NovelToon NovelToon
Istri Pemuas Nafsu Sang Ceo

Istri Pemuas Nafsu Sang Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:44.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daisha.Gw

Praya Asteria, gadis Muda berumur 22 tahun yang rela menjadi istri kedua karena cinta, Asteria dinikahi pria tampan berwibawa berumur 37 tahun, pria itu menikahi Asteria hanya untuk memuaskan nafsunya saja di karenakan istri tercinta yang sedang sakit dan tidak bisa melayani sebagai seorang istri yang seutuhnya, Praya mencintai dengan tulus suaminya tapi tidak dengan suaminya yang bernama bara, karena sejak awal bara menikahi Praya hanya untuk di jadikan teman tidurnya saja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisha.Gw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria gila

Bara mencengkram wajah kecil Praya dengan tangan kasarnya, tatapan ke-duanya sama tajamnya.

"kenapa tiba-tiba meminta cerai, hm" ucap Bara dengan suara berat.

"apa karena uang yang saya beri kurang banyak, iya?" Praya tidak memberikan respon apapun, ia tepis tangan Bara di wajahnya, ke-dua sisi pipi wajah Praya merah karena kuatnya cengkraman Bara. praya berdiri dari duduknya, ia rapikan selimut yang hampir melorot dari tubuhnya, Praya meninggalkan bara berniat untuk membersihkan diri.

"Praya!" bentak bara menarik pergelangan tangan sang istri.

"lepas, tuan bara yang terhormat, dan silahkan pergi dari gubuk saya " Praya terus memberikan tatapan tajam pada mata, jari telunjuknya menunjuk pintu keluar.

"kamu mengusir saya, hah!"

"iya! keluar dari rumah saya, Bara Argantara yang terhormat!" ucap Praya dengan suara tinggi.

Plak!!!

wajah Praya berpaling kearah samping, di pegang nya pipi yang perih, tidak ada air mata lagi, Praya mengangkat wajahnya dengan berani beradu tatap pada Bara, Praya sibak rambut panjangnya ke belakang.

"Aku menyesal menikah dengan mu, Bara"

plak!!!!

"kurang ajar kamu Praya!"

sekali lagi Praya mendapatkan tamparan keras di pipi mulusnya, untuk kali ini lebih keras dari sebelumnya, sudut bibir Praya berdarah akibat kerasnya tamparan yang Bara lakukan.

"dasar sinting!" Teriak Praya tidak kalah tingginya.

"pria kaya kamu itu nggak pantas untuk di cintai, dasar pria sinting " bentak Praya di hadapan Bara.

"ngomong apa tadi kamu" Bara membuat Praya berdiri membelakanginya, satu tangan Praya ia posisikan berada di belaka tubuh Praya, Praya meringis kesakitan karena ulah Bara, satu tangan Bara melingkar di perut rata Praya.

"pria sinting kamu bilang?" ucap Praya di belakang telinga Praya.

"lepas Bara!"

"nggak akan Saya lepaskan kamu, sayang. tubuh mu terlalu nikmat untuk di tinggali begitu saja, saya tidak akan menceraikan kamu Praya, tidak akan pernah "

"dasar nggak waras Anda tuan Bara " dengan kasarnya Bara mendorong tubuh Praya Hingga tersungkur ke atas kasurnya, dengan tergesa-gesa Bara melepas seluruh pakaiannya, ingin menghindar pun Praya tidak bisa, ia kembali harus melayani nafsu gila Bara.

....

selesai melakukan hubungan dengan paksa, Bara tidak beranjak seperti biasa, ia peluk tubuh kecil Praya di balik selimut tipis untuk pertama kalinya.

"Lepas, aku mau bersih-bersih" Bara menggeleng di belakang, ia eratkan lagi pelukannya.

"apa mau Ronde ke tiga, hm" bara tidak menanggapi ucapan Praya.

"lepas!" tenaga Praya sudah habis terkuras, tidak sanggup lagi ia walaupun untuk melepaskan tangan Bara dari pelukannya.

