NovelToon NovelToon
Aku Dan Rahasiaku

Aku Dan Rahasiaku

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / One Night Stand / Karir / Cintapertama / Tamat
Popularitas:104.2k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Menceritakan tentang seorang wanita berusia 25 tahun yang memiliki 2 pekerjaan yang bertolak belakang. Pekerjaan yang sepertinya hanya bisa dilakukan oleh wanita tersebut. Sebuah pekerjaan yang memiliki resiko tinggi jika terungkap salah satunya. Dibalik itu semua, dia memiliki alasan kuat kenapa memilih untuk melakukannya.

"Layani aku, atau aku sebar rahasiamu."

Hanya suara desahan dan erangan kenikmatan yang terdengar di sebuah kamar yang minim penerangan. Seorang wanita berusaha keras memuaskan sang dominan. Mereka memang menyatu, tetapi mereka melakukannya demi tujuannya masing-masing. Kepuasan dan uang.

Bertahun-tahun wanita itu menjaga rahasianya. Tetapi seiring berjalannya waktu, apa yang dia jaga mulai terungkap satu persatu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 - ?

Begitulah manusia, terkadang hati dan pikirannya tidak sejalan. Bohong jika Ayana tidak ingin terlibat dengan keluarganya lagi. Nyatanya, kakinya membawanya menuju ruangan VIP nomor 4.

Di dalam sana, ayahnya terbaring tak berdaya dengan selang oksigen menutupi hidungnya. Ayahnya terlihat lebih kurus dari terakhir kali dia bertemu. Sakit apa yang dia derita? Ayana tidak tau.

Tangan wanita itu mengepal kuat dan terlihat gemetaran. Dengan keras berusaha menahan air matanya. Di dalam tidak ada yang menjaga. Ayana berperang kembali dengan hatinya, haruskah ia masuk sebentar?

Melihat sekeliling, akhirnya wanita itu dengan mantap menggeser pintu dengan pelan dan masuk dengan langkah lambat. Semakin dekat dengan ranjang, air matanya tidak bisa terbendung lagi. Baru 6 tahun dia tidak melihat ayahnya, tetapi rambut pria itu sudah banyak yang memutih.

Ayana berdiri di samping ayahnya yang memejamkan matanya. "Dulu kau mengusirku seperti aku ini manusia hina. Sekarang ketika kau sakit, kau mencariku?"

"Kemana saja dulu saat aku menderita sendiri hingga hampir meregang nyawa? Dulu aku berharap agar kau mencariku dan memintaku untuk kembali. Kenapa sekarang justru aku yang menemuimu terlebih dahulu?"

Ayana terus berbicara di samping ayahnya. Jari ayahnya sedikit bergerak, terlihat seperti merespon ucapannya. "Bangunlah jika kau ingin melihatku sekarang. Melihat untuk terakhir kalinya, karena setelah ini aku tidak akan menemuimu lagi."

Ayana kembali meneteskan air matanya. Dia harus cepat keluar sebelum ada seseorang yang memergokinya. "Aku pergi. Cepatlah sembuh agar kau bisa mencariku," ucapnya dan segera keluar.

Di lorong rumah sakit, dari arah yang berlawanan, Ayana melihat ibu serta adiknya berjalan beriringan. Ayana memalingkan wajahnya dan menghentikan langkahnya. Untung saja dia masih menggunakan tampilan gurunya.

Setelah ibu beserta adiknya masuk ke dalam ruangan ayahnya, kaki Ayana melepas dan tersungkur di lantai dingin rumah sakit.

Ayana menepuk dadanya yang terasa sesak dengan keras. Dia tetaplah seorang anak yang masih membutuhkan kasih sayang dan juga dukungan dari kedua orang tuanya.

Merasa lebih tenang, Ayana berdiri dari duduknya dan membenahi penampilannya. Wanita itu menoleh kembali ke ruangan ayahnya. Setelahnya dia melanjutkan langkahnya dengan mantap meninggalkan rumah sakit.

...****************...

"Apa semuanya sudah siap?"

3 orang yang di beri pertanyaan itu mengangguk serentak. Malam ini Sean berencana untuk melamar Ayana sesuai rencana yang sudah dia buat sebelumnya. Dia juga sudah mengabari ibu serta ayahnya.

