NovelToon NovelToon
Istri Berasa Selingkuhan

Istri Berasa Selingkuhan

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anita Jenius

Selamat Datang Di Novel Pertama Saya.

Cerita ini adalah cerita kehidupan Celyn mulai dari dia kecil saat ditinggal orangtuanya sampai dia menjadi istri seorang yang bernama Dimas.

Siapa Celyn itu?
Apa yang terjadi padanya?
Bagaimana kehidupan pernikahannya?
Mari kita baca bersama-sama.


Dimohon bagi yang tidak suka dengan cerita ini, tolong jangan di beri komentar atau rate jelek. Di skip saja. Hargai Author sebagai penulis yang sudah capek memikirkan alur ceritanya.

Bagi teman-teman authors boleh promosi di karya ini.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan selamat membaca.

God Bless You All..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Suprise Buat Ketiga Anak Pak Handoko..

Belakangan ini Rani hampir setiap hari pulang ke rumah Keluarga Hartono. Di samping karena rumah itu lebih dekat dari kantor dari pada rumah pribadinya, Rani juga sudah terlanjur dekat dengan ketiga anak itu. Rani menyayangi mereka selayaknya saudara kandung sendiri.

Terlebih lagi di sana ada Nek Imah yang selalu memperhatikan dan menyayangi ketiga anak itu dan juga dirinya. Rani jadi merasa memiliki keluarga yang lengkap seperti yang selama ini diinginkannya.

Rani adalah seorang yang terlahir dari keluarga berada. Orang tuanya adalah pengusaha sukses sana seperti Pak Handoko. Perusahaan ayah Rani sangat terkenal dan berkembang pesat di luar negeri. Karena itulah orangtua Rani jarang ada di Indonesia.

Kebanyakan mereka berada di luar negeri.

Rani berasal dari keluarga broken home. Papa dan mamanya sudah bercerai sepuluh tahun yang lalu yakni saat Rani mulai beranjak remaja. Dia terbiasa hidup mandiri setelah orangtua nya bercerai.

Rani memilih hidup sendiri di Indonesia bersama pembantunya dari pada harus memilih tinggal sama mama atau papanya di luar negri. Menurut Rani tinggal sendiri itu lebih tepat supaya papa dan mamanya tidak selalu berkelahi untuk memperebutkan dirinya.

Selama Rani tinggal di Indonesia papanya selalu mengirim biaya hidup dan uang saku yang lumayan besar sehingga dia bisa hidup enak tanpa kekurangan apapun. Akan tetapi, Rani tidak menjadi anak yang manja. Dia tetap bersekolah dan melanjutkan pendidikanya sampai ke tingkat S2.

Dia tidak menggunakan uang papanya untuk berfoya-foya ataupun berpesta narkoba selayaknya anak broken home lainnya. Di Indonesia Rani diawasi oleh bibinya yang taat beragama. Itulah yang membuat ilmu agama dan akhlak Rani menjadi sangat baik.

Sayang bibi nya itu sudah berpulang ke Pangkuan Tuhan dua tahun yang lalu. Saat itu Rani seperti kehilangan arah dan tujuan hidup. Biasanya bibi nya lah yang mengingatkan dia apabila Rani berbuat salah. Memberinya semangat waktu dia dalam keadaan lemah dan terpuruk. Menurutnya bibi nya itulah yang mengisi kekosongan kehadiran kedua orangtuanya selama ini.

Tak berapa berselang papa Rani pun meninggal di luar negri. Papanya meninggal karena sakit jantung akibat berita kebangkrutan usahanya yang baru dia dengar. Papa Rani yang notabene sejak dulu sudah mempunyai penyakit jantung shock mendengar berita bahwa dia bangkrut dan semua harta bendanya habis tak bersisa. Rani pun datang ke luar negri dan menghadiri pemakaman papanya yang diurus oleh keluarga baru papanya.

Setelah pemakaman selesai Rani kembali ke Indonesia tanpa basa basi dengan keluarga baru ayahnya.