"maafkan saya, tadi saya tersulut emosi hingga melayangkan tangan, saya tidak bermaksud, Praya. maaf" Praya menyunggingkan senyum.

"tidak usah meminta maaf, tujuan Bapak datang menemui saya memang itu kan, memuaskan nafsu bapak juga melupakan emosi Bapak"

"Praya, berhenti memancing emosi saya, saya ini suami kamu bukan bapak kamu, berhenti memanggil saya dengan sebutan bapak " tegas Bara.

"sebentar lagi kita berpisah, saya ingin membiasakan diri untuk kembali bersikap formal pada bapak " bara menutup matanya Jengah, ia muak dengan pertengkaran yang tidak ada habisnya.

"jelaskan apa yang membuat kamu Minta pisah?"

"saya sudah pernah katakan pada bapak, saya ada masa lelahnya juga, dan sekarang saya menyerah, menyerah untuk bisa mendapatkan hati bapak, saya menyerah memaksakan diri untuk di anggap istri oleh bapak" jelas Praya dengan suara tertahan.

"Saya nggak akan pernah lepasin kamu, Praya"Praya berdecak kesal.

"Bapak egois, ya. bapak melarang saya untuk mencintai bapak, bapak nggak pernah menganggap saya istri bapak, bapak Nggak pernah ada di saat saya butuh bapak, dan sekarang saya minta pisah pun bapak nggak mau, mau bapak apa sih sebenarnya " bara bungkam, ia juga tidak tau harus menjawab pertanyaan Praya seperti apa

"apa Bapak belum puas dengan menjajah tubuh saya selama kurang lebih lima bulan kita menikah, bapak bisa cari wanita lain yang mau menjadi istri pemuas nafsu bapak, dan itu bukan saya, karena saya butuh seorang suami yang mencintai saya, yang bisa saya jadikan sandaran di hidup saya,yang bisa ngertiin saya, yang ada saat saya butuh tempat untuk berlindung, dan saya tidak bisa menemukan itu dari bapak" Praya Singkirkan tangan Bara dari atas pinggangnya, ia berdiri bergegas masuk kedalam kamar Mandi.

BRAK

Praya menghempas pintu kamar mandi dengan kuat, di dalam sana, Praya menangis dengan membekap mulutnya, Praya tidak ingin bara mendengar suara tangisannya, Praya keluarkan semua air mata yang sejak tadi ia tahan di depan Bara. sakit Sekali rasanya di perlakukan serendah itu oleh bara, Praya di anggap hina dan di permainkan sesuka hatinya.

dadanya semakin sesak, Praya pukul dadanya berkali-kali.

sedangkan bara yang di luar, termenung, ia duduk bersandar menunggu Praya selesai mandi, bara sibak rambutnya yang berantakan, ia datang menemui Praya setelah mendengar permintaan cerai dari Dista, ia berharap bisa sedikit menghilangkan penat yang di rasa setelah bertemu dengan Praya yang aktif dan periang, tapi nyatanya bara kembali menadapat kan permintaan cerai dari Praya.

"argghhhh"

"kenapa jadi rumit gini sih"

selesai mandi Praya keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya, Bara terus memperhatikan Praya, dari wanita itu memakai pakaiannya dan kini berjalan ke arah kompornya.

Praya siapkan dua mangkuk mie juga dua rasa mie yang berbeda.

"mending bapak mandi dulu, baru makan" Praya berucap se datar mungkin, Bara menurut, ia gunakan handuk yang Praya gantung di gagang pintu. Praya sempat menoleh sesaat kearah Bara yang sudah masuk kedalam kamar mandi. Praya siapkan juga sayur untuk pelengkap mie instan nya. Praya goreng dua telur mata sapi, satu telur dengan bumbu penyebab untuk nya, sedangkan untuk bara tidak ada bumbunya.

Praya kembali meneteskan air mata mengingat semua kejadian hari ini, bara bahkan tega memberikan tamparan di pipinya, cacian dan hinaan yang terlontar di mulut pedas Bara.

