NovelToon NovelToon
Pangeran Untuk Mae

Pangeran Untuk Mae

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Enemy to Lovers
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jindael

Maemunah, gadis lajang berumur 25 thn yang belum bisa dewasa sedikit pun. Sifatnya sangat bebas dan suka bergaul dengan remaja yang bukan seumurannya. Gadis ini tidak suka bekerja dan hanya senang bermain, padahal teman" seumurannya banyak yang sudah sukses berkerja dan menikah. Putri babe Rojali dan Nyak Markoneng ini kerap kali menjadi biang kerok dan terkenal dengan kenakalannya. Sifat ini sudah ia miliki sedari kecil senang membuat onar dan membuat pusing kedua orang tuanya. Tak tahu entah cara apa lagi agar Mae beranjak dewasa, kedua orang tuanya memutuskan mencari seorang lelaki untuknya. Mae jelas menolak keras hal ini. Ia tak mau menikah dan berpacaran karena tak mau ribet. Itu melelahkan baginya, menjalani kehidupan seperti yang diinginkan barulah menyenangkan menurutnya. Akankah ada lelaki yang bisa merubah sikap buruknya itu? Berhasilkah orang tuanya mencari lelaki yang cocok dengannya? Temukan jawabannya lewat cerita novel ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Mereka bertiga menoleh secara bersamaan ketika salah satu dari mereka di panggil oleh seseorang.

"Mae!"

"King?" Kaget Mae karena tak menyangka bisa bertemu di sana. Sedikit ada bisik-bisik di antara Indro dan Siti mengenai kakaknya dan temannya itu.

"Kamu tak bekerja E atau ini sedang jam makan siang?"

Mae menggeleng. "Gue pulang awal King, lagi pula kerjaan gue dah beres, terus si Prince juga lagi sama asisten lu itu sapa namanya Ketel ya?" Mae sedikit lupa dengan nama asisten King.

"Ha?" King bingung dan mencoba berpikir. "Astaga Catalina?" celetuk King menepuk jidatnya sendiri setelah mengerti.

"Hmm itu lah." Mae mengangguk. "Oh ya kenalin ini dua adek junior ku Siti ma Indro." Ia lalu memperkenalkan dua orang yang bersamanya.

"Hai! Aku King dan juga termasuk senior kalian lho," sapanya memperkenalkan diri.

"Sungguh?" Keduanya kompak terkejut tak menyangka nya.

"Ya dia juga alumni Nusa Bhakti," ucap Mae memberitahu.

"Jangan-jangan Kaka..., Ketua OSIS tampan legendaris itu ya?" tebak Siti seketika setelah mengingat sesuatu.

King dengan malu-malu mengangguk. Mae pun menjadi penasaran tentang hal itu.

"Maksud lu apa Ti?"

"Ah berita itu ya?" Indro bertanya penasaran. Siti mengangguk-angguk. Indro juga pernah mendengarnya sesekali saat ia tak sengaja berpapasan dengan anggota OSIS.

"Jadi kemarin itu, ada beberapa anak OSIS bergosip tentang mantan ketua OSIS yang tampan, baik dan berjiwa kepimpinannya katanya akan datang mengunjungi sekolah hari ini." Siti menjelaskan.

"Hari ini?" Mae tampak berpikir sejenak. "King, jangan-jangan lu habis dari sekolah ya?" tebaknya.

"Ya, kepala sekolah meminta ku datang," jawabnya.

"Owh begitu." Mae sekarang mengerti mengapa dirinya tak datang sendiri ke perusahaan dan mengutus asisten centil nya itu.

"Pak King!" Dari arah luar tampak beberapa guru dari sekolah memanggilnya. Mae beserta kedua adik juniornya menoleh lalu mengangguk sopan sambil tersenyum.

King lalu pamit pada Mae dan dua juniornya. "Ya sudah E, ku pergi dulu. Sampai jumpa adik-adik!"

"Bye King!" balas Mae melambaikan tangan dan mengangguk.

"Sampai jumpa Kak!" Kompak Siti dan Indro.

Matahari yang tadi begitu terik, kini sudah mulai menghilang di ufuk barat. Kembali ke perusahaan, yang dimana Prince dan Catalina sudah akan keluar untuk makan malam setelah menyelesaikan diskusi kerjanya. Beberapa karyawan yang belum pulang mulai berbisik-bisik membicarakan mereka berdua setelah selesai menyapanya. Catalina terus saja menyentuh tangan Prince agar di gandeng, namun Prince langsung menurunkannya karena tak pantas di lihat oleh orang kantor.

"Hubungan cewek itu ma Pak Prince apa ya?" tanya salah karyawan wanita pada rekannya.

"Mantan pacar kali," tebak karyawan laki-laki rekannya.

"Benarkah? Terus si Mae apa? Bukanya kata Jumi dia itu tunangannya si bos ya?" Karyawan wanita jadi bertanya-tanya.

"Ada apa dengan sahabat gue?" Raka yang baru saja kembali dari toilet langsung menyela pembicaraan mereka.