Di sisi lain mamanya Rani juga mengalami kecelakaan satu bulan setelah papanya meninggal. Kesedihan Rani bertubi tubi pada saat itu. Untung saja saat itu dia sudah bekerja, jadi masalah ekonomi tidak menghampirinya.

Pagi ini saat sarapan Nek Imah menceritakan apa yang dicurhatkan Celyn. Rani langsung mengambil pada dirinya sendiri. Rani membayangkan waktu dirinya berada di posisi itu, Rani merasa terpukul dan sangat kehilangan. Dia merasa dunianya seakan runtuh dalam sesat. Padahal waktu itu Rani sudah berumur dua puluh tiga tahun.

Rani berpikir bahwa dia saja yang mengalami keadaan seperti itu merasa sangat sedih apalagi Celyn, seorang anak yang masih sepuluh tahun. Anak yang seharusnya masih bermain dengan teman-temannya harus mengambil tanggung jawab untuk menjadi kakak sekaligus orangtua bagi adiknya. Walaupun bukan dari segi materi, Celyn selalu membantu adiknya menghilangkan kesedihan mereka akan kehilangan orangtua mereka. Celyn membantu menjaga dan menghibur kedua adiknya. Sungguh Celyn menjadi kakak yang baik.

Saat ini Rani dalam perjalanan ke kantor. Dia duduk di kursi belakang dalam diam. Pikirannya melayang mengingat ucapan Nek Imah tentang Celyn. Dia sangat bangga pada anak itu, karena dia sangat kuat. Rani berjanji dalam hatinya akan menghibur ketiga anak itu terutana Celyn.

Rani lalu berbicara kepada supirnya.

" Pak, setelah mengantar saya ke kantor tolong jangan kemana-mana Saya memerlukan Bapak sehabis saya meeting jam 10.00 pagi. Saya membutuhkan Bapak kira-jam jam makan siang.". Kata Celyn.

" Ibu, mau makan siang di rumah?".

Tanya Supir.

" Bukan Pak.. Saya ingin menjemput anak anak ke sekolah. Saya ingin mengajak anak-anak ke mall hari ini. Mengajak mereka makan di luar. Saya mau menghibur mereka." Kata Rani

" Baik Bu.". Jawab Supir.

" O iya Pak, nanti sebelum kita jemput anak-anak kita akan menjemput Nek Imah di rumah terlebih dahulu." Kata Rani lagi.

" Baik Bu..". Jawab supir lalu kembali fokus mengendarai mobilnya menuju kantor karena Rani akan ada meeting jam sepuluh nanti.

Sesampainya di kantor Rani langsung ke ruangannya. Dia duduk di meja kerjanya dan membuka laptopnya. Dia mengerjakan pekerjaan yang bisa dia kerjakan sekarang sambil menunggu tamunya datang. Karena hari ini dia ingin makan siang di luar dengan anak-anak. Sebelum memulai pekerjaan Rani meng-SMS Nek Imah, menyuruhnya tidak masak dan bersiap-siap di jemput oleh Rani. Dan juga note Rani agar membawa baju ganti anak-anak. supaya mereka nyaman nanti makannya. Lalu pesan tersebut di baca Nek Imah yang berada di rumah.

Jam menunjukkan Pukul 10.00 Wib. Tamu yang ditunggu Rani pun datang. Rani mengajaknya duduk di sofa. Mereka membicarakan tentang kualitas barang produksi perusahaan Rani, mengeluhkan ini dan itu dan banyak lagi yang mereka bicarakan. Lalu sejam kemudian tamu Rani tersebut pun pulang dan meninggalkan ruangan Rani. Rani sudah mencatat semua hasil meeting dengan customer tetapnya itu dan bermaksud akan membawanya sebagai salah satu bahan meeting dengan Pak Bagas dan Team marketing pada hari Kamis nanti.

Seusai tamunya pergi Rani kembali berkutat dengan laptopnya dan mengerjakan pekerjaannya secepat mungkin supaya Jam 12.00 siang nanti dia bisa pulang dan menjemput anak-anak dan Nek Imah dan mengajak mereka makan di luar.