Dia akan melamar Ayana di sebuah restoran mewah. Pria itu bahkan menyewa seluruh restoran. Dia bukanlah pria romantis, tetapi dia akan berusaha agar kejutan ini mengesankan bagi Ayana.

Setelah kepulangan Sky dari rumah sakit, Sean belum menghubungi Ayana sama sekali, dan wanita itu juga tidak pernah datang ke apartemennya. Mereka kembali seperti saat awal menjalani kontrak. Ayana akan datang hanya saat dia dibutuhkan.

"Bagus. Jangan sampai ada yang cacat. Aku benci kegagalan," jawab Sean dan kembali mendapatkan anggukan serempak. Dirinya hanya tinggal menghubungi wanita itu untuk datang.

Dia akan meminta maaf terlebih dahulu baru akan mengutarakan perasaan dan juga niat baiknya. Semoga semuanya berjalan lancar.

Kita kembali kepada wanita yang baru saja pulang dari rumah sakit. Wanita itu menekuk kedua kakinya di atas kasur dan menenggelamkan wajahnya di sana.

Ponsel di sebelahnya berbunyi, nama Sean terpampang jelas di layar. Sudah beberapa hari pria itu tidak memanggilnya, saat di sekolah Ayana bersikap sewajarnya seperti dulu, layaknya guru dan wali murid.

"Iya Tuan."

Ayana menerima panggilan itu. Suaranya sedikit parau karena baru selesai menangis. Di seberang sana, Sean menyadari perubahan suara dari wanitanya.

"Ada apa dengan suaramu?" tanya pria itu.

"Saya baru saja bangun tidur. Apakah Tuan membutuhkan saya?" jawab Ayana. Di tempat yang berbeda, Sean tersenyum seperti orang gila.

"Tuan?" panggil Ayana karena tidak mendengar suara Sean.

"Bisakah kau datang ke restoran Itali yang ada di pusat kota pukul 7 malam?" tanya Sean.

"Bisa Tuan," jawab Ayana. Ayana berpikir jika Tuannya itu ingin ditemani makan terlebih dahulu sebelum bermain.

"Baiklah. Pakailah gaun yang aku kirimkan, mungkin sebentar lagi akan sampai," ucap Sean dan mematikan sambungan teleponnya. Dan benar saja, tak sampai 5 menit, seorang kurir mengantarkan gaun yang dibungkus rapi di dalam kotak besar.

Ayana sudah bersiap untuk pergi, sekarang sudah pukul 7 kurang 20 menit. Waktu yang pas untuk melakukan perjalanan menuju restoran Itali itu.

Sampai restoran yang di maksud Sean, Ayana segera memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk. Sudah ada seorang waiters yang menunggu di depan pintu. Suasana restoran begitu sepi, dia tidak salah tempat kan? pikirnya.

Waiters itu membukakan pintu untuknya dan tersenyum manis ke arahnya. "Dengan Nona Ayana?" tanya sang waiters.

Ayana segera mengangguk. "Mari ikut saya," ajak waiters itu dan berjalan terlebih dahulu. Ayana mengikuti langkah waiters itu yang membawanya menuju lantai atas restoran ini.

Hanya ada satu meja yang berada di tengah. Di sana sudah terdapat Sean berserta anaknya dan juga kedua orang tua Sean. Ayana sedikit bingung dengan situasi ini. Bukankah mereka hanya akan malam malam singkat?

"Yeayyy. Aunty sudah datang," pekik Sky lalu turun dari kursinya. Anak itu berlari kecil menuju Ayana yang masih mematung di tempat. Anak itu membawa bouquet bunga dan menyerahkannya kepada Ayana.

"Cepat Aunty! Cepat!" ucap Sky tidak sabaran ketika Ayana masih belum mengambil bunga yang ia sodorkan.

Ayana menyadarkan pikirannya dan mengambil bunga itu. Sky tersenyum cerah dan menggenggam tangan Ayana dengan jemari kecilnya. Mengajak Auntynya untuk duduk bersama.

"Mari kita makam malam terlebih dahulu," ucap Sean. Lalu beberapa waiters mengantarkan makanan menggunakan troli.