"Sahabat lu baek-baek aja kan, tadi siang kayaknya dia kesel gitu?" tanya karyawan wanita pada Raka.

"Lah, si Mae dah pulang?" Kaget Raka telat mengetahui.

"Dih lu malah ketinggalan info," ejek si karyawan laki-laki.

"Ya kan gue ada pergi nugas di luar hari ini mana gue tau, kapan si Mae pergi?" tanyanya.

"Udah dari siang tadi," jawab si karyawan laki-laki dan si karyawan wanita hanya mengangguk menimpali.

"Oke lah gue pulang duluan, bye!" Raka segera keluar kantor dan melewati Jumi tanpa menyapanya. Jumi yang heran hanya mengangkat bahunya lalu melanjutkan urusannya.

Raka menelpon sahabatnya Mae, namun tak ada jawaban darinya. Ia merasa khawatir pada Mae takut sahabatnya itu sedih karena melihat tunangannya bersama wanita lain. Mae tidaklah sedih sekarang, gadis ini justru sedang bermain ria bersama kedua adik juniornya di pusat permainan sekarang.

"Oi Kak E, Kak King itu cuma temen Kakak kan?" tanya Siti tiba-tiba.

Mae yang sedang bersiap melempar bola ke keranjang mengurungkan niatnya dulu untuk menjawab. "Hmm cuma temen, kenapa?"

"Tak apa, baguslah kalo cuma temen aja. Soalnya Siti lebih suka kakak bersama Kak Prince hehe."

"Ti, Kak Prince sapa lagi sih?" Indro yang di sebelahnya bertanya.

"Ih Dro, itu orang tampan yang tadi pagi nyegah lu buat berantem di Prapatan. Calon tunangan Kak Mae yang rumahnya gede di depan kompleks," jelasnya.

"Owh." Indro mengangguk-angguk. "Ha, Kak Mae punya calon tunangan?" kagetnya tiba-tiba.

"Iya." Siti mengangguk.

"Duh kasihan Abang gue," celetuknya sedikit sedih.

"Dia dah tau," ucap Mae. Ia lalu bertanya padanya karena penasaran. "Lu tadi katanya mau berantem, berantem ma sapa ha?"

"Ini sebenarnya salah Siti, kak. Tadi pagi Siti tak sengaja ketemu ma gerombolan anak punk di Prapatan, mereka godain Siti terus Indro dateng bantuin tapi Indro mau mukul salah satu dari mereka karena mau nyentuh tangan Siti. Untung ada kak Prince yang datang buat nyegah, terus dia...."

"Ikut berantem Ti," potong Mae menebak.

"Kagak, Kak Prince cuma kasih nasehat aja ke mereka sama ngasih beberapa lembar uang untuk syarat agar mereka tak ganggu-ganggu anak-anak sekolah lagi," ucap Siti menjelaskan lagi.

"Owh begitu."

Mae mengangguk-angguk lalu melanjutkan permainannya.

......................

Karena sudah sedikit malam, Mae akhirnya mengantarkan dua adik juniornya pulang setelah puas bermain hari ini. Saat perjalanan pulang, tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya dan terdengar suara motor cb yang nyaring dari arah belakang.

"Mae!!!"

Mae menoleh dan menepi. "Lu Rak, berisik amat dah." Raka cuma nyengir di sana. "Lu baru pulang Rak?" Mae lalu bertanya.

"Ya lah, lu habis darimana kata temen-temen lu pulang awal tadi."

"Hmm. Gue mang pulang awal lagipula si Prince juga lagi bareng asistennya King dan gue habis main bareng ma Siti, ada Indro juga tadi."

"Owh, lu jadi tak apa ya?" Raka memastikan.

"Ya gue baik-baik aja, kenapa emangnya?" tanya Mae sambil mendongakkan kepalanya.

"Nanti aja lah gue kasih taunya, buru naik kita bahas masalah lu di pos ronda!" ajak Raka padanya.

"Masalah apa?" Mae bertanya.

"Udah naik aja," suruhnya cepat.

"Iye iye." Mae lalu naik dan Raka mulai menjalankan motornya kembali menuju tempat tujuan mereka.

Saat ini di Pos Ronda sudah ada Bayu yang menunggu kedua temannya disana. Beberapa menit kemudian akhirnya Raka dan Mae tiba. Mae langsung didudukkan oleh Raka dan Bayu. Keduanya mempunyai mata yang tajam seolah Mae adalah maling yang baru saja di tangkap oleh warga.

"Lu pada kenapa sih? Jangan natap gue begitu, gue colok nih," tanyanya sedikit bercanda. Raka dan Bayu langsung menyingkirkan tangan Mae yang siap mencolok mereka berdua.

"Diem E, lu jujur ma kita-kita. Lu kagak cemburu liat Prince jalan ma si Catalina?"

"Rak, cewek itu namanya Catalina?" Bayu yang belum tau pasti bertanya di tengah-tengah.

"Hmm." Raka mengangguk.

"Kagak, gue biasa aja tuh." Mae akhirnya menjawab.

