NovelToon NovelToon
Putri Mahkota Yang Tak Diinginkan

Putri Mahkota Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi
Popularitas:313.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Wardatus Sholeha

Naomi Allura Karina seorang mahasiswi jurusan manajemen yang sering disapa Karina itu meninggal karena ingin menyelamatkan anak kecil yang akan tertabrak mobil.
Bukannya pergi tenang ke surga tapi Karina justru masuk ke dunia novel dan terbangun sebagai Aurora Evangeline Elowen nona keluarga Duke Elowen.
Sialnya lagi dia terkenal sebagai nona yang sangat menggilai putra mahkota yang merupakan calon tunangannya. Dimana dia nanti akan mati ditangan tunangannya sendiri karena dituduh meracuni adiknya.
Karina bertekad untuk menjauhkan diri dari sang malaikat mautnya bagaimanapun caranya dan mendapatkan kebahagiaan yang diinginkannya.
Adelardo Aldric Luca Griffin sang putra mahkota yang berhati dingin dan kejam itu sangat tidak menyukai Aurora karena sikapnya yang selalu menjadi benalu baginya, tetapi suatu hari sang calon tunangannya itu tiba-tiba berubah menjadi membencinya.
Apakah Aurora yang merupakan Karina berhasil menjalankan rencananya dan mendapatkan kebahagiaan???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardatus Sholeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mencoba segala cara untuk bertemu putra mahkota

"Nona Kate saya hanya ingin menikmati festival malam hari ini, dan apakah ada masalah dengan gaun yang sedang saya kenakan " Aurora jujur heran dengan gadis di hadapannya itu, apa yang sebenarnya dia tertawakan

"Karena tidak biasanya Nona Aurora Elowen datang ke festival ini terlebih berbaur dengan rakyat dan lihatlah gaun anda " Kate menjeda kalimatnya kemudian berjalan mendekati Aurora dan membisikan sesuatu

"Anda tidak ingin mempermalukan diri Anda sendiri lagikan seperti saat debut Nona Aurora?" setelah mengucapkan itu Kate meberikan jarak antara dirinya dengan Aurora, kemudian malanjutkan ucapannya

"Apakah keuangan Nona Aurora Elowen sedang memburuk, sehingga memakai gaun yang lebih cocok dipakai oleh orang disamping Nona" ucap Kate sambil melirik ke arah Lily dan tersenyum miring.

Aurora yang mendengarkannya pun merasakan marah, kenapa dia sampai menghina Lily dan keluarganya. Berani sekali dia mengatakan keuangannya sedang memburuk, sama saja gadis itu meremehkan keluarga Elowen. Kalau Ayahnya dan kakaknya sampai mendengar hal ini dipastikan keluarga gadis ini bisa hancur dalam semalam.

Matanya melihat sekeliling, banyak orang yang melihat ke arah mereka. Dia tidak boleh terpancing dengan permainan dari Kate. Dia tau Kate sengaja melakukannya untuk memprovokasinya agar dirinya mengamuk dan marah-marah di depan kerumunan dan agar di cap sebagai Nona bangsawan yang memiliki tempramen buruk seperti sifatnya yang dulu.

Aurora dulu pasti akan terpancing tapi Aurora yang sekarang sudah berubah. Dia pastikan tidak akan melakukan tindakan dan hal bodoh seperti dulu.

Walaupun dulu dia tidak peduli pada sekitar tapi jika ada yang mengusik keluarga nya bahkan menghinanya dia pasti akan meledak.

"Anda tidak perlu khawatir dengan keuangan keluarga Elowen Nona" ucap Aurora sambil tersenyum, dia memang sengaja menekankan kata " Keuangan keluarga Elowen" agar orang-orang sekitar mendengarnya.

Siapa yang berani meremehkan keuangan keluarga Elowen adalah orang bodoh. Mereka tau sebanyak apa kekayaan yang keluarga Elowen miliki.

Kemudian Aurora kembali melanjutkan ucapannya "Keluarga saya baik-baik saja Nona Rodgers, terimakasih sudah selalu khawatir dengan keluarga saya". "Kena kau" batin Aurora.