Makam malam berjalan dengan hikmat dan nikmat. Entah kenapa Ayana aneh dengan suasana ini.

"Ekhem"

Sean berdehem keras. Pria itu menatap Ayana dalam. "Maaf untuk semua yang pernah aku lakukan atau perkataanku yang menyakitimu. Itu semua aku lakukan karena aku tidak menyukai kedekatanmu dengan pria lain. Aku harap kau mau memaafkan pria bodoh ini," ujar Sean dengan mantap.

Jadi pria ini mengajaknya makan malam dalam rangka meminta maaf? Pantas saja dia mengajak keluarganya, batin Ayana.

Ayana mengangguk singkat. Tidak ada gunanya dia terus berlarut-larut dengan masalah ini. Mari jalani hidup baru dan memantapkan hati agar lebih tegas terhadap perasaannya. "Aku memaafkanmu," ucapnya pelan.

Setelahnya, suara alunan musik klasik terdengar di seluruh restoran. Ayana kembali bingung, apalagi ketika Sean berdiri dari duduknya dan mengambil cake yang ada di tengah meja.

Sean membawa cake itu kepada Ayana. "Bisakah aku meminta bantuanmu untuk menarik bagian ini?" pintanya dan menunjuk bagian yang dimaksud menggunakan kepalanya.

Ayana menatap kedua orang tua Sean dan juga Sky bergantian. Bingung, itulah yang dia rasakan. Kedua orang tua Sean mengangguk bersama mengisyaratkan agar Ayana melakukan apa yang diperintahkan oleh Sean.

Dengan pelan, Ayana menarik bagian pinggir cake yang ternyata hanya lapisan saja. Sepertinya ada tulisan yang di sembunyikan. Benar saja, sebuah tulisan berwarna merah yang terbuat dari cream terpampang jelas.

Ayana menatap Sean yang tersenyum lebar ke arahnya. Ayana masih syok dengan semua ini. Di atas cake itu tertulis dengan jelas. WILL YOU MARRY ME?

"Bagaimana jawabanmu?" tanya Sean.

Bersambung

Terimakasih sudah membaca Bab ini sampai akhir

Jangan lupa memberikan like dan komen 🤩

Subscribe juga jika suka

1
Maria Christanti
sll semangat thor dlm berkarya.sy suka ceritanya.💪
Evi
gemesnya
Martha Amelia Susanti
Selamat Author,karyamu sudah end, semoga makin lancar dalam berkarya 👌🙏🏼
Sindy Puspita: Terimakasih sudah membaca dan memberikan supportnya kak🙏☺️
total 1 replies
Dwi Riska anggraini
aiihh ak maki. penasaran
Chai Kim
ceeitanya menarik.lanjutkan
Dwi Riska anggraini
sepertinya sky bukan ank sean,,
Chai Kim
ceritanya seru lanjutkan dong
Sindy Puspita: terimakasih sudah membaca, cerita ini udah tamat ya kak, kakak bisa baca maraton sekarang ☺️
total 1 replies
Luki Crot
ah aku ikut terharu
Luki Crot
ah terharu
Luki Crot
sukur beri pelajaran buat si sen itu biar tau rasa
Luki Crot
semoga cepat baikan
Chasanah Hidayah Nur
saya suka
Hinata Hafidzah
semangat trs untuk buat karya yg baruuuu...seruuu...bagus bgt ceritanya/Heart/
Kasiyah Kasiyah
hai kusuka ceritanya ,cerita yg lainnya pasti suka,,ayo tetap semangat utk karya2 nerikutnya
halimah abdul hayes
Boleh saman sekolah tu…sepatutnya hubungi ibu Bapa dulu sebelum membenarkan kanak2 pulang
Hinata Hafidzah
lanjut
martina melati
apakah nti sky menyadari penyamaran guruny
Aisyah Yuni Novita
kapan sean akan sadar ya thor??
Sindy Puspita: di tunggu ya kak, gak lama lagi kok☺️
Terima kasih sudah membaca
total 1 replies
Sri Utami
kenapa Adiknya Sean ambisi banget ingin test DNA
Sindy Puspita: Mungkin ada sesuatu yang dia sembunyikan ☺️
total 1 replies
Gracevic Matantu
lanjut ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!