Candy Selsha Bailey, seorang gadis cantik yang hidupnya tidak seindah namanya. Dari bayi sampai sekarang ia harus terus memakan obat-obatan agar bisa sembuh, punya tubuh yang sangat lemah, orang tua yang strict parents menjadikan hidupnya tidak bebas, nilai adalah hal yang harus ia pertahankan karena kalau tidak ia akan di marahi oleh ayahnya, masalah selalu datang menghampirinya membuat ia tidak tenang, rasa menyesal yang terus melingkupi relung hatinya membuat ia hidup dengan rasa bersalah, dan semenjak kejadian itu ia tidak pernah mempunyai teman yang benar-benar teman.
"Tuhan, kenapa hidup aku kayak gini? kenapa semua ini harus terjadi kepadaku? aku lelah Tuhan," ucapnya di ruangan yang sepi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Echaalov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Sekolah berjalan seperti biasa, hanya saja ada yang berbeda di antara Candy dkk. Hal itu di sadari oleh semua murid. Apalagi Tania dan Tyra yang duduk sebangku tapi duduk berjauhan mereka bahkan berada di ujung meja yang berlawanan saking tidak mau dekat.
Silvi mendekati mereka lalu berjalan menuju ke arah Tyra.
"Kalian musuhan ya? " entah mengapa pertanyaan Silvi terdengar menyebalkan di telinga mereka.
"Kepo," ujar Candy.
Silvi tidak menghiraukan ia menatap Tyra."Tyra kalau kamu mau pindah tempat duduk pindah aja di belakang bangku aku," ujarnya.
Silvi sepertinya menyadari bahwa mereka sedang tidak akur dengan Tyra makanya ia mendekati Tyra.
"Aku di sini aja," tolak Tyra.
"Yakin? Kamu emang nyaman duduk di tempat yang teman bangku kamu aja kayak gak suka gitu, sampai-sampai duduknya berjauhan," ujar Silvi terus menghasut Tyra agar pindah kursi.
Tyra sebenarnya tidak nyaman duduk di sini. Tapi ia tidak mau berjauhan dari teman-temannya. Dalam pikirannya ia sedang menunggu teman-temannya minta maaf karena sudah menjauhinya. Mereka harus minta maaf seperti yang biasa mereka lakukan ketika ia sedang marah dan merajuk. Namun ia sudah menunggu sejak tadi, bahkan sebentar lagi jam istirahat tapi mereka tetap tidak minta maaf padanya.
Tyra akan pindah tempat duduk mungkin dengan begini mereka akan mengemis minta maaf seperti yang biasa mereka lakukan. Tyra pun menatap mereka sejenak, lalu menoleh ke arah Silvi.
"Aku mau pindah," ujar Tyra. Ia menatap teman-temannya siapa tahu mereka akan menahannya lalu meminta maaf. Namun mereka bahkan tidak mengalihkan tatapannya dari buku. Hal itu membuat Tyra kesal.
"Oke, Nabila kamu pindah ke sini ya," ucap Silvi. Orang yang di panggil Silvi pun mendekati mereka.
Tyra dan Nabila bertukar tempat duduk. Kini Tyra sudah duduk di bangku belakang Silvi. Silvi menatap Tyra yang terlihat memandang Candy dkk.
Dalam pikirannya Silvi sudah membuat rencana untuk menjadikan Tyra temannya. Dengan begini Candy pasti akan merasa dikhianati. Berteman dengan Tyra juga bukan hal yang buruk, Tyra adalah anak yang selevel dengannya, jika bermain dengan Tyra tidak membuatnya malu karena Tyra adalah anak orang kaya. Selama ini pun Tyra tidak pernah ikut berdebat dengannya, Tyra hanya menonton jika dirinya dan Candy sedang berdebat.
"Tyra kamu musuhan ya sama mereka? " tanya Silvi berusaha mengorek informasi dari Tyra.
Tyra tidak menjawab namun ia menganggukkan kepalanya.
"Kamu jangan sedih Tyra meski mereka jauhin kamu, aku akan jadi teman kamu," ucap Silvi ia memegang tangan Tyra.
"Kalau ada apa-apa kamu bisa cerita ke aku, aku akan selalu dukung kamu," lanjut Silvi berusaha meyakinkan Tyra.
"Silvi apa menurut kamu aku salah? " tanya Tyra sedih.
"Salah apa? jelasin yang jelas Tyra," ujar Silvi.
"Aku marah karena mereka bikin aku kesal terus aku menjauh dari mereka, terus mereka dimarahi oleh guru ngaji aku karena mereka ngejauhin aku tapi mereka malah natap aku marah," jelas Tyra.
