NovelToon NovelToon
Dijebak Menikah CEO Beristri

Dijebak Menikah CEO Beristri

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:25.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eyha

ig : @dora_eyha

Kehidupan rumah tangga yang bahagia menjadi impian bagi setiap pasangan menikah. Namun, jalan terjal selalu siap menantang di masa depan.

Seperti yang dialami Daffin Miyaz Stevano dan istrinya Zafreena Evren Stevano, bertahun-tahun menikah mereka tak kunjung mendapatkan buah hati.

Hingga muncullah rencana gila dari Reena saat melihat Ayasya, janda muda yang di tinggal mati oleh suaminya.

Akankah, Daffin menuruti keinginan Reena?
Lantas, bagaimana nasib Ayasya sang janda muda?

Mari simak kisah romantis penuh haru yang di balut konflik dan intrik pernikahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eyha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERPERANGKAP

Tatapan mata terkadang memang bisa mengatakan segala hal yang ada di dalam hati. Namun, tak semua orang mampu membaca ataupun mengartikan tatapan mata seseorang. Contohnya aku, aku pikir Daffin marah besar dan akan langsung pergi dari rumahku setelah aku memintanya untuk menceraikanku. Aku tak menduga jika Daffin masih menungguku di teras ketika aku menarik koperku keluar.

"Kau sudah siap?" tanya Daffin yang sedang duduk di kursi teras depan.

Aku menatapnya bingung. Apakah dia tidak akan mencegah kepergianku? Dan apakah ini artinya aku akan segera terbebas dari jeratannya?

"Bawa kopernya!" titah Daffin pada seorang pengawal yang sedari tadi berdiri di dekatnya.

Pengawal itu mendekat dan membungkuk hormat sebelum mengambil alih koper yang sedang ku pegang. "Permisi, Nyonya muda."

"Tunggu dulu!" Aku menahan koperku dan langsung menariknya agar menjauh dari pengawal itu. "Apa maksudmu, Daffin?" tanyaku pada Daffin yang hanya diam melihat tingkahku.

"Seperti yang kau lihat." jawab Daffin singkat, membuatku semakin bingung saja.

"Ah, aku tahu. Kau sudah mengijinkan aku pergi dan juga akan menceraikan aku. Aku benar, kan?"

"Aku sudah mengatakannya. Jangan pernah memikirkan hal itu lagi!" bentak Daffin, wajahnya memerah seperti udang rebus.

"Maka katakan dengan jelas! Apa sebenarnya hubungan di antara kita?" Aku tak kalah keras kepala dari Daffin.

Daffin melangkah dan mengikis jarak di antara kami berdua. Dia mendekatkan wajahnya dengan wajahku hingga hembusan nafasnya pun dapat aku rasakan.

"Kau istriku dan aku suamimu.Jadi, kau harus tinggal bersamaku." ucap Daffin dengan suara khas berat miliknya. "Bawa kopernya sekarang!" Daffin kembali memberi perintah pada pengawal tadi yang sekaligus membuatku terkejut.

Aku mengusap-usap telingaku yang terasa berdengung dan menekuk wajahku karena kesal dengan ulah Daffin, tapi si biang masalah hidupku itu hanya menatapku datar tanpa ada rasa bersalah.

Pengawal yang di perintahkan Daffin langsung mengangkat koperku tanpa izin dariku lagi dan dengan cepat koperku sudah berpindah ke bagasi mobil mewah Daffin.

"Silahkan, Nyonya muda," Pengawal itu membukakan pintu mobil setelah memasukkan koperku.

Aku mengamati sekeliling dan merasa seperti ada yang kurang. "Dimana, Shaka?" Aku menoleh pada Daffin yang berjalan di sebelahku.

Tapi bukan Daffin namanya jika dia mau menjawab pertanyaanku. Dia hanya menoleh sekilas kemudian masuk ke dalam mobil tanpa menghiraukan aku yang masih menunggu jawabannya.

"Nyonya muda?" Pengawal Daffin mengalihkan perhatianku. Sepertinya dia mulai pegal memegangi pintu mobil, sementara Daffin sudah duduk dengan angkuhnya di dalam mobil.