Dengan begini orang-orang akan berpikiran bahwa Nona Kate Rodgers anak dari Marques Rodgers, sudah berani meremehkan masalah keuangan dari Aurora Elowen yang merupakan putri tunggal dari keluarga Elowen yang memilki kekuasaan yang besar.

"ten-tentu saja saya mengkhawatirkannya. Nona Aurora Elowen, kitakan berteman jadi wajar saja kan kalau saya peduli kepada Anda" Ucap Kate dengan raut kecemasan palsunya itu

"Cih...dia sengaja mengatakan kami berteman? Sungguh pencitraan dengan begitu orang-orang yang melihat pasti akan mewajarkan tindakan Kate yang khawatir karena kami berteman, tidak akan aku biarkan" batin Aurora

Aurora tersenyum. "Terimakasih Nona Rodgers sudah mengkhawatirkan saya. Untuk gaun yang tengah saya pakai ini ada beberapa alasan pribadi kenapa saya bisa memakainya. Apakah saya harus memberitahukan kepada Nona Rodgers alasan saya memakai gaun ini juga?" Aurora berbicara dengan anggun dan tenang sambil terus mempertahankan senyum nya

Dengan mengatakan hal seperti itu, tentu saja para pendengar di sini akan beranggapan bahwa Kate terlalu mengurusi dan mencampuri kehidupan Nona Muda Elowen. Aurora ingin tertawa ia merasa sedang bermain drama film seperti di dunianya dulu sekarang karena banyak para penonton.

"Ti-tidak perlu Nona Elowen, i-itu adalah urusan Anda pribadi jadi tidak perlu mengatakannya kepada saya" Ucap Kate dengan gugup sambil memperhatikan sekitarnya

Aurora bisa melihat bagaimana raut wajah dari Kate yang merah dan sebentar lagi pasti akan meledak. Aurora sungguh ingin tertawa melihatnya, siapa dulu yang mencari masalah dengannya, perkara gaun saja bisa jadi seperti ini, sungguh ruwet sekali.

"Kalau begitu kita akhiri saja pertemuan ini Nona Kate Rodgers, saya ingin berkeliling kembali dan menikmati acara festival malam ini" Aurora segera mengakhiri drama ini

"Ah Ya-ya Nona Aurora, saya juga ingin kembali berjalan-jalan lagi" ucap Kate.

"Siall sekali!!, kenapa gadis ini bisa membalas semua ucapanku dengan tenang, padahal aku sudah memprovokasinya tadi. Biasanya dia akan mengamuk saat keluarganya di sangkutkan. Tapi saat di istana dia juga seperti ini, Awas saja kau Aurora" batin Kate dengan geram sambil menatap Aurora sengit.

Aurora berbalik sambil tersenyum puas, dia sangat senang melihat wajah Kate yang sudah memerah karena menahan kekesalannya. Makannya jangan suka main-main dengannya karena di zaman modern dulu Dia sangat sering adu bacot dengan Sisca saat berbeda pendapat sebelum akhirnya mereka malah memilih hal lain.

"Ayo kita cari makanan Lily, aku sangat lapar setelah beradu mulut tadi dengan nona Rodgers" Aurora merasakan perutnya lapar apalagi tenaganya tadi cukup terkuras

Mereka menyusuri semua tempat penjual makanan di pinggir jalan Festival. Aurora tidak tahan mencium aroma makanan yang lezat, langsung saja dia memborong semua makanan disana.

Lily sedari tadi menceramahinya untuk tidak makan makanan pinggir jalan karena takut tidak higienis dan bisa sakit perut. Tapi Aurora tidak memperdulikannya, lihatlah di tangannya sudah ada jagung bakar dan bakso bakar, belum lagi makanan Aurora yang Lily bawa di kedua tangannya sekarang.

"Nona Aurora sudah banyak mencicipi makanan disini, nanti nona bisa sakit perut" Lily memperingati Aurora dengan khawatir

"Tidak Lily kau tenang saja, makanan ini sangat enak tau" Aurora menjawab sambil memasukkan bakso ke mulutnya

Mereka bertiga masih mengelilingi festival, tanpa menyadari bahwa Dean sudah kewalahan mengikuti mereka di tengah kerumunan.

Bruuk....

