NovelToon NovelToon
My Ice CEO Is A Tante

My Ice CEO Is A Tante

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miko J

Hidup Gavin Wijaya berubah total dalam semalam. Mantan "sultan" Jakarta yang terbiasa hidup mewah harus meninggalkan kehidupan glamor dan menjadi buruh migran (TKI) di Taiwan. Dari pesta dan kemewahan, kini yang tersisa hanyalah kerja keras di sebuah pabrik.
Di sisi lain, Tiffany Chen adalah CEO muda jenius yang dikenal dingin dan perfeksionis. Baginya hidup hanya tentang bisnis, angka, dan kesuksesan. Namun sebuah tekanan dari sang ayah memaksanya mencari jalan keluar yang tidak pernah dia bayangkan.
Sebuah pertemuan tak terduga membuat Gavin masuk ke dunia Tiffany. Dengan sebuah rahasia dan kontrak pernikahan, seorang mantan sultan yang kini menjadi TKI mendadak berubah menjadi "suami penyamaran" seorang CEO Taiwan.
Ketika pria santai dan usil harus hidup bersama wanita dingin yang lebih mirip robot pekerja, kehidupan mereka mulai berubah. Akankah pernikahan kontrak ini tetap menjadi sekadar kesepakatan, atau berubah menjadi sesuatu yang tidak pernah mereka rencanakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miko J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misteri Sang Menantu

Kabar mengenai kedatangan Tiffany Chen bersama suaminya ke kantor pusat akhir-akhir ini menyebar luas.

Rumor mengenai pernikahan mendadak sang CEO dingin yang semula dianggap sebagai isapan jempol belaka oleh sebagian besar staf kini telah terbukti kebenarannya, tidak ada lagi ruang untuk menyangkal.

Tiffany Chen benar-benar telah menikah.

Dan cerita mengenai kehebohan  Gavin Wijaya di lobi utama menjadi topik perbincangan paling hangat di hampir setiap ruang istirahat dan kantin karyawan Chen Corp.

Ada yang membicarakan wajahnya.

Ada yang membicarakan pembawaannya.

Ada pula yang sibuk memperdebatkan bagaimana mungkin seorang pria yang terlihat begitu santai bisa menikah dengan Tiffany Chen, wanita yang terkenal dengan standar kesempurnaan dan sikap dinginnya.

Namun, tentu saja, kabar sebesar itu tidak mungkin hanya berputar di antara para staf.

Getaran dari berita tersebut tidak membutuhkan waktu lama untuk merambat naik, melewati jajaran manajemen, dan akhirnya menembus dinding kediaman utama keluarga Chen .

Siang itu, pria paruh baya tersebut sedang duduk di balik meja kerja kayu jatinya.

Ruangan itu tenang. Cahaya matahari masuk melalui jendela besar di sisi ruangan, menerangi permukaan meja yang dipenuhi beberapa dokumen perusahaan, sebuah tablet, serta kacamata baca yang baru saja ia lepaskan dari wajah.

Tuan Besar Chen baru saja menyelesaikan satu laporan ketika ponsel khusus yang berada di sebelah kanannya bergetar.

Brrt...

Ia melirik layar sebelum mengangkatnya.

Panggilan tersebut berasal dari salah satu orang lama yang selama bertahun-tahun telah bekerja di Chen Corp. Pria itu bukan sekadar karyawan biasa. Ia merupakan salah satu orang kepercayaan yang telah mengabdi kepada keluarga Chen sejak Tuan Besar Chen masih aktif memegang kendali penuh perusahaan.

Sambungan telepon segera tersambung.

"Tuan Besar Chen."

Suara pria paruh baya itu terdengar penuh rasa hormat. Namun, ada sesuatu yang berbeda dalam intonasinya. Nada bicaranya terdengar seperti seseorang yang membawa sebuah informasi penting.

Tuan Besar Chen menurunkan kacamata bacanya perlahan.

"Kabar besar apa yang kamu maksud?"

"Kabar mengenai Nona Tiffany Chen yang akhir-akhir ini datang ke kantor bersama suaminya, Tuan Besar."

Alis Tuan Besar Chen sedikit terangkat.

Ia menyandarkan punggungnya pada kursi, lalu mengambil pena yang berada di atas meja.

"Jadi, akhirnya kabar itu sampai juga ke telingamu."

"Justru kabar tersebut sudah menyebar hampir ke seluruh kantor pusat, Tuan Besar," jawabnya dengan hati-hati. "Para staf membicarakannya secara terbuka. Terutama setelah Tuan Muda Wijaya beberapa kali terlihat berada di lantai manajemen."

Tuan Besar Chen tidak langsung menjawab.

Ujung pena di tangannya diketukkan pelan ke permukaan meja.

Tok.

Tok.

Tok.

Lalu, alih-alih membicarakan pernikahan putrinya, ia justru bertanya dengan nada tenang, seolah pembicaraan mereka hanya menyangkut jadwal rapat biasa.