Aku tersenyum dan memegang pintu mobil serta bersikap seolah aku akan naik ke mobil, tapi tiba-tiba aku membanting pintu mobil hingga tertutup rapat dan membuat pengawal Daffin yang awalnya tersenyum kini terlihat sedikit terkejut dengan ulahku. Aku berjalan melewati pengawal yang masih terkejut itu, tapi tepat saat aku akan menyeberangi jalan pintu mobil terbuka dan memperlihatkan Daffin yang sedang di kuasai amarah.

"Apa kau sengaja ingin membuatku terkena hipertensi?" Mata Daffin seperti akan keluar saat dia menatapku.

Aku mendengus. "Hipertensi hukuman yang terlalu ringan untukmu."

Tanpa memperdulikan Daffin, aku menyeberangi jalan sambil berteriak, "kau harus rajin olahraga sepertiku agar tidak terkena hipertensi."

***

"Hah, rumah ini lagi." gumamku, saat melewati gerbang yang berhasil aku lewati kemarin.

Penjaga yang kemarin berhasil aku tipu menundukkan wajahnya saat pandangan kami bertemu. Aku melihat luka lebam di wajahnya sebelum dia menunduk.

"Lihat aku!" pintaku pada penjaga itu. Namun, dia masih tetap menunduk dan enggan menatapku.

"Apa yang terjadi? Apa Daffin menghukummu? Apa ini karena ulahku kemarin?" Nafasku memburu, aku tidak mengira jika orang lain yang akan mendapatkan hukumannya.

Bungkamnya penjaga itu membuatku yakin jika memang akulah penyebab luka lebam di wajahnya. Aku jadi teringat ucapan Shaka saat aku melihat luka di bibirnya. Jadi maksud Shaka saat itu adalah aku yang telah membuatnya mendapat hukuman.

'Astaga, aku sungguh menyesal.' batinku. "Maafkan aku!" lirihku pada penjaga itu, yang mana membuatnya langsung menatapku.

"Tidak, Nyonya muda," sanggahnya.

"Baiklah, aku harus ke dalam." sergahku, saat aku melihat mobil Daffin memasuki halaman rumah dan sebelum penjaga itu mendapat masalah lagi karena diriku.

Tepat sebelum aku berbalik, Daffin keluar dari mobil dan berjalan dengan cepat untuk menghampiriku. "Kenapa begitu sulit untuk mengaturmu?"

"Karena menghargai jauh lebih mudah dan lebih indah daripada mengatur." selorohku seraya melangkah ke dalam rumah.

Dengan senyum penuh kepalsuan aku melangkah memasuki sangkar emas yang berhasil aku tinggalkan kemarin. Aku pikir, aku tidak akan pernah kembali lagi kesini. Sungguh malang nasibku.

"Rania? Rania?" teriakku, saat memasuki rumah dan tidak melihat Rania dimanapun.

Seorang pelayan wanita datang menghampiriku, lalu membungkuk hormat. "Ada yang bisa saya bantu, Nyonya muda?"

"Dimana Rania?" tanyaku tak sabar.

Pelayan itu tertunduk dan tidak menjawab pertanyaanku. "Dimana Rania? Aku bertanya padamu!!!" bentakku.

"Wow, amazing!" Suara dan tepukan tangan Daffin menggema di seluruh rumah. "Nyonya kedua Stevano sudah mulai menikmati perannya." lanjut Daffin.

Aku menoleh dan melihat Daffin yang bersandar di ambang pintu sambil terus menatapku. Aku tak ingin memperdulikannya, aku berbalik dan melihat pelayan wanita yang tadi sudah pergi entah kemana.

"Kau lihat! Bahkan pelayan pun tidak menghargai aku." ketusku. "Walaupun itu bukan salah mereka, karena mereka hanya mengikuti perintah tuannya saja."

Seringai jahat muncul di wajah maskulin Daffin. "Kenapa kau marah? Apa aku kurang melayanimu?"

Nada bicara Daffin terdengar sangat aneh di telingaku. "Sejak kapan kau melayaniku? Dari awal kau hanya menyiksaku."

"Apakah aku harus melayanimu sebagai seorang suami seutuhnya?" tanya Daffin seraya melangkah dan semakin mengurangi jarak di antara kami.

TENG...

Lonceng penindasan Daffin berdentang di kepalaku untuk memberi peringatan. Aku pun memalingkan wajahku dan berjalan ke arah lain.

"Dimana Rania? Kenapa aku tidak melihatnya? " tanyaku, mencoba mengalihkan perhatian.

Aku mendengar Daffin berdecak sebelum menjawabku. "Aku sudah memecatnya."

Jawaban Daffin bagai gemuruh di telingaku. "Ka- Kau memecatnya?" Kerongkonganku sampai tercekat saat mengulangi ucapan Daffin.

"Iya. Apa bicaraku kurang jelas?"

'Apa ini juga akibat dari perbuatanku kemarin?'

Ucapan Rania kembali terngiang di telingaku. "Tidak ada tempat yang lebih baik dari tempat ini." Aku tahu maksud Rania adalah karena keberadaan Shaka.

"Kenapa kau memecatnya?" tanyaku lirih.

"Karena dia gadis bodoh. Dia tidak bisa menjagamu dan membiarkanmu berkeliaran." jawab Daffin acuh.

'Berkeliaran? Kau pikir aku binatang.' batinku. Namun, aku tidak akan meributkan hal itu untuk saat ini.

"Rania tidak bodoh, tapi aku yang terlalu pintar."

Hallo semuanya🤗

Terima kasih atas kesabarannya telah menunggu 🙏 Happy reading 😘

Jangan lupa tap jempolnya 👍 dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar 👇 sertakan juga votenya 👈 sebagai mood booster untuk author amburadul kesayangan kalian 😍

I ❤ U readers kesayangan kuhh

1
Amylianamiralisa Liana
Luar biasa
tini karim
masa masih hamil lagi pingsan kok bisa nikah ..n entah walinya siapa .. meski cuman novel tp ya ga gitu juga cr nikahnya
Kurmila Wati
ko aku ngga nemu judul nya di noveltoon
RossyNara
/Good//Good//Good//Good/
Eyha: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Miya Wibowo
hahahahahaahhaha
Miya Wibowo
lh wes tamat
Eyha: lanjut cerita anak-anaknya Plankton, kak 🤗
total 1 replies
Miya Wibowo
shakaaa😭😭😭
fitri hutagaol
👍👍👍
fitri hutagaol
😭😭😭😭😭
fitri hutagaol
😭😭😭
Milo Chasanah
bagus🤩🤩🤩😛
Jarmini Wijayanti
suka banget
Surti
Erlan, Daffin, shaka dan Ayaya adalah cinta segi empat. tapi cinta sejati tak pernah salah memilih dan bersatu. sehingga Erlan dan shaka tahu bahwa cinta mereka hanya bertepuk sebelah tangan, sehingga memilih takdir meninggalkan dunia dan membawa cintanya untuk selama lamanya...
masya allah luar biasa ceritamu thorr,,, dari awal sampai di bab ini aku suka semuanya apalagi sifat ayaya huh yg begitu menggemaskan😘
Eyha: tengkyuu kakak 😘
total 1 replies
Surti
lily masih hidup, dia ada di hadapanmu fin telah menjadi istrimu
Surti
jawaban yg konyol 😂😂😂
Surti
aku suka dgn sikap ayasya yg keras dan tidak takut👍👍👍👍
Nani Rodiah
menarik🥰
Putri
lama lama bosen sama sikap si aca
Halimah Tusahdiah
😏
Haryanti Puji Rahayu
bagus ceritanya di awal awal, tp sampai disini kok Acha lama2 menyebalkan,, sudah Thor aku mbaca sampai disini saja ya,, semangat untuk Author nya💪💪
Eyha: siap 💪

Terima kasih kakak sudah menyelam sejauh ini 🤗☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!