Zhu Xin Tian, putri dari bangsawan Zhu, wanita yang berdarah dingin haus akan darah.
Suatu hari setelah menjalankan misinya sebagai pembunuh bayaran, Xin Tian mati keracunan, namun bukannya mati Xin Tian malah berpindah dimensi kezaman modern.
Bagaimana kehidupan Zhin Tian di zaman modern? Berhasilkah ia membalaskan dendam pemilik tubuh? siapa laki-laki yang berhasil meluluhkan hati Zhin Tian dan bagaimana kisah asmaranya setelah dendamnya terbalaskan?.
Saksikan Kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Resaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu Farel.
"Ada masalah apa kau sama laki-laki tadi adik?" tanya Zhin Tian kepada Farel.
"Aku juga tidak tau apa masalahku dengannya kak, tapi dia dekat dengan seorang gadis yang menjadi cinta pertamaku" jawab Farel menerawang kembali kemasa lalunya.
"Humm bisa kau ceritakan adik?"
"Semuanya berawal pada masa itu.." jeda Farel.
_______
Farel laki-laki yang memiliki daya tarik yang sempurna membuat semua wanita jatuh hati kepadanya, namun Farel yang dingin tidak mudah di taklukkan oleh wanita.
Suatu hari Farel bertemu dengan wanita, wanita yang tidak pernah menanatapnya seperti yang lain.
Hal itu membuat Farel terus berusaha mendekatinya dan menarik simpati dari wanita tersebut.
"Sindy Delova" ketusnya memperkenalkan diri kepada Farel.
"Humm Farel" singkat Farel memperkenalkan dirinya.
"Udah kenak bukan, sekarang minggir dari jalanku" ketus Sindy yang dari tadi sudah muak melihat tingkah Farel yang selalu mengganggunya.
"Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa mendekatimu" teriak Farel saat Sindy sudah berjarak beberapa meter dariny.
"Kau tidak akan bisa masuk kedalam hatiku" balas Sindy dan terus melangkah meninggalkan Farel yang mematung.
"Aku akan mendapatkanmu bagaimanapun caranya" guman Farel.
Tanpa Farel sadari seseorang tengah menatapnya dengan benci seraya mengepalkan kedua tangannya.
"Kau takkan pernah bisa mendapatkannya Farel" batin laki-laki tersebut dan melangkah pergi.
Keesokkan harinya seperti biasa, Farel terus saja mengganggu Sindy dan mencap Sindy sebagai kekasihnya.
"Apa kau tidak bisa sehari saja tidak mengganggu ku?" tanya Sindy yang geram.
"Maaf sayangnya aku tidak bisa" bisik Farel tersenyum hangat.
Melihat senyum itu, hati Sindy menghangat, namun ia tepis sesegera mungkin.
"Aku mohon manjauhlah dariku" lirih Sindy, membuat Farel tertegun, hatinya sakit melihat mata Sindy berair, namun lebih sakit saat Sindy memintanya menjauh.
Farel menarik lembut tangan Sindy dari keramian menuju taman yang agak sepi.
"Apa salahku" tanya Farel menatap dalam kearah Sindy.
"Kau tidak ada salah, aku yang salah, ku mohon menjauhlah" kini air mata Sindy perlahan menetes, ia tidak sanggup lagi herhadapan dengan laki-laki yang sudah dua minggu ini membuat Sindy jatuh cinta.
"Katakan satu alasan kenapa aku harus menjauh?" lirih Farel.
"Ku mohon mengertilah" lirih Sindy.
"Baiklah kalau itu keinginanmu" Farel tidak sanggup lagi memaksakan kehendaknya kepada Sindy.
Farel meninggalkan Sindy yang masih terisak.
"Maaf" guman Sindy pelan.
"Jangan menangis lagi" kata laki-laki tersebut sambil menyodorkan tisu.
"Kak Randi" lirih Sindy.
"Jangan menangis" lirihnya lagi dan membawa Sindy kepelukkannya.
"Aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya kak, tapi sekarang aku jatuh cinta kepada Farel, namun aku takut, aku takut menyakitinya" isak Sindy di pelukkan Randi.
"Apa tidak ada kesempatan bagiku?" batin Randi yang sakit mendengar wanita yang ia cintai menyukai laki-laki lain.
Farel membuktikan ucapannya untuk tidak lagi mengganggu Sindy, setiap kali bertemu, Farel hanya diam tanpa menghiraukan keberadaan Sindy.
Gosip juga mengatakan kalau Sindy pacaran sama Randi, membuat Farel berubah lebih dingin dari biasanya.
Saat berpapasan dengan Sindy, Farel menarik tangan Sindy sedikit kasar menuju taman yang biasa mereka temui.
"Sakit kak" Farel yang mendengar itupun langsung melepaskan tangan Sindy.
"Maaf" lirih Farel melihat pergelangan tangan Sindy yang memerah.
"Apa karna dia kamu tidak ingin dekat denganku?" tanya Farel, membuat Sindy menatap tajam kearah Farel.
"Siapa maksud kakak?" tanya Sindy yang masih belum mengerti.
"Randi, laki-laki itu pacar kamu kan"? tanya Farel lagi, seketika Sindy membulatkan matanya.
"Dia bukan pacarku, dia hanya kakak angkatku, sekarang sudah jelaskan, permisi" Sindy berlari meninggalkan Farel sendiri.
Randi yang sedari tadi melihat hal itupun bertambah membenci Farel, karna semenjak kedatangan Farel dalam hidup Sindy, membuat ia dan Sindy semakin jauh.
Liulin*