Ahimsa Radeya Sanjaya adalah kandidat Presdir dari kerajaan bisnis milik kakeknya. Salah satu syarat yang harus dia penuhi sebelum menjadi seorang Presdir pilihan adalah menikahi perempuan pilihan kakeknya. Sevim Zehra Mahveen adalah perempuan yang harus dia nikahi.
Awalnya Ahimsa menyetujui syarat tersebut hanya untuk mendapatkan posisi sebagai Presdir. Namun, akhirnya dia jatuh cinta kepada Sevim. Sayangnya, meskipun saling mencintai, tapi mereka seringkali dibuat salah paham.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gara-gara
Udah Author posting di Instagram ya, hutang yang kemarin. Hehehe. Let's go..kita lanjutin lagi ceritanya.
"Aa'...sakit Aa'..",
"Sini Aa' gendong aja..",
Ahimsa membawa Sevim masuk ke dalam walk in closet. Ahimsa menurunkan Sevim dan mendudukkanya ke atas sofa. Semalam Ahimsa tak kalah beringasnya, tapi saat ini Ahimsa memperlakukan Sevim dengan manis dan penuh kelembutan.
"Bisa pake baju sendiri nggak Se?",
"Bisa Aa'.., cuma susah jalan aja..",
"Mau pake yang mana?", tanya Ahimsa yang membuka lemari yang berisi pakaian Sevim yang beberapa hari lalu memang sudah dipersiapkannya.
"Itu punya Sevim Aa'..?",
"Iya.., kenapa? nggak suka bajunya?",
"Suka..",
"Jadi mau pake yang mana?",
"Aa' yang beli?",
"Iya.., kenapa? bukan selera kamu?",
"Selera Sevim..",
"Ayo cepetan pilih yang mana?",
"Yang warna merah aja..",
"Yang ini?",
"Iya Aa'...",
Ahimsa memberikan baju rumahan lengkap beserta pakaian dalam kepada istrinya. Saat Sevim hendak memakainya, Ahimsa malah menghindar. Dia memilih untuk keluar.
"Aa' keluar dulu ya.., kalo udah pake pakaiannya.., panggil Aa' lagi..",
"Kenapa? Aa' kan udah liat semuanya..?",
Ahimsa menoleh, dia tersenyum malu kepada Sevim.
"Justru itu, karena Aa' udah liat dan udah tau rasanya. Aa' jadi pengen terus.., tapi tunggu kamu sembuh dulu..., Aa' nggak tahan kalo liat kamu naked...,",
"Hmmmm...",
Ahimsa keluar dari walk in closet dan menunggu istrinya memakai pakaian. Kurang dari satu menit, Sevim kembali memanggilnya.
"Aa'....",
Loh kok cepet banget, ucap Ahimsa dalam hatinya.
Namun, dia langsung masuk ke dalam tanpa bertanya.
"Udah selesai....",
Ahimsa terkejut melihat Sevim yang ternyata belum memakai satupun pakaiannya.
"Se..,jangan godain Aa'.., kamu nanti nyesel..",
"Aa'.., Sevim nggak bisa nunduk.., nggak bisa pake, ini....", jawab Sevim dengan menaikkan ****** ***** yang belum dia pakai.
"Terus..?",
"Aa'.., boleh minta tolong pakein nggak?",
"Sesakit itu ya Se?",
"Iya Aa'.., baru terasa sakitnya, perih banget...",
Ahimsa menunduk, memakaikan pakaian untuk istrinya. Lengkap membantu memasangkan bra serta dress selutut Sevim. Ahimsa berusah sekuat tenaga agar tidak tergoda Sevim kembali.
"Udah..",
"Makasih Aa'..",
"Mau pake sandal yang mana?",
"Sandal? buat apa?",
"Udah waktunya sarapan Se..",
"Sevim nggak bisa keluar Aa'..., nggak bisa jalan..masa iya digendong?",
"Mau dibawain ke kamar aja kalo gitu?",
"Iya.., boleh kalo nggak ngerepotin..",
"Iya.., nanti Aa' bawain ke sini..",
Ahimsa kembali menggendong Sevim dan mendudukkannya di atas Sofa kamar.