Pukul 12.00 Wib.

Rani melihat jam tangannya sudah menunjukkan Pukul 12.00 Wib. Rani membereskan berkas yang sedari tadi dikerjakannya. Dia mematikan laptop dan merapikan mejanya. Rani pun memasukkan handphonenya ke dalam tas dan bergegas menuju loby bawah untuk pergi dengan pak supir. Mereka akan menjemput Nek Imah duluan di rumah karena jam pulang sekolah anak anak adalah jam 2 siang.

Kali ini jalan sangat macet karena memang ini jam makan siang, banyak orang keluar kantor untuk makan di luar. Walaupun macet Rani sampai di rumah sekitar 45 menit. Nek Imah sudah menunggu Rani menjemputnya. Dia sudah membawa tas ransel tempat baju ganti anak-anak.

Setelah Rani sampai, Nek Imah langsung masuk ke mobil. Mereka pun langsung melaju ke arah sekolah ketiga anak itu.

Jam masih menunjukkan pukul 13.45 Wib. Mereka sudah sampai di sekolah. Mereka menunggu di parkiran sekolah. Setelah lima belas menit Nek Imah keluar dari mobil dan berjalan ke pintu keluar sekolah menunggu ketiga anak itu keluar kelas.

Akhirnya tiga anak itu pun berjalan ke arah pintu keluar dan melihat Nek Imah di situ. Melihat hal itu mereka pun berlari berhamburan memeluk Nek Imah.

" Nek Imah, kok ke sini?". Tanya Celyn

" Ada deh.." Jawab Nek Imah lalu mngajak mereka berjalan menuju parkir di sana sudah menunggu Rani dan pak supir.

Melihat Rani pun berada di sana mereka berlari ke arah Rani dan memeluknya..

" Kakak juga di sini? Tanya Celyn

" Iya.. Kenapa ga boleh ya?" Tanya Rani

" Kok nggak bilang-bilang?". Tanya Celyn lagi.

" Kakak kan mau buat surprise sama kalian..!!. Gimana? Apa kalian terkejut?". Tanya Rani bercanda

" Iya kak. Tapi Dinar senang kak". Kata Dinar.

" Ya udah sekarang masuk mobil. Kita sekarang pergi makan siang di luar. Nanti kalian bisa ganti baju di sana. nek Imah sudah membawa baju ganti kalian". Suruh Rani

" Siap kak". Kata Celyn, Dinar dan Dika diiringi tawa merwka berlima.

Pak supir pun melajukan mobilnya ke arah mall yang tidak jauh dari sekolah itu. Mereka yang ada di mobil sangat senang. Mereka bernyanyi gembira.

1
Noerlina Akbar
Biasa
Noerlina Akbar
Kecewa
☘Chichie ͠ ⍣ᶜᶦᶠ 🇮🇩
istri 🙄
NiedaSofian
Kok udah 7 tahun kematian orangtua mereka?jd sudah besar dong cerly dan adik2nya kan thor?
Bembi Arkana
semangat ..
mini89
napa ada bawang😭
mini89
nyimak torr
Eva Suryaningsih
syangx rumah ranipun harus terjual
Svwalad Amanah
mksh thor aku suka ceritanya🤗
Anonim
ffdfefSfffdfzzfffd f. ffrffff
~Diamond Cat🐺
sprtnya bab nya diulang2 bs bosan yg bacanya thor

semangat
Veyzi_hour
yg pertama bandung terus ada depok juga
Veyzi_hour
cerita engak jelas nihh gimana sihh
imafe
cerita masa lalunya kepanjangan
Darmawaty Anto
novelnya enak dibaca, banyak pesan2 kehidupan yg bisa diambil hikmahnya dan ceritanya jg bisa dibaca yg blm dewasa krn TDK vulgar. pokoknya suka, suka dan suka😊😊
Darmawaty Anto
bukannya pak Bagas karyawan/pengawas pabrik papanya celyn?
Endah Trihayuningtyas
Lina..dah bau² pelakor nih
Veyzi_hour
nyimak
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Lanjut
Defi Andriani
💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!