Bella Saphira Bramantyo, merupakan seorang anak angkat dari keluarga Bramantyo, dan juga menyukai kakak angkatnya sendiri, yang bernama Raditya Bramantyo yang pasti akan selalu berujung dengan penolakan.
4 tahun ia mengejar Raditya. tapi, tak pernah mendapatkan respon yang baik, hingga akhirnya, ia lelah dan akhirnya menyerah, serta berhenti mengejar cinta sang kakak angkat. Bella juga sadar, kalau apa yang dilakukannya itu tidak akan mendapatkan apa-apa. apalagi setelah mendengar penuturan kakak angkat yang dicintainya itu. setelah itu, dia pun mulai menjaga jarak dan menjauh dari sang kakak.
lalu, Bagaimana kah kehidupan Bella selanjutnya..?? bisakah Bella move on dari perasaannya itu ? atau, bagaimana kah reaksi dari Raditya ?, setelah Bella memutuskan untuk benar-benar menjadi anak dan adik yang baik untuknya, dan juga melupakan perasaan itu.? dan, sanggupkah Bella melewati semua itu ? mari, di simak saja..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisa saumatgerat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. tersesat
sementara di sudut kota lain. satu rumah di buat heboh. mereka semua bingung mau ngapain.
"ini kenapa bisa terjadi Kevin..?? bagaimana bisa kamu kehilangan Charles..!" seru seorang wanita paruh baya kepada anaknya.
"maaf mah. aku terlalu fokus meeting dengan klien ku. aku tidak sadar kalau Charles sudah memisahkan diri.." ujar Kevin sebagai seorang papa tunggal bagi Charles. tak hanya ada Charles, namun ada Anjas dan bulan yang merupakan saudara kandungnya.
niat Kevin membawa Charles bersamanya itu, karena di rumah tidak ada yang menjaganya. kedua kakaknya masih bersekolah, sementara Oma dan opanya sedang melakukan perjalanan ke luar kota tanpa menginap. sementara, Kevin sendiri tidak percaya kepada para asisten rumah tangga untuk mengurus putranya semenjak Kevin mengetahui para pengasuh putranya itu menyiksa anak-anaknya.
"tenang mah. Papa sudah utus orang untuk mencarinya. mudah-mudahan dia baik-baik saja. Papa juga akan keluar untuk mencari.." ucap lelaki paruh baya itu.
"tidak usah pah. Papa di rumah saja, biar Kevin yang mencari." ucap Kevin yang ternyata sudah bersiap. Sebelum Kevin meninggalkan kediaman mewah itu, tiba-tiba dua saudara laki-lakinya yang lain pulang dari kantor masing-masing. mereka adalah Rolando dan Bastian.
"kami pulang.." ujar mereka dari luar. setelah Masuk kedua pemuda itu langsung meneruskan kaki Mereka melihat Kakak dan kedua orang tuanya memasang wajah cemas.
"ada apa ma, pa. wajah kalian kok cemas begitu.. ?" tanya Bastian kepada kedua orang tuanya. Bastian sendiri merupakan anak yang ketiga dari tiga bersaudara itu.
"ini, keponakan bungsu kalian menghilang saat kakakmu sedang meeting dengan kliennya di sebuah kafe. tolong kalian berdua mencari dan membantu kakakmu menemukan keponakan kalian itu. Mama sangat khawatir sekali.." ujar nyonya Aprilia kepada anak-anaknya. penuturan Nyonya Aprilia tentu saja membuat kedua lelaki yang baru datang itu terkejut.
"APA !! astaga Kak ! Kenapa semua ini bisa terjadi. Ya ampun.." cemas keduanya.
"Ya sudah tunggu apa lagi, Ayo kita cari." Rolando lagi kepada kedua saudaranya. tak lupa kedua pemuda itu juga mengeluarkan handphone mereka dan menyuruh orang-orang mereka untuk menemukan keponakan bungsunya itu. semakin banyak yang mencari, maka akan semakin baik.
****
setelah anak itu makan, mereka beristirahat sejenak, untuk mengistirahatkan perut anak tersebut. setelah cukup lama, dan karena kedua gadis itu juga memutuskan untuk kembali. akhirnya mereka mengatakan anak itu terlebih dahulu.
"Ayo sil, kamu mau kan nemenin aku ngantarin anak ini dulu ?" tanya Bella kepada sahabatnya.
"tentu saja bel. apapun untukmu.." jawab Silvia lagi dengan senyum sumringai. sementara Bella juga ikut tersenyum mendengar penuturan sahabatnya.
"Ayo dek. kita ke alamat butik itu sekarang.." ujar Bella mengajak anak lelaki tersebut. akhirnya tiga orang itu pun langsung memasuki mobil dan kemudian menyalakan aplikasi maps. mereka akan menggunakan aplikasi tersebut untuk menuju lokasi tujuan.