"Aa'.., Sevim pengen tiduran aja..",
"Ya sudah, disini aja..",
"Sevim disuruh tidur di sofa? Aa' tega?",
Ahimsa lantas menunjukkan alasan yang membuatnya membawa Sevim ke Sofa. Ahimsa berjalan ke arah ranjang yang sangat berantakan. Membuang selimut yang menutupi ranjang, Ahimsa menunjukkan sesuatu kepada Sevim.
"Kamu liat ini?",
"Itu apa? darah? Sevim kan nggak haid..",
*Astaga, istriku polos apa emang beg*o sih*..,
"Se.., ini tuh darah karena kamu udah nggak lagi perawan. Semalam Aa' pecahin, itu yang bikin kamu perih kesakitan. Udah gitu semalem kamu kayak reog, ganas banget..",
"Aa' juga..Sevim udah minta ampun, masih aja diterusin..",
"Nikmat Se...",
"Terus gimana? Sevim harus bersihin gitu?",
" Nggak cantik..,nanti biar maid yang beresin.., Aa' pake baju dulu ya..",
Ahimsa menelepon untuk meminta bantuan membersihkan ranjang di kamarnya. Tidak kurang dari lima menit, maid mengetuk kamar Ahimsa.
"Pagi mas.., ada yang bisa saya bantu?"
"Mbak tolong bersihin tempat tidur, sekalian gantiin sprei sama bad covernya..",
"Kemarin kan sudah saya ganti mas..",
"Nggak usah banyak tanya, udah ganti aja..",
"Baik mas, permisi...",
"Lho..lho.., mau kemana? bukannya masuk malah balik lagi.."
"Saya mau ambil sprei sama bed cover. Sekalian mau panggil satu teman buat bantuin. Susah mas kalo beresin sendiri..",
"Oke.., cepetan...",
Ahimsa duduk disamping Sevim dengan membantu istrinya mengeringkan rambut dengan hairdryer. Kedua maid yang sedang membersihkan ranjang, saling pandang serta saling memberikan kode melalui mata serta senyum mereka. Sesekali mereka juga melirik tuannya yang baru saja memiliki seorang istri. Keduanya menahan tawanya, takut jika Ahimsa memperingatkannya.
"Udah kering Aa'.., makasih...",
Ahimsa tersenyum mengangguk.
"Mbak.., udah selesai?",
"Udah mas..,kami permisi dulu.
Oh ya.., mau dianterin sarapan kesini?",
"Nggak usah..",
"Mas.., ini spreinya udah diganti sama warna gelap, jadi nanti nggak cepet kotor..",goda maid yang satunya.
"Enak aja.., kalo kotor ya diganti lagi..",
"Iya mas.., saya bercanda.., permisi mas.., non Sevim...", pamitnya kepada Sevim.
"Terima kasih ya mbak..",
"Sama-sama non..",
Kedua maid itu keluar. Mereka berdua cekikikan ketika berbisik membicarakan Ahimsa dan Sevim. Mereka sudah pasti tahu apa yang tadi malam terjadi. Kebetulan, ruang laundry berada di belakang yang otomatis akan melewati ruang makan keluarga.
"Mbak.., kalian kenapa kok ketawa-ketiwi gitu?", tanya Mami Anin.
"Hehe nggak apa-apa nyonya..",
"Itu apa? bukannya itu sprei yang kemarin di pasang di kamar Himsa? kok udah diganti lagi? kenapa?"
"Mas Himsa yang minta nyonya.., Ini spreinya udah kotor, tadi sudah kami ganti sama sprei yang baru..",
"Ahimsa? kan dia lagi honeymoon sama istrinya.."