"Lalu, bagaimana dengan kabar mengenai ekspansi investasi modal yang pernah mereka bicarakan kepadaku?"

Nada suaranya berubah sedikit lebih serius.

"Apakah suami Tiffany sudah mulai menyerahkan dokumen kerja sama dengan Chen Corp?"

"Mengenai hal itu, Nona Tiffany memang mengajak Tuan Muda Wijaya ke kantor pusat, Tuan Besar. Namun, untuk urusan dokumen kerja sama bisnis ataupun rincian investasi modal, bagian manajemen belum menerima berkas resmi apa pun dari ruangan CEO."

Tuan Besar Chen mengernyit.

"Belum ada?"

"Belum, Tuan Besar."

Manajer tersebut berhenti sebentar sebelum melanjutkan.

"Mungkin rincian finansialnya masih dibicarakan secara pribadi oleh Nona Tiffany dengan suaminya. Bagaimanapun, mereka adalah sepasang suami istri. Jadi, wajar jika pembahasan awal mengenai kerja sama dilakukan secara pribadi di antara mereka sebelum diteruskan kepada pihak manajemen."

Tuan Besar Chen tidak berkomentar.

Matanya justru bergerak menuju salah satu dokumen di atas meja, meskipun pikirannya sudah tidak lagi berada di sana.

Ia tahu Tiffany.

Putrinya itu bukan tipe orang yang akan mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaan tanpa alasan yang jelas.

Jika Tiffany membawa Gavin ke kantor pusat dan membiarkan pria itu berada di lantai manajemen, pasti ada alasannya.

Entah Gavin memang sedang terlibat dalam pembicaraan bisnis...

Atau justru ada sesuatu mengenai pria itu yang belum ia ketahui.

"Lalu," Tuan Besar Chen kembali membuka suara. "Apa saja yang dilakukan suami Tiffany selama berada di kantor pusat?"

Pertanyaan itu membuat sang manajer terdiam beberapa detik.

Sepertinya ia sedang menyusun kalimat yang tepat untuk menggambarkan sebuah fenomena baru yang cukup sulit dijelaskan.

"Tuan Muda Wijaya sepertinya hanya menemani Nona Tiffany saja, Tuan Besar."

"Hanya menemani?"

"Benar."

"Dia tidak ikut campur dalam urusan perusahaan?"

"Sejauh yang kami amati, tidak."

Tuan Besar Chen mengangkat sebelah alisnya.

"Jelaskan."

Sang manajer menarik napas kecil.

"Jujur saja, Tuan Besar, Tuan Muda Wijaya memiliki pembawaan yang sangat berbeda dengan Nona Tiffany."

"Maksudmu?"

"Nona Tiffany dikenal sangat tegas, formal, dan memiliki standar disiplin yang luar biasa tinggi. Bahkan terkadang, para staf terlihat menegang hanya karena berpapasan dengannya di koridor."

Tuan Besar Chen hampir tersenyum.

Bagian itu tidak perlu dijelaskan kepadanya.

Ia sudah mengenal putrinya sendiri sejak Tiffany masih kecil.

"Tapi Tuan Muda Gavin sebaliknya," lanjut sang manajer. "Pembawaannya jauh lebih santai."

"Seberapa santai?"

Pertanyaan Tuan Besar Chen terdengar datar, tetapi sang manajer tahu betul bahwa atasannya mulai tertarik.

"Tuan Muda Wijaya tidak canggung berjalan-jalan di koridor. Ia sering menyapa para staf dengan ramah dan selalu membalas sapaan karyawan yang kebetulan berpapasan dengannya."

"Dia menyapa karyawan?"

"Ya."

"Termasuk staf biasa?"

"Termasuk staf biasa, Tuan Besar."

Tuan Besar Chen berhenti mengetukkan penanya.

Ada sesuatu yang membuatnya sedikit tertarik.

Bersikap ramah kepada orang lain bukanlah sesuatu yang luar biasa. Namun, lingkungan kantor pusat Chen Corp bukan tempat yang mudah membuat seseorang bersikap santai, terutama di lantai manajemen.

Sebagian besar orang yang baru pertama kali datang ke sana akan berusaha menjaga sikap.

Berjalan lebih tegak.

Berbicara lebih hati-hati.

Bahkan menunggu seseorang menyapa lebih dulu.

Namun, Gavin justru terlihat seperti tidak memiliki masalah dengan suasana tersebut.

"Tuan Muda Gavin bahkan beberapa kali berbincang sebentar dengan staf ketika kebetulan bertemu di koridor," lanjut sang manajer. "Tidak terlalu lama, tentu saja. Hanya percakapan ringan. Tetapi pembawaannya benar-benar membuat orang-orang di sekitarnya merasa nyaman."

"Apakah ada yang merasa terganggu?"

"Sejauh ini tidak ada."

"Bagaimana dengan staf Tiffany?"

"Malah sepertinya sebagian dari mereka lebih santai ketika Tuan Muda Gavin berada di sekitar."

Tuan Besar Chen terdiam.