Seseorang menyenggol bahu Aurora dan membuat jagung dan bakso miliknya jatuh ke tanah

"tuan anda harus bertanggung jawab lihat itu, makanan saya jadi jatuh " ucap Aurora sambil menatap makanannya yang jatuh tadi

" tentu saja aku akan membelikan yang baru untukmu Aurora" ucap pria didepannya sambil tersenyum

Auranya mendongak menatap pria yang memanggil nya tanpa ada embel-embel nona seperti biasanya " Akh ternyata anda Richard, anda juga di sini" Aurora berucap sambil tersenyum canggung karena telah meminta sembarangan tanpa melihat orangnya

"Iya aku menghadiri pembukaan festival malam ini, kalau begitu ayo kita beli makanan mu yang jatuh " Duke Richard mengajak Aurora

" Itu tidak perlu kok, aku bisa membelinya nanti " Aurora melambaikan tangan menolak

"Ayolah Aurora tidak perlu sungkan padaku, aku merasa tidak enak karena sudah menjatuhkan makanan mu " Richard masih membujuk Aurora

"Baiklah terima kasih Richard " Aurora akhirnya menyetujui dari pada semakin panjang

Saat akan melangkah pergi matanya tidak sengaja melihat seseorang yang dia kenal sepertinya sedang mencari sesuatu

"KAK ALVES DISINI!" Aurora berseru sambil melambaikan tangannya ke atas

Alves yang mendengar seseorang menyerukan namanya segera menoleh ke asal suara, Alves bisa melihat obyek yang sedang dicarinya sedang melambaikan tangan ke arahnya, segera dia membelah kerumunan untuk menghampiri Aurora

"Aurora kamu kemana saja sih astaga" ucap Alves sambil memeluk Aurora

" Kakak aku disini dari tadi, jadi kakak tenang saja" Aurora menepuk pundak Alves

Alves melepaskan pelukannya dan menatap Aurora " AURORA APA KAMU TIDAK TAU, DARI TADI AKU MENCARI MU, AKU MENGKHAWATIRKAN KAMU TAHU " Alves berteriak

Aurora meringis mendengar teriakkan dari kakaknya itu, bahkan sekarang banyak yang memperhatikan mereka karena teriakan dari kakaknya itu

"Kakak pelankan sedikit suara mu itu " Aurora berujar sambil menepuk lengan kakaknya

" ΚΕΝΑΡΑ MEMANGNYA HAH" Alves kembali berteriak

"Kak lihatlah sekelilingmu sekarang "Aurora sambil menghela nafasnya.

Alves melihat sekelilingnya, dia baru sadar kalau mereka menjadi tontonan sedari tadi. Alves kembali menatap Aurora. "Kau, dasar gadis nakal" ucap Alves sambil menyentil kening Aurora.

Hatinya lega setelah bisa melihat Aurora lagi, dia sangat khawatir mendengar Aurora yang pergi tanpa mengajak dan meninggalkan para pengawal dan hanya membawa kesatria Dean saja.

Tadi salah seorang kesatria datang menemui ayahnya kebetulan dia juga disana, mendengarkan mereka yang mengatakan bahwa Aurora telah pergi sangat lama dan hanya kesatria Dean yang menjaga nya,

" EKhemm" deheman pria di depan mereka

Alves yang mendengar deheman dari seseorang pun menoleh "Saya tidak menyangka akan bertemu kembali dengan Tuan Muda Alves Elowen di festival" ucap pria itu.

Aurora yang melihat Alves melihat kearahnya, tau kalau Alves meminta penjelasan kenapa dia bisa bersama dengan pria itu.

"Grand Duke Solstice maafkan saya karena tidak melihat anda disini"

"Tidak apa-apa Tuan Muda Alves"

"Kalau boleh tau kenapa kalian berdua bisa bersama disini?" Tanya Alves dengan heran karena Aurora dan Grand Duke Richard bisa bersama di festival

"Tuan Muda Alves jangan salah paham dahulu, saya hanya ingin bertanggung jawab kepada Nona Aurora"

"Tanggung jawab?" Alves bertanya binggung dan melirik Aurora menyelidik.