"Mas Himsa kan semalem pulang nyonya..",
"Pulang?",
"Semalem kayaknya ada pertemuran nyonya.., hihi...",
"Pertempuran apa bik?",
"Hehe ini spreinya merah semua.., kami permisi dulu..",
Harsa dan Papi Galang salah tingkah ketika mendengar ucapan maid . Bukannya tidak sopan terhadap majikannya. Tapi, mami Anin memang sudah akrab dengan maid yang ada dirumahnya. Mereka berbicara santai, tidak seperti majikan dan maid. Namun, tetap ada batasan.
"Udah mi..sarapan aja dulu..",
"Pi.., baru aja kemarin nikah, masa iya Himsa berantem sama Sevim..",
"Tenang dulu, mami minum dulu..",
Harsa dan Hyana hanya diam, melihat maminya yang panik memikirkan Ahimsa dan Sevim. Tidak berapa lama, Ahimsa muncul dan langsung ikut bergabung disana.
"Pagi semua..",
"Him.., kamu apain mantu mami? kalian berantem ya..?",tanya mami Anin tidak sabaran.
"Mi.., harus dibahas ya?",
"Iya.., kenapa tiba-tiba kamu pulang? terus Sevim ditinggal dimana?",
"Ada tuh.., dikamar..",
"Kok nggak diajak makan?",
"Ini Himsa ambilin buat dia.., sekalian Himsa mau sarapan di kamar.
Mbak.., tolong nampan dong..", teriaknya.
"Kalo mami tanya tuh, dijawab dong Him..",
"Mami tanya apa sih ?",
"Kamu apain Sevim?",
"Mi.., udah ya nanti aja bahasnya. Sevim lagi sakit..",
"Sevim sakit.., sakit apa?",
"Gara-gara Himsa Mi..",
"Astagfirulloh.., kamu apain dia? kamu pukul? dia itu istri kamu lho him..",
"Katanya pengen cucu? semalem udah dibikinin.., udah ya.., Himsa masuk ke kamar dulu..",
"Him..mami belum selesai ngomongnya..",
"Iya..nanti abis Ahimsa sarapan, kita ngobrol, sekalian sama Hyana...", ( Hyana baca Hiyana ).
Ahimsa mengantarkan sarapan untuk Sevim. Kegiatan semalam sudah pasti menguras tenaga dan Sevim pasti membutuhkan banyak nutrisi.
"Bisa makan sendiri atau mau disuapin?",
"Makan sendiri aja Aa'..",
" Pinter..", elusnya pada rambut sang istri.
Pintu kamar Himsa diketuk, dan dia bergegas membukanya. Dia meninggalkan Sevim yang baru menikmati sarapan paginya.
"Ada apa mi?",
"Mami mau ketemu sama Sevim..",
"Nggak usah..",
"Katanya dia sakit?",
"Nanti juga sembuh..",
"Nanti boleh jenguk ya?"
"Iya...",
Ahimsa yang hendak menutup pintu kamar, segera dicegah oleh maminya.
"Aa'.., katanya mau ngobrol?",
"Kak Harsa sama Papi udah berangkat?",
"Udah..barusan aja..",
"Hyana?",
"Tuh udah duduk disitu..",
Ahimsa, Hyana serta Mami Anin berkumpul di mini living room yang tidak jauh dari kamar Ahimsa.
"Mantu mami baik-baik aja kan? Sevim sakit apa Him?",
"Nanti juga baikan mi..",
"Kata Maid, ada bukti di sprei yang tadi dibawa dari kamar kamu. Sevim lagi halangan? kamu paksa dia ngelakuin sama kamu?",
"Himsa masih tau batasan Mi, Aa' tau di dalam agama nggak boleh melakukan kalo istri lagi halangan..",
"Terus.., Sevim sakit apa?",
"Mami tau nggak, Sevim sakit gara-gara siapa?",
"Siapa Aa'? Hyana maksudnya?", tanya Maminya yang langsung curiga kepada putri bungsunya yang sedari tadi terlihat tegang.
"Iya.., mami tanya aja.., apa yang dia lakuin sama Sevim..",
"Kamu apain kakak ipar kamu Na..?", tanya Mami Anin.