"Jangan bohong lu, Jumi bilang lu kesel tadi. Temen-temen kantor juga bilang begitu. Lu kesel karena cemburu kan?" tanya Raka lagi.

"Gue juga kagak tau Rak, gue cuma kesel aja si Ketel eh Catalina yang ngizinin gue balik awal bukan si Princes mana pake nempel-nempel lagi dengan gayanya yang centil," jawab Mae sedikit pelan.

"Nah itu cemburu tandanya E," tebak Raka langsung. Bayu juga mengangguk-angguk setuju.

"Au ah, gue balik aja. Nyesel gue ikut lu kesini!" Mae beranjak sambil menyingkirkan dua temannya dari hadapannya. Merasa kesal karena terasa di interogasi, ia memutuskan untuk pulang ke rumah saja. Raka dan Bayu hanya melihat kepergiannya dengan saling menatap dan kompak menggaruk kepala mereka yang tak gatal.

"Si Raka ma Bayu bilang gue cemburu? Mang iya? Ah Princes ma Ketel pasti lagi makan malam romantis nih, sebel juga bayanginya."

Mae bergumam di sepanjang jalan hingga sampai tak sadar jika ada orang yang membuntutinya. King yang melewati kompleks Cempaka tak sengaja melihat Mae yang berjalan sendiri sambil bergumam. Lelaki berdarah Jepang ini diam-diam mulai menuntun motornya untuk mengikuti sang gadis. Setelah tiba di pertigaan jalan, King memutuskan untuk memanggilnya.

"Mae!"

Mae menoleh. "Lu King? Kok bisa?" Mae terheran-heran karena lelaki tersebut bisa sampai di lingkungan rumahnya.

"Ah ku tak sengaja melihatmu tadi, jadi ku diam-diam mengikuti mu," jawabnya malu-malu.

"Ya ampun, lu ada-ada aja dah," ucap Mae tak habis berpikir.

King terkekeh malu lalu bertanya. "Hehe, lu mau pulang kan?"

Mae mengangguk. "Ku antar mau?" tawar King langsung.

"Emm." Mae masih berpikir untuk menerima tawarannya. Saat hendak menjawab, tiba-tiba dari arah depan sorot lampu mobil menerangi kearahnya. Mae yang merasa silau langsung menutupi matanya dengan kedua tangan sedangkan King hanya menyipitkan matanya saja.

Tin Tin !

Tiba-tiba suara klakson mobil terdengar. Mae menoleh ke arah mobil sedan putih yang sudah berhenti tepat di depan pertigaan. Tampak Prince yang keluar dari mobil tersebut.

*Mae! Cepat masuk!" Suruhnya tiba-tiba.

Mae memasang wajah bingung, ia menoleh ke arah King yang sedang menunggunya. Tampak King mengangguk agar Mae ikut dengannya. Ia lalu beralih menatap Prince yang seperti sedang menunggunya juga di samping mobil. Gadis ini mendadak menjadi bingung untuk memilih ikut dengan siapa.

BERSAMBUNG

1
🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪ☘𝓡𝓳🏡s⃝ᴿ❤️⃟Wafѕ⍣⃝✰
waduh... ketahuan nyak lu Mae... gimana dong...🤣🤣🤣
☠ ᵏᵋᶜᶟ𝐀𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡zc❖
kasihantuh babe yaaa sama emak😄
💫Tasya💫Alfarisi: follback ya kakak
total 3 replies
🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪ☘𝓡𝓳🏡s⃝ᴿ❤️⃟Wafѕ⍣⃝✰
Mae ini timbiy banget ya..🤣🤣🤣 kelakuannya juga..🤣🤣🤣
🏡⃟ªʸUma kalem,, ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ 🔔
next mampir
Ida Kitty
seneng banget liat teman" Mae pada mendukung hubungan Mae ma prince, kompak lagi kasih surprise ke Mae. 👍👍
Ida Kitty
ishh.. kak jinda usil y, bisa"nya ngeprenk reader, kirain bener dilamar. awas y.. 😠🤭
Ida Kitty
akhirnya kamu dilamar pangeranmu e, duh gak kebayang senengnya si Mae.
Soraya
ini juga blm up🤕
Ida Kitty
wah, sebulan j bisa gemoy kmu Jum pacaran ma Raka. gmn loh, tiap hari dikasih cemilan ma Raka. 😂
Ida Kitty
yaelah prince.. lebay banget c lu gak bisa banget pisah bentar ma Mae. 🤦
Soraya
aku yang senyum-senyum😂
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
huumm fokus - fokus tralala..../Facepalm/
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
waauwww..... King ngelamar dgn cara lain drpd yg lain.....pake drama segala..... tp kejutannya kerennnn...👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kisah komedi romantis dari zaman Bocil sampai dewasa 👍👍👍
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
punya dong 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
kotak cincin tunangan ya 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
masa lalu yang menjadi kenangan indah 🤭
Soraya
up lagi thor, mawar mendarat. 🫠
ngakak terus sama kelakuan Mae😂
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
bernostalgila an Mae sama si Prince di TK 😂
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
heboh ya Mae bercerita sampe semua anggota badan gerak.. lucu kayaknya 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!