"Tadi Duke Richard tidak sengaja menyenggol bahuku dan makanan ku jadi terjatuh, jadi Duke Richard ingin mengantinya dengan membelikanku jagung bakar dan bakso bakar yang baru, dan aku sebenarnya sudah menolaknya kakak karena Duke Richard tidak sengaja juga aku nanti bisa membelinya kembali " jawab Aurora menjelaskan pada Alves agar tidak salah paham

"Tuan Grand Duke Richard maafkan atas kecerobohan adik saya kepada Anda, pasti Aurora makan sambil berdiri jadi anda menyenggol nya saat berjalan" Alves terkejut, bagaimana bisa Aurora memakan makanannya di tengah jalan Sambil berdiri, jika ibu nya tahu pasti adiknya akan kena omel.

Aurora yang mendengar hanya bisa menghela nafas melihat Alves meminta maaf kepada Richard. Ya dia juga salah karena makan sambil berjalan, pasti jika kakaknya mengadu Aurora akan terkena ceramah dari ibunya.

"Tidak apa apa Tuan Muda Alves, ini juga kesalahan saya sendiri karena terlalu terburu buru tadi, juga karena Nona Aurora adalah teman saya jadi sekalian saya ingin mentraktir nya "Ucap Richard sambil menepuk pundak Alves

Alves kembali menatap Aurora setelah mendengar kata teman keluar dari bibir Duke Richard tadi

"Apa? Kata Grand Duke Richard saat di istana, dulu sebelum aku kehilangan ingatan kita dekat jadi kami berteman kakak "Aurora berujar sambil memegang lengan Alves

Alves mengernyitkan kening mendengar perkataan dari adiknya, setahunya mereka dulu tidak sedekat itu untuk berteman. Memang Grand Duke Richard perhatian kepada Aurora tapi Aurora yang selalu menjaga batasannya karena dia hanya menyukai Adelardo. Namun mereka sekarang berteman itu cukup aneh.

"Ya kita memang berteman Tuan Muda Alves, dan saya yang memulai pertemanan kemarin, apakah itu sedikit mengganggu anda " Grand Duke Richard berujar sambil menatap Alves

Alves yang ditanya seperti itu apalagi dengan tatapan mata dari pria di depan nya membuat dirinya tersentak, dia berusaha menormalkan ekspresi nya

"Tentu saja tidak Duke Richard, itu baik karena Aurora bisa berteman dengan bangsawan seperti anda, saya hanya sedikit terkejut tadi " Alves berusaha tertawa agar tidak canggung sambil menjawabnya

" Terima kasih tuan muda Alves, Saya juga senang bisa berteman dengan adik anda, juga hubungan bisnis di antara keluarga kita semakin baik"

"Tentu saja Tuan Duke Richard"

"Kalau boleh saya tau kenapa Nona Aurora bisa hanya bersama dengan kedua penjaga nya di festival ini?"

" Em itu..." Aurora akan menjawab tapi Alves mendahului nya

"Sebenarnya tadi Ayah saya sudah mengutus satu kesatria dan empat pengawal untuk menjaga adik saya, tapi adik saya meminta mereka untuk tetap tinggal di kereta dan meminta hanya kesatria Dean yang menjaganya, para pengawal jadi khawatir kebetulan tadi mereka melihat ayah saya dan mengatakan bahwa Aurora telah pergi sangat lama dan belum kembali juga, itu sebabnya Saya sampai kesini mencarinya" Alves menjelaskan sambil menatap gemas Aurora, lebih kepada gemas menjerumus kesal.

"Hah...pantesan saja, saya hampir tidak mengenali Nona Aurora tadi jika saya tidak menabraknya" Duke Richard menatap Aurora yang menunduk sambil memilin gaunnya setelah Alves menjelaskan

Aurora jadi tidak enak kepada para pengawal nya, juga malu karena kakaknya itu malah menceritakan semuanya pada Richard tanpa filter sama sekali

"Kalau begitu kami pamit pergi dulu Grand Duke Richard" Alves berpamitan

"Bagaimana dengan makanan nona Aurora yang jatuh tadi?" Duke Richard kembali bertanya

"Ah itu bukan masalah Duke Richard, anda bisa mengganti nya lain kali, itu juga kecelakaan maafkan saya dengan perkataan pertama saya jika tidak sopan sungguh saya tidak tahu jika itu adalah anda "Aurora menjawab

"Adik saya benar Grand Duke, kalau begitu kami pamit terlebih dahulu, selamat malam" Alves kembali berpamitan sambil menggandeng tangan Aurora