"Kok jadi Na..., Na nggak pernah ngelakuin apa-apa..?",
"Kamu nggak mau ngaku Na..?",tanya Himsa.
"Na.., kamu bikin ulah apa?", tanya Mami Anin lagi.
"Na nggak ngelakuin apa-apa Mi..",
Pyarrrrrrr.......!!!!!,
Ahimsa murka, dia melempar asbak yang berbahan kaca yang ada di hadapannya.
"Him.....!! kamu kenapa jadi kayak preman gini sih nak?",
"Himsa marah mi.., karena Na udah keterlaluan...",
"Iya kamu bilang, apa yang dilakuin adik kamu ke istrimu?",
"Hyana.., ngasih Sevim obat perangsang..., coba mami tanya tujuannya apa?",
"Iya Na?",
Hyana mengangguk takut. Karena wajah Ahimsa yang terlihat sangat menakutkan.
"Coba Aa' tanya kenapa kamu sampe ngasih istri Aa' obat kayak gitu?",
"Niat Na baik mi, kak.., Na cuma pengen Aa' sama kak Sevim benar-benar jadi suami istri seutuhnya.., cuma itu aja..",
"Bohong..!!!!, bukan itu kan tujuan kamu yang sebenarnya? kamu ngelakuin ini karena bang Harsa kan? kamu masih menganggap Sevim punya perasaan sama pacar kamu itu? Beg*....",
"Astaga Na.., kenapa pikiran kamu sepicik itu?",
"Mami tau Sevim sakit apa? sebenarnya dia nggak sakit.., Istri Aa' cuma nggak bisa jalan karena itunya perih..Sevim minum obat itu dan akhirnya dia lepas kontrol.., mami pasti tau maksud Himsa.., kalo perempuan baru pertama ngelakuin s*eks seharusnya hati-hati kan mi? tapi semalem nggak.., Sevim nggak terkendali, Himsa juga kelepasan saking nikmatnya..",
"Terus masalahnya dimana? Aa' nikmatin itu kan?" seharusnya Aa' makasih sama Na.., bukan marah..",
"Mulut kamu bisa hati-hati nggak ngomongnya? kamu pikir Aa' ini laki-laki bejat yang nggak punya nurani? Aa' pengen banget ngelakuin itu, tapi Aa' tahan karena Sevim belum siap.., Sevim bukan pelacur yang tugasnya ngasih kepuasan laki-laki hidung belang. Dia itu istri Aa', nggak perlu dikasih obat kayak gitu, Aa' juga bakal minta hak ke dia kok.., kamu apa nggak mikir Na? gimana perasaan keluarganya kalo tau kamu ngelakuin itu ke dia? Kamu tuh sama aja ngerendahin istri Aa'...",
"Na.. kan udah bilang.., niat Na baik sama Aa', Na nggak niat ngerendahin kak Sevim Aa'..",
"Coba mami kasih pengertian ke anak perempuan mami.."
"Kalo Sevim baru pertama kali ini, berarti yang waktu itu, kalian bohong Aa'..",
"Iya..Aa' sama Sevim memang bohong mi.., Sevim nolak dinikahin sama Bang Harsa, kamu tau alasannya Na? itu karena kamu. Sevim nggak mau nikah sama bang Harsa karena dia nggak mau nyakitin kamu.. kamu pikir Sevim mau terima Aa' jadi suaminya karena cinta? bukan.., karena dia memang nggak punya pilihan lain.., lebih baik dia nikah sama Aa' dibandingkan sama bang Harsa..",
"Aa'.., cinta ada karena biasa.., kalian aja bisa ngelakuin itu..",
"Himsa sayang sama Sevim mi.., nggak peduli dia sayang apa nggak sama Aa', tapi Sevim istrinya Aa' sekarang.
