata “ayo aku dorong kamu ke taman”.
Mendengar ucapan ini Kayle langsung memberikan sebuah senyuman yang begitu lebar, Dave yang melihatnya semakin ingin memanjakannya. Setelah mencintai maka tidak akan dilepaskan.
itu yg bener kak karena udah pake did jadi say, bukan said yaa ☺