"Baiklah kalau begitu, Silahkan Tuan Muda Alves, dan sampai jumpa lagi Nona Aurora" ucap Richard dengan sedikit senyuman yang ia berikan kepada Aurora,

Aurora yang melihatnya hanya bisa balas tersenyum sambil menunduk sedikit karena tangannya ditarik oleh Alves, yang diikuti oleh lily dan kesatria Dean dibelakang nya

Alves menggandeng tangan Aurora dengan erat agar tidak terlepas dan terpisah saat membelah kerumunan agar segera tiba di kereta kuda mereka

" Nona Aurora sudah kembali" keempat Para pengawal yang menjaga Aurora segera mendekati nya setelah dia sampai di dekat kereta

"Apakah nona baik baik saja? Kami cemas tadi karena nona tidak segera kembali dengan padatnya orang di festival, jadi kami mengatakan pada Duke Aaron" Salah satu pengawal menjelaskan pada Aurora

"Itu tidak masalah, aku yang harusnya meminta maaf pada kalian karena keinginan ku telah membuat kalian semua menjadi cemas karena tidak ikut menjagaku disana "Aurora menatap keempat pengawal itu dengan tidak enak

"Tolong jangan meminta maaf nona itu juga merupakan kesalahan kami"

"Jika aku tidak meminta seperti itu pasti tidak akan terjadi masalah "

"Saya harap kejadian ini tidak terulang kembali kedepannya, Kesatria Dean dan juga pengawal tetap pada tugas kalian untuk menjaga adikku lebih ketat, jika dia kembali meminta hal aneh jangan turuti jika diluar perintah dari ayah " Alves berujar sambil melirik Aurora dengan tajam

"Baik Tuan Muda Alves" jawab kesatria Dean dan pengawal

Aurora yang mendengar nya hanya bisa menghela nafas, dia yakin pasti setelah ini dia tidak bisa leluasa kembali, apalagi besok adalah hari dimana dia harus bertemu dan membujuk putra mahkota untuk membatalkan perjodohan mereka

Padahal Aurora sudah berencana untuk pergi ke istana dengan menggunakan alasan izin ingin pergi ke festival karena festival diadakan malam hari,

Sepertinya dia harus mencari alasan lainnya dari pada si putra mahkota itu malah berubah pikiran kembali dan tidak mau berunding dengannya, itu lebih gawat

Astaga kenapa jadi rumit sih,

Hufftt.....

Saat ini Aurora sudah berbaring di ranjangnya sambil menatap langit-langit kamarnya, sesuai dengan prediksi nya kalau dia akan terkena omelan dari ayah dan ibu nya pulang tadi

Dan malam nanti dia harus menemui putra mahkota di taman istana sesuai dengan isi dari surat balasan nya kemarin, tapi Aurora bingung harus mencari alasan apa agar bisa mendapatkan izin untuk keluar karena saat ini dia juga dihukum tidak boleh keluar kediaman selama 1 Minggu

"Lily!" Aurora berseru memanggil Lily yang sedang menata gaun milik Aurora, dirinya mendapatkan sebuah ide yang cukup bagus

"Iya Nona " Lily buru buru mendekati Aurora

"Bukankah setiap malam ke 3 ada beberapa pelayan akan keluar untuk memberikan sumbangan kita kepada kuil istana " Aurora bertanya dengan semangat

Lily yang melihat raut wajah dari Aurora yang bahagia sambil bertanya menjadi sedikit was-was

"I-iya nona itu benar" Lily menjawab pelan

" Itu sangat bagus!" Aurora memekik sambil turun dari ranjangnya

"Apanya yang bagus nona?" Lily terheran

"Lily kamu harus membantu ku untuk bisa keluar dari mansion ini nanti petang "

"Apaa! Tapi nona anda sedang dihukum tidak boleh keluar dari kediaman Elowen" Lily terkejut dengan permintaan dari Aurora

" Karena itu kau harus membantu ku untuk menyamar sebagai pelayan, agar aku bisa keluar nanti petang "

"Tapi nona bagaimana jika Duke dan Duchess mengetahui nya "

"Kita tidak akan ketahuan aku akan menulis 'Sedang Tidak Ingin Di Ganggu' dengan menggunakan kertas dan menempelkannya di depan pintu kamar, pasti mereka menyangka kalau aku masih murung "

