Aaliyah, takdir mempertemukannya dengan Hadi, disaat Hadi telah memiliki Clarissa dan sudah siap untuk menikahi Clarissa.
Namun kekuatan takdir telah mengubah arah hati Hadi, pada akhirnya ia memilih Aaliyah menjadi istrinya.
Tetapi Clarissa, perempuan yang memiliki pengaruh yang kuat, perempuan yang membuat percaya diri Aaliyah jatuh pada titik nol, selalu membayangi kisah cinta mereka.
Kisah mereka diuji dengan kesetiaan, kesabaran, dan perjuangan cinta. Akankah mereka lulus dari ujian itu?
Clarissakah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Aaliyah?
atau Aaliyah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Clarissa?
Jawabannya adalah siapa yang terakhir hidup bersama Hadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Suaranya
"Lihat Mas, progress kebaya akad nikah sudah 75% dan kebaya untuk resepsi 50%." Aaliyah memamerkan kebaya rancangannya kepada Hadi dengan sangat semangatnya. Kebaya itu yang akan digunakan untuk akad nikah dan resepsinya dua bulan mendatang.
"Gimana Mas, bagus nggak?" tanya Aaliyah.
"Bagus," sahut Hadi tidak tahu harus bilang apa, ia sama sekali tidak mengerti urusan kebaya.
Aaliyah merancang dua buah kebaya, satu berwarna putih digunakan untuk akad nikah dan satu lagi berwarna cokelat keemasan akan digunakan pada acara resepsi. Pada acara resepsi pernikahan mereka akan dilaksanakan upacara Pedang Pora. Sebuah tradisi bagi para perwira Polisi maupun TNI yang akan melepas masa lajang dengan diiringi rangkaian pedang berbentuk gapura yang dibentuk oleh hunusan pedang dari rekan-rekan perwira atau adik angkatan sang mempelai pria. Tentu saja, Hadi yang mengurus semua itu.
"Skripsinya bagaimana? bisa ujian bulan ini?" tanya Hadi. Ia agak cemas bila ujian akhir Aaliyah akan bersamaan maupun berhimpitan dengan hari pernikahan mereka yang tinggal dua bulan.
"Masih ada beberapa yang harus dibenahi Mas, tapi Aaliyah usahakan bisa seminar secepatnya biar akhir bulan ini bisa ujian akhir."
"Jaga kesehatan ya, Aaliyah pasti sangat lelah dengan urusan kuliah dan urusan pernikahan," kata Hadi sambil mengusap pipi Aaliyah.
"Nggak kok, Aaliyah gak lelah, malah Aaliyah semangat juang 45," sahut Aaliyah tersenyum.
Sejujurnya memang Aaliyah agak lelah, satu bulan terakhir sejak pertunangan mereka Aaliyah sangat disibukkan dengan skripsi dan desain baju pengantin mereka. Tapi semangatnya untuk meraih gelar sarjana dan semangatnya untuk menggelar pesta pernikahan agar menjadi nyonya Hadi Putra Hendrawan mengalahkan lelahnya.
Aaliyah sudah mengatur schedule nya. Akhir bulan ini ia harus ikut ujian meja, awal bulan depan ia bisa ikut wisuda dan akhir bulan depan adalah tanggal pernikahannya dengan Hadi. Aaliyah bertekad untuk menjadi sarjana sebelum ia menikah dengan Hadi.
Salah satu yang memacu semangat Aaliyah untuk segera menjadi sarjana adalah untuk mengimbangi pangkat dan titel Hadi dalam undangan pernikahan. Tentu saja Aaliyah akan malu apabila di undangan nama Hadi akan tertulis:
AKP. HADI PUTRA HENDRAWAN, S.H.
sementara namanya akan polos-polos saja tanpa titel.
AALIYAH SUTOYO.
Untung saja S2 hukum Hadi belum selesai. Sehingga titelnya tidak bertambah panjang. Satu hal ini yang membuat Aaliyah minder dengan titel mantan Hadi
dr. CLARISSA WISNU, SpKK.
Tapi jodoh itu tidak mengenal titel. Jodoh bagian dari rahasia takdir, ketentuan Allah yang telah ditetapkan sejak manusia masih berada dalam alam rahim.
"Mas Hadi pamit pulang dulu Al, Mas ada sesuatu yang harus dikerjakan malam ini," kata Hadi berpamitan pada Aaliyah.
Hadi kemudian menemui Bunda Aaliyah dan berpamitan pulang sambil menjabat tangan dan mencium tangan bunda Aaliyah. Aaliyah mengantar Hadi keluar.
"Habis ini Aaliyah tidur ya, banyak-banyak istirahat, jaga kesehatan jangan sampai drop," nasehat Hadi pada Aaliyah sambil mengelus rambut Aaliyah.
"Mas Hadi gak nelpon Aaliyah sebentar ya?" Aaliyah merengek.
"Ada yang harus Mas kerjakan sebentar sayang, kamu tidur ya!"
"Aaliyah gak bisa tidur kalau belum dengar suara Mas Hadi," Aaliyah kembali merengek. Memang benar suara Hadi sudah menjadi candu bagi Aaliyah. Aaliyah sulit memejamkan mata bila tidak mendengar suara Hadi sebelum tidur. Hadi tahu itu, kebiasaannya meninabobokkan Aaliyah lewat telpon sebelum tidur akhirnya menjadi tambahan pekerjaan baginya. Mereka memang tidak rutin bertemu setiap hari karena kesibukan masing-masing. Namun komunikasi tetap berjalan setiap harinya lewat telepon.