"apa sesulit itu kamu menghargai aku mas? aku juga tidak meminta kamu segera menghadirkan cinta untuk ku di hati kamu, tapi ko kamu tega terus-terusan memberi rasa sakit di hati aku, aku aku emang nggak pantas untuk di cintai"

Praya tuang air kedalam gelas kaca hadiah detergen, ia buka laci dan meraih obat pencegah kehamilan.

"kamu ngapain?" Bara keluar dengan tangan yang terus bergerak mengeringkan kepala, Praya hanya menoleh saja, ia tegak air hingga tandas setelah obat pil nya masuk ke kerongkongan.

"minum obat pencegah kehamilan" jawab Praya ketus, ia kembali menuju kompornya. Bara lirik botol obat itu.

"Berhenti meminum obat itu, saya ingin memiliki anak dari kamu" Bara melangkah mendekat, ia peluk Praya dari belakang.

"minggir, saya mau masak" Praya bisa rasakan gelengan di pundaknya.

"terserah bapak aja lah"

"kamu marah sama saya karena kemarin sore saya ninggalin kamu gitu aja? iya? hm?" Praya masukkan bumbu mie setelah air nya mendidih.

"kamu marah karena saya bentak kemarin sore?"

"maaf, saya Minta maaf, saya nggak maksut ninggalin kamu, saya kawatir dengan Dista"

"dan bapak mengabaikan saya?"

"maaf, saya hanya berpikir kamu bisa pulang sendiri, sedangkan Dista--" Bara tersentak kaget saat Praya menyingkirkan tangannya, Praya matikan kompor.

"MBAK DISTA DI SANA BANYAK YANG NOLONGIN MAS, ADA PEMBANTU KAMU KAN, ADA SUPIR KAMU, ADA PENJAGA, SEDANGKAN AKU NGGAK ADA, AKU HANYA PUNYA KAMU DI HIDUP KU MAS, KAMU ORANG TERDEKAT YANG AKU MILIKI MAS, ISTRI KAMU YANG MISKIN INI HAMPIR DI PERKOSA MAS!"

1
Aulia Oppo
gamau tau pokoknya ditunggu lanjutannya☺️
Aulia Oppo
loh,ini beneran udah ga dilanjut lagi.kak😭 aku udah seru'nya baca eh malah gantung ceritanya:(
Daulat Pasaribu
la but dong thor
Ma'rifatul Hasanah
lanjut dong sampai End' 🙏🙏
Ma'rifatul Hasanah
lanjut dong ggggg yg bnyk
Syahrul Story16
seru kak ..di tuh lgi iy lanjutan y
Syahrul Story16
semangat kak di tgu lgi cerita y
Syahrul Story16
bagusbanget kak aku suka trus semangat buat nulis ya kak
Nigina
ditunggu lg update nya kak.. Semangat & rajin² ya 🥰
Nigina
Kak kapan update nya kak..
GiswaYashika: hehe maaf ya, lama up nya
total 3 replies
Dede Nurhalimah
geubleug lalaki teh..
kirkay
lanjut kk
Benny Citra Lestari
😍😍😍😍😍😍😍🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🤗🤗🤗🤗🤗🤗😏😏😏😏😏😏😏😏😘😶😶😶😶😶😶😶😶😶😶😶😘😘😘😘
Nigina
Ditunggu lagi updatenya kak
GiswaYashika: iyaa di tunggu terus yaa
total 1 replies
Nigina
Aku mending bersama Dikta dari Bara yg mmg udah keterlaluan..
Karnah Kana
bagus ceritanya .aq ska.tpi ko g ada klanjutannya y.pdahal seru lo
GiswaYashika: makasih ya votnya, iya masih on going bakal di update terus setiap hari
total 1 replies
Nigina
Dasar laki² egois.. Lanjut lg kak..
Nigina
Aku lelah jika menjadi praya 🤧
Nigina
Tinggalkan aja suami ngak bergunamu itu. Cih sungguh menyakitkan hati, apa yang kamu harapkan dari pemuas nafsu itu.. Logik sikit mah Praya 🙄
arunikha prameswari
msh ada orng kyk Praya ya .bodohnya ke bgtn dh berkli2 di sakitin msh aj berthn ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!