"Dan kau harus meminjamkan aku baju pelayan Lily, dengan begitu pasti tidak akan ada yang mengetahui nya"

" Nona apakah anda yakin?" Lily ragu

" Huh Lily ini demi masa depan ku tahu, aku tidak ingin menjadi putri mahkota jadi aku nanti akan menemui putra mahkota dan memintanya untuk membatalkan perjodohan ini "ujarnya Menghela nafas, Aurora berbicara dengan sedikit frustasi

Lily yang melihat Nonanya benar benar sedih jadi tidak tega, dia juga pasti akan menolak jika dijodohkan dengan orang yang tidak disukai

" Baiklah nona, saya akan membawakan baju pelayan nanti, saya juga akan mendampingi anda nanti "

Lily akhirnya bersedia membantu Aurora berseru senang dan menggandeng tangan Lily untuk diajak berputar-putar

Aurora kemudian merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan memejamkan matanya sambil menghembuskan nafas lega, akhirnya dia menemukan ide walaupun beresiko

Hari sudah mulai hampir gelap dan sekarang Aurora sedang menyamar sebagai pelayan, dengan menggunakan baju dan atribut pelayan lengkap

Bahkan Aurora menggunakan cadar untuk menutupi wajahnya agar tidak dikenali, dia juga membawa nampan yang berisi uang yang merupakan sumbangan dari ayahnya

Mereka mulai keluar dari mansion dan masuk ke dalam dua kereta yang sudah disiapkan, saat Aurora akan menuju ke kereta yang kedua salah satu pengawal tiba-tiba saja menghentikan nya dan Lily yang berada di samping nya

"Tunggu dulu, kenapa kamu menggunakan cadar?" Tanya pengawal itu dengan curiga

Aurora kaget dan menatap ke arah Lily yang juga sama kagetnya" Memangnya kenapa jika temanku menggunakan cadar, dia sedang flu dan batuk tau sampai kadang kadang ingusnya keluar tiba-tiba saat dirinya sedang batuk " Lily melangkah maju sedikit dan membuat alasan ke arah pengawal tadi

Pengawal yang mendengar penjelasan dari Lily pun seketika mengerutkan keningnya, dan ekspresi wajahnya berubah menjadi sedikit jijik

Aurora yang mendengar Lily sedang membuat alasan pun segera mendukung nya, dengan membuat suara batuk dan mengusapkan cadarnya di hidung seolah sedang mengelap ingusnya

"Aku memang sedang tidak enak badan jadi aku menggunakan cadar ini agar tidak menularkan sakitku " Aurora berucap dengan mengubah suaranya agar seperti orang lain

" Kau boleh pergi, segera masuk ke kereta dan pergilah ke tabib jangan sampai menulari yang lain"

pengawal itu kemudian segera pergi sambil membuat jarak dari Aurora

"Ayo Nona kita masuk " Lily membantu Aurora masuk ke dalam kereta

Setelah semua pelayan memasuki kereta, kusir pun menjalankan kereta kudanya

"Akhh! kau memang yang terbaik Lily "ujar Aurora saat kereta nya meninggalkan Mansion Elowen untuk menuju ke Istana karena hari sudah mulai senja

Mereka saat ini telah sampai di gerbang besar utama kerajaan, prajurit istana sedang mengecek dan mempersilahkan mereka setelah yakin kalau mereka memang dari Kediaman Elowen

Kereta berhenti di halaman depan istana dan pelayan mulai turun sambil membawa barang bawaan masing-masing

Aurora turun terakhir tanpa membawa barang bawaannya tadi yang sudah diambil alih oleh Lily, mereka segera berjalan menuju kuil kerajaan yang berada di bangunan sebelah kiri istana

Saat melewati lorong istana dan akan berbelok menuju lorong yang membawa mereka ke bangunan kiri istana Lily dan Aurora menghentikan langkahnya

"Lily aku akan pergi sekarang ke taman istana"

" Nona berhati hatilah saya tidak dapat menemani anda, dan tolong kembali sebelum kami selesai dari pemujaan dan pemberkatan " Lily berujar dengan khawatir

