Agita adalah gadis sederhana yang mandiri, dia bekerja disebuah restoran sebagai waiter. karna dia adalah tulang punggung keluarganya, setiap harinya dia lalui dengan penuh keceriaan dan senyuman.
Angga Hendrawan adalah putra tunggal dari tuan Aji Hendrawan dan Ny.Amelia Amran.
Nyonya Amelia ingin putranya agar segera menikah karna ia ingin memiliki cucu mengingat umurnya dan suaminya tidaklah mudah lagi.
Apakah Angga akan memenuhi kemauan maminya ??
terus ikuti novelku ini
Dan jangan lupa Vote, like, coment dan rate ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ade Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
Agita sampai di tempat kerjanya ia bergegas masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaian yang telah di sediakan oleh manager restoran itu. di dalam ruang ganti ia tersenyum sendiri mengingat kejadian pagi tadi di rumah bersama dengan suaminya, tak bisa menahan tawanya pun pecah mengingat kejadian itu "hahahahaha.. lucu banget seorang pengusaha ternama di kota ini ternyata seperti itu. buahahahahahaha makanya jangan berani-berani bermain dengan aku Agita gitu loh"Ucap Agita di barengi dengan tawanya
Gina yang melihat sikap Agita sahabatnya pagi itu merasa heran yang tiba-tiba tertawa. Gina menatapnya dan mendekatinya ia meletakan tangannya di jidat Agita "kamu tidak sakit kan git, kamu tidak salah minum obat kan git pagi ini?" tanya gina sahabatnya pada Agita
Agita kaget dengan apa yang dilakukan gina ia menatap sahabatnya itu "Aku tidak apa-apa gina, aku masih waras, aku gak sakit koq kamu jangan mikir yang gak-gak ke aku" Jawab Agita kepada gina
Trus gina menatap Agita dengan penuh tanya "apa yang membuat Agita sampai tertawa lepas begitu" batin Gina yang mencari alasan kenapa di pagi ini Agita tertawa.
Agita pergi keluar dari ruangan itu ia mengajak gina keluar "Yuk keluar, nanti boss marah kalau lama-lama di ruang ganti" kata Agita sambil memperbaiki pakaian yang di pakainya.
"Iya, sebentar lagi akan selesai. kau keluarlah lebih dulu nanti aku menyusul" jawab gina
"Baiklah aku keluar dulu, cepat menyusul Jangan sampai boss akan menegurmu, kalau boss Rendy gak papa, tapi kalau yang itu yang menegur aduh bisa panjang masalahnya Gin" kata Agita sambil menunjuk wanita yang berdiri di dekat meja kasir ia adalah wanita yang membantu mengelolah restoran Rendy selama Rendy pergi keluar kota.
Gina mengikuti tatapan Agita yang menunjuk wanita itu "ia aku tau git, makanya kau keluarlah lebih dulu biar gak di tegur sama tuh nenek lampir"
Agita dan gina saling menatap dan tertawa seakan mereka menertawakan nama yang di buat gina untuk wanita itu.
"Yah, udah aku keluar dulu"
"Okey git"
Agita keluar menuju ke tempat pelayan (Waiter) berkumpul dengan teman-temannya menunggu para tamu yang datang untuk makan. Agita berjalan melewati wanita itu dengan santai dan sopannya Agita menegur sapa dengan wanita itu sambil tersenyum namun wanita itu tak bergeming sedikitpun ia hanya menatap Agita dari atas kepala sampai bawah kaki sambil tersenyum mengejek.
Agita melihat sikap wanita itu yang menatap Agita penuh tatapan mengejek Agita hanya tersenyum melewatinya "itu urusanmu mbak, aku gak ada urusan denganmu terserah mau marah atau tidak aku tidak peduli selama aku bekerja di restoran ini baik-baik saja dan boss Rendy tidak pernah meremehkan kami para pekerjanya" batin Agita
*******
Jika di tempat kerja Agita sesenang itu sambil tertawa sepuasnya berbeda dengan Angga suaminya, Angga kini berada di kantornya namun tak ada satu orangpun berani menatap dan menyapanya mengingat raut wajah boss mereka itu begitu menakutkan seperti ingin memangsa setiap yang berada di depannya.