Ia kemudian menyandarkan tubuhnya pada kursi.

Menarik.

Sangat menarik.

Selama ini, ia memang memiliki penilaian awal terhadap Gavin.

Seorang pria muda dari Indonesia yang tiba-tiba muncul dalam kehidupan Tiffany. Status keluarganya tidak begitu jelas. Latar belakangnya juga tidak cukup kuat untuk langsung membuatnya percaya.

Pada awalnya, Tuan Besar Chen bahkan sempat menganggap Gavin sebagai pria oportunis yang melihat kesempatan besar di balik pernikahannya dengan Tiffany.

Namun, semakin banyak informasi yang ia dengar, semakin sulit dugaan tersebut dipertahankan.

"Apakah ada hal lain?"

Sang manajer kembali terdiam.

"Ada satu hal, Tuan Besar."

"Katakan."

"Menurut beberapa staf yang melihatnya secara langsung, Tuan Muda Gavin terlihat sangat nyaman berada di lingkungan kantor pusat."

Tuan Besar Chen menyipitkan mata.

"Nyaman?"

"Ya. Tidak terlihat gugup, tidak terlihat berusaha mengesankan siapa pun, dan juga tidak menunjukkan sikap berlebihan meskipun tahu bahwa hampir semua orang di kantor mengetahui dirinya sebagai suami Nona Tiffany."

Manajer tersebut berhenti sejenak.

"Yang paling menarik, Tuan Besar, Tuan Muda Gavin juga tidak terlihat seperti orang yang sedang berusaha membuktikan dirinya."

Jari Tuan Besar Chen berhenti di atas meja.

Kalimat itu membuat pikirannya bergerak lebih jauh.

Tidak berusaha membuktikan diri.

Tidak gugup.

Tidak berlebihan.

Dan mampu membuat orang-orang di sekitarnya merasa nyaman.

Gestur tubuh yang luwes, cara berbicara yang santai, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial tanpa terlihat berusaha keras adalah kemampuan yang biasanya tumbuh dari kebiasaan.

Bukan sesuatu yang mudah dipelajari dalam waktu singkat.

Tuan Besar Chen perlahan menyipitkan matanya.

Mungkin pria itu memang menyembunyikan sesuatu.

Namun, pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah Gavin memiliki kemampuan.

Melainkan...

Seberapa jauh sebenarnya latar belakang pria tersebut?

"Begitu ya..."

Suara Tuan Besar Chen akhirnya terdengar.

Ia mengambil kembali kacamatanya dan meletakkannya di samping dokumen.

"Baiklah. Segera laporkan kepadaku jika ada perkembangan mengenai kerja sama bisnis dengan perusahaan suami Tiffany."

"Baik, Tuan Besar."

Sambungan telepon terputus.

Tuan Besar Chen meletakkan ponselnya kembali ke meja.

Ruangan kembali sunyi.

Gavin Wijaya.

Pria yang datang ke dalam kehidupan putrinya dengan cara yang begitu mendadak.

Pria yang seharusnya tidak memiliki alasan untuk merasa nyaman di lingkungan elite Chen Corp, tetapi justru berjalan santai di dalamnya.

Pria yang tidak terlihat haus akan perhatian meskipun kini berdiri di sisi seorang CEO muda yang terkenal dingin dan sulit didekati.

Tuan Besar Chen menyandarkan punggungnya lebih dalam pada kursi.

Untuk pertama kalinya sejak mendengar nama Gavin Wijaya, rasa curiganya tidak lagi sepenuhnya dipenuhi prasangka.

Kini, ada rasa penasaran.

Misteri mengenai siapa sebenarnya sosok Gavin Wijaya perlahan menarik perhatiannya.

Dan entah mengapa, semakin banyak informasi yang ia dengar tentang menantu barunya itu...

Semakin besar pula keinginannya untuk mengetahui apa yang sebenarnya disembunyikan pria tersebut.

1
helena
ada batas teritorial nya🤣
helena
tante🤣
helena
kursi panas/Doge/
helena
jari jemari tim kevin /Proud/
Zed Analytical Number Nine
ngga bener nih, si Gavin
Anisa Nur Afifah
lanjut kakk
Lasa Hardianti
WKWKWK Gavin langsung semangat banget pas dengar kartu kredit tanpa limit🤣 Lanjut baca dulu ah, penasaran rumah tangga kontraknya bakal seseru apa🤣😍
white star ⭐: "Terima kasih kak, dah mampir 😆"
total 1 replies
Lasa Hardianti
Premisnya unik Kak. dari awal udah bikin penasaran gimana Gavin bisa berubah jadi TKI di Taiwan. Semangat update😁
Cilia
Lanjutin terus kak! Kepo sama kelanjutan cerita Gavinnn
white star ⭐: trimakasih kak, jadi semakin semangat buat nulis kelanjutan cerita ini
total 1 replies
helena
lanjut thorr💪
helena
😇
yugi chan 👧
lanjuuttt ....
white star ⭐: siap kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!