Hadi tersenyum melihat tingkah Aaliyah.
"Sabar sayang, tidak lama lagi bukan cuman suara Mas Hadi yang Aaliyah dengar sebelum tidur, Mas Hadi juga sudah ada di samping Aaliyah sebelum tidur dan saat Aaliyah bangun tidur" kata Hadi sambil merangkul Aaliyah lalu mencium keningnya.
"Aaliyah sudah gak sabar saat itu tiba," ujar Aaliyah senyum malu-malu.
"Nggak sabar bikin anak?" Hadi mulai menggoda Aaliyah.
"Iiihhhh Mas Hadi pikirannya kesana melulu" Aaliyah mencubit perut Hadi. Hadi hanya tertawa.
"Awas salah cubit sayang. Sekarang Aaliyah masuk ke dalam dan kunci pintu ya. Pagar nanti Mas yang kunci dari luar. Setelah itu bersih-bersih lalu tidur. Nanti Mas Hadi telpon sebelum tidur." Hadi tidak akan meninggalkan rumah Aaliyah sebelum Aaliyah masuk dan mengunci pintu dari dalam.
"Siap Komandan!" Aaliyah mengambil tangan Hadi kemudian menciumnya, lalu masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu dari dalam. Namun melalui jendela ruang tamu Aaliyah akan melihat Hadi pergi sampai tidak terlihat lagi.
Aaliyah kemudian melakukan semua perintah Hadi dan terakhir merebahkan badannya di tempat tidur sambil menunggu telpon Hadi. Selang lima menit kemudian ponselnya berbunyi dan Aaliyah menerimanya dengan penuh senyum bahagia.
Aaliyah: Assalamuaalikum Mas, Mas sudah dimana sekarang?
Hadi: Mas masih di mobil sayang. Sebentar lagi sampai. Aaliyah tidur ya. Mas Hadi sayang Aaliyah.
Kata-kata yang sering diucapkan Hadi menjelang Aaliyah tidur, kata-kata itulah yang meninabobokkan Aaliyah dan membawanya ke alam mimpi.
Aaliyah: Iya Mas, Aaliyah juga sayang Mas Hadi. Mas Hadi hati-hati ya, jangan pulang larut malam!
Hadi: Iya sayang. Tidurlah biar bisa sholat malam. Assalamualaikum wr wb.
Aaliyah: Waalaikumsalam Mas.
******
Pagi ini setelah asistensi skripsi pada Dosen Pembimbing, Aaliyah, Widya dan Yolanda menemani Mitha ke rumah sakit untuk untuk memeriksakan kesehatannya. Mitha sudah lama mengidap asma sehingga harus rutin melakukan kontrol dokter. Mereka berangkat dari kampus menuju rumah sakit menggunakan mobil Widya.
Widya memarkir Honda Jazznya di parkiran rumah sakit, kemudian bersama ketiga temannya mereka menuju ruang tunggu ruangan rawat jalan untuk mengambil antrian. Sambil menunggu Mitha mengambil nomor antrian, mereka bertiga duduk di kursi yang telah disediakan.
"Sepertinya Asma Mitha tambah parah deh, nafasnya sampai bunyi-bunyi gitu," Widya membuka suara.
"Namanya juga asma wid, nafas memang bunyi," sahut Yolanda.
Tidak lama kemudian Mitha selesai mengambil antrian dan ikut bergabung bersama mereka. Dan seperti biasa, mereka akan selalu mengabadikan foto dimana mereka berada, kemudian mengupload ke akun sosmed, serta manandai nama mereka berempat.
Secara tidak sengaja pandangan Widya tertuju di depan poli kulit dan kelamin, dan melihat seseorang yang sepertinya ia kenal, sesosok lelaki yang berseragam polisi namun menutupnya dengan jaket kulit hitam dan berkacamata hitam sedang berdiri sendiri di depan poli di belakang kursi antrian.
Widya kemudian mencolek Aaliyah dan bertanya "Aaliyah, itu bukan tunangan kamu?" sambil menunjuk ke sosok lelaki tersebut. Semua mata sahabat Aaliyah ikut tertuju ke sosok yang ditunjuk Widya.
"Iya, itu Mas Hadi, ngapain dia disini ya," jawab Aaliyah. "Jangan-jangan Mas Hadi sedang sakit. Aku kesana dulu ya."
Aaliyah bergegas berdiri dari kursinya hendak menuju ke Hadi, namun langkahnya terhenti tatkala seorang perempuan memakai jas putih mendekat kearah Hadi sambil memamerkan senyum kepada Hadi. Tangan perempuan tersebut kemudian bergelayut di lengan Hadi dan mereka beriringan melangkah keluar ruangan rawat jalan.
Aaliyah kenal perempuan itu. Perempuan itu adalah dokter Clarissa.
2. e
3. d
4. a
5. b
tnngung jwb ktnya mlh kaya gini setan emng hadi🤣🤣
jadi clarisa juga sakit, apa lgi nanti yg jg nanti di poligami si akiya dan brengseknya lgi punya ank pula sakit g berdarah nembus sampai yg baca sakit bnget