MC kita bernama ZARKEN. suatu hari, dia melihat ada benda jatuh dari langit didepan rumahnya. Tanpa berpikir lagi, dia mengambil benda tersebut dan setelah itu....
Apa yang akan terjadi kepada ZARKEN?...
°°°°°
Penasaran?? Ayo ikuti perjalanan ZARKEN sekarang juga!!!...
👉»Mulai Baca«👈
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DzAFaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Lagi Di Depan Pintu Lift
...[ SELAMAT MEMBACA ]...
Setelah selesai makan, Zarken keluar dari dalam Markas.
Di halaman, para Prajurit yang melihat Zarken keluar dari dalam Markas, mereka semua memberi hormat ke Zarken dengan cara membungkukkan diri.
"Master." Mereka semua menyapa dengan penuh hormat.
"Mmm ..." Zarken mengangguk, lalu dia masuk ke dalam mobil, dan mobil mulai melaju pergi dari Markas Bulan Merah.
"Master mau kemana?" K-60 bertanya dengan sopan.
"Antar saya ke perusahaan." Zarken menjawab dengan santai, lalu dia mengganti Topeng putih dengan Topeng K-21.
"Siap, Master." K-60 berkata dengan hormat.
Mobil melaju dengan cepat menuju Perusahaan Kens Technology.
1 jam kemudian …
Mobil berhenti di depan pintu Lobby perusahaan, lalu pintu mobil di bukakan sama Prajurit yang sedang berjaga di depan pintu Lobby perusahaan.
"Selamat datang Master." Prajurit membungkuk dengan penuh hormat.
"Apa kalian semua berlatih ilmu pedang dari Komandan Tiger." Zarken bertanya kepada Prajurit.
"Iya, Master. Kami bergantian berjaga dengan Prajurit lain. Sehari berlatih di Markas dan sehari berjaga di perusahaan." K-15 menjawab pertanyaan Zarken.
"Bagus, nanti saya akan berikan kalian Elixir untuk meningkatkan kekuatan kalian." Zarken berkata dengan santai.
"Terima kasih, Master." Mereka membungkuk dengan hormat.
Kemudian Zarken berjalan masuk ke dalam perusahaan.
"Selamat datang, Boss." Karyawan resepsionis memberi salam kepada Zarken.
Zarken hanya mengangguk, lalu dia lanjut berjalan menuju pintu lift.
Di depan pintu lift, Zarken melihat ada seorang wanita yang tidak asing baginya. Setelah di lihat-lihat dari dekat, ternyata wanita tersebut adalah Direktur Utama perusahaan Google, yaitu Nona Angle.
Zarken yang melihat Angle di buat bertanya-tanya. 'Kenapa dia kesini lagi?' pikir Zarken.
Angle yang melihat Zarken datang ke depan pintu lift, dia sangat senang dan bahagia.
"Pak CEO, akhirnya kita bertemu lagi." Angle berkata sambil tersenyum.
"Untuk apa kamu datang kesini? Saya tidak akan setuju untuk menjual aplikasi Asisten Lena kepada pihak Google." Zarken bertanya sambil mengerutkan kening.
"Saya kesini bukan untuk membahas mengenai pembelian aplikasi Asisten Lena, melainkan saya ingin mengundang Pak CEO untuk makan malam bersama saya." Angle berkata sambil tesenyum lembut.
'Kalau saya tidak diperintahkan CEO untuk merayu Pak CEO perusahaan Kens Technology, saya benar-benar tidak akan mau untuk datang kesini lagi.' Angle bergumam dengan kesal.
Zarken tidak tahu maksud dan tujuan Angle yang sebenarnya.
"Saya tidak punya waktu luang, malam ini." balas Zarken dengan santai.
"Bagaimana kalau sekarang? Kita dapat makan di restoran dekat sini." Angle bertanya dengan lembut.
"Saya baru saja selesai makan." jawab Zarken yang mulai kesal dengan tingkah laku Angel.
"Kamu tidak perlu makan, saya hanya ingin mengobrol sebentar dengan Kamu." Angle mulai kesal dengan respons Zarken yang acuh tak acuh kepadanya.
"Saat ini kita sedang mengobrol." balas Zarken dengan datar tanpa emosi.
"Bukan itu maksud saya, saya mau mengenal kamu lebih dekat." Angle berkata dengan kesal.
"Kamu sudah mengenal saya dan sekarang jarak kita cukup dekat." balas Zarken tanpa emosi sedikitpun.
"Kamu sangat menyebalkan! Sudah cukup saya di buat kesal dengan kamu!" Setelah dia mengatakan itu, Angle berjalan pergi keluar dari perusahaan dengan wajah yang sangat kesal dan marah.
Zarken hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah laku Angle barusan. Dia bukannya tidak mau makan bersama dengan wanita cantik, tetapi dia tidak mau identitasnya ketahuan olehnya.
"Ting! ..." pintu lift terbuka.
Zarken masuk kedalam lift hanya sendirian, lalu dia menekan tombol lantai 15.
1 menit kemudian ...
"Ting! ..." lintu lift terbuka di lantai 15.
Zarken keluar dari dalam lift, dia berjalan menuju ruang CEO.
Di ruang Wakil CEO, Yuli sedang mengecek beberapa berkas dan dia tidak sengaja melihat Zarken lewat didepan ruangnya. Dia langsung merapihkan semua berkas, lalu dia berjalan menuju ruang CEO yang tepat berada disamping ruangannya.
Yuli mengetuk pintu.
"Tok ... Tok ... Tok ..."