Ini terakhir kalinya kamu bikin ulah ya Na.., kalo kamu ganggu lagi istri Aa', jangan harap Aa' maafin kamu..",
"Minta maaf Na.., sama Aa'.., sama kak Sevim juga nanti..kalo kakek atau papi, atau Harsa tau, kamu juga bakalan diamuk sama mereka..",
"Maaf Aa'..Hyana khilaf..",
"Sevim itu polos.., sampe dia minum 2x pun dia nggak tau minumannya dicampur obat apa.., Istri Aa' nggak kayak kamu yang pergaulannya luas kelewat bablas..,, coba mami tanya Na.., dia dapet obat itu darimana..",ucap Himsa marah.
Ahimsa meninggalkan Mami Anin dan Hyana yang masih berada disana. Ahimsa kesal, marah, kecewa. Andai saja Hyana bukan perempuan, mungkin Ahimsa tak segan untuk memukulnya meskipun itu adalah adik perempuannya. Ahimsa kembali masuk ke dalam kamar.
"Se..." ucapnya memegang pundak Sevim yang tidur miring membelakangi posisiny. Sevim diam, tidak merespon pertanyaan Ahimsa.
"Udah selesai makannya..?", tanyanya lagi.
Bukan dijawab dengan ucapan, tapi Sevim malah mennjawabnya dengan gerakan bahunya.
"Se.., kamu baik-baik aja kan? kamu nangis Se?",
Untuk memastikan, Ahimsa naik ke atas ranjang dan membuka bantal yang menutupi wajah Sevim.
"Istri Aa' nangis ya? kenapa? sakit? kita ke dokter ya?"
Sevim menggeleng.
"Terus kenapa? kangen sama mamah?"
Sevim menggeleng cepat.
"Terus kenapa?", tanya Ahimsa lembut.
"Sevim denger semuanya?",
"Denger apa?",
"Obrolan Aa' sama Hyana sama Mami.."
"Kamu denger? kamu keluar kamar tadi?",
"Sevim tadi mau ngajak Aa' makan bareng.., tapi Sevim malah denger semuanya..",
Hiks..hiks..hiks...
"Ssssshhhuut..udah ya.., maafin Aa' yang nggak bisa jagain kamu. Baru aja sehari jadi istri Aa' masa iya udah sedih kayak gini..",
"Sevim takut Aa'..",
"Ada Aa' yang jagain kamu disini.., udah ya.., nggak usah nangis lagi...",
"Sevim salah apa sama Na Aa'..",
"Na aja yang masih nggak percaya sama kamu, dia terlalu bucin sama bang Harsa..",
"Sevim takut Aa'.."
"Kita tinggal diapartement aja kalo kamu nggak nyaman disini...",
Sevim mengangguk dan melanjutkan tangisannya di dada Ahimsa. Sayangnya, Sevim tidak mendengar obrolan lengkap antara Harsa dan mami serta adiknya. Sevim tidak mendengar ketika Himsa yang berbicara jika sebenarnya dia menyayangi Sevim.
Flashback
Melihat Maid sudah keluar dari kamarnya, Ahimsa lantas bertanya kepada Sevim.
"Se..., semalem dapet minuman itu darimana?",
"Oh..jadi kan semalem Sevim mau pergi ke pantry. Ketemu Hyana di depan kamar, terus dikasih air putih itu. Sevim ambil aja, kan dia nawarin...",
Sial.., Hyana kayaknya udah persiapin ini semua. Aa' perlu terima kasih sama kamu Na, tapi bukan gini caranya. Kamu terlalu lancang..
"Gitu ya.., dia nggak bilang apa-apa lagi..!",
"Nggak.., abis ngasih minuman itu, Hyana jalan ke pantry, ambil air lagi Aa'..",
"Ehmmm, gitu..",
"Emangnya yang Sevim minum itu, minuman apa Aa'?",
"Nggak apa-apa.., Aa' ambil sarapan dulu ya, kamu tunggu sini..", ucapnya lalu meninggalkan Sevim di kamarnya.
semoga ad kelanjutan season 2nya
Selamat ya Sevim untuk kelahiran baby girl