"ternyata lumayan jauh anak ini tersesat bel." ujar Silvia lagi setelah melihat lokasi yang mereka tuju h ditempuh dengan jarak sekitar 30 menit atau lebih. Bella sendiri Langsung mengalihkan pandangannya ke arah sang anak.
"kamu jauh sekali tersesatnya dek.? Kenapa bisa tersesatnya Hm..?" tanya Bella lagi kepada Charles.
"Charles tadi ikut ayah kerja. terus karena Charles merasa bosan, Charles pergi diam-diam tanpa sepengetahuan ayah. dan, setelah sampai di luar aku melihat ada kucing yang sangat lucu, jadi aku berjalan mengikuti kucing itu Kak. terus aku pisah deh sama Papa." ucap anak itu dengan sedih. sementara Bella sendiri entah kenapa ada sesuatu perasaan akrab yang ia rasakan untuk anak ini. namun dia tidak tahu perasaan apa itu.
"Ya sudah nggak papa. yang penting, kamu sudah diantar pulang. tapi nanti kenal kan sama keluarganya..?" tanya Bella lagi kepada anak itu. Charles langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat. Ia tidak tahu alamat rumahnya, karena mereka tidak pernah menyebut alamat itu di depannya. berbeda dengan butik sang nenek, Charles yang selalu dibawa oleh neneknya dan menyebut nama serta alamat butik itu tentu saja membuat Charles muda mengingatnya.
dan sekitar 30 menit lebih mereka menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah butik mutiara dengan alamat dan nomor yang sama.
"Apakah ini butiknya dek ?" tanya Bella lagi kepada Charles.
"Iya Kak. ini butiknya." ujar Charles dengan senyum sumringai. Bella dan Silvia juga ikut tersenyum, keduanya pun langsung memarkirkan mobil di tempat parkiran.
"ayo keluar. Kakak berdua akan menemanimu sampai bertemu dengan keluargamu. Ayo dek.." ujar Bella lagi mengajak anak itu turun.
"baik kak." ucapnya lagi. dan dengan semangat Charles turun dari dalam mobil itu bersama dengan dua wanita cantik tersebut. kemudian dengan menggandeng tangan Bella, mereka Langsung berjalan masuk ke dalam. di sana, semua orang sedang disibukkan dengan pekerjaan masing-masing. sementara Charles membawa kedua perempuan itu menuju ruangan neneknya. Namun ternyata, hari ini neneknya tidak masuk, menyadari akan aku, Charles menarik tangan Bella lagi menuju ruangan asisten neneknya tersebut.
"Tante sita-tante sita," panggil Charles kepada perempuan yang terlihat mudah dan cantik. sita yang sedang mengerjakan beberapa desain langsung mendongak ketika mendengar suara anak kecil memanggilnya. dan alangkah terkejutnya dirinya saat melihat cucu dari atasannya itu di sini bersama dengan dua gadis cantik.
"astaga tuan muda ! apa yang Tuan udah lakukan di sini ! dan mereka ini siapa ?" tanya sita kepada cucu dari atasannya itu.
"tante sita. kedua Kakak ini sudah menolongku dan mengantarkanku pulang. Tapi sayangnya, Charles tidak tahu alamat rumah. Tante boleh nggak Charles minta tolong, biar tante yang menghubungi nenek untuk menjemputku di sini." ucap Charles lagi. sementara sita langsung menganggukkan kepalanya.
"tentu tuan muda. kalau begitu, nona-nona. silahkan duduk terlebih dahulu. biar saya menghubungi atasana saya dulu." ucap sita sambil mempersilahkan kedua gadis itu duduk di sofa yang ada diruangan tersebut.
"iya buk. terimakasih banyak." jawab Silvia dan Bella. kedua gadis itu pun langsung mendudukkan tubuh mereka disana, dan disusul dengan Charles. sementara, sita langsung mengambil gawainya dan menghubungi atasannya itu. beruntung nya langsung di terima.
Tut
"halo Nyonya. maaf mengganggu. saya cuma mau memberi tau, kalau tuan muda Charles ada disini, bersama dengan dua orang gadis yang mengantarkannya." ucap sita lagi memberitahu. dan tanpa membalas penuturan sita, panggilan itu langsung diputuskan secara sepihak oleh atasannya. Ya paham kalau sama atasan pasti sedang panik dan mungkin menuju ke sini.
"nona nona. mohon tunggu sebentar ya, sebentar lagi Nyonya akan sampai ke sini." ucap sita lagi sambil mengambil beberapa minuman yang sengaja di stok di dalam kulkas yang ada di ruangan itu.
"Iya Bu tidak apa-apa. kami akan menemani Charles sampai bertemu dengan keluarganya. Setelah itu kita akan langsung pulang." jawab Bella lagi. kemudian sita pun langsung mendudukkan tubuhnya di kursi lain yang berhadapan dengan kursi mereka.
"Kalau boleh tahu dek, Di mana kalian menemukan tuan muda ? dan kenapa bisa ada bersama kalian ?" tanya sita lagi kepada kedua gadis itu.