Mendengarkan ucapan Tyra, Silvi tersenyum dalam hati. Kalau begini ia bisa dengan mudah membuat Tyra menjadi temannya.
"Kamu gak salah Tyra mereka aja yang gak ngertiin kamu, wajar aja guru ngaji kamu marahin mereka, mereka kan udah jahatin kamu, bukannya minta maaf mereka malah marah sama kamu, kalau aku jadi kamu udah gak mau lagi berteman sama mereka," hasut Silvi. Ia berusaha menghasut Tyra agar membenci Candy dkk.
Tyra merenungkan apa yang di ucapkan oleh Silvi. Ucapannya benar adanya, harusnya mereka minta maaf kepadanya bukan malah marah.
Tyra menatap Silvi."Kamu benar Silvi."
"Udah kamu berteman sama aku aja," ucapnya.
"Emang kamu mau berteman sama aku? Aku kan teman Sesel," tanya Tyra.
"Aku dari dulu pengen berteman sama kamu, tapi kamu malah berteman sama Candy jadi aku gak bisa deketin kamu, lagian sekarang mereka kan jauhin kamu mending kamu berteman sama aku daripada sendirian," ucap Silvi.
Benar juga ucapan Silvi, kalau ia tidak berteman sama Silvi pasti ia akan terlihat menyedihkan karena sendirian. Mungkin juga ketika ia berteman dengan Silvi, Candy dkk tidak terima lalu membujuk bahkan mengemis padanya agar ia berteman lagi dengan mereka. Ide yang bagus untuk sementara ia akan berteman dengan Silvi.
"Oke kita temenan ya," ucap Tyra tersenyum menatap Silvi.
"Iya kita temenan," ujar Silvi.
Setelah itu mereka berbincang-bincang bahkan bersenda gurau. Hal itu di lihat oleh Candy yang duduk di barisan terdepan.
"Kayaknya Rara temenan sama Silvi," ucap Candy menatap ke arah bangku belakang tempat beradanya Tyra dan Silvi. Tatapan Candy bertemu dengan Tyra, namun hanya sebentar karena dengan cepat Tyra mengalihkan pandangannya ke Silvi.
"Udah biarin aja Sel jangan ngeliatin kayak gitu," ucap Tania yang masih menulis.
"Tapi gimana kalau Tyra temenan sama Silvi? " tanya Candy.
"Ya gakpapa orang dia yang menjauh," ucap Naysa.
"Tapi kan dia tetap teman kita, meski ucapan dan perbuatannya udah keterlaluan tapi kita temenan sama dia bukan sebentar," ucap Candy sedih. Naysa memegang bahu Candy.
"Sesel jadi orang jangan terlalu baik dan gak enakan, kita selama ini selalu ngertiin Rara dan minta maaf duluan padahal kita gak tahu salah kita apa, tapi dia tetap gak berubah dan ngelakuin hal itu, tapi perbuatan nya yang kemarin udah gak bisa kita toleransi Sel, dia udah buat Yaya di marahin kak Rangga yang notebene nya adalah pamannya Yaya. Sekarang terserah dia mau ngelakuin apa, tapi kalau kamu masih mau berteman sama dia kamu nyakitin perasaan Yaya," ucap Naysa. Setelah itu ia kembali menulis di bukunya.
Candy merenungkan ucapan Naysa, ia lalu menghembuskan nafasnya lalu menatap Tania. Merasa ada yang menatapnya Tania mendongakkan kepalanya lalu tatapannya bertemu dengan tatapan Candy.
"Ada apa Sel? " tanya Tania.
"Nih buat kamu," Candy memberikan permen lolipop rasa Strawberry.
"Tau aja kesukaan aku, makasih Sesel," ucap Tania senang ia langsung membuka bungkus lolipop itu lalu memasukkan lolipop itu ke mulutnya.
Untung saja tidak ada guru jadi Tania tidak akan di marahi jika memakan lolipop. Candy kembali menulis di bukunya.
Mungkin perkataan Naysa benar, ia jangan terlalu memikirkan Tyra. Karena Tyra yang memutuskan mau berteman dengan siapa. Mungkin pertemanan mereka sampai di sini. Untuk sekarang ia harus membuat kedua temannya bahagia, terutama Tania pasti perasaannya belum membaik. Ia akan terus berada di samping mereka dan menghibur mereka. Tapi dalam lubuk hatinya ia masih ingin berteman dengan Tyra. Namun ucapan Naysa juga benar tindakan Tyra membuat Tania mendapatkan luka di hatinya.
Izin yaa