"Tentu aku akan segera kembali " setelah itu Aurora pergi dengan arah yang berlawanan menuju taman istana

Saat sampai ditaman istana disini belum ada siapapun, berarti pria itu belum datang kesini, padahal perjalanannya ke istana tadi cukup memakan waktu lama dan Aurora yakin sekarang sudah hampir pukul 7

Dia memilih untuk duduk sambil menunggu pria itu datang, Aurora melepaskan cadarnya dan menyimpannya disaku nanti akan dipakainya lagi saat pulang

"Apa yang kau lakukan di sini " sebuah suara terdengar dari belakang

Aurora memutar tubuhnya dan nampak Adelardo yang ada disana dengan penampilan yang cukup tidak rapi, ada apa dengan pria itu

" Apa kau beralih profesi menjadi pelayan sekarang" Adelardo tersenyum mengejek sambil duduk di samping Aurora

" Itu bukan urusan anda yang mulia" Aurora menjawab sambil menggeser duduknya agar berjarak dengan pria di sampingnya, bahkan dirinya sampai lupa untuk memberikan salam kepada putra mahkota

"Cih, jadi apa maumu untuk menemui ku? Apa kau sudah berhenti berdrama dan mendekati aku lagi " Adelardo berujar pedenya dengan wajah yang datar seperti itu

Aurora menyiritkan kening mendengarnya " Mohon Maaf yang mulia, tapi saya kesini karena mau mengajak anda untuk membatalkan perjodohan dan penunjukan saya sebagai calon putri mahkota" Aurora mengungkapkan tujuannya

" Lagi pula kita tidak saling menyukai dan anda juga membenci saya kan, oleh karena itu ayo kita meminta pembatalan kepada yang mulia Raja" sambungnya

" Kau pikir mudah, apalagi itu merupakan titah kerajaan " Adelardo menatap tajam Aurora sambil menaikkan alisnya

"Tapi anda juga memiliki kekuasaan untuk mengajukan ketidak setujuan dan meminta pembatalan yang mulia" Aurora berucap geram

Adelardo menggeser duduknya mendekati Aurora yang juga menggeser duduknya sampai diujung pembatas kursi taman, saat akan beranjak tangan Adelardo sudah terjulur menggenggam ujung kursi membuat Aurora terjebak tidak bisa pergi Aurora semakin panik saat Adelardo semakin mendekat dan memajukan wajahnya

"Untuk apa aku melakukannya?" Adelardo berujar dengan suara rendahnya sambil menikmati wajah panik gadis didepannya

"Y-yang mulia to-tolong mundur sedikit" dengan suara gugup Aurora menahan dada Adelardo agar tidak semakin dekat

Adelardo menaikkan sebelah alisnya dengan bibir tersungging miring

"Hmm?".

1
Nathalia
yaaa jangan di gantung thor,,,
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
😁😁😁.
Yuliana Patyani
ceritanya bagus
Yuliana Patyani
lanjut kak thor semakin seru ini jadi jangan di gantung ceritanya kak🙏🙏semangat ka untuk lanjut💪aku tunggu ya
Ulufi Dewi
belajar pedang dan mumpung masih ada kakaknya minta dilatih
Ulufi Dewi
apakah aurora dijodohkan dengan putra mahkota❓🤔
Ulufi Dewi
panyah ga bisa apa apa
injak tuh kaki pangeran sombong
Ulufi Dewi
dsini putri aurora ga punya kelebihan ya ❓🤔
Siti Hadijah
aku membacanya sekalian ngebayangin pakaian dan wajahnya putri Aurora, kenapa jadi ingat telenovela kerajaan 😄
kriwil
apa si rora ga punya kekuatan
Dewi hartika
kenapa kalo ingin bahagia ada terus penghalang moga cinta mereka jangan ada lagi ujian yang memberatkan dan lekas menuju kebahagiaan.,semangat thorr di tunggu up datenya.💪💪
Eskael Evol
koq pd suka banget sih bikin cerita reinkarnasi
Arifin Bocil
lanjut
Ita Xiaomi
Lg nyari jalan keluar ini agar selamat😁.
Murni Dewita
jadikan rora wanita kuat thor
Murni Dewita
codohkan aja dengan duke
Murni Dewita
next
Murni Dewita
💪💪💪
Aura Chacha
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!