Sikap Angga pagi itu benar-benar terlihat dingin penuh dengan tatapan membunuh para karyawan pun kaget dengan sikap boss mereka. "ada apa dengan boss? mengapa wajahnya lebih terlihat menakutkan pagi ini dari sebelumnya" ucap karyawan kantor Angga
mengapa wajah Angga seperti itu pagi ini ?, hanya dirinya yang tau kalau saat ini Angga lagi gak mood, moodnya berubah menjadi tidak baik karna seorang wanita yang beraninya mengerjai dirinya seorang pengusaha ternama ANGGA HENDRAWAN dan yang mengerjainya tak lain adalah Agita istrinya.
Angga memulai pekerjaannya dengan melihat-lihat berkas yang ada di atas meja sesekali ia mengotak Atik komputer miliknya. namun sesibuk apapun dirinya di pikirannya terus muncul tentang kejadian pagi itu dan itu membuat Angga kesal seakan-akan ia di permalukan oleh seorang wanita ia mengusap wajahnya dengan kasar dan mengumpat "Siaaall.." sejenak Angga terdiam dan terbitlah senyuman di bibirnya yang menggambarkan rencana liciknya
"Lihat saja kau Agita, malam ini aku tidak akan melepaskanmu meskipun kau berteriak-teriak memohon ampun, malam ini akan menjadi malam yang tak akan bisa kau lupakan selama hidupmu agita" ucap Angga dengan tersenyum setan alias senyuman licik
Angga mengatakan kalimat itu sambil memain-mainkan pulpen yang di pegangnya, rasanya ia tak sabar menunggu malam tiba ia ingin membalaskan apa yang di lakukan oleh istrinya itu pada dirinya. "Kau tunggu saja sayang malam ini adalah malam spesial buatmu dariku malam ini akan menjadi malam terindah bagi kita berdua " kata Angga dengan tersenyum.
Angga tak menyadari jika sekretarisnya sekaligus sahabatnya yang tak lain adalah Alex itu menatapnya dari arah pintu masuk, ia menganalisa apa yang di lakukan bossnya sekaligus sahabatnya itu. Alex terlihat bingung dengan sikap Angga kadang marah mengacak-ngacak berkas yang ada di atas meja kadang ia akan tersenyum sendiri senyuman yang membuat Alex merasa merinding melihat senyuman aneh itu.
Alex berjalan mendekati Angga sambil menatapnya. Angga yang melihat Alex datang ia segera merapikan berkas yang berada di atas meja dan mulai bersikap biasanya seperti hari-hari sebelumnya.
"Ada apa Lex kau datang ke ruangan ku" ucap Angga dengan mengawali percakapan lebih dulu sebelum Alex bertanya yang aneh-aneh tentang dirinya. jika sampai Alex tau mau taruh di mana wajahnya pengusaha ternama di kota ini Angga Hendrawan kalah dari seorang wanita.
"Aku hanya ingin mengatakan kalau hari ini tidak ada pertemuan ataupun meeting" jawab Alex
"Okey, nanti kau selesaikan saja pekerjaanmu"
"Baik boss"
Alex pergi keluar dari ruangan bossnya yang sekaligus sahabatnya. Alex tidak bertanya apa-apa karna ia tidak ingin terkena dampak dari senyuman aneh bossnya itu.
Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar aku lebih bersemangat lagi up nya.
terima kasih buat kalian yang masih setia dengan cerita novelku.🤗
ulet keket nemel bukan dibuang mlah dibiarkan
klasik x alasanmu angga
apakah ini seperti itu
dan sang penolong selalu gak terbalaskn cintanya alias kenak tinggal