"Masuk." Zarken yang sedang duduk di sofa berkata.
Yuli kemudian masuk kedalam ruangan.
"Selamat datang, Boss." Yuli menyapa Zarken dengan hormat.
Zarken mengangguk, lalu dia berkata.
"Silakan duduk."
Lalu Yuli duduk di depan Zarken.
"Apakah pihak Goolge melakukan sesuatu kepada perusahaan?" Zarken bertanya dengan wajah santai.
"Tidak Boss, kemungkinan mereka sedang melakukan sesuatu di balik layar." Yuli menjawab pertanyaan Zarken.
Zarken mengangguk.
"Tadi di lantai bawah, saya bertemu dengan Nona Angle, apa kamu tau kalau dia akan datang kesini?" dengan santai Zarken bertanya.
"Saya tidak tau Boss, kemarin Nona Angle sempat menelepon saya, dia bilang mau bertemu dengan Boss. Saya bilang ke dia, bahwa Boss sangat sibuk, jadi Nona Angle tidak bisa bertemu dengan Boss. Nona Angle tidak bilang ke saya, kalau dia mau datang ke perusahan." jawab Yuli dengan tenang.
"Nona Angle pasti ada tujuan tersembunyi untuk datang bertemu saya." dengan santai Zarken berkata.
"Kemungkinan besar memang ada tujuan tersembunyi yang tidak kita ketahui, Boss." balas Yuli sambil memikirkan semua kemungkinan yang ada.
"Biarkan saja, kalau dia ingin bermain game dengan saya. Saya akan membiarkannya masuk kedalam game yang saya buat dan pada akhirnya saya akan mengtahui tujuan aslinya." Zarken berkata sambil tersenyum jahat.
"Baik, Boss." balas Yuli sambil tersenyum, dia mengerti dengan apa yang dikatakan Bossnya.
"Mengenai masalah produk KENS tipe C1, saya akan membahasnya setelah saya melaksanakan UN nanti." Zarken berkata.
"Ya, Boss." balas Yuli.
"Boss, tadi pagi ada beberapa wartawan yang datang ke perusahaan, mereka ingin bertanya mengenai aplikasi Asisten Lena." Yuli berkata dengan serius.
"Kalau begitu, adakan Konferensi Pers di perusahaan, besok jam 14.00 siang. Undang semua wartawan yang mau meliput berita tentang aplikasi Asisten Lena. Sudah saatnya Perusahaan Kens Technology menampakkan dirinya." balas Zarken sambil tersenyum.
"Baik, Boss." balas Yuli dengan penuh semangat.
"Apakah ada yang ingin Kamu katakan lagi?" Zarken bertanya dengan santai.
"Tidak ada, Boss." Yuli menjawab dengan tenang.
"Baikalah, kalau begitu saya pulang dulu." Setelah dia mengatakan itu, Zarken bangun dari sofa.
"Saya akan mengantar Boss sampai pintu lobi perusahaan." Yuli berkata.
Zarken mengangguk, lalu mereka berdua berjalan menuju pintu lift dan menunggu sampai pintu lift terbuka.
"Ting! ..." pintu terbuka.
Mereka berdua masuk kedalam lift, lalu Yuli menekan tombol menutup pintu, dan menekan tombol lantai 1.
Lift mulai turun ke lantai bawah. Tiba-tiba listrik padam dan lift berhenti bergerak.
"Boss, apakah listriknya padam?" tanya Yuli yang khawatir.
"Ya,bkita tunggu saja. Mungkin sebentar lagi listriknya nyala kembali." jawab Zarken yang sangat tenang.
Yuli mengangguk, mempercayai perkataan Zarken.
20 menit kemudian …
Yuli sudah kepanasan, karna tidak ada sirkulasi udara yang masuk kedalam lift.
Zarken yang melihat Yuli mulai kepanasan dengan hawa yang ada di dalam lift, dia ingin menggunakan kekuatan matanya untuk membuka Portal menuju ruang CEO, tapi dia tidak mau Yuli mengetahui kekuatan yang dia miliki.
Setelah cukup lama merenung, Zarken memutuskan untuk menggunakan kekuatan matanya.
"Tolong tutup mata kamu dan jangan di buka sebelum saya suruh." Zarken berkata kepada Yuli.
"Kenapa saya harus menutup mata?" tanya Yuli yang penasaran dan juga sedikit khawatir dengan apa yang akan dilakukan Zarken kepadanya.
"Kamu tidak perlu takut, saya akan membawa kamu keluar dari sini." jawab Zarken dengan santai.
"Bagaiman cara kita keluar? Pintunya saja tertutup rapat?" tanya Yuli yang heran dengan perkataan Zarken.
"Kamu tenang saja, kalau kamu mau keluar dari sini, sekarang tutup mata kamu, dan jangan di buka sebelum saya perintahkan untuk di buka." jawab Zarken dengan tenang.
"Baik." setelah dia mengatakan itu, Yuli menutup matanya rapat-rapat.
Zarken yang sudah memastikan bahwa Yuli sudah menutup mataya, lau dia mengaktifkan Mata Xirtex dan Mata Telepx.
Kemudian dia membuka Portal menuju Ruang CEO, lalu dia menarik tangan Yuli, dan mereka berdua masuk ke dalam Portal.
...****************...
...Like, favoritkan, rate bintang 5, tinggalkan komentar, vote, follow author, dan kalian juga bisa memberikan tip lho~...
...[ TERIMA KASIH ] ...
^^^Written by : DzAFaR